Keabsahan Alkitab Sebagai Firman TUHAN, Allah Semesta Alam

14 06 2012

Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:19-21)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Sejarah penulisan Alkitab, pendahuluan
  • Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
  • Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
  • Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
  • Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini

Mengklaim sesuatu adalah bagian dari hak setiap orang, namun klaim itu menjadi sah dan legal setelah dibawa ke dalam suatu proses uji yang netral dan legal. Pengujian atas sesuatu di dalam keyakinan Kristianiti adalah sesuatu yang umum, itu tidak tabu sama sekali. Orang  beriman bukan saja berhak menguji suatu ”klaim” bahkan Alkitab sendiri menganjurkan setiap orang beriman untuk ”menguji segala sesuatu” sebelum ia menerima suatu ”klaim” sebagai kebenaran, seperti tertulis pada 1 Yohanes 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Ayat ini membuktikan bahwa keimanan bukanlah apa yang ahli agama (nabi, ahli kitab suci dan imam dan sejenisnya) klaim tentang sesuatu sebagai ”kebenaran yang datang dari Allah.” Kebenaran yang datang dari Allah haruslah sesuai dengan ajaran Roh Allah, sebab Firman (Perkataan) Allah dan Kesaksian Roh Allah berasal dari satu sumber yang sama (Yohanes 16:13-15). Ayat berikutnya dari 1 Yohanes 4 adalah sebuah contoh pengujian sebuah klaim, baca ayat 2-3. Karena TUHAN adalah Allah yang hidup dan yang tidak berubah, maka kita mendapat suatu kepastian bahwa ”jika TUHAN telah berjanji pada masa yang lalu, maka janji itupun berlaku pada masa kini,” dan ”jika TUHAN telah berbicara, maka hal itu akan terjadi, lambat atau cepat sesuai pada waktu yang Ia telah tetapkan.”

Pendahuluan: Sejarah Penulisan Alkitab.
Kitab Suci Alkitab sangatlah unik, itu bersumber dari banyak penulis dari latar belakang sosial yang berbeda (nabi, raja, perdana menteri, ahli kitab suci sampai penjala ikan). Ditulis dalam perjalanan waktu yang begitu panjang dari 1450 B.C. (kitab Torah) sampai akhir abad pertama (sebelum 100 A.D.), jadi ada sekitar 1450 tahun bedanya antara kitab pertama dengan kitab yang terakhir. Lebih unik lagi itu ditulis di banyak negara, Tanah Midian (Arab Saudi), Kanaan (Israel), Babilonia (Irak), Persia (Iran), Yunani dan Asia Minor (Turki). Kitab-kitab Perjanjian Baru (PB) umumnya di tulis di Israel, Yunani, dan Turki. Bahasa asli dari kitab-kitab suci di Perjanjian Lama (PL) adalah Ibrani (kitab Torah, Yosua, kitab para nabi, dll.), Aram (kitab Daniel, sebagian kitab Ezra). Bahasa kitab-kitab PB adalah Ibrani, Yunani. Beberapa ahli kitab percaya bahwa sebagian kitab Perjanjian Baru berbahasa Aram. Sebagian salinan dari kitab-kitab suci di Alkitab masih ada sampai sekarang, seperti kitab Yesaya (ada di musium Israel), dan kitab Injil Markus baru saja ditemukan beberapa tahun lalu.
Penterjemahan. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Aram terjadi pada tahun 400 B.C., dikenal sebagai Aramaic Targums. Lalu dari Ibrani ke Yunani pada tahun 250 B.C., kitab ini dikenal sebagai Septuagint (artinya ”70”, diterjemahkan oleh 70 orang Yahudi). Alkitab PB mulai diterjemahkan ke bahasa Aram, Latin dan lainnya pada tahun 180 A.D. Kedalam bahasa Inggris (dari Latin) pada tahun 1380 oleh Dr. John Wycliffe dan Yunani ke Inggris dan Jerman sekitar dua ratus tahun kemudian setelah Wycliffe. Terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang umum dipakai oleh ahli-ahli Alkitab adalah Authorized Version (AV) atau di Amerika dikenal sebagai King James Version (KJV), sebab isinya lebih mendekati kitab-kitab suci yang umum dipakai oleh Gereja-gereja Tua, dikenal sebagai The Majority Text.

I. Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
Seorang yang mengaku nabi atau berkata demi nama TUHAN atau Allah, namun perkataannya tidak terjadi, maka perkataan tersebut bukanlah berasal dari TUHAN (Ulangan 18:22).
Ada sekitar 2500 perkataan nubuatan di dalam Alkitab, sekitar 2000 diantaranya telah terjadi atau tergenapi sesuai apa yang telah tertulis. Sisanya sedang menantikan penggenapannya. Beberapa contoh: Perkataan nubuatan kepada nabi Musa akan datangnya hamba TUHAN (Al-Masih) (Ulangan 18:15-19; Yohanes 5:46-47 dan Kis. 3:22-23). Perkataan nubuatan melalui nabi Daniel akan lahirnya lima kerajaan dunia yang besar setelah Babilonia, datangnya kerajaan kelima (campuran tanah dan besi) sedang menuju kepada penggenapannya. (Daniel 2:19-23, 31-49). Telah banyak artikel dibuat untuk topik ini.

II. Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yohanes 10:24) Beberapa orang Yahudi meminta kepastian dari Isa, benarkah Dia adalah al-Masih (Mesias) yang telah dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Isa mempertahankan klaim-Nya sebagai Penebus / Juruselamat Israel dan sekaligus sebagai Putra Allah dengan mengutip ayat Perjanjian Lama dari kitab Mazmur, yang Ia nyatakan sebagai ”torat (hukum) kamu:”

YESUS menjawab kepada mereka, Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?” Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang firman Elohim telah datang – dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Elohim?  (Yohanes 10:34-36, ILT)*

Dalam jawaban ini Isa (Yesus) memakai dua sebutan yang kemudian dipakai oleh murid-murid-Nya untuk merefer kepada Alkitab. Yang pertama ialah firman Allah (the word of God), dan yang kedua adalah kitab suci (the Scripture). Isa menyebut Alkitab “firman Allah,” Dia menunjuk bahwa kebenaran-kebenaran yang muncul di dalamnya berasal dari Allah, bukan dari manusia. Manusia sebagai penulis  firman Allah hanyalah alat atau hamba Allah. Titel ke dua “kitab suci / scripture,” Isa menunjuk sebuah batasan keilahian Alkitab, itu nampak dari arti literal dari scripture (kitab suci): “itu yang ditulis,” Batasan keilahian yang dimaksud di sini ialah Allah Yang Mahakuasa tidak menaruh seluruh pengetahuan dan tujuan-Nya dalam setiap aspek atau menditel. Ini juga terbukti bahwa kitab suci tidak merekam semua pesan yang Allah telah berikan kepada hambanya (Yohanes 21:25).

Isa al-Masih di dalam pelayanan-Nya sangat sering mengutip kitab-kitab Perjanjian Lama, yang Ia refer sebagai “kitab-kitab para nabi”, contoh:

  • Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) Mengutip kitab Musa, Ulangan 8:3
  • Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13). Ia mengutip dari Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11
  • Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (Matius 15:7)
  • “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel … (Matius 24:15)
  • Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. (Yohanes 6:45). Ia merefer kepada Yesaya 54:13, Yeremia 31:34, Mika 4:2

 Jelas terlihat bahwa Isa pada Yohanes 10:34-36 dengan otoritas-Nya sebagai Al-Masih (Mesias) menyatakan bahwa Alktiab adalah firman Allah dan kitab suci.

III. Perkataan peneguhan dari para rasul tentang keabsahan Alkitab
Alkitab secara gamblang menunjukkan bahwa hanya ada satu penguasa, pengaruh yang tidak nampak yang mana Allah telah memimpin dan menpengaruhi roh dan pikiran dari penulis kitab-kitab suci di Alkitab, pribadi tersebut adalah Roh Kudus, Roh Allah sendiri, seperti rasul Paulus telah nyatakan, Segala tulisan (All Scipture)  yang diilhamkan Allah (by inspiration of God) memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Kata ”diilhamkan Allah” diterjemahkan dari bahasa Yunani ”theopneustos” secara literal berarti ”(dibuat) dari nafas Allah” (inbreathed of God) dan berhubungan secara langsung dengan kata Roh. Dengan perkataan lain, Roh Kuduslah yang menjadi sumber kendali dari para penulis kitab-kitab suci (all Scripture).

Rasul Petrus juga menulis hal yang sama: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:20-21)

Lukas penulis kitab Lukas (dan juga kitab Kisah para Rasul) menggarisbawahi dasar penulisan Injilnya dengan kalimat: Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (Lukas 1:3)

Kata Yunani anothen yang diterjemahkan sebagai ”dari asal mulanya” berarti secara literal ”dari atas.” Lukas adalah seorang dokter kesehatan, tapi ia mengakui bahwa sumber tulisannya bukan berasal dari hikmat manusia, melainkan ”dari atas.”

Kata Yunani anothen yang sama Isa al-Masih pakai ketika Ia berbicara kepada Nikodemus, guru agama Yahudi, syarat seorang dapat melihat Kerajaan Allah: YESUS menjawab dan berkata kepadanya, ”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan dari atas (kembali, born again) , ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3; ILT)

Ini sejalan dengan apa yang Isa katakan bagaimana seorang dapat beroleh hidup kekal: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yohanes 6:63)

Jadi hal yang terutama manusia harus sadari ialah bahwa oleh dorongan Roh Kuduslah para penulis Alkitab menulis pesan-pesan nubuatan di Kitab Suci (Scripture).

IV. Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
Pernyataan Isa lainnya yang penting tentang Alkitab (dari jawaban di atas pada Yohanes 10:34-36) ialah “tidak mungkin dibatalkan” (cannot be broken). Orang bisa saja berargumen atau menolak sebagian dari isi Alkitab, tetapi Isa memateraikan kitab Perjanjian Lama  sebagai firman Allah yang kudus dengan berkata, ”kitab suci tidak mungkin dibatalkan!” Materai ini menguatkan apa yang Isa pernah katakan sebelumnya pada awal pelayanan-Nya bahwa tidak satu iota (tanda baca dalam huruf Ibrani) dari hukum Taurat yang dihapuskan sebelum terjadi: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torat (the law) atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Torat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18)

Catatan: Kata “menggenapinya” sering disalah artikan oleh orang Kristen sebagai “tidak berlaku lagi,” jika kita baca pada konteknya dan juga kitab-kitab suci lainnya di Perjanjian Baru kata ini lebih tepat diartikan sebagai ”menyempurnakannya.” Bedanya ialah pada Perjanjian Lama manusia dibenarkan jika hidup dibawah Torat, setelah Isa bangkit dari kematian-Nya (Perjanjian Baru), manusia dibenarkan hanya oleh iman kepada karya agung Isa di salib (menebus dosa manusia melalui darah-Nya sendiri) dan hidup di dalam Torah yang ada di dalam pikiran dan hati mereka. Kita akan pelajari topik ini dilain hari.

Kitab-kitab Perjanjian Baru juga memiliki kuasa kekekalan seperti kitab-kitab di Perjanjian Lama. Perjanjian Baru berisi perkataan (langsung dan diteruskan oleh murid-murid-Nya) dan ajaran Isa al-Masih. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Markus 13:31). Lebih lanjut Isa menyatakan: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Dengan pernyataan ini, Isa menegaskan bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru sangatlah berotoritas, itu menentukan tujuan akhir hidup seorang di bumi, ke surga atau ke neraka.

Pada hari-hari terakhir sebelum Ia memberikan diri-Nya sebagai korban penebusan dosa umat manusia di Hari Paskah, Isa kembali mengingatkan umat-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35)

V. Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini
Kita telah mempelajari bahwa kitab-kitab suci di Alkitab secara jelas menyatakan bahwa semuanya ditulis berdasarkan ilhaman Roh Allah, karenanya memiliki kuasa penuh dan bersifat kekal, tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
Sekarang kita sampai pada pengujian terakhir dari keabsahan Alkitab sebagai firman TUHAN. Sebuah teori, sebagus apapun, hanyalah teori belaka jika tidak dapat diwujudkan di dalam alam nyata.
Alkitab penuh dengan mujizat dan penggenapan nubuatan. Isa al-Masih dan murid-murid-Nya seperti tertulis di Alkitab melakukan banyak mujizat, … jika Alkitab adalah benar Firman TUHAN, Allah Yang Hidup Kekal dan Mahakuasa, seharusnyalah janji-janji yang tertulis di Alkitab itu juga terjadi SEKARANG ini. Ada ratusan kesaksian tertulis bagaimana orang-orang di abad ini telah mengalami kuasa Allah melalui Firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Contoh situs kesaksian:

Saya pribadi adalah juga satu dari banyak saksi hidup di atas.

Inilah sebabnya raja Daud dapat berkata: Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7)

Giliran Anda. Sekarang giliran saudara sendiri menguji keabsahan Alkitab tersebut. Mintalah TUHAN merubah hidup saudara melalui Firman-Nya. Ia menggaransi janji-Nya: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Matius 7:7-8)

Artikel bagus untuk dibaca:

*/  ILT Kitab Suci (Alkitab) Indonesian Literal Translation. Elohim adalah kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai God dan Allah.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: