Jalan menuju Sorga

26 07 2011

Mazmur/ Zabur 16:9-11:  Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Suatu pepatah dunia berkata: ”Banyak jalan menuju Roma.” Kerajaan Romawi di dalam sejarah adalah pembuat jalan-jalan raya, itu hal yang terutama dibuat orang-orang Roma kuno setelah sebuah negara dikuasainya, sehingga memudahkan jalur transportasi tentara Roma dan datangnya barang-barang dari negara asing ke dalam negara Roma. Maka ”semua jalan memimpin kepada satu arah, yaitu ke Roma!”

Bagaimana dengan ”jalan menuju Sorga?” Setiap agama mempunyai ajaran sendiri bagaimana umatnya bisa masuk ke Sorga atau Nirwana. Agama Hindu dan Buddha mengajar bahwa ”berbuat baik” adalah jalan menuju Sorga. Bagaimana dengan ajaran Islam dalam masalah ini? Jawabannya terbaik dalam dua kelompok; kelompok fundamental Islam akan menjawab bahwa jalan ke Sorga adalah ”mati sahid untuk Allah dan nabi Muhammad,” kelompok moderat (mayoritas umat Islam) secara umum akan menjawab ”melakukan 5 pilar Islam sebaik mungkin, dan setelah itu terserah Allah sendiri pada akhirnya.”

Dapatkah umat beragama memiliki suatu garansi bahwa setelah ia meninggal maka ia akan masuk Sorga? Jika jawaban adalah ”Ya, ada kepastian,” maka pertanyaannya ini harus ditemukan jawabannya: ”Yang manakah jalan yang memimpin menuju Sorga?” Apakah semua jalan agama memimpin kepada satu arah, yaitu ke Sorga?

Ini suatu hal yang serius, namun umumnya orang meletakkan masalah penting ini pada waktu yang sangat telat: dihari tua menjelang kematiannya, atau di saat hidupnya dalam kesakitan, atau kecelakaan yang segera membawa kepada kematian. Cara Ini tentu suatu ”permainan judi kehidupan” – ”beli sekarang, bayar kemudian,” atau bersenang-senang dahulu bersakit-sakit kemudian” – yang sangat tidak dianjurkan, sebab setelah Pengadilan Terakhir, kehidupan di Neraka adalah kehidupan selamanya , kekal. Itu bukan sekedar ”sebuah penjara” untuk sekian bulan, atau tahun, tetapi selamanya.

Apa yang Allah sendiri katakan tentang jalan menuju Sorga? Kita akan melihat apa yang Alkitab katakan tentang hal ini.

1. Manusia tidak bisa menyelamakan dirinya sendiri untuk masuk Sorga.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Rom 3:23). Firman ini menjelaskan bahwa manusia melalui usahanya sendiri – bagaimanapun bagus dan baik perbutan tersebut -, ia tetap tidak dapat memenuhi standard kemulian dan kekudusan Allah. Dimata Allah, Pencipta manusia, semua manusia telah tersesat, dan tidak ada yang berbuat baik, kecenderungan hatinya selalu jahat. Lihat Kejadian 6, alasan air bah diturunkan. 1 Korintus 6:8-10, adalah sebuah daftar perbuatan yang memimpin kepada api neraka.

Isa al-Masih bahkan menegaskan bahwa penyelidikan Kitab-kitab Suci sekalipun tidak akan membawa orang berdosa kepada hidup yang kekal (masuk Sorga). Singkat kata: upaya orang berdosa tidak dapat menghasilkan  pembenaran dan pengudusan yang Allah telah tetapkan. Jurang pemisah antara manusia dengan Penciptanya tidak dapat dijembatani dengan upaya baik manusia yang telah berdosa tersebut.

2. Upaya keselamatan manusia, hanya datang dari Penciptanya sendiri.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepada-nya kejahatan kita sekalian. (Yesaya 53:6)
Upah dosa adalah maut, kematian kekal (Roma 6:23). Penebusan dosa manusia hanya bisa ditebus dengan kematian pendosa tersebut, itulah hukum yang telah ditetapkan oleh TUHAN (YAHWEH, bahasa aslinya), Pencipta manusia. Di jaman nabi Musa, TUHAN memerintahkan orang Israel yang melanggar hukum-Nya untuk membawa binatang sampi, domba untuk disembelih oleh imam, darah binatang ini dipakai sebagai korban pengganti dosa orang tersebut. Korban darah binatang ini adalah lambang dari penebusan dosa yang sesungguhnya. Ratusan tahun sebelum Yesus / Isa al-Masih hadir kebumi, kematiannya sebagai korban penebus dosa telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya tetapi TUHAN telah menimpakan kepada-nya kejahatan kita sekalian. Isa yang tidak pernah berdosa menanggung semua dosa kita, dosa semua manusia. Melalui kematian Isa dan darah Isa yang tertumpah itu, Isa telah menjadi korban domba sembelihan yang sempurna – sekali untuk selama-lamanya – bagi mereka yang mau menerima pekerjaan mulia dan mahal Isa tersebut. Bacalah kitab Ibrani 9:11-28.

3. Menerima pekerjaan Yesus / Isa, percaya dan melakukan perintah Yesus adalah jalan satu-satunya menuju Sorga.
 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Injil Yohanes 5:24)

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. (Injil Yohanes 11:25-26a)

4. Berdamai kembali kepada TUHAN dan orang yang telah kita rugikan dan kita tidak sukai.
Panjatkanlah doa kepada Dia, mintalah pengampunan dosa dari Dia. Dosa adalah setiap pelanggaran yang menentang dan melanggar Firman-Nya. Dan yang tidak kalah penting dari itu, Dia juga meminta Anda untuk menggampuni orang lain serta meminta maaf kepada orang yang Anda telah rugikan. Bacalah Injil Matius 6:12, 14-15 & Markus 11:25-26.

Keempat hal ini adalah inti ajaran Alkitab. Yesus Kristus (Yeshua Ha Mashiach) atau Isa al-Masih, yang datang sebagai “Putra tunggal Allah,” (Injil Yohanes 1:18 & 3:18) mati tersalib sebagai “Anak domba Allah”  (Injil Yohanes 1:29,36) adalah satu-satunya jembatan jalan ke Sorga. Benar ada banyak jalan menuju kota Roma, tetapi tidak ada satu usaha manusiapun bisa membawa dirinya menuju Sorga! Yesus atau Isa adalah satu-satunya orang yang bisa menggaransi Anda: Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Injil Yohanes 14:6)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

About these ads

Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: