Satu Hal Yang Terpenting Bagi Allah

27 06 2013

TUHAN berkata kepada umat-Nya: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:9).
Setiap kita umumnya ingin menyenangkan dan memberi yang terbaik bagi Allah kita. Alkitab telah menulis apa yang sesungguhnya yang terpenting bagi Dia untuk kita berikan atau lakukan.

Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengerti hati TUHAN, Allah pencipta kita, yang sesungguhnya
2. Mengerti tujuan terpenting mengapa kita diciptakan dan dipanggil untuk menjadi umat-Nya.

Illustrasi:
Aisah wanita muda desa dari Jawa Tengah mencoba mengadu nasip di kota Jakarta. Ia sangat beruntung belum seminggu di Jakarta Wanita yang selalu sibuksebuah keluarga yang baik dan kaya raya telah menerima dia bekerja sebagai pembantu rumah mereka. Keluarga Darmawan dengan tiga anaknya nampak suka dengan keramah tamahan dan kerajinan Aisah. Bapa dan ibu Darmawan tidak perlu berkata lakukan ini dan itu setiap kali sebab Aisah walaupun ia masih muda ia ingat dan tahu apa yang menjadi kewajibannya. Rumah keluarga Darmawan tidaklah hanya rapi tetapi juga menjadi indah sejak ditangani oleh Aisah.

Beberapa bulan telah berlalu, bapa dan ibu Darmawan berpikir untuk menyekolahkan Aisah agar ia punya masa depan yang lebih baik, ia nampaknya sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut. Senin ini bapa Darmawan mengambil cuti kerja, khusus untuk ia dan isterinya bisa berbicara kepada Aisah tentang rencana indah mereka.

Aisah sedang menyapu halaman rumah ketika Reni, anak pertama tuannya, memanggilnya, ”Aisah, bapa ingin berbicara kepadamu sekarang.” ”Ya, saya akan datang sebentar lagi, tanggung nih,” Aisah berkata dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian ibu Darmawan yang datang untuk memanggilnya. Aisah segera berhenti menyapu dan duduk dilantai di depan tuan dan nyonyanya. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan kepada Aisah, untuk mengetahui apa impian dan kesukaan Aisah, mereka ingin memberikan yang terbaik dan yang tepat kepadanya. Wanita desa ini nampak gelisah. Lima belas menit telah berlalu, dan kegelisahannya tidak dapa ia tahan lagi. Ia dengan keberanian yang dipaksakan berkata, ”Maaf tuan dan nyonya, bolehkan saya sekarang pergi untuk meneruskan pekerjaan saya?” Bapa Dermawan bertanya apa alasannya; ”Saya kuatir rumput-rumput kering yang saya telah kumpulkan terserak kembali oleh tiupan angin, lagipula halaman belum bersih seluruhnya.” Aisah menjawab. Tuan dan nyonyanya saling berpandangan, … dan dengan anggukan perlahan mempersilahkan ia pergi.

Reni yang tidak turun di dalam percakapan tersebut, nampaknya ia turut mengikuti jalannya pertemuan tersebut, lalu berkata kepada bapa dan ibunya, ”Aisah memang rajin tetapi menjengkelkan,” keluh Reni dan ia mulai bercerita, ”minggu lalu saya mengajak dia untuk menemani saya jalan-jalan ke mol karena Steven tiba-tiba berhalangan untuk datang. Ia berkata maaf non saya banyak pekerjaan hari ini dan ia meneruskan pekerjaannya.” Ayah Reni meresponi, ”Ya nampaknya Aisah tidak mengerti apa yang terpenting bagi kita semua,” katanya dengan nadah sedih.

I. Raja Daud mengerti Satu Hal yang terpenting bagi TUHAN.
Ayat bacaan: Mazmur 27:1-14.
Daud adalah orang pria yang hatinya selalu mencari kehendak Allah. Sejak remaja ia telah mengenal hati Allahnya, kitab Mazmur adalah cermin dari kehidupan Daud yang menjangkau hati TUHAN, tidaklah mengherankan banyak ayat-ayat dari kitab Mazmur ini berisi nubuatan-nubuatan yang sangat jelas tentang kedatangan Isa sebagai Al-Masih (nabi Yang Diurapi TUHAN) dan hal-hal yang akan terjadi sebelum Isa mati tersalib. Baca: Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.  (Mazmur 27:4-5)

”Diam di rumah TUHAN seumur hidupku,” itulah Satu Hal yang Daud minta dari TUHAN, bukan yang lainnya. Pada jaman raja Daud, rumah TUHAN adalah sebuah tenda yang dibuat sesuai petunjuk TUHAN kepada nabi Musa.[1] Di dalam tenda inilah terletak tabut TUHAN, sebuah kotak persegi belapis emas dan didalamnya terletak 10 Perintah TUHAN, pada tutup kotak ini terdapat dua sosok kerub (malaikat) yang sedang  Tabut Perjanjianmenggembangkan kedua sayapnya.[2] Sebelum Isa al-Masih hadir di bumi, sekitar 2000 tahun yang lalu, rumah TUHAN adalah tempat TUHAN bertemu dan berbicara kepada pemimpin bangsa Israel dengan kata lain itulah tempat dimana bangsa Israel bisa mengenal hati dan pikiran serta rencana TUHAN melalui para pemimpin mereka.[3] Inilah tempat yang disebut sebagai ”tempat dimana TUHAN hadir” atau “tempat dimana Kemulian-Nya dinyatakan” (the Shekinah Glory).” TUHAN adalah Mahahadir (Omnipresence), Dia hadir dimana kita sekarang berada, tetapi Dia hanya menyatakan diri-Nya di tempat tertentu.

Raja Daud adalah raja Israel yang kaya raya, ia memiliki istana yang indah dan megah (reruntuhannya telah ditemukan beberapa tahun lalu di kota Yerusalem), dan tempat-tempat peristirahatan, namun bagi Daud semua itu tidaklah berarti apa-apa dibanding dengan ”diam di rumah TUHAN,” perbandingan ini bisa dilihat pada pernyataan Daud di Mazmur 84:11 ”Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Apa yang raja Daud sesungguhnya inginkan dari ”ada diam di rumah TUHAN” tersebut? Ia tidak mencari berkat atau promosi jabatan, tetapi hanya Satu Hal, yakni ”menyaksikan kemurahan TUHAN” (Maz. 27:4) atau dalam bahasa Inggrisnya ”to behold the beauty of the LORD” (KJV) atau ”to gaze upon the beauty of the LORD” (ESV). ”To gaze” berarti mengamati dengan cermat. Dengarkan lagu dari ayat Mazmur 27:4 ini One Thing Have I Desired.

Kerinduan Satu Hal dari Daud ini persisnya adalah apa yang sesungguhnya diminta oleh TUHAN kepada Daud dan setiap kita, seperti firman TUHAN menulis: Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah wajah-Ku“; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.  (Mazmur 27:7-8).

Upah dari kerinduan raja Daud untuk membangun Bait TUHAN dalam bentuk bangunan yang permanent (2 Samuel 71-2) sungguh telah membuat hati TUHAN tersentuh sehingga Dia berjanji kepada Daud Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” (2 Samuel 7:16). Inilah sebabnya Isa al-Masih, yang kelak akan datang kembali kedua kalinya dan akan menjadi Raja yang kekal selamanya, berasal dari keturunan raja Daud (Injil Matius 1:1-2, 6, dan 16). Di Perjanjian Baru Isa dikenal sebagai “Putra Daud,” dan Isa memproklam diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir[4] dan sebagai Anak Manusia (The Son of Man) Ia menyebut dirinya juga sebagai keturunan raja Israel:  “I am the root and the offspring of David” (Aku adalah akar dan keturunan Daud; tertulis di hampir semua terjemahan Inggris). Lihat Wahyu 22:16.

II. Maria mengerti Satu Hal yang terpenting bagi Tuhan.
Di Betania,[5] Israel, ada dua kakak beradik yang percaya kepada ajaran Isa al-Masih. Marta dan adiknya bernama Maria, mereka adalah saudari dari Lazarus yang dibangkitkan Isa setelah Lazarus meninggal selama empat hari lamanya.[6]Isa (disertai murid-murid-Nya) biasa berkeliling mengajar di kota-kota di Israel. Hari itu mereka melewati kampung Marta dan Maria, dan Marta mengundang mereka untuk mampir. Adalah suatu kehormatan di Israel menerima tamu seorang rabbi (guru rohani), terlebih lagi Isa yang terkenal sangat sayang kepada mereka bertiga – Isa pernah menangis karena melihat kesedihan Maria atas meningganya Lazarus,[7] jadi mereka berdua ingin memberikan yang terbaik bagi Al-Masih mereka.

Injil Lukas pasal 10:39-40 mencatatnya demikian:
Marta sibuk sekali melayani (mencuci kaki mereka, memberikan minum dan menyiapkan makanan).  Bagaimana dengan Maria?
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Pada mulanya mungkin Maria juga turut mencuci kaki para tamunya dan memberi minuman, namun tiba-tiba Maria lenyap dari dapur – yang membuat Marta datang melapor kepada Isa untuk menegor Maria.

”Duduk dekat kaki” adalah suatu kebiasaan umum orang Yahudi dimana para murid atau hamba akan duduk di dekat kaki gurunya atau tuannya ketika mereka sedang diajar atau diajak berbicara.

  • Perkataan nabi Musa tentang bangsa Israel dan TUHAN: Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus–di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. (Ulangan 33:3) – mereka duduk mendengarkan untuk menerima instruksi dari TUHAN yakni Torah (ayat 4).
  • Pengakuan Rasul Paulus bagaimana ia telah belajar dari rabbi Gamaliel:[8]  I am verily a man [which am] a Jew, born in Tarsus, [a city] in Cilicia, yet brought up in this city at the feet of Gamaliel, [and] taught according to the perfect manner of the law of the fathers, and was zealous toward God, as ye all are this day. (Kisah para Rasul 22:3, KJV)Semua terjemahan Inggris menulis ”at the feet of Gamaliel.”

Komplain Marta kepada Isa tentang Maria: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” Suruhlah dia membantu aku.” – Apakah jawaban Isa al-Masih atas permintaan Marta?

Jawaban Isa kepada Marta menunjukkan bahwa sesungguhnya hanya ada Satu Hal yang terpenting bagi Isa untuk Marta perbuat – dan juga bagi kita semua: Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”  (Luka 10:41-42)

Tentu Tuhan senang untuk dilayani, namun terlebih penting bagi Dia bahwa kita mendengar suara dan mentaati perintah-Nya yakni belajar untuk mengerti hati dan pikiran Tuhan kita.

Jadi Maria tahu satu saja yang perlu tersebut di mata TUHAN, yakni menikmati hadirat Tuhannya (di rumahnya) dan haus mendengarkan ajaran Tuhannya.

III. Rasul Paulus tahus Satu Hal yang terpenting bagi Allah.
Ayat bacaan: Filipi pasal 3.
Paulus menasehati Jemaat Filipi untuk berhati-hati dengan guru-guru palsu yang ia sebut mereka sebagai anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu (ayat 1-3). Paulus menjelaskan kepada Jemaat ini siapakah dia sesungguhnya sebelum menjadi pengikut Isa al-Masih. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi.” Lalu ia mendaftarkan latar belakang hidupnya: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.  (Filipi 3:5-6). –  Paulus secara daging layaklah berbangga dengan siapa dirinya dan apa yang ia telah capai sebagai seorang agamawan – ahli Taurat dan tidak bercacat di dalam melakukannya.

Setelah ia bertemu dan melihat kemulian Isa al-Masih dan mengerti firman-Nya, semua jerih payahnya melalui kebenarannya sendiri untuk mendapat pembenaran di mata Allah – ia bahkan telah memenjarakan dan membunuh banyak pengikut Isa al-Masih yang ia dahulu berpikir semua perbuatan itu akanlah menyenangkan Allahnya – ia katakan sekarang semua itu sebagai tidak berarti, suatu kerugian, dan sampah (ayat 7-9).

Membaca kitab Kisah para Rasul dan surat-surat Paulus kepada Jemaat-jemaat di Yunani dan Asia Minor kita tahu betapa rasul Paulus telah bekerja keras dan menderita penganiayaan yang berat. Rasul Paulus tahu persis semua itu bukanlah Satu Hal yang terpenting bagi Allah sekalipun semua itu sungguh menyenangkan Allah, ayat 13 dan 14 menyatakannya; Brothers, I do not consider myself to have embraced it yet. But this one thing I do: Forgetting what lies behind and straining forward to what lies ahead, I keep pursuing the goal to win the prize of God’s heavenly call in the Messiah Jesus.  (Filipi 3:13-14, ISV)

Apakah goal akhir yang rasul Paulus ingin capai? Satu hal saja, yakni berada bersama Tuhan Yesus Kristus selamanya (perhatikan kata “warganegara sorga” dan ” “serupa dengan tubuh-Nya yang mulia;”ayat 20-21) yang digambarkan raja Daud sebagai diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4).

IV. Kesimpulan dan Evaluasi.
Tujuan utama TUHAN menciptakan manusia adalah memiliki persekutuan yang akrab seperti hubungan orang tua dengan anaknya, untuk itu mengerti dan mengenal hati dan pikiran Pencipta kita adalah inti dari kehidupan. Satu hal terpenting yang sama seperti itu adalah TUHAN berkehendak dimanapun kita berada dan apapun yang kita perbuat ialah mencerminkan dan memancarkan sifat agung Dia agar supaya seluruh duniapun mengenal dan bersekutu kepada TUHAN; itulah tugas Adam dan Hawa pada awalnya yakni memelihara Taman Eden yang indah itu dan menguasai seluruh isinya. “Taman Eden” itu adalah dimana TUHAN menempatkan kita atau dimana Ia mengutus kita; jika anda seorang pelajar, maka sekolah, universitas tersebut ada di bawah tanggung jawab anda; itu adalah kantor jika anda seorang karyawan; itu adalah para karyawan anda jika anda seorang usahawan. Dan seterunya.
Apakah kita telah menerapkan Satu  Hal yang terpenting bagi Allah tersebut dalam hidup kita?

Jika Anda belum menerima Isa al-Masih sebagai Juruselamat dan Tuhan di dalam kehidupan Anda dan rindu untuk memiliki hubungan yang indah dengan TUHAN dan Isa al-Masih, bacalah Pendalaman Alkitab di Katagori “Keluar Dari Kekafiran.”


[1] Keluaran 26:1-14
[2] Keluaran 40:18-21; Keluaran 25:17-21
[3] Keluaran 25:22.
[4] Klaim Isa sebagai Allah. Wahyu 1:8,  21:6;  22:13 bandingkan dengan Yesaya 41:4; 44:6 dan 48:12
[5] Betania (Beth Anyah / Bethany; Rumah Palem) terletak tidak jauh dari timur kota Yerusalem, dimana tepat di atasnya terletak Mount of Olives (Gunung  Zaitun).
[6] Injil Yohanes 11.
[7] Idem , ayat 33-35
[8] Gamaliel adalah guru Torah / Taurat yang menjabat sebagai Mahkamah Agama Yahudi  lihat Kisah para Rasul 5:34

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: