Berbohong/ Berdusta Demi Kebaikan dan Demi Allah, bolehkah?

28 06 2011

Kita tahu bahwa berbohong atau berdusta itu tidak boleh, tetapi bagaimana jika kebohongan atau dusta itu dilakukan demi kebaikan sesama kita atau bahkan demi keuntungan Allah? Apakah kata Kitab Suci tentang masalah ini?

Muslim meriwayatkan Abi Zinad yang berkata, Kulihat di Madina ada 100 muslim yg bisa dipercaya tapi aku tidak akan mempercayai mereka dlm soal Hadis.” Alhafez Ibn Hagar berkata “Ada orang bodoh yang dipuja2 karena mengarang hadis2 yg mengancam dan memuji”.
Untuk membela itu mereka berkata, Kami tidak berbohong terhadap Rasul [Muhammad] , kami melakukan apa yang harus dilakukan agar mendukung tradisi ini.” Mahmood Abu Rayyah, dalam bukunya Adwa’ ‘Ala As-Sunnah Al-Muhammadeya. Dalam bab The Godly Fabricators.[1]

Prinsip berbohong untuk keuntungan diri sendiri atau untuk agama (al-taqiya artinya ‘menghindari’ – diri dari kerugian atau kekalahan demi keuntungan agama Islam) adalah sangat diterima secara umum oleh guru-guru Islam, ajaran ini di dasari dari Surah 3:28.

Ajaran Firman Allah tentang berbohong atau berdusta.
Peristiwa menghindari jawaban yang benar telah terjadi jauh sebelum munculnya kehidupan bermasyarakat, Kejadian pasal 4 mencatatnya demikian: Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” (Kejadian 4:9).

Pertanyaan ini terjadi setelah Kain membunuh Habel, adik kandungnya sendiri oleh karena Kain iri hati kepada Habel.

Ayat firman TUHAN pada ayat 9 ini sangat menarik, dan penting untuk kita pelajari. Tahukkah Anda mengapa TUHAN perlu bertanya kepada Kain? Bukankah TUHAN Allah itu adalah Allah yang Mahatahu?[2]

Kejadian 4 ayat 6 dan 7 menunjukkan bahwa Allah telah tahu apa yang ada di hati Kain, sebelum Kain melakukan perbuatan pembunuhan tersebut. Permohonan Kain pada ayat 13 dan 14 membuktikan bahwa Kain mengakui dosanya.

Allah bertanya, bukanlah karena Ia tidak tahu apa yang telah terjadi, Ia tahu segala sesuatu, dan Allah bahkan tahu apa yang ada di dalam hati kita! Bacalah Kejadian 20, dan perhatikan ayat ke 6 (enam).

TUHAN Allah bertanya kepada Kain sebab Allah ingin tahu kejujuran Kain!! Jawaban Kain “Aku tidak tahu” adalah ilmu berbohong manusia (disebut al-taqiya dalam Islam) untuk menghindari tanggung jawab dari kesalahannya.

Perintah ke 9 (sembilan) dari 10 Perintah Allah tertulis: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. (Keluaran 20:16). Bahasa Inggrisnya lebih baik: Thou shalt not bear false witness against thy neighbor (Janganlah kamu (bentuk tunggal) mengucapkan saksi dusta melawan tetanggamu).

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37) Ini adalah penjabaran Isa al-Masih pada 10 Perintah Allah di atas, pada Injil ini Isa bukan saja melarang orang besumpah palsu demi TUHAN, tetapi demi apapun juga (ayat 34-36). Penekanan Isa bukanlah pada “sumpah DEMI” atau “atas NAMA,” tetapi pada “ perkataan jujur dan benar.” Di luar dari “ya adalah ya, dan tidak adalah tidak” maka itu bukanlah dari TUHAN Allah tetapi datangnya dari si jahat, yakni Setan.

Pada Injil Matius 15:19, Isa al-Masih mengajar: Bersumpah palsu merupakan perbuatan kenajisan di mata Allah. Bersumpah palsu sama najisnya dengan perbuatan pembunuhan dan perzinahan dan menghujat Allah.

Kesimpulan:

  1. Berbohong dan apalagi bersumpah bohong /palsu adalah perbuatan dosa yang besar di mata ALLAH.
  2. Jika Anda ingin membela KEBENARAN dan Firman ALLAH, maka Anda harus berdiri di atas PERINTAH Firman ALLAH yang tidak pernah berubah tersebut, tidak mengurangi atau menambahinya.

Footnote:
[1] REKAYASA Hadis: berbohong demi Allah!  dan
Berbohong dalam Islam[2] 1 Samuel 2:3 & Ayub 37:16

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

4 responses

19 05 2014
Abdul Qadir Seculum

Ternyata di mana-mana, yang namanya Misionaris memang selalu culas dan licik… “maling teriak maling”… xixixi

“…Prinsip berbohong untuk keuntungan diri sendiri atau untuk agama (al-taqiya artinya ‘menghindari’ – diri dari kerugian atau kekalahan demi keuntungan agama Islam) adalah sangat diterima secara umum oleh guru-guru Islam, ajaran ini di dasari dari Surah 3:28…”

Apa hubungannya QS.3;28 dengan taqiya?… weleh-weleh…

QS.3;28;
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Saya sederhanakan dengan bahasa paling sederhana deh, biar yang pikirannya culas bisa paham;
“Jangan mengambil orang-orang kafir sebagai walimu (pemimpinmu) dengan meninggalkan sesamamu… Boleh mengambil orang kafir sebagai wali hanya jika kondisinya memaksa”

Dalam ayat tersebut, sama sekali tidak menyinggung soal “prinsip berbohong”, dusta ataupun taqiya…
Emang dasar Anda saja yang mental misionaris picik… ckckckck

Ashbabun Nuzul;
Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Said atau Ikrimah dari Ibnu Abbas, katanya;
“Hajjaj bin Amr, yakni sekutu dari Kaab bin Asyraf, Ibnu Abu Haqiq dan Qais bin Zaid telah mengadakan hubungan akrab dengan beberapa orang Ansar untuk menggoyahkan mereka dari agama mereka, maka kata Rifaah bin Munzir, Abdullah bin Jubair dan Saad bin Hatsmah kepada orang-orang Ansar itu, ‘Jauhilah orang-orang Yahudi itu dan hindarilah hubungan erat dengan mereka agar kamu tidak terpengaruh dari agamamu!’ Tetapi orang-orang Anshar tersebut tetap saja mengadakan hubungan rahasia dengan mereka. Maka turunlah ayat ini.

Tetap keruhkah pikiran Anda?… oke, lalu bagaimana dengan ini?;

Roma 3

1. Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? 2. Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3. Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
4. Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
5. Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah jika Ia menampakkan murka-Nya?
6. Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
7. Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

Anda dengan tafsiran Anda sendiri, dan sayapun dengan tafsiran saya.
Tiap orang berhak mengemukakan pendapatnya, maka sayapun hormati pendapat Anda…
Tapi (sebagai penutup) saya berharap, bahwa Anda tidak akan menghapus komentar saya ini.
Agar supaya siapapun yang membaca, dapat membedakan sendiri, siapa di antara kita yang seorang tukang REKAYASA.

TERIMA KASIH

5 10 2014
Budiman, PA 4 Muslim

Salam sejahtera. Perlu Anda ketahui bahwa perkataan rasul Paulus yang Anda kutip adalah kesalahan umum yang para Muslim suka pakai untuk membela ayat-ayat Kuran yang sedang Anda bela.
Paulus tidak berbohong (ayat 7), ia sedang menerangkan dengan “memakai argumentasi manusia” seperti tertulis: “I use a human argument:” (ayat 5) untuk menguatkan pernyataan Firman Allah yg ia kutip sebelumnya (ayat 3 dan 4): “God must be true, even if everyone is a liar, as it is written: That You may be justified in Your words and triumph when You judge.

Tentang praktek berbohong di dalam agama Islam. Hal ini bukanlah rahasia lagi, khususnya setelah lahirnya organisasi Islam “ISIS” yang kemudian menjadi “Islamic State.” Kalimat “Islam agama damai”, “tidak ada paksaan dalam Islam” misalnya itu sudah terbukti kebohongan dan strategi para pemimpin Islam ketika populasi Muslim di bawah 2-5 % seperti di Barat.
Anda tidak perlu berdebat dengan saya dalam soal “al-taqiya” di dalam Islam, sebab itu sudah tertulis dan diajar di Kuran.
Kami orang Kristen sebaliknya dilarang berbohong:
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. (Keluaran 20:16) – ini 1 dari 10 Perintah TUHAN.
Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa seperti dengan tali gerobak, (Yesaya 5:18)
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37) – ini perintah Yesus / Isa al-Masih.
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. (Yakobus 5:12).
Kelicikan dan keculasan tidak terdapat di dalam kehidupan saya. Saya lebih suka membayar harga kejujuran berapapun harganya, ketimbang mendapat untung karena berbohong :).
Terima kasih untuk komentar Anda.

14 04 2013
agaboes

Bagaimanakah bunyi Surah 3:28 yang anda sebutkan di atas ?

24 02 2014
Budiman, PA 4 Muslim

Surah 3:28 – Let not the believers take disbelievers for their friends in preference to believers. Whoso doeth that hath no connection with Allah unless (it be) that ye but guard yourselves against them, taking (as it were) security. Allah biddeth you beware (only) of Himself. Unto Allah is the journeying. (Pickthal version)
Versi lainnya bisa dibaca online di sini: http://prophetofdoom.net/
Terima kasih.

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s