Isa al-Masih: Datanglah kepadaKu!

27 10 2011

Illustrasi. Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat termasyur di dataran Cina. Raja ini sungguh baik kepada rakyatnya, ia sangat disukai oleh rakyatnya, namun tidak pernah seorang rakyatpun pernah melihat wajah raja mereka, sebab tidak seorangpun yang diperbolehkan melihat wajahnya. Hukuman mati adalah bagi mereka yang berani melihat wajah raja tersebut. Seorang pemuda yang kagum akan raja ini ingin sekali melihat raja tersebut. Setelah perjalanan panjang, sampailah ia di istana raja. Dihadapan raja, pemuda ini menceritakan semua apa yang ia telah dengar tentang kebaikan dan kebijaksanaan raja tersebut. Raja ini sangat gembira mendengarnya dan ingin memberikan hadiah kepada pemuda ini. ”Hadiah apa yang kamu inginkan dari raja,” raja ini berkata. Pemuda ini menjawab: ”Ijinkanlah saya makan di depan raja sebelum saya kembali pulang ke desa saya.” Permohonan dikabulkan dan pemuda ini memesan sayur kangkung yang tanpa dipotong-potong. Makanan terhidang. Pemuda desa ini degan wajah tetap kelantai menerima semangkuk sayur kangkung beserta sepasang sumpit. Dengan tangan kiri memegang mangkok dan tangan kanan memegang sumpit ia mulai makan; dengan sumpitnya ia mengambil sebatang kangkung dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk memakannya dari bagian bawah kangkung. Dengan cara demikian ia melihat wajah raja. Setelah raja menjadari apa yang terjadi, maka raja ini kagum dengan keberanian dan juga kepintaran pemuda tersebut. Ia adalah satu-satunya rakyat yang pernah melihat wajah raja dan bebas dari hukuman mati!

Ajaran Isa al-Masih. Firman Allah menulis bahwa Isa al-Masih adalah ”Raja diatas segala raja” – artinya Isa adalah raja yang paling mulia, agung serta berkuasa diantara semua raja dan pemimpin dunia dan pemerintahan-Nya kekal selamanya. Lihat kitab Wahyu 17:14. Anak Domba di sini adalah panggilan untuk Isa al-Masih (Injil Yohanes 1:29,26; 1 Korintus 5:7 dan 1Petrus 1:19).

Sekalipun Isa al-Masih adalah ”Raja di atas segala raja,” dan ”Putra tunggal Allah,” Dia adalah raja yang lemah lembut dan rendah hati. Dia bukan saja bersedia untuk ditemui dan diminta pertolongan, bahkan Dia sendiri mengundang orang datang kepada Isa al-Masih.

Tulus hati seperti anak kecil. Kepada murid-murid-Nya yang melarang anak-anak datang kepada Dia, Isa berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Injil Markus 10:14-15)
§. Isa al-Masih mengajar bahwa hati kita haruslah tulus seperti hati anak-anak kecil, itulah yang Allah suka dan itulah sebuah syarat ibadah yang menghadirkan hadirat Allah, yang menghadirkan pahala.

Lihatlah hatinya. Kepada Zakheus yang ingin melihat diri-Nya sewaktu Isa berkunjuk ke kotanya, Isa memanggil namanya dan bersedia mampir di rumahnya, tanpa memperdulikan apa kata masyarakat, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Injil Lukas 19:5). Zakheus pemimpin pemungut cukai/ pajak untuk kaisar Romawi di Israel. Ia tidak disukai orang masyarakat selain dianggap sebagai penghianat bangsa, ia juga telah menjadi kaya oleh karena posisinya yang ’basah’ tersebut – ia orang berdosa dan dijauhi masyarakat. Selain statusnya yang buruk ini, ia juga seorang yang pendek. Menjawab kerinduan hati Zakheus untuk juga dapat melihat Isa, maka ia memanjat pohon yang akan dilewati  Isa; orang kaya dan pejabat tinggi ini telah meninggalkan kesibukkannya dan meninggalkan statusnya.
§. Isa al-Masih mengajar kita untuk melihat hati orang, orang berdosa ini pada hari itu memeliki hati yang haus untuk melihat Guru Agung. Tersentuh oleh keramahan Isa yang bersedia mampir “di rumah orang berdosa,” maka pertobatan terjadi di hati Zakheus,  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”  (Luke 19:8, ITB). Sikap Isa yang tidak menghakimi ini telah membawa Zakheus dan seisi rumahnya diselamatkan (ayat 9)!

Isa mengerti hati dan pikiranmu. Kepada Simon Petrus yang ingin menguji benarkah itu Isa yang sedang berjalan di atas air atau sebuah hantu, Petrus berkata: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Apakah Isa menjadi marah oleh ketidak percayaan Petrus? Tidak, sebaliknya Isa menjawab: ”Datanglah!” (Injil Matius 14:25-29)
§. Kepada Isa al-Masih, kita bukan saja dilayakkan untuk bertanya atau mempertanyakan status-Nya, jika Anda masih bimbang akan ke-tuhanan Isa sekalipun, Isa tidak marah untuk diuji. Isa akan menjambut tantangan Anda dengan tangan terbuka: “Silahkan, keluarkan semua keraguanmu atas diri-KU, biarkan mereka datang kepadaKu, ujilah Aku!”

Undangan Isa al-Masih. Perkataan Isa al-Masih yang sangat populer dan sering dikutip adalah: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Injil Matius 11:28-30)

Isa al-Masih berkata bahwa Aku dan Bapa adalah satu.” (Injil Yohanes 10:30)
Kitab Yesaya pasal 55 membuktikan kesamaan hati Isa dengan hati TUHAN, Bapa Sorgawi; Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, …(Yes 55:3)

Isa al-Masih tahu persis siapakah Anda, jika Anda ingin kembali kepada jalan yang benar, hari ini tangan Isa al-Masih terbuka lebar menyambut kedatangan Anda.

Ayat selanjutnya adalah janji TUHAN kepada mereka yang menerima undangan ini adalah ”Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; …Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap. (Yes 55:12-13)

Ini tepat sama seperti janji Isa al-Masih di Injil Yohanes: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24)

Datanglah kepada Isa al-Masih!

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: