Siapakah ”Orang Kristen”? Sejarah dan arti dari panggilan

30 12 2011

Siapakah penemu Keju? Kata “fromage”, Perancis untuk keju, berasal dari Latin “forma” yang adalah penampungan-penampungan kecil untuk pembuatan keju. Pada abad 15 A.D. formage menjadi fromage. Kata “cheese” datang dari kata Latin “caseus”, yang diterjemahkan menjadi “cese” dalam bahasa Inggris Lama. [1].  Jauh sebelum kerajaan Latin (Romawi) berdiri, catatan pembuatan keju ditemukan pada sejarah Yunani kuno, abad 8 B.C. Daud (10 B.C.) dan beserta rombongannya tercatat dihidangkan keju (2 Samuel 17:29). Bukti pembuatan keju di temukan di Mesir, diperkirakan sekitar 20 B.C. Catatan yang lebih tua lagi, awal abad 20 B.C., tentang keju terdapat di Ur, Sameria. [2]  Sameria adalah dimana awal Adam dan Hawa berasal. Dasar pengetahuan membuat keju telah diketahui sejak awal dari kehidupan manusia. Hak patent pembuatan keju modern berada di tangan negara Yunani.

Pendalaman Alkitab Siapakah Orang Kristen akan menbawa Anda belajar:

  1. sejarah sebutan atau panggilan ”orang Kristen”
  2. arti atau makna dari panggilan ”orang Kristen” tersebut.
  3. bagaimana pola hidup dan praktek keimanan orang Kristen mula-mula.

Target. Setelah pelajaran Alkitab ini Anda dapat membedakan antara orang Kristen yang hidup berdasarkan ajaran Alkitab dengan orang Kristen yang hidup berdasarkan ajaran tradisi manusia (dikenal sebagai ”Kristen KTP”)

Banyak Muslim, orang Islam di Asia dan khususnya Indonesia, mempunyai pengertian bahwa ”orang Kristen” adalah “orang kulit putih.” Sebab ratusan tahun yang lalu Kekristenan masuk ke Asia Timur melalui orang-orang Eropa. Di abad ke 21 banyak orang Islam di dunia tetap berpikir bahwa orang kulit putih adalah orang Kristen dan Kekristenan berasal dari Eropa. Pelajaran Alkitab ini akan membawa Anda pada pengertian yang benar tentang asal usul orang Kristen dan Kristianiti (ajaran dan iman).

1. Sejarah sebutan atau panggilan “orang Kristen.”
Lukas pada kitab Kisah para Rasul  (disingkat ”Kis.”) mencatat sejarah pertama kali kata ”Kristen” dipakai:  Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kis. 11:26a). Lukas adalah seorang dokter, ia juga penulis dari Injil Lukas.
Kapankah ini terjadi? Peristiwa ini telah terjadi jauh sebelum Kekristenan dibawa ke Asia dan Amerika Latin oleh misionari Eropa Barat (Spanyol, Portugis, Belanda dan lainnya), bahkan itu tela dikenal ratusan tahun kebelakang sebelum Kekristenan diadopsi menjadi agama resmi Kerajaan Romawi. Kejadian ini tepatnya tidak lama setelah penganiayaan yang mengikuti terbunuhnya Stefanus di Yerusalem, Israel, di depan mata seorang ahli Taurat yang bernama Saulus: Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. (Kis. 11:19). Segera setelah Stefanus dirajam, para pengikut ajaran Isa al-Masih dianiaya dan bahkan di kejar sampai ke Damaskus (Syria), Mencapai Damaskus Saulus dihentikan oleh penampakan Isa, yang membuat Saulus buta dan setelah sembuh melalui penumpangan tangan ia menjadi pengikut Isa dengan nama Paulus.

Ayat 21-24 mencatat orang-orang bukan Yahudi juga menjadi percaya ajaran Isa, sehingga Barnabas (orang Yunani asli yang beriman) dikirim ke Antiokhia untuk mem-follow-up. Barnabas minta bantuan kepada Paulus (orang Yahudi asal Tarsus, Yunani) yang memang ahli kitab Taurat untuk mengajar pengikut-pengikut baru bukan orang Yahudi. Setelah setahun Paulus dan Barnabas tinggal di antara jemaat Antiokhia ini maka murid-murid ini disebut sebagai orang-orang Kristen. Dari ayat 27-28 kita bisa pastikan bahwa peristiwa murid-murid dipanggil Kristen pastilah terjadi sebelum tahun 41 A.D. Sebab Tiberius Claudius Nero berkuasa antara 41-54 A.D.

2. Arti atau makna dari panggilan ”orang Kristen” tersebut
Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kis. 11:26a).
Antiokhia adalah sebuah kota besar di Syria, dan kota trategis bagi kerjaan Romawi di abad pertama. Sekarang Antiokhia bagian dari Turki.
Tidak diketahui dengan pasti siapakah yang memberikan nama panggilan Kristen kepada murid-murid tersebut. Entah itu mereka sendiri, atau kelompok yang tidak simpati pada mereka memanggil murid-murid ini “Kristen.” Namun di Israel, sebelum murid-murid ini tersebar keluar dari Israel, murid-murid ini disebut  “Orang-orang Galilea” (Kis. 2:7) dan “orang-orang Nasrani” dari kata Nasaret (Kis. 24:5).

Disebut “orang Kristen” sebab rasul Paulus dan Barnabas memberitakan dan memuridkan orang-orang bahwa Isa / Yesus adalah Kristus (terjemahan dari Mashiach, Messiah, Mesias, Khristos, Christ) yang dijanjikan oleh nabi-nabi di Perjanjian Lama. Kristus artinya: Yang Diurapi dan juga Juru Selamat. Mereka adalah “murid-murid dari Yang Diurapi.”

Ketiga panggilan ini; orang-orang Galilea, Nasrani dan Kristen memiliki makna yang sama yakni bahwa orang-orang beriman ini adalah murid-murid dari pengikut Isa al-Masih (Yesus Kristus). Galilea adalah tempat dimana pelayanan-Nya dimulai dan tempat Ia memanggil mayoritas kelompok inti-12 murid-Nya. Nasrani berasal dari kata tempat Nasaret, dimana Isa dibesarkan dan di ajar oleh kedua orang tua jasmaninya.

Panggilan “orang-orang Galilea” dan “orang-orang Nasrani” adalah panggilan penghinaan seperti “orang-orang kampung”. Lihat Injil Yohanes 1:46; 7:52 dan Markus 14:70. Dan rasul Paulus pada 1 Korintus 1:27-29 memberikan alasannya mengapa Isa memilih “orang-orang kampung” ini untuk misi dunia-Nya.

Panggilan “orang Kristen” di Jemaat mula-mula adalah berlaku bagi kedua kelompok, yakni orang Yahudi asli (bersunat daging dan hati) dan bukan-Yahudi (bersunat hati) yang mengikuti ajaran Isa al-Masih. Dalam al-Masih mereka dipersatukan menjadi bangunan bait Allah yang rapi tersusun  – Efesus 2:8-22.

Panggilan “orang Kristen” di Jemaat mula-mula adalah berlaku bagi kedua kelompok, yakni orang Yahudi asli (bersunat daging dan hati) dan bukan-Yahudi (bersunat hati) yang mengikuti ajaran Isa al-Masih.

3. Keimanan dan cara hidup orang Kristen mula-mula.
a. Didirikan diatas fondasi ajaran dan teladan hidup Isa al-Masih.  di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (and the gates of hell shall not prevail against it; Terjemahan King James) (Mat 16:18). Batu karang (petra, bahasa Yunani, artinya: “batu yang besar”) berbicara tentang pribadi Isa al-Masih sendiri. Di lain waktu Dia berkata: siapa yang mendengarkan dan melakukan perkataanKu, ia seorang yang bijak sebab orang itu meletakkan dasar fondasi rumahnya di atas batu (petra). Lukas 6 ayat 47-48.
Simon yang dipanggil oleh Isa sebagai “Petrus” (Yohanes 1:42) yang bahasa aslinya ialah Kepa (Aram) di Yunanikan menjadi Kepas dan Cephas dalam Inggrisnya, artinya sepotong batu (yang dapat dilempar).
Bukti bahwa Gereja bukan di bangun di atas ajaran Petrus pada Matius 16:18 juga dapat dilihat pada ayat-ayat ini, Matius 14:31; 16:23; 26:34.

b. Didirikan di atas dasar pengajaran para rasul dan para nabi. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. (Efesus.  2:20).
Rasul Paulus menegaskan di sini, bukanlah sembarang rasul dan nabi, tetapi para pemimpin yang telah menjadikan ajaran Kristus Yesus sebagai dasar dari ajaran mereka. Sekali lagi Alkitab menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah pusat dari Kekristenan. Jika seorang mengaku Kristen namun mengatakan bahwa Isa al-Masih hanyalah nabi biasa, maka ia bukanlah orang Kristen, bukan murid Yesus.

c. Mereka dibaptis, beriman kepada kematian dan kebangkitan Isa. (Kis. 10:40-41 dan 1Korintus 15:14-20)
Setelah mereka mendengar kotbah Petrus di hari raja Pentakosta tersebut, mereka bertobat dan memberi diri untuk dibaptis (baptiso, bahasa Yunani: diselamkan kedalam air) sebagai tanda penguburan hidup mereka yang lama dan bangkit kembali dengan hidup di dalam kasih dan teladan Kristus (Kis. 2:41). Jemaat yang mula-mula adalah kebanyakan orang Yahudi, yang mengerti sejak di perut ibu mereka bahwa penebusan dosa dilakukan melalui pengorbanan darah binatang sesuai hukum Musa, jadi mereka bukan saja menerima fakta bahwa Isa telah mati dikayu salib, lebih dari itu mereka mengerti makna dari pengorbanan darah-Nya di bukit Golgota, 2000 tahun yang lalu. Kebangkitan Isa merupakan jaminan kemenangan Jemaat mula-mula, bahwa kelak mereka pun akan dibangkitkan kembali dari kematian untuk beroleh kehidupan yang kekal bersama Bapa di Sorga.

2. Cara hidup orang Kristen mula-mula.
a. Mereka bertekun di dalam pelajaran Alkitab, bahkan setiap hari.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. … (Kis. 2:46).
Orang Kristen tidak pernah terlepas dari kehidupan “pemuridan dan memuridkan” dimana sekelompok kecil orang berkumpul untuk mempelajari Alkitab dan membagi hidup untuk menperaktekkan iman mereka, oleh karena inilah mereka dipanggil “orang Kristen”  = “murid Kristus.”

b. Kekristenan mereka adalah kehidupan harian mereka, bukan hanya ibadah mingguan.
Alkitab berkata: Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (Kis. 2:46b)
Kekristenan mereka adalah kehidupan dan bukan baju seragam yang dipasang dan dilepas.

c. Mereka hidup satu sama lain di dalam keharmonisan.
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. (Eph 2:21)
Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. (Ibr. 13:17a)

d. Mereka hidup di dalam kekudusan (Ef. 2:22)
Sehingga mereka disebut orang-orang kudus. Roma 12:1-2,13; 15:25-26,31; I Korintus 1:2

e. Mereka aktif dan tidak malu memberitakan perbuatan-perbuatan Allah, raja dan tuan mereka Yesus Kristus, kepada orang-orang lain.  Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. (Kis. 2:47)

Kehidupan yang benar dan kesaksian mereka membuat setiap hari orang yang belum tahu siapa Isa al-Masih diselamatkan.
Mereka benar-benar mengikuti ajaran rasul Petrus dan rasul Yohanes, murid-murid Isa:

  • Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: (1Pet. 2:9).
  • Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.  (1 Yoh. 1:7)
  • Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1Yoh. 2:6)

Jemaat (Gereja) mula-mula tidak mengenal denominasi (aliran organisasi Gereja), mereka disebut sesuai dengan nama kota atau wilayah dimana mereka hidup. Kepemimpinan Jemaat mula-mula adalah majamuk dan tidak sentral. Mereka hanya mengenal satu pemimpin Jemaat: Isa al-Masih, Dialah kepala dari semua Jemaat.

Kesimpulan: Alkitab menulis bahwa arti dari panggilan “orang Kristen” dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Orang-orang Kristen mula-mula adalah orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi yang hidup di Israel dan negara-negara sekitarnya yang termasuk di dalam kekuasaan kerajaan Romawi.
  • Orang Kristen berarti pengikut ajaran Kristus (al-Masih), sebelumnya mereka disebut “orang-orang Galilea” dan “orang-orang Nasrani.”
  • Setiap orang yang percaya dan tetap berpegang kepada firman-Nya adalah murid-murid Isa (Yoh. 8:31)
  • Setiap orang Kristen yang mengasihi saudara-saudari seiman adalah murid Yesus (Yoh. 13:35),
  • Mengasihi anak kecil demi Isa adalah murid Yesus (Mat.10:42)
  • Dan tentunya setiap orang yang memikul salibnya sendiri (melayani dan menderita karena nama Isa) adalah murid Isa (Markus 8:34)
  • Murid Isa juga terpanggil untuk memberitakan sukacita keselamatan yang ia telah terima kepada orang lain. (Mat. 5:15-16)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

About these ads

Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: