Siapakah Allah Di Dalam Alkitab?

25 05 2011

Beberapa tahun yang lalu, masyarakat Muslim Malaysia melarang masyarakat Kristen memakai kata ”Allah” dengan alasan bahwa kata ”Allah” indentik dengan agama Islam, pemakaian kata ”Allah” diluar masyarakat Islam akan membuat bingung masyarakat Muslim. Masyarakat Katolik Malaysia membawa masalah ini ke pengadilan negara, mengklaim bahwa kata ”Allah” telah dipakai sebelum agama Islam hadir. Pengadilan memberi kemenangan pada pihak Katolik. Masalah tetap berlanjut.[1]

Apa yang masyarakat Kristen dan Alkitab maksud ketika menyebut kata ”Allah” ini, apakah itu mengandung pengertian yang sama di dalam konsep agama Islam?

Alkitab Indonesia memakai kata Allah  dan Tuhan atau TUHAN (di Perjanjian Lama pada umumnya) untuk menunjuk kepada pribadi Pencipta langit dan bumi (Kejadian 1:1) yang sekarang kita berada, dan juga langit dan bumi yang baru (akan datang) (Yesaya 65:17 & 66:21-22 , Wahyu 21:1-5).

Jika kita meneliti isi Alkitab, maka kita akan mendapat pengertian bahwa:

  • Allah atau terkadang tertulis ALLAH indentik dengan God (Inggris) yakni deiti yang Mahatinggi, disembah oleh para penganut monoteisme (Yudaisme, Kristen, Katolik dan Islam) yang bersumber pada keimanan yang dimiliki bapa Abraham (Kejadian 12).
  • Allah adalah sosok pribadi yang bersifat roh – tidak kelihatan (Injil Yohanes 4:23) , namun bukan sebuah nama.
  • TUHAN atau Tuhan adalah nama dari Allah (Keluaran 3:15 & Yesaya 42:8)[2]

Contoh ayat yang membedakan antara Allah dan TUHAN: Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. (Keluaran 3:15)

Analoginyanya ialah  Hasan adalah manusia, ciptaan yang paling tinggi diantara ciptaan lainnya, dan TUHAN / Tuhan adalah Allah, deiti Yang Mahamulia diantara semua deiti.

Pemakaian kata Allah pada Alkitab Indonesia, berawal dari jaman Belanda di Indonesia. Seorang misionari Belanda saat penterjemahan Alkitab bahasa Indonesia harus memutuskan kata apa yang tepat untuk kata ”God,” Keputusan dipilihnya kata ”Allah” berdasarkan dua alasan karena Alkitab bahasa Arab dan itu merupakan kata yang sudah dikenal baik oleh bangsa Indonesia.

Dalam sejarah pra-Islam, kata ”Allah” juga telah hadir jauh sebelum agama Islam dihadirkan oleh nabi Muhammad di Saudi Arabia. Nama dari ayah Muhammad menunjukkan hal itu: Abd Allah (Abdullah) artinya ”Budak atau Hamba Allah.”

Besar kemungkinan kata ”Allah” terambil dari bahasa Aram: ”allaha”  atau ”elohe” (Ibrani) untuk kata ”god” (Inggris) atau ”ilah.” (Arab, Indonesia). Kata awal ”al” indentik dengan ”the” (Inggris), jadi Allah indentik dengan The God atau God (dengan “g” huruf besar).
Bahasa Aram juga telah dikenal oleh para pemimpin orang Ibrani (Israel) sedikitnya 700 tahun Sebelum Masehi (Yesaya 36:11, 2 Raja-raja 18.16, Daniel 2:4).

Footnote:
[1] BM ALKITAB – CHRONOLOGY OF EVENTS [2] TUHAN atau Tuhan indentik dengan LORD / Lord adalah nama ganti, bukan nama sebenarnya. Hal ini dibuat karena orang Yahudi kuno menganggap nama asli Allah terlalu kudus untuk disebut. Kita akan pelajari Nama ini di lain waktu.

Bacaan sejenis:

Is Allah the Name of God? 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

5 responses

23 06 2014
Pemikir Merdeka Teismeateismenobukti

YAHWE ELLOHIM YESUS ALLAH ITU PARA BERHALA SEMIT
Baik dengan alasan hanya sebagai simbolik terhadap adanya kekuatan gaib, absurd yang dijadikan sesembahan, maupun dengan alasan sebagai fokus, media atau modus dalam artian pisik maupun metapisik, psikologik, imajinatif, sesuai dengan bersayapnya bahasa metafora ilmu ketuhanannya masing masing manusia teisme.

5 10 2014
Budiman, PA 4 Muslim

Salam sejahtera. Anda menyangkal adanya Allah, namun “isme” Anda telah menyatakan bahwa Anda adalah Allah bagi diri Anda sendiri.
Mudah untuk mengetahui bahwa Allah itu ada dan berkuasa seperti tertulis di Alkitab. Saya contohkan:
TUHAN berkata kepada bangsa Israel “enkau adalah saksi-KU.” Hampir 2000 tahun sejak Jendral Titus dari Roma menghancurkan Israel dan mengusir hampir seluruh penduduknya. Tahun 1948 Israel hidup kembali, dan mereka kembali ke tanah Israel dari berbagai penjuru dunia – sehingga genaplah apa yang di katakan oleh para nabi-nabi di Alkitab.
Hadirnya Israel sampai hari ini, sekalipun digempur oleh negara-negara tetangganya yang jauh lebih besar dan kuat secara militer, sebaliknya Israel mengalahkan semua musuhnya DALAM SETIAP PEPERANGAN. Itulah bukti bahwa Allahnya bangsa Israel adalah Pencipta alam semesta seperti Alkitab menyatakannya.
Peristiwa perang di abad 21 ini telah dikatakan oleh Isa al-Masih di Injil Matius pasal 24, dan kami orang Kristen mengerti apa yang akan terjadi berikutnya.
Ada sebuah ayat Firman Allah yang indah untuk Anda: Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. (Amsal 1:7)
Terima kasih untuk komentar Anda.

17 06 2013
Submyt Ter

Nubuat di dalam Yesaya 42 menceritakan tentang Ahmad, ‘Hamba Allah’ yang akan berperang dan mebawa keadilan pada agama Allah. Dia juga akan membebaskan Arabia dari amalan penyembahan berhala. Gurun, desa-desa dan kota-kota Arabia akan memuliakan dan memuji Allah. Ini adalah apa yang terjadi sehingga ke hari ini. Seluruh Arabia memuji dan mengagungkan Allah setiap hari.

Dan seterusnya kita membaca Yesaya 42:18 – 25; perihal Bani Israel akan tetap tuli dan buta karena mereka mengabaikan perintah Allah yang dibawa oleh ‘Hamba Allah’ ini.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Dalam Yesaya 42:1, ia bukanlah suatu kebetulan jika kita melihat pada penulisan אתמך (Atmc) אחמד (Ahmad). Dan kata sebelum אתמך (Atmc), adalah עבדי (Abedi ~ Hamba Ku). Nubuat ini tidak lain merujuk pada Ahmad, Abedallah (Ahmad, Hamba Allah).

Istimewanya kalimat אתמך (Atmc), ia adalah istilah dalam meperihalkan nubuat serta digunakan sekali saja dalam Alkitab. [Apakah pena yang menulis salah menyalin atau kesalahan yang disengaja?]

Bani Israel telah menerima nubuat kedatangan Ahmad tetapi malang sekali, hanya sedikit yang menerima.

26 02 2014
Budiman, PA 4 Muslim

Terima kasih untuk komentar saudara.
Kalimat terakhir saudara itu benar sekali dan bahkan tertulis di Kuran, orang-orang Yahudi di jaman Muhammad tidak menerima ajaran dan bahkan kenabian Muhammad, yang membuat mereka diusir dari Arab Saudi.
Yesaya 42 adalah memang pasal yang indah, suatu janji Allah yang menghibur bukan hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi juga untuk seluruh bangsa-bangsa yang bukan Yahudi (Gentiles / Pagans / Kafir) bahwa Dia akan mengutus hamba-Nya untuk membawa penghiburan, keadilan dan hukum. Pasal 42 telah digenapi di dalam Pribadi Isa al-Masih, bukan oleh Muhammad.

Melalui pembacaan Alkitab yang hati-hati, saudara akan dapatkan bahwa Muhammad SAW tidak pernah dinubuatkan satu kalipun di dalam Alkitab.
Pengajaran dan klaim bahwa Muhammad ada di nubuatkan di Alkitab hanyalah memiliki dua tujuan utama:
1. Menyenangkan umat Islam bahwa ajaran Muhammad memiliki fondasi ajaran para nabi, namun sesungguhnya tidak sama sekali.
2. Sarana umat Islam untuk membawa umat Kristen berpindah ke dalam ajaran Muhammad, namun ternyata hasilnya kebalikan; tidak terhitung banyaknya para tokoh Islam telah berpindah iman ke dalam ajaran Kristen setelah membaca Alkitab.

Mengartikan pesan dan nubuatan Alkitab harulah memenuhi banyak kriteria, dalam kalimat yang singkat, bisa ditulis: ”nubuatan haruslah cocok dengan SELURUH ISI Alkitab itu sendiri.” Permainan kata-kata untuk mengartikan isi Alkitab sangatlah tidak dibenarkan, dan hanya membawa kepada penyesatan dan kepuasan hampa semata!

Nabi Yesaya di pasal 42 bernubuat tentang kedatangan Isa al-Masih. Ini bisa dilihat dari kutipan-kutipan Injil dan kepribadian Isa al-Masih. Kutipan Injil dan penggenapan nubuatan Yesaya 42:
– Yes. 42:1-4; lihat Matius 12:17-21
Hamba-Ku; tugas Allah telah komplit sempurna dilakuan Isa al-Masih, lihat Yohanes 17, perhatikan khususnya ayat 8.
Kepadanya Aku berkenan. Aku menaruh Roh-Ku keatasnya; 2 kali Allah berkata Ia berkanan kepada Isa (Mat. 3:16-17 / Mark. 1:10-11 /Luk. 3:22; lain peristiwa: Mat 17:5 / Mark 9:7 / Luk. 9:34-35). Isa dipenuhi Roh-Allah sejak ia dibaptis dan
– Yes 42:6-7; kuasa Roh-Allah nampak jelas dalam seluruh pelayanan Isa al-Masih: buta melihat, lumpuh berjalan, roh-roh jahat diusir dari tubuh manusia, badai dan topan dihentikan, orang mati hidup kembali dan sebagainya.
Akanlah terlalu panjang untuk menulis seluruh nubuatan Yesaya 42 ini.
Untuk singkatnya sekarang kita lihat kepada Pribadi yang berbicara kepada nabi Yesaya di
– Yes 42:5-9; SELURUH kata Allah di Alkitab mengacu kepada jabatan Pribadi yang menciptakan langit dan bumi, yang memberi nafas kepada manusia (42:5), nama dari Allah di sini SANGATLAH JELAS bukanlah ”ALLAH” (EL / GOD), tetapi TUHAN (ADONAI / the LORD), suatu NAMA pengganti dari nama yang sebenarnya yaitu YAHWEH (bahasa Ibrani kuno: YHWH), seperti nampak pada seluruh Alkitab Perjanjian Lama bahasa Ibraninya.
Bacaan lain yang bagus dan berkaitan dengan komentar saudara:
Nubuatan Isa al-Masih tentang datangnya Seorang Penolong atau Penghibur
Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru
Terima kasih untuk kesediaan saudara mampir dan memberi komentar. Aku berdoa agar Roh Allah menolong saudara mengerti Firman-Nya.

8 09 2014
Submyt Ter

-Pertama sekali hendaklah diketahui siapa kah Ahlul Kitab. Mereka adalah golongan yang menanti kedatangan hamba Tuhan dari kawasan ‘Timur’ seperti yang dinubuatkan di dalam Yesaya 41. Dan peribadi Hamba Tuhan itu diperihal kan di dalam Yesaya 42.
~~~

***Pasal 42 telah digenapi di dalam Pribadi Isa al-Masih, bukan oleh Muhammad.

-Telah digenapi Isa al-Masih? perkara ini cukup mustahil kerana penulis Roman di dalam Injil Yunani hanya mampu mengklaim EMPAT ayat saja Yesaya 42:1-4 sahaja sebagai peribadi Isa Al-masih
((sila lihat lihat Matius 12:17-21)) . Dan jika anda baca Yesaya 42, tidak dinyatakan oleh Tuhan yakni janji di dalam Pasal 42 bakal berhenti nubuat nya ribuan tahun sebelum disambung kembali.

Apakah masuk akal untuk umat Bani Israel melihat suatu nubuat itu hanya digenapi empat ayat, kemudian terpaksa menunggu ribuan tahun untuk baki nubuat dilengkapi?? Sebab itu penulis Roman tidak bisa mengklaim keseluruhan Pasal 42.
~~~

***Yes 42:6-7; kuasa Roh-Allah nampak jelas dalam seluruh pelayanan Isa al-Masih: buta melihat, lumpuh berjalan, roh-roh jahat diusir dari tubuh manusia, badai dan topan dihentikan, orang mati hidup kembali dan sebagainya.

-Ia tiada kaitan dalam menyembuh kan orang buta, kerana kata-kata buta dan tuli merujuk pada Bani Israil yang ingkar (buta dan tuli) pada firman2 Tuhan (Yesaya 42:16-19)

Untuk lebih jelas sila baca Yesaya 42:20
~~~

*** nama dari Allah di sini SANGATLAH JELAS bukanlah ”ALLAH” (EL / GOD), tetapi TUHAN (ADONAI / the LORD), suatu NAMA pengganti dari nama yang sebenarnya yaitu YAHWEH (bahasa Ibrani kuno: YHWH),

-Ini tidak menjadi sebarang permasalahan kerana yang diturunkan ialah lembaran firman2 Tuhan buat umat Bani Israel. Maka nama Tuhan yang dirujuk dalam firman Nya oleh meraka Bani Israel ialah YHWH.

-Nabi Ibrahim a.s , Sara, Hajar, Ismail a.s, Ishak a.s bukan dari kalangan Bani Israel. Mereka tidak menggunakan bahasa Ibrani dan tidak memanggil Tuhan dengan nama YHWH. Sebagai contoh (sila lihat Kejadian 16:13.)

~~~

***Aku berdoa agar Roh Allah menolong saudara mengerti Firman-Nya.

-Dari zaman Nabi Nuh a.s, sehingga zaman umat Israel. Tidak ada yang menganggap Roh Kudus sebagai Tuhan
Kekeliruan hanya muncul selepas zaman Isa Al-Masih di mana umat Roman tidak bisa memahami kandunga lembaran Bani Israel. Sehingga melihat Roh Kudus sebagai Tuhan, kerana dia diberi gelaran Roh-Ku. Golongan Roman juga keliru sehingga melihat Yesus sebagai Tuhan, kerana Yesus dipanggil Firman sebelum diberi bentuk jasad ketika berada dalam rahim Mariam hasil tiupan Ruh Kudus (yang dipercayai ialah Tuhan).

Diulangi, tidak ada pengikut2 Nabi terdahulu mahupun mana2 Nabi yang menyatakan Tuhan itu Tiga atau Roh Kudus itu Tuhan.
Jika di baca Deuteronomy 13. Tuhan memberi peringatan kepada Bani Israel akan kemunculan Tuhan Baru yang tidak pernah dikenali. Tidak mungkin ia merujuk pada Tuhan berhala kerana ianya sudah dikenali sejak zaman Nabi Ibrahim a.s lagi. Terbukti Tuhan sedang memperihalkan tentang Tiga Tuhan dalam Kesatuan. Tuhan Baru yang tidak pernah diajar oleh mana2 nabi terdahulu.

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s