Doa / Sembayang Yang Diajarkan Isa Al-Masih: Doa Bapa Kami

8 07 2011

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, seperti Yohanes juga mengajar murid-muridnya.” (Lukas 11:1)*

Doa di bawah ini adalah doa yang diajar Isa al-Masih kepada murid-murid-Nya, doa ini dikenal sebagai ”Doa Bapa Kami”

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah biarkan kami masuk ke dalam pencobaan,** tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Matius 6:9-13

Penjelasan ”Doa Bapa Kami:”

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  Pujian dan pengagungan adalah langkah pertama untuk mendekati pintu gerbang sorga. Isa al-Masih mengajar murid-murid-Nya untuk memanggil Allah (Elohim; bahasa Ibrani) dengan sebutan Bapa (Abba; bahasa Ibrani). sebagaimana Isa sendiri memanggil-Nya – suatu hubungan yang intim dan hormat dalam sebuah keluarga. Di sorga; membedakan Allah dengan para ”bapa,” ”abba,” ”father” yang hidup di bumi (Matius 23:9). Nama Allah Bapa adalah YAHWEH (YHWH; tertulis pada Alkitab Ibrani), TUHAN atau LORD (ADONAI; Ibrani) adalah samaran dari nama-Nya yang kudus tersebut.

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Pengakuan kesepakatan hati dan pikiran kita dengan kehendak Bapa Sorgawi adalah langkah kedua. Pengakuan ini akan membawa kita kepada permohonan doa yang sesuai dengan rencana-Nya dan karakter-Nya; akan menghasilkan permohonan doa yang tidak egois, selfpity dan penuduhan kepada orang lain; tetapi sebaliknya doa-doa yang merubah hidup si pendoa untuk siap dipakai menjadi utusan-utusan-Nya di bumi.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya;  Langkah ketiga dan seterusnya adalah permohon doa. Bapa di sorga adalah Allah yang Mahatahu, kenapa kita perlu berdoa? Doa adalah suatu komunikasi, Isa mengajar umat Allah bahwa mereka adalah anak-anak-Nya, mereka bukanlah robot (bergerak sesuai perintah yang telah ditakdirkan oleh pembuat program), anak bisa meminta apa yang ia perlukan. Secukupnya, cukup untuk hari ini (daily bread); 1. setiap hari kita perlu berdoa. 2. Roh tamak dan kesombongan dijauhkan dari umat-Nya.

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  Isa mengajar kita untuk sadar, bahwa kita memerlukan belas kasihan Bapa di sorga untuk meggampuni kesalahan kita (disengaja maupun tidak disengaja). Kesadaran ini akan menolong kita terjebak dari kesombongan. Seperti kami, Isa menekankan PENTINGNYA mengampuni kesalahan orang lain, pada ayat 14 dan 15 Ia menjelaskan bahwa kesalahan kita tidak akan terhapus di mata Bapa di sorga JIKA kita tidak terlebih dahulu mengampuni orang lain.

dan janganlah biarkan kami masuk ke dalam pencobaan,** tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.  Isa dilain tempat berkata:Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Markus 14:38). Inilah yang Isa maksud dengan ajaran doa-Nya ini, bahwa kita perlu meminta kepada Bapa kekuatan untuk kita dapat berjaga-jaga dan menguasai keinginan hawa napsu daging kita; jika kita sudah terjebak dan jatuh di dalam percobaan itu, mintalah Bapa untuk melepaskan kita.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.  Doa ini ditutup dengan suatu deklarasi iman jawaban doa (untuk si pendoa sendiri) bahwa doanya pasti terjawab, sebab segala sesuatu di bawah kuasa Bapa dan pemerintahan-Nya dan pujian syukur kepada Dia yang bertahkta di sorga. Amin, kata penutup doa yang berarti: ”Sungguh, jadilah demikian!”

* Indonesia Terjemahan Baru (ITB) menulis: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Beberapa murid Isa adalah bekas murid Yohanes Pembaptis, ia tentu sudah tahu ”doa cara Yohanes,” sebab itu ia ingin diajar ”doa cara Isa (Yesus).” Terjemahan Lama (ITL) sebagaimana tertulis di atas lebih tepat, dan sama dengan semua terjemahan Inggrisnya.

** Lamsa Tranlation (LT): And do not let us enter into temptation. LT adalah terjemahan yang berdasarkan Alkitab bahasa Aram. Yakobus 1:13 ”Ia sendiri tidak mencobai siapapun.”

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: