Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian I.

3 01 2013

Siapakah sesungguhnya Raja Damai yang akan datang yang dibicarakan Firman Allah? Kapankah Ia datang? Mengapa Ia datang dan apa yang terjadi jika Ia datang? Dimana dan bagaimana sistem pemerintahan kerajaan-Nya? Apa dan kapan Pengangkatan, Perang Harmagedon, the great tribulation, Kebangkitan Pertama, Kematian Kedua dan jaman 1000 tahun damai? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengetahui Raja Damai yang telah dijanjikan TUHAN berdasarkan firman-Nya sendiri dan melalui para nabi dan rasul-Nya; asal-usul-Nya, karakter-Nya dan sistem pemerintahan-Nya.
2. Mengerti jadwal-waktu yang bersifat nubuatan, kondisi dan akibat kedatangan-Nya dan kehidupan di bumi setelah kerajaan-Nya terbentuk di bumi

Catatan: Pendalaman Alkitab (PA) ini dibagi dua bagian: Bagian 1: Kedatangan Raja Damai yang pertama kali, bersifat sejarah. Bagian 2: Kedatangan Raja Damai yang kedua kali, bersifat nubuatan; tetapi keduanya adalah satu-kesatuan, seperti ”sebab dan akibat” atau ”aksi dan reaksi.”  Untuk mengerti firman TUHAN (perintah, ketetapan, janji, tindakan dan rencana-Nya) – khususnya dalam topik yang akan kita bahasa ini – kita harus menyelidiki seluruh Alkitab, Perjanjian Lama dan Baru; segala sesuatu yang Dia akan perbuat  di bumi ini (berkat atau kutuk) ada sebabnya, tercatat dalam His-story (sejarah-Nya), dan segala apa yang Dia telah rencakan dan katakan (nubuatan) pastilah akan tergenapi. Semua ini Ia dasari di atas keadilan, kebenaran dan kemurahan-Nya dan terlaksana oleh karena kuasa dan kebesaran-Nya yang besar dan mulia.

Pendahuluan: Bumi dan isinya haus akan damai: Tanda kesudahan jaman, Isa al-Masih katakan, akan diawali dengan bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” (Mat. 24:7). Para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh masyarakat, seperti diberitakan media, nampak sibuk rapat dan sidang; mencanangkan ”Making sure Holocaust never happen again,” ”Making poverty history,” dsb. – tujuannya: untuk membuat bumi lebih damai dan makmur. Teknologi dan pendidikan manusia semakin maju pesat, namun kedamaian dan kemakmuran yang diharapakan nampaknya semakin menjauh dari bumi ini. Kondisi susah seperti ini pernah terjadi di tanah Israel kuno dan ditulis: ”Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian! (Yer. 8:15). Pada ayat sebelumnya nampak kondisi tekanan mental mereka: tetapi semua orang yang masih tinggal ... akan lebih suka mati dari pada hidup. (3)

Mengapa damai tidak turun ke bumi ini, meskipun segala usaha, dana telah dicurahkan oleh para pemimpin dunia? TUHAN memberi alasannya. Sebab semua usaha manusia tersebut tidak didasari di atas kebenaran TUHAN; tetapi kebenaran dan keuntungan diri sendiri (Roma 3:9-18), yang sama sekali ditentang oleh TUHAN, dengan kata lain, mereka berontak  kepada Pencipta mereka. Kehausan pemimpin dunia akan kuasa dan pengaruh dunia digambarkan TUHAN ”seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran (5-6). Itulah sebabnya bumi dan isinya haus akan damai.

TUHAN pada akhirnya akan memberi kelegaan bagi mereka yang haus tersebut, seperti janji-Nya: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6). Kedatangan Raja Damai dinantikan penduduk bumi!

Dari seluruh isi Alkitab, kitab Kejadian sampai Wahyu, kita akan temukan restorasi bumi dan isinya selalu melibatkan tiga faktor utama: bangsa Yahudi, Jemaat (Gereja), keduanya merupakan perwakilan Kerajaan-Nya di bumi, dan bangsa-bangsa.

I. Arti Raja Damai. Kata ”Damai” di dalam Alkitab ditulis shalom (Ibrani) atau eirene (Yunani), yang berarti: aman (Maz. 4:9; ayat 8 pada terjemahan Inggris), tenang/ damai sejahtera (Luk. 1:79; Maz. 23:4). Alkitab dengan jelas menulis bahwa damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman / keamanan ini hanya muncul dari kebenaran, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yes. 32:17).

Kata ”Raja” hanya dapat dimengerti oleh dunia modern hanya melalui membaca Alkitab Perjanjian Lama. Raja dan Presiden lebih banyak perbedaannya daripada kesamaannya. Raja dilantik oleh raja sebelumnya, tetapi presiden dipilih oleh rakyat; raja memerintah sampai ia usia lanjut, tetapi presiden hanya menjalankan tugas yang diberikan rakyatnya untuk periode singkat; raja pemilik negara dan isinya (1 Samuel 8:9-17), sedangkan presiden digaji rakyat. Pasal 8 dari kitab nabi Samuel ini sedang berbicara bangsa Israel meminta seorang raja yang kelihatan, menolak Raja mereka yang tidak kelihatan, yakni TUHAN Pemilik dan Pencipta mereka (Mazmur 24:1-2).

Dari difinisi di atas, maka Raja Damai berarti Seorang Pria yang memerintah kerajaannya dan rakyatnya dengan keamanan dan damai sejahtera sebab raja ini mengalaskan pemerintahannya dengan keadilan dan kebenaran, jadi Raja Damai ini dapat juga disebut sebagai Raja Adil dan Benar.

Garis jaman menurut Alkitab

A. Janji TUHAN akan datangnya Raja Damai: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes. 9:5).[1]

Menaruh janji ini pada konteknya; nabi Yesaya hidup di jaman raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda; raja-raja yang meninggalkan TUHAN (1:1-4), Ahas bahkan membangkitkan kembali penyembahan kepada dewa Molok, mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban dalam api (2 Raja 16:3). Kerusakkan rohani selalu berefek kepada kerusakkan moral, kegagalan pemimpin berefek kepada kegagalan bangsa, Yesaya pasal 10:1-2 mencatat, masyarakat golongan menengah kebawah diperas: keadilan, hak dan milik orang lemah dirampas dan anak yatim piatu dijarah. Sebab itulah TUHAN kembali mengingatkan janji penghiburan atas umat-Nya Israel, Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. (Yes. 32:1-2)

Pada pembahasan di bawah kita akan tahu, bahwa TUHAN tidak hanya menjanjikan Raja Damai ini bagi bangsa Israel saja sebagai Pembebas, tetapi juga bagi seluruh bangsa di dunia yang juga haus akan keadilan, kebenaran dan kedamaian.

TUHAN mampu melakukan segala perkara yang besar dan yang mustahil bagi kita, sebab TUHAN adalah Allah Yang Mahakuasa, Dia mampu berbicara kepada semua manusia di bumi untuk menghakimi mereka dengan langit sebagai saksi-Nya (Maz. 50:1-4). Tiga Nama dalam satu ayat: Yang Mahakuasa, Allah dan TUHAN. Yang Mahakuasa (The Mighty One) berarti God of gods (Allah segala allah / ilah). Gods/ para allah disini adalah para malaikat (Maz. 82:1) dan Allah (Elohim; kata Ibrani) sebagai pribadi Penguasa dan Pencipta alam semesta, dan terakhir TUHAN (YHWH; kata Ibrani yang dibaca/ ditulis YAHWEH) adalah Nama dari Allah Yang Mahakuasa tersebut. Lebih penting lagi bahwa TUHAN selalu menepati perkataan-NYa, ini yang membuat firman-Nya dapat kita percaya dan pegang selamanya, baca Bilangan 23:19.

B. Siapakah pria yang disebut Raja Damai pada kitab nabi Yesaya 9:5?
1. Dikenali dari nama-Nya. Dari nama-nama panggilan Raja Damai ini Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal hanya dapat digenapi oleh satu pribadi – Isa al-Masih; yang dipanggil juga sebagai Imanuel (Immanu’el; Ibrani) yang berarti Allah (El) beserta kita  (Yes. 7:14 dan Mat. 1:23) dan janji-Nya sendiri kepada para pengikut-Nya (Mat. 28:20); klaim-Nya sendiri sebagai “Alfa dan Omega” atau “Yang Awal dan Yang Akhir” (Wah. 1:8, 21:6 dan 22:13).
2. Jabatan-Nya sebagai Anak TUHAN. TUHAN menyebut Raja Damai ini “Anak-Ku: Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Maz 2:7). Isa al-Masih menyebut diri-Nya sendiri sebagai Anak Tunggal Allah (Yoh. 3:17-18), itulah sebabnya Yohanes menulis tentang Isa di awal Injilnya sebagai Firman telah menjadi manusiaAnak Tunggal Bapa (TUHAN), penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:14).
3. Sebagai Ambasador TUHAN di bumi. Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (TUHAN), kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6)
4. Dikenali dari tempat awal tugas-Nya. Ayat 1 (Yes. 8:23 pada terjemahan Indonesia LAI) adalah kunci untuk mengerti nubuatan tentang Raja Damai ini berasal: “tanah Zebulon dan tanah Naftali .. jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, in Galilee of the nations.” Tanah Zebulon dan Naftali adalah dua dari 12 tanah Kanaan yang dibagi sesuai dengan nama dari 12 suku Israel. Nabi Yesaya berbicara tentang wilayah (profinsi) Galilea di jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) seperti tertulis pada Mat. 4:12-17. Injil Matius menulis bahwa Raja Damai yang dinubuatkan nabi Yesaya adalah Isa al-Masih “supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya” (ayat 14).

II. Kedatagan Raja Damai yang pertama kalinya; sudah terjadi.
A. Sebagai Raja bangsa Israel. Nabi Zakharia bernubuat tentang Raja Damai yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, ia berkata, ”Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem![2] Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zak. 9:9).
Raja Damai ini adalah orang Yahudi, bangsa Israel, berasal dari keturunan raja-raja Israel, Injil Matius pasal satu menulis silsilah Isa al-Masih, darah rajanya berasal dari raja Daud. Sekitar 400 tahun setelah nubuatan nabi Zakaria ini, Isa al-Masih terlahir melalui seorang perawan, Maria melalui pekerjaan Roh Kudus dan di hari-hari akhir Raja Damai ini Ia memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai muda yang belum terbebani; murid-murid dan kumpulan orang yang sangat banyak mengelu-elukan Raja Damai ini, dengan kalimat-kalimat: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Mat. 21:9). “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja (Raja Israel; terjemahan  Ethiopia) dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Luk. 19:38)

Injil Matius sekali lagi menulis: ”Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi” (Mat. 21:4).

Kata Hosana kata pujian yang berarti ”berilah kiranya keselamatan sekarang/ selamatkanlah sekarang” (save now) atau ”selamatkanlah, saya memohon kepada Engkau” (save, I beseech Thee). Albert Barnes, Notes on the Bible Matt 21:9. Kalimat pujian ini adalah sangat umum diucapkan orang Yahudi, terambil dari Mazmur Daud pasal 118:25-26. Kalimat dari Mazmur ini adalah satu dari banyak ayat nubuatan nabi tentang datangnya Juruselamat Yang Diurapi bagi bangsa Israel, itulah sebabnya beberapa orang Farisi (seperti Orthodox Yahudi sekarang) yang tidak mengerti bahwa Yesus adalah Mesias / Isa adalah al-Masih menjadi sangat marah, meminta Isa untuk menghentikan teriakan-teriakan pujian tersebut. Isa menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu-batu (stones) ini akan berteriak.” (Luk. 19:39-40). Jawaban-Nya ini menyatakan bahwa nubuatan nabi tentang Diri-Nya harus terjadi dan tidak dapat dibatalkan entah orang percaya atau tidak bahwa Isa al-Masih adalah Raja Damai yang kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Baca Mazmur 118:25-26 dan 1 Raja-raja 8:24-26).

Kelompok Orthodox Yahudi ini sampai sekarang masih menunggu kedatangan yang pertama dari Raja Damai, sementara orang Kristen (Yahudi dan bukan Yahudi) menantikan kedatangan-Nya kembali yang kedua kalinya. Lihat gambar illustrasi di bawah ini.

Illustrasi dua orang yang melihat dua gunung

Illustrasi dua orang yang melihat dua gunung

B. Kerajaan Raja Damai ini berasal dari Sorga dan telah terwujud di hati Jemaat-Nya atau Gereja-Nya.[3] TUHAN berjanji kepada raja Daud bahwa keturunan Daud akan memerintah dan kokoh selama-lamanya (1 Taw. 17:11-14). Kerajaan Yehuda adalah tongkat Kerajaan TUHAN (Mazmur 60:7 & 108:8). Ketika Gubernur Romawi di Yudea bertanya kepada Isa al-Masih, ”Engkau inikah raja orang Yahudi?” Isa mengiyakan dan mengatakan darimana asal kerajaan-Nya, Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh. 18:36-37).

Kerajaan Raja Damai secara fisik belum terwujud di bumi (Luk. 22:30), umat-Nya masih berdoa untuk hal ini (Mat. 6:10 & Luk. 11:2); kita akan pelajari ini di Bagian II, tetapi secara rohani itu telah tercipta di dalam hati setiap pengikut-Nya (Mat. 12:28) sebagaimana kita telah bahas di atas bahwa Kerajaan dari Raja Damai ini adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam (in) Allah, melalui Roh Kudus-Nya yang tinggal di dalam hati setiap orang percaya (Roma 14:17).

C. Raja Damai merestorasi rohani umat-Nya.
1. Bangsa Israel. Orang Israel berharap bahwa Isa al-Masih merestorasi kejayaan kerajaan Israel, mengusir pernjajah Romawi, ketika Isa dipuji-puji saat mengendarai keledai memasuki kota Sion (Yerusalem). Rencana dan pikiran TUHAN jauh lebih tinggi dan lebih dalam dan luas dari pikiran manusia. Tujuan Raja Damai, Isa al-Masih, saat kedatangan-Nya yang pertama Ia merestorasi perkara rohani:

  • Memberi kesaksian tentang kebenaran (Yoh. 18:37)
  • Meluruskan kembali  ajaran Torah (perintah, ketetapan dan hukum TUHAN) yang telah disimpangkan oleh para ahli agama. Para pemimpin agama saat itu telah lama mengganti firman TUHAN dengan tradisi-tradisi nenek moyang mereka, dan mereka lebih takut kepada pemerintah Romawi daripada kepada TUHAN. Baca: Firman Allah tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
  • Memperkenalkan kembali nama Bapa-Nya: ”YAHWEH” yang telah dilupakan umat-Nya (Injil Yoh. 17:6; Yesaya 42:8). TUHAN/ the LORD (ADONAI, bahasa Ibrani yang berarti ”tuan/ master”) adalah Nama samaran dari NAMA yang asli.
  • Melalui darah-Nya yang tercurah diatas kayu salib, Raja Damai ini merestorasi hubungan umat-Nya dengan YAHWEH (TUHAN), Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga. Baca Mark. pasal 15.

2. Dan bangsa-bangsa lainnya. Melalui korban darah Raja Damai yang tidak bersalah dan bebas dari segala dosa ini, Dia bukan saja telah membuat jembatan hubungan antara bangsa Israel dengan TUHAN, lebih dari itu bangsa-bangsa yang bukan Israel juga tersedia jalan menuju Bapa di Sorga melalui darah korban perdamaian tersebut!; seperti telah dinubuatkan oleh  para nabi dan rasul:

  • Yesaya 49:6 – “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Baca sampai ayat 7.
  • Mazmur Daud 2:8 – Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
  • Mazmur Daud 22:28-29 (ayat 27-28 pada terjemahan Inggris) –  Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
  • Yesaya 11:10 – Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Baca juga Roma 15:10-13. Isai adalah ayah kandung raja Daud (1 Sam. 16:1).
  • 1 Tim. 3:16 – Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Bersambung: Kedatangan Raja Damai Dan Kerajaan-Nya, Bagian II.

Bacaan lain yang direkomendasikan:

“THE PEACE OF CHRIST” Damai yang ditawarkan Isa al-Masih.


[1] Ayat ke 6 pada terjemahan Inggris.
[2] Sion (Zion; English)  atau Yerusalem dalam kontek ini adalah bangsa dan negara Israel secara keseluruhan.
[3] Jemaat atau Gereja adalah semua orang dan bangsa yang percaya kepada Yesus Kristus. Jemaat pertama Yesus adalah orang-orang Yahudi atau bangsa Israel. Ketika rasul Paulus, orang Yahudi yang besar di Tarsus (Asia Minor) memberitakan ajaran Yesus kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi di wilayah Yunani dan negara-negara jajahan Roma, para orang percaya ini disebut Kristen, artinya “Pengikut ajaran Kristus.”

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

Actions

Information

2 responses

12 11 2016
10 02 2014
pencari joko

DATANGLAH YA RAJA DAMAI
TANDA-TANDA KEDATANGANNYA

Jika saja kita mau sedikit jeli, cermat dan bijak untuk merenungkan sesungguhnya tanda-tanda itu sudah mulai nampak sejak sembilan tahun yang lalu tepatnya 26 Desember 2004 atau sehari setelah perayaan natal. Tanda itu adalah gempa yang dahsyat yang meluluh lantakan kota Serambi Mekah yang menyebabkan terjadinya tsunami Aceh.

Dalam injil Matius (24:3-8) disebutkan: http://satriopiningitmuncul.wordpress.com/2013/11/14/legal-opinion/comment-page-1/#comment-975

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: