Baptisan Air atau Baptisan Selam

28 06 2012

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Injil Matius 28:18-20)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Arti kata Baptisan
  • Tujuan dari Baptisan Yohanes Pembaptis
  • Tujuan dari Baptisan yang diajarkan Isa al-Masih (Baptisan Kristen)
  • Makna rohani dari Baptisan Selam Kristen
  • Syarat-syarat untuk mendapat Baptisan Selam Kristen

Pendahuluan. Baptisan Air dikenal juga sebagai Baptisan Selam  (diselam ke dalam air) atau lebih sering disebut dengan singkat saja sebagai “Baptisan” adalah satu dari beberapa perintah Isa al-Masih yang sangat penting, ini bukanlah suatu tradisi, atau ritual Gereja. Betapa penting melakukan Baptisan air ini di dalam kehidupan orang percaya dapat kita lihat dari perkataan Isa sendiri, saat Dia meminta nabi Yohanes Pembaptis untuk membaptis diri-Nya:

Injil Matius 3:15 – Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. ( Alkitab ITB)

Terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation (ILT) menulis:
Akan tetapi sambil menanggapi, YESUS berkata kepadanya, Turutilah sekarang, karena demikianlah seharusnya terjadi pada kita untuk mengenapi seluruh kebenaran!” Maka dia pun menuruti-Nya.

Terjemahan Alkitab bahasa Inggris umumnya sama dengan ILT:
”for thus it becometh us to fulfill all righteousness (KJV)
“for thus it is fitting for us to fulfill all righteousness (ESV)
“for this is necessary for us so that all righteousness may be fulfill (GLT of the Aramaic of the Bible)

Menerima Baptisan Selam adalah langkah selanjutnya bagi setiap orang percaya setelah ia bertobat dan percaya kepada Isa al-Masih. Kita akan pelajari prinsip ini pada bagian akhir pendalaman Alkitab ini.

I. Arti kata Baptisan.
Kata asli dari ”baptisan” (baptism) atau lebih tepatnya lagi ”baptis” (to baptize), darimana kata benda baptisan dibentuk, adalah berasal dari kata Yunani baptizo. Orang Inggris merubah ”o” menjadi ”e” untuk menjadikan suatu bentuk kata yang sekarang umum dikenal ”baptize.”
Kata dasar dari baptizo adalah bapto, penambahan syllabe ”iz” , bapt-iz-o, kedalam sebuah kata kerja Yunani menghasilkan kata kerja yang khusus menjadi ”menyebabkan sesuatu untuk ada atau untuk menjadi.”

Kata kerja berbentuk dasar bapto terdapat di tiga ayat Alkitab:

  • Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air. (Luke 16:24)
  • Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” (Injil Yoh. 13:26)
  • Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.” (Wahyu 19:13)

Kata baptizo telah dipakai ratusan tahun Sebelum Masehi dan memiliki arti yang khusus dan tidak berubah sampai sekarang. Contoh:*

1. Di abad kelima atau keempat B.C. baptizo digunakan oleh Plato seorang pemuda ada”dipenuhi” (overwhelmed) oleh argumen-argumen filosofi yang pintar.
2. Dalam tulisan Hippocrates (abad keempat B:C.) baptize digunakan orang-orang ada “dibenamkan” (submerged) dalam air dan spong-spong ada “dicelupkan” (dipped) dalam air.
3. Dalam Septuagint (Perjanjian Lama versi Yunani, sekitar abad kedua B.C.) baptize dipakai untuk menterjemahkan kalimat di 2 Raja-raja 5:14 dimana Naaman turun sendiri dan ”mencelupkan dirinya sendiri” (dipped himself) tujuh kali di Yordan.
4. Suatu waktu antara 100 B.C. dan 100 A.D., baptizo dipakai oleh Strabo untuk menerangkan orang-orang yang tidak dapat berenang ada “dibenamkan” (submerged) dibawah permukaan air.
5. Pada abad pertama A.D. baptize dipakai secara gambaran (metaphorically) oleh Josephus (sejarawan Yahudi)  untuk menerangkan seorang laki-laki “menyemplungkan” (plunging) sebuah pedang kedalam (into) lehernya sendiri.
6 Dalam abad pertama atua kedua A.D. baptize dipakai dua kali oleh Plutarch untuk menerangkan entah tubuh seorang atau sebuah patung ada “dibenamkan” (immersed) dalam laut.

*) Dikutip dari Dr. Derek Pince, Foundational Truths for Christian Living, Hal. 155-156.

Jadi baptis (baptize) berarti menyebabkan sesuatu untuk ada dicelupkan atau dibenamkan. Baptisan karenanya menjadikan seluruh tubuh dari orang (yang dibaptis) terbenam sepenuhnya di dalam air. Baptisan air bukanlah percikan air atau guyuran air ke pada tubuh orang, itu terlihat dari banyak catatan di Alkitab bahwa orang-orang di baptis di sungai Yordan, di tempat yang banyak air (kolam, danau) perhatikan dimana sida-sida dari Etiopia di baptis: Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”   keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air,… (Kisah para Rasul  8:36-39)

II. Tujuan dari Baptisan Yohanes Pembaptis
Tujuan dari kehadiran nabi Yohanes Pembaptis adalah mempersiapkan jalan bagi pelayanan Tuannya, Isa  al-Masih. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Markus 1:2). Lihat Yesaya 40:3 dan Maleakhi 3:1.

Pesan yang dikabarkan Yohanes Pembaptis memiliki dua tujuan utama:

  • Mempersiapkan hati para orang Israel untuk kedatangan al-Masih yang telah dijanjikan oleh para nabi, Isa al-Masih.
  • Mempersiapkan orang Israel untuk siap menerima suatu perubahan konsep doktrinal (Konsep lama dengan metode baru) dari pembenaran melalui ketaatan melakukan semua hukum Allah melalui para nabi-Nya, kelak menjadi pembenaran melalui iman kepada Isa al-Masih; dari pengampunan dosa (gagal melakukan semua hukum Allah tersebut) melalui darah binatang kelak menjadi pengampunan dosa melalui darah Isa sendiri yang telah tercurah di kayu salib

Itulah sebabnya Yohanes meneriakan kepada orang Israel:

  • Untuk bertobat
  • Pengakuan dosa di muka umum

demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” (Markus 1:4)
Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat,…” (Kis. 19:4)
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (Matius 3:6)

Bagi mereka yang bersedia memenuhi dua syarat di tersebut maka Yohanes akan membaptis mereka di sugai Yordan sebagai kesaksian terbuka bahwa mereka telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan siap untuk hidup yang baru.

Yohanes meminta bukti pertobatan sebelum membaptis mereka. Roh Kudus di dalam dirinya memberi kesaksian padanya, bacalah Injil Matius 3:7-11a.

Pertobatan tidak terlihat ketika itu dilakukan, sebab itu adalah sikap batin dan pikiran, namun lambat atau cepat kita sendiri dan orang lain yang melihat hidup kita akan mengetahui, sebab pohon akan berbuah tepat seperti sumbernya. Baca Injil Markus 7:20-23.

Kesimpulan: Jadi Baptisan bertujuan sebagai bukti yang terlihat setelah pertobatan orang tersebut telah terjadi. Baptisan air bukanlah dipakai untuk mengampuni dosa, tetapi sebagai tanda luar dari perubahan batin (dalam). Baptisan air tidak mengampuni dosa, tetapi pertobatanlah yang membuat pendosa diampuni dosanya oleh Allah.

Jadi urutannya ialah: Bertobat -> Mengaku dosa -> Dibaptis > Hidup dalam Kebenaran.

Bagaimanapun, baptisan Yohanes Pembaptis bukanlah suatu jaminan kemenangan atas dosa, tetapi sekali lagi itu, hanyalah suatu transisi untuk persiapan datangnya perjanjian baru bagaimana seorang bisa mendapat jaminan kemenangan atas dosa. Seperti Rasul Yohanes menulis pada Injilnya:  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yoh. 1:6-9). Inilah suatu transisi untuk Isa al-Masih, Terang yang sesungguhnya. Isa memulai pelayanan-Nya kurang dari setahun dari awal pelayanan Yohanes.

III. Tujuan dari Baptisan yang diajarkan Isa al-Masih (Baptisan Kristen)
Ketika Isa al-Masih genap berusia 30 tahun, ukuran pria dewasa menurut budaya Yahudi, nabi Yohanes lebih tua kurang sekitar satu setahun dari nabi Isa, baca Lukas 1.  Isa melandasi pelayan-Nya dengan memberi diri-Nya dibaptis oleh nabi Yohanes Pembaptis.

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (karena demikianlah seharusnya terjadi pada kita untuk mengenapi seluruh kebenaran; ILT) Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”  (Injil Matius 3:13-17)

Telah kita pelajari di atas bahwa baptisan Yohanes hanyalah untuk orang yang telah bertobat dan mengakui dosa, namun pada ayat yang baru saja saudara baca Isa yang tidak pernah berbuat dosa, dan tentunya tidak perlu mengaku dosa, memberi diri untuk dibaptis. Nabi Yohanes tahu benar siapa Isa, sebab itu ia mencegah dan berkata: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Matius 3:14)

Ayat lainnya yang menyelaskan perbedaan antara baptisan air Yohanes dengan baptisan air Kristen jelas pada kejadian di jemaat Efesus saat Paulus pertama kali tiba di sana:

Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. (Kis. 19:2-5)

Mari kita teliti perkataan Isa pada Matius 3:15 di atas.

Biarlah hal itu terjadi: Isa mensahkan baptisan air (dimasukkan kedalam air seluruhnya dan keluar kembali; baptizo) tersebut untuk semua pengikut-Nya (orang percaya) juga dibaptis dengan cara yang sama tersebut.

karena demikianlah sepatutnya kita: Tindakan baptisan ini bukanlah sebuah hukum, tetapi kehendak alami kita sebagai pengikut Isa, meneladani apa yang Ia telah perbuat. Sudah sepatunyalah orang beriman menerima baptisan air tersebut.

menggenapkan seluruh kehendak Allah / mengenapi seluruh kebenaran: Orang Kristen dibaptis tidak hanya oleh karena mereka telah bertobat dan mengaku dosa – tanpa kedua hal ini ia tidak akan menjadi orang Kristen-, untuk menjadikan ia sempurna di dalam menjalani hidup barunya, Isa al-Masih berkata, ia terlebih dahulu perlu di baptis air. Jadi akanlah aneh jika ada orang yang mengaku orang Kristen, pengikut Isa al-Masih, namun menolak untuk dibaptis seperti Isa pernah dibaptis.

Ketaatan Isa sebagai Hamba Allah inilah yang membuat Bapa di sorga berkata kepada Isa, didepan banyak saksi, segera setelah Isa keluar dari dalam air: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:17)

Dari contoh ini kita melihat bahwa:

  • Isa dibaptis bukan karena Dia pernah berdosa, jadi baptisan-Nya itu bukanlah sebuah tindak lanjut dari sebuah pertobatan dan pengakuan dosa.
  • Isa ingin mengenapi seluruh kebenaran atau ingin menggenapi seluruh kehendak Allah.
  • Melalui tindakan-Nya ini, Isa telah memberi contoh kepada setiap orang percaya untuk mengikuti teladan-Nya, seperti Petrus sendiri telah mengingatkan kita: Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Petrus 2:21-22)

Kesimpulan:

  • Baptisan air Kristen adalah lebih tinggi dari baptisan air Yohanes Pembaptis
  • Baptisan air Kristen adalah perintah Isa al-Masih bagi semua pengikut-Nya dan bagian dari menggenapi seluruh kehendak Allah
  • Baptisan air Kristen adalah menyenangkan Bapa di Sorga dan berfungsi sebagai peneguhan bahwa kita adalah anak-anak-Nya, dan itu menjadi awal dari kehidupan dan pelayanan pengikut Isa al-Masih.
  • Baptisan Selam Kristen harus dilakukan “dengan nama Tuhan Yesus,” artinya itu harus sesuai dengan “amanat agung-Nya” di Matius 28:19,  “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

IV. Makna Rohani Baptisan Selam Kristen
Baptisan Air yang Alkitabiah selalu memiliki dua proses yang saling berkaitan: ”dimasukkan ke dalam air” dan langsung diikuti oleh ”dikeluarkan dari dalam air.”
Proses yang pertama berbicara tentang ”kematian atau penguburan” dan proses selanjutnya ialah ”kehidupan kembali” atau ”kebangkitan kembali.” Makna rohani dari kedua hal ini dijelaskan oleh rasul Paulus dengan indah sekali:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus [al-Masih], telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian,  supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. (Roma 6:3-5)

Apa yang telah dimatikan atau dikuburkan dari kita ketika kita dibaptis air? Bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan (Roma 6:6).
Apa sesungguhnya yang terjadi ketika kita keluar dari air baptisan tersebut? Kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Apa maksudnya bagi orang yang dibaptis ini bahwa ”manusia lamanya telah dikubur” dan ”hidup dalam hidup yang baru”?

Manusia lama telah dikubur:
”Manusia lama” ini adalah kehidupan kita sebelum kita bertobat dan mengaku dosa. Manusia lama adalah kehidupan lama, dimana dosa hadir sebagai tuan dan raja dalam kehidupan kita.
Di sini pembaptisan air bermakna bagi sipenerima baptisan bahwa:

  • Menerima kematian Isa sebagai penebusan dosa-dosanya sehingga ia dapat hidup benar (1 Petrus 2:24)
  • Hubungannya dengan kutuk, dosa dan roh-roh jahat di masa lampau diputuskan. Ia dibebaskan dari ikatan-ikatan olkutisme tersebut.
  • Ia berikrar kepada dirinya sendiri dan Roh Kudus di depan para saksi untuk menyalibkan kehendak dan napsu dosanya. Baca Roma 6:5-13.
  • Ia dibebaskan dari perjanjian ”orang benar harulah hidup DI BAWAH hukum Allah (Roma 6:14)”

Manusia baru telah hidup:
Hidup baru atau manusia baru adalah menjadikan Isa al-Masih melalui Roh Kudus sebagai tuan dan raja dalam hidupnya.
Di sini pembaptisan air bermakna bagi sepenerima baptisan bahwa:

  • Mengakui bahwa Isa telah bangkit dari kematian-Nya di salib 2000 tahun lalu, dan Ia sekarang hidup selamanya.
  • Dahulu penyembah berhala dan percaya pada olkutisme, namun sekarang Roh Kuduslah satu-satunya pemimpin dan guru di dala hidupnya
  • Mempersembahkan seluruh tubuhnya sebagai persembahan yang hidup bagi TUHAN, seperti Isa telah beri teladan (Roma 6:13; 12:1-2; Galatia 3:27)
  • Ia sekarang hidup dengan perjanjian yang baru ”orang benar hidup DI BAWAH anugerah TUHAN.” Hukum dan Perintah Allah dilakukannya bukan sebagai untuk pembenaran, tetapi sebagai ungkapan kasihnya kepada Tuannya yang baru. (Roma 6:14-16; Yohanes 13:34-35; 14:15)
  • Ia memiliki iman dan pengharapan bahwa ia kelak juga akan dibangkitkan dari kematian fisik untuk hidup kekal selamanya seperti Isa al-Masih sendiri telah bangkit (Kolose 2:12)

 V. Syarat-syarat untuk mendapat Baptisan Kristen
Seperti sudah dinyatakan dimuka, bahwa menerima Baptisan air adalah langkah selanjutnya bagi setiap orang percaya setelah ia bertobat dan percaya kepada Isa al-Masih. Bagian dari pendalaman Alkitab ini sangat penting untuk dimegerti, agar kita tidak terjerumus masuk kedalam tradisi dan doktrin manusia. Janji keselamatan hanya terdapat di Alkitab, firman Allah, bukan melaui seremoni dan tradisi agama.

1. Pertobatan adalah syarat pertama.
Di akhir Hari Raya Pentakosta (atau disebut juga Hari Perayaan Panen, lima puluh hari setelah hari pertama Perayaan Paskah; kata “Pentakosta” mengandung arti kelima puluh dari sesuatu), rasul Petrus disertai 11 rasul lainnya, yang penuh dengan Roh Kudus berkotbat dari sebuah loteng Yerusalem kepada orang Yahudi dari segala kebangsaan, lalu para pendengar terharu dan berkata:

“Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kis. 2:37). Jawaban rasul Petrus ialah: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis. 2:38)

Pertobatan harus disertai Baptisan air, sebab Baptisan adalah tanda peneguhan luar dari hasil perubahan batin dan jiwa (dalam diri kita) yang terjadi melalui pertobatan.

Urutannya persis seperti Baptisan Yohanes Pembaptis: Bertobat -> Mengaku dosa -> Dibaptis -> Hidup dalam Kebenaran.

2. Percaya berita Injil syarat kedua
Untuk diselamatkan, Isa al-Masih berkata, percaya kepada berita Injil dan kemudian dibaptis.

  • “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Mark 16:15-16).
  • Kepala penjara Filipi dan keluarganya: firman TUHAN diberitakan, lalu mereka percaya dan kemudian dibaptis (Kis. 16:30-33)
  • Kornelius dan keluarganya dibaptis setelah mereka percaya berita Injil yang Petrus sampaikan (Kis. 10:44-48).

3. Baptisan harus didasari dari hati nurani yang benar (1 Petrus3 :21)

4. Siap menjadi murid Isa. (Matius 28:19-20). Lihat kembali bagian tiga ”Makna baptisan.” Kerinduan Isa al-Masih ialah semua bangsa menjadi murid-Nya, artinya mengikuti cara hidup-Nya. Banyak orang Kristen dibaptis namun puas pada posisi ”saya telah diampuni” dan melupakan amanat agung-Nya: menjadi murid dan memuridkan orang lain.

Baptisan bayi. Dari keempat prasyarat untuk dibaptis air, jelas bahwa bayi termasuk anak kecil tidak dapat memenuhi prasyarat tersebut, sebab bayi belum tahu tentang dosa (sekalipun ia memiliki dosa keturunan, hal ini baru diperhitungkan Allah ketika ia dapat membedakan baik dan buruk), belum mengerti berita Injil, belum bisa menjadi murid.

Kesimpulan:

  • Pertobatan dan percaya Injil bukanlah akhir atau keseluruhan dari pembenaran, itu harus dilengkapi dengan baptisan air.
  • Baptisan haruslah diawali terlebih dahulu dengan pertobatan dan percaya pada berita Injil.
  • Baptisan Kristen adalah kematian dan penguburan dosa-dosa dan kebangkitan dan hidup untuk kebenaran dan untuk Allah
  • Baptisan air adalah awal dari kehidupan baru yang penuh kuasa bagi setiap orang percaya.

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.