Jemaat / Gereja Tuhan; Arti Dan Kekuatannya

23 02 2014

Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:
Arti Jemaat  yang sesungguhnya
Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Kekuatan yang dimiliki Jemaat
Sikap yang benar terhadap Jemaat Tuhan

Illustrasi: Sarah adalah manajer muda pemasaran yang membawahi ratusan karyawan dari sebuah perusahaan wanita berpendidikan tinggi yang terikat tradisiobat-obatan di Jerman. Ia sedikitnya menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Perancis dan Rusia. Allah menaruh di hati Sarah rasa belas kasihan atas bangsa Maroko. Sarah mulai mempersiakan dirinya untuk diutus ke Maroko, belajar bahasa Arab, kursus keahlian ”where there is no dokter” dan keterampilan lainnya yang ia pikir bisa bermanfaat bagi perkembangan masyarakat setempat. Pada hari pengutusannya, Pendeta dan Jemaat memberkati dan melepaskan Sarah. Setibanya di Maroko, Sarah segera jatuh cinta dengan negara barunya dan … ehem ia juga jatuh cinta kepada putra dari kepala suku setempat; ”Jika saya menikah dengan pemuda ini mungkin akan lebih mudah bagiku merubah masyarakat setempat dengan segala ilmu yang saya telah miliki,” Sarah berpikir. Menikalah mereka. Sejak hari itu Sarah dilarang keluar rumah, atau ia wajib berkerudung saat keluar bersama suaminya – sebagaimana adat dan kebiasan setempat. Sarah kehilangan indentitas dirinya baik di luar maupun di dalam rumahnya. Ia hanya berfungsi sebagai pengurus kebutuhan dan keinginan suaminya semata; semua mimpi dan cita-citanya dan keahliannya kandas oleh sebab suaminya yang berpikir bahwa seorang isteri adalah hanya mengurus urusan rumah tangga semata. Penderitaan ini mengingatkan dia akan cerita Samson, nazir Allah yang perkasa, namun menjadi tidak berdaya sama sekali di tangan orang-orang Filistin, oleh sebab Delila, telah memotong rambutnya, dan kera-kera topeng monyet yang terantai dan dikontrol oleh pemiliknya yang ia pernah lihat di Jakarta. Sarah sekarang hanya bisa berdoa agar Tuhannya bisa menghidupkan kembali visinya dan seluruh keahliannya bagi rakyat Maroko.

I. Arti Jemaat  / Gereja yang sesungguhnya
Ayat bacaan: Injil Matius 16:13-20.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (ayat 18).
Pada perikop ini kita temukan kata ”jemaat” atau ”gereja” (dari bahasa Portugis igreja) pertama kalinya dipakai di Pernjanjian Baru, tertulis:

Kata ini diterjemahkan dari bahasa Yunani ekklēsia, dari suatu gabungan kata ek atau ex (yang berarti keluar dan dari) kaleō (yang berarti panggil/ calling), jadi literalnya ekklēsia sama dengan ”orang-orang yang dipanggil keluar dari.
Komentator Alkitab menyabarkannya sebagai:

  • ”Itu adalah sejumlah orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia, dan dipisahkan dari dunia, dan didedikasikan untuk Kristus.” John Gill, Exposition of the Entire Bible
  • “Kata “Gereja (Church)” artinya secara literal “mereka yang dipanggil keluar,” dan sering berarti suatu majelis / suatu badan yang terbentuk dari orang-orang tertentu (assembly) atau jemaat  (congregation). Itu dipakai untuk orang-orang Kristen yang ada “dipanggil keluar” dari dunia. Itu kadang-kadang berarti seluruh kesatuan orang-orang beriman, Efesus 1:22; 1 Korintus 10:32. Ini adalah artinya di sini. Itu berarti, juga, masyarakat tertentu dari orang-orang percaya yang menyembah di satu tempat. Albert Barnes, Notes on the Bible

Rasul Petrus menjabarkannya sebagai: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”  (1 Petrus 2:9-10)

Jadi Jemaat / Gereja dapat diartikan Jemaat Tuhan sedang memuji dan menyembahsebagai:
Sebuah kumpulan orang-orang yang beriman kepada Kristus (al-Masih), atau lengkapnya,
Sebuah kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kehidupan duniawi oleh Allah, dikuduskan-Nya dan dijadikan umat-Nya untuk tujuan memberitakan kebesaran perbuatan Allah kepada dunia.

Jemaat / Gereja bukanlah:
sebuah bangunan gedung yang mati (Efesus 2:19-22), bukan juga
sebuah organisasi atau club rohani (Yohanes 13:12-17), bukan juga
sebuah institusi bisnis (Markus 11:15-19) atau sebuah institusi politik (Matius 22:15-22).

Pada bahasan seterusnya untuk mudahnya kita akan memakai kata Jemaat mengikuti Alkitab terjemahan LAI.

II. Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (petros) dan di atas batu karang (petra) ini  Aku akan mendirikan jemaat-Ku…”  (Matius 16:18)
Isa di sini berbicara kepada Petrus, dan bukan tentang Petrus.

Petra (bahasa Yunani) berarti “a mass of rock” = sebongkah batu karang yang besar, Kata “petra” juga terdapat pada Mat. 27:60, 1 Korintus 10:3-4 dan 1 Petrus 2:8. Fondasi batu karang (petra) di Alkitab adalah menjunjuk hanya kepada Yesus Kristus, seperti telah dinubuatkan dalam Yesaya 28:16 dan dikutip oleh rasul Paulus di Roma 9:33. sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Sion adalah kota Yerusalem, dimana Jemaat mula-mula terlahir (Lihat Kisah Para Rasul pasal 1, perhatikan ayat 12).

Sebab itu rasul Paulus berkata bYesus Kristus kepala Jemaat baik lokal maupun korporatahwa ”Kristus adalah kepala Jemaat”  atau “Christ is the head of the church” (Efesus 5:23).

Matius 16:15-20 dan berlanjut ke ayat 21-27 jelas membuktikan bahwa Isa al-Masih tidak mendirikan  Jemaat-Nya di atas Petrus, yang Isa sebut sebagai Simon bin Yunus (Simon bar Yonah atau son of a Dove)

Dari perkataan Isa ini kita dapatkan tiga prinsip tentang Jemaat
1. Isa al-Masih sendirilah pendiri dari Jemaat Tuhan
2. Isa al-Masih lah satu-satunya pemilik dari Jemaat Tuhan tersebut
3. Jemaat Tuhan dibangun di atas pribadi Yesus Kristus sendiri

Ayat hafalan: Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.  (1 Kor 10:3-4)

Jadi, siapa yang berurusan dengan Jemaat Tuhan, ia sesunggunya sedang berurusan dengan Tuhan Yesus Kristus. Artinya:

  • Para hamba Tuhan haruslah melayani Jemaat dengan takut dan hormat kepada Kristus (al-Masih), dan haruslah ingat bahwa Yesuslah yang menyelamatkan Jemaat bukan mereka (Ef 5:23). Jemaat haruslah tunduk kepada ajaran, perintah dan ketetapan Yesus sebagai kepala Jemaat. Menempatkan Yesus di atas segala sesuatu, bahkan lebih tinggi dari para hamba Tuhan, dengan kata lain Jemaat harus berpegang teguh kepada isi Alkitab melebihi interpretasi dan doktrin manusia.
  • Pemerintah negara tidak memiliki hak mencampuri masalah interen Jemaat, sebab itu bukan milik negara. Menyentuh Jemaat berarti menyentuh biji mata Yesus, Raja di atas segala raja yang berarti juga melawan Allah. Baca: Ulangan 32:9-10; Zakaria 2:8, Matius 22:15-22 dan juga Kisah para Rasul 5:34-39.

Petros dari nama Petrus dalam bahasa Aramnya Kefas berarti “a piece of rock” atau “a stone” = batu kecil, dapat dilempar oleh tangan manusia. Karakter Petrus, “batu, namun mudah terguncang,” ini dapat dilihat pada Mat 16:23, Mat 14:29-30; Luke 22:57-58; Gal 2:11,14.

III. Kekuatan yang dimiliki Jemaat
“… Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  (Mat. 16:18)

Garansi dari pernyataan Isa ini terdapat pada Injil Matius 28:18-20, Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Yang Isa teguhkan kembali kepada Jemaat-Nya melalui rasul Yohanes di pulau Patmos, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.  I am alive for evermore, Amen; and have the keys of hell and of death (KJV) (Wahyu 1:17-18) Lumpuh berjalan dalam nama Yesus

Dari ayat-ayat di atas kita lihat bahwa Isa al-Masih, sejak hari pertama kebangkitan-Nya, telah diberikan TUHAN segala kuasa baik itu yang ada di sorga, di bumi bahkan di bawah bumi (yakni kunci kematian bahkan kunci neraka). Nampak juga bahwa Isa memiliki kuasa tersebut bukan untuk sementara waktu tetapi sampai selama-lamanya, jadi janji-Nya untuk menyertai Jemaat-Nya yang Ia bangun di atas diri-Nya sendiri (petra; batu karang yang teguh) sampai kepada akhir jaman adalah suatu hal yang masuk akal dan suatu garansi yang meyakinkan.

Kuasa yang dimiliki Jemaat  nampak jelas pada Jemaat Tuhan yang pertama terbentuk. Segera setelah kuasa Roh Kudus turun ke atas kepala murid-murid-Nya di Yerusalem, ”kamu akan menerima kuasa (dunamis; kata Yunani), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8). Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. … Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  (Kis 2:1-4). Hari itu setelah orang banyak mendengar kotbah Petrus, mereka kira-kira 3000 orang memberi diri dibaptis, dan lahirlah Jemaat mula-mula, seperti tertulis Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.  (Kis. 2:46-47). Dunamis ini sumber kata dari dinamo (kekuatan yang konstan) dan dinamit (kekuatan sekejap yang sangat kuat).

Difinisi Jemaat Tuhan jelas nampak pada ayat di atas: orang-orang percaya ke pada Yesus berkumpul di suatu tempat (Bait Allah dan rumah-rumah tinggal) sambil memuji Tuhan!, Itulah sebabnya mereka disebut “Jemaat mula-mula.”

Sejarah singkat perjalanan Jemaat Tuhan. Pengujian atas janji penyertaan Isa atas Jemaat-Nya sepanjang jaman telah dimulai sejak bulan pertama mereka dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus di Hari Pentakosta (1 AD), di Yudea, Israel, pengikut agama Farisi dan Saduki membunuh Stefanus kemudian rasul-rasul, memenjarakan pengikut ajaran Isa al-Masih. Di kota Roma, kaisar Nero menghukum mati orang-orang Kristen melalui binatang buas, pembakaran dan penyaliban, setelah 2/3 kota Roma terbakar oleh perbuatan dirinya sendiri, namun ia menyalahkan orang Kristen. Semua penganiayaan ini bukannya membuat Jemaat menjadi padam, malah sebaliknya membuat Injil semakin tersebar dan Jemaat-jemaat bertumbuhan di seluruh  wilayah jajahan Roma.
Perbuatan kaisar Nero membuat ia terdaftar dalam kelompok ”para Antikristus” (1 Yoh. 2:18). Nero as the Antichrist
Di Eropa, ratusan tahun lamanya Roma di bawah perintah para paus menekan keras Jemaat Tuhan, menyiksa dan membakari mereka yang memiliki Alkitab dan berpegang kepada ajaran Isa al-Masih. John Foxe (1517-1587) mencatat semua kejadian ini dalam bukunya yang terkenal FOXE’s Book of Martyrs 
Kristen Armenia teraniaya berat selama bertahun-tahun oleh Turki khususnya di jaman Sultan Abdul Hamid II (1876-1909) dan Ottaman (1915-1918). Diperkirakan 1,5 juta Kristen Armenia terbunuh di jaman Ottaman saja, Armenian Genocide  Di abad 21 ini laporan mengatakan puluhan orang Kristen terbunuh per hari di negara-negara Islam dan Komunis. Baca World Watch List Country Profiles 2014

Hanyalah kuasa dan penyertaan Isa al-Masih semata bahwa Jemaat-Nya tetap hadir sampai saat ini bahkan semakin berkembang pesat di seluruh dunia, dari Timur Tengah, Asia, sampai ke Amerika Latin, orang-orang terus menerus dipanggil masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu,”  (Mat 24:35) Isa al-Masih berkata kepada para pengikut-Nya.

IV. Bagaimanakah kita seharusnya menyambut atau memberlakukan Jemaat Tuhan?
Ayat bacaan: I Korintus 3:16-17; 6:15-20 dan Matius pasal 10:40-42. Isa al-Masih bersama anak-anak kecil
1. Pesan untuk Jemaat-Nya. Kepada Jemaat di Korintus Paulus memperingatkan Jemaat  baik secara korporat maupun individu untuk memelihara tubuh jasmani mereka terbebas dari percabulan, yang ia lukiskan Jemaat ini sebagai bait Roh Allah, tubuh mereka bukan lagi milik mereka sendiri tetapi Kristus yang telah membelinya melalui nyawa-Nya sendiri yang mati di kayu salib.
2. Pesan untuk orang yang belum termasuk Jemaat-Nya. Pada Injil Matius, Yesus memperingatkan masyarakat bagaimana mereka harus menyambut kehadiran duta-duta-Nya, rasul, pemberita Injil dan termasuk Jemaat-Nya yang Ia sebut sebagai ”Garam” dan ”Terang.” Isa al-Masih sebelum Ia mengutus dua belas rasulnya dan murid-murid-Nya memberi pesan penting kepada mereka, apa arti keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat yang mereka akan layani. Dikatakan-Nya, bahwa upah orang-orang yang mereka layani akanlah setimpal dengan perlakukan orang-orang itu terhadap jemaat-Nya, secara spesifik hamba-hamba-Nya; menganggap mereka hanya sebagai ”orang-orang yang kecil,” atau sebagai ”orang-orang benar” atau menerima mereka sebagai ”nabi-nabi.” Matius 10:40 adalah ayat yang penting untuk diingat dan dimegerti: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  Di sini Isa al-Masih menyatakan bahwa rasul-rasul ini adalaha Duta Besar dari Isa al-Masih, yang adalah kepala dari Jemaat Tuhan di bumi.

Peringatan Isa ini dinyatakan ulang oleh rasul Paulus dalam isi suratnya kepada orang Korintus:Tidak tahukah kamu (orang Kristen), bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.  (1 Kor. 3:16-17). Baca pengalaman Paulus sendiri sebelum ia menjadi rasul di Kisah para Rasul 9:1-22, perhatikan ayat 4 dan 5.

Ayat hafalan: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  (Matius 10:40)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

One response

14 10 2015
okky ezra

sesungguhnya pengertian ini yang telah hilang diantara gereja-geraja saat ini dan telah di susupi oleh doktrin dan dokma theolog melalui organisasi yang mengatas namakan gereja.
Berbahagialan mereka yang mencari kerajaan dan kebenaranya serta melakukannya, maka Dia sendiri yang akan mengajarkannya bagi mereka yang sungguh-sungguh hingga mencapai kepenuhan akan Kristus.
Amin..

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: