Kekudusan Hidup Pengikut Isa Al-Masih / Orang Kristen

18 10 2016

Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka… (Wahyu 20:6)

Melalui pendalaman Alkitab ini Anda diharapkan akan mengerti:

  • Arti dan makna kata ”kudus”
  • Perintah untuk hidup kudus yang sesuai Firman Tuhan
  • Hidup kudus bisa diraih oleh setiap orang
  • Proses mencapai kekudusan hidup
  • Bagaimana memelihara kekudusan hidup dan berkemenangan di dalamnya

Kita telah belajar tentang apa itu dosa, dan perlunya bertobat dan dibaptis dalam air dan Roh Kudus. Kehidupan orang Kristen tidaklah berhenti di situ, kehidupan dalam daging yang fana ini berlajut sampai Yesus memberikan kita tubuh yang baru dan kekal. Untuk mencapai garis akhir dimana terdapat Kebangkitan Pertama ini, TUHAN memerintahkan kita untuk memelihar kehidupan yang kudus, “Kuduslah kamu sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus!” Baca: Imamat 19 dan 20 dan 1 Petrus 1. Ayat-ayat pokoknya ada pada Im 19:2 dan Im 20:7, 26 dan 1 Pet 1:16.

I. Arti dan Makna kata “kudus”

Kekudusan berakar dari kata “kudus” (kados, Ibrani; hagios, Yunani) yang berarti ”suci,” dalam arti kata: mulia ditujukan kepada Tuhan; orang kudus / orang benar dalam kerohanian;  tidak bersalah secara moral; keramat untuk benda dan tempat tertentu.

Dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama dan Baru,  Allah TUHAN adalah pribadi Yang Mahakudus selamanya, bahkan sebelum dosa masuk ke dalam dunia ini. Arti kudus di sini bukan sekedar Dia bersih sama sekali dari kesalahan dan dosa, lebih dari itu Dia adalah pribadi yang mahamulia dan mahakuasa. TUHAN adalah Pencipta dan sekaligus Pemilik Bumi dan isinya serta Dunia dengan segala mahluk hidup yang ada di dalamnya (Maz 24:1). Empat malaikat yang berada di sekeliling tahta Allah berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”  (Wah 4:8)

Dalam Pernjanjian Baru, kekudusan adalah juga satu dari puluhan titel Isa al-Masih. Lihat Markus 1:24; Kisah para Rasul 3:14 dan 4:30 dan Ibrani 7:26.

Untuk manusia, kekudusan adalah perkara penting yang Allah minta dari setiap orang yang rindu masuk ke dalam Kerajaan-Nya (Maz. 24:3-6), dan termasuk umat yang telah dipilihnya – bangsa Israel, melalui perjanjian Allah dengan Abraham dan umat Kristen, melalui penebusan darah Isa al-Masih di bukit Golgota. (Roma 6:19-21 dan Efesus 4:24 dan Ibr 12:14). Makna kekudusan di sini akan dibahas pada bagian ”proses mencapai kekudusan.”

II. Hidup kudus yang sesuai Firman Tuhan

Pada awal Pebuari 2016, dunia olah raga digemparkan oleh terbongkarnya skandal penipuan pada balapan sepeda di Belgia untuk usia di bawah 23 tahun. Pembalap sepeda wanita asal Belgia berhasil memenangkan  pertandingan cyclo-cross (kombinasi antara balapan sepeda di aspal dan di tanah pegunungan) secara gemilang. Ternyata sepedanya diperlengkapi baterai, yang tersembunyi di dalam sepedanya. Ia nampak sering menekan rem tangannya saat menanjak dan pada tanah berlumpur, ternyata benda itu berfungsi  sebaai gas tangan untuk mempercepat laju sepedanya. Wanita Belgia ini bukan saja kehilangan titel juaranya, badan Persatuan Balapan Sepeda Internasional menskor dia dengan denda setengah tahun tidak boleh berlomba, ditambah bayar denda uang hampir 200.000 Euro.

Filosofi dan tradisi manusia hanyalah nampak bagus pada permukaannya, namun itu akan dinyatakan gagal dan tidak masuk standard kekudusan yang diminta Tuhan; di meja Pengadilan TUHAN di Akhir Jaman yang diperoleh hanyalah penyesalan yang sangat getir dan tidak bias diperbaiki selamanya. Untuk mengerti kekudusan hidup yang diminta oleh Allah, kita perlu melihat dan mempelajari Firman-Nya.

Ayat-ayat di bawah ini menunjukkan kepada kita hidup kudus yang Allah TUHAN  kehendaki umat-Nya perbuat:

  • Kekudusan adalah sikap hati yang benar sesuai dengan karakter TUHAN. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Maz 25:4-5)
  • Dimulai dari dalam hati, bukan dimulai dari penampakan luar. Celakalah kamu, … di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. (Mat 23:27-28).
  • Kekudusan adalah prilaku yang sesuai Taurat-Nya, dan bukan hanya kata-kata indah. “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:2-3)
  • Dia menuntut kemurahan hati kita lebih dari persembahan. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. (Mat 12:7), Isa al-Masih mengutip kitab nabi Hosea 6:6.

Perintah untuk hidup kudus di dalam Alkitab terbukti bukanlah sekedar “jangan berzinah,” dan “jangan mencuri,” (keduanya ini hanyalah mencegah “aksi”), lebih dalam dari itu ialah agar kita jangan memberi peluang untuk ketidak-kudusan berakar di dalam hidup kita:   Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23); bahasa Inggrinya lebih bagus: Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life. (KJV)

Agama dan tradisi manusia menitik beratkan ajaran hidup kudus kepada: “jangan makan makanan yang kotor / haram” serta “Jangan sentuh ini, jangan sentuh itu,” – proses dari luar ke dalam, ini kebalikan dari ajaran Firman Allah: dari dalam menuju keluar.  Al-Masih memperingatkan kita untuk mengawasi isi dalamnya (hati dan pikiran) terlebih dahulu: Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat 5:27-28)

III. Hidup kudus bisa diraih oleh setiap orang

Banyak orang beragama percaya bahwa hidup kudus adalah begitu susah, jika tidak mau dikatakanmustahil. Itu sebabnya mereka pergi menjauhkan diri dari kehidupan nyata masuk ke biara-biara dan gunung-gunung dan menyiksa tubuh mereka sendiri ketika mereka gagal.  Tuhan Yesus menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa “segala sesuatu mungkin bagi mereka yang percaya kepada-Nya.” “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?,” rasul Petrus bertanya kepada Yesus (Matius 18:21). Tuhan menjawab: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. (Mat 18:22); 490 kali memaafkan orang yang sama! Wau!!??, lalu Dia memberi perumpaan tentang hamba yang hutangnya diampuni raja, namun tidak berbelas kasihan pada rekannya.

Illustrasi lainnya: Kita pasti pernah mengalami listrik rumah tiba-tiba padam pada malam hari, bukan? Betapa susahnya menemukan jalan tanpa tersandung. Itu di rumah sendiri, betapa lebih susahnya jika kita berada di tempat asing yang gelap gulita, ya itu mustahil untuk tanpa tersandung! Hidupkan lampu maka kita tahu persis bagaimana berjalan tanpa tersandung!! Kemustahilan manusia untuk bisa hidup kudus adalah karena kita mencoba memakai usaha sendiri dan tidak mengundang Tuhan dalam hidup kita. Isa al-Masih memberi ayat-ayat keberhasilan yang kita anggap mustahil:

  • Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  (Mat 19:24)
  • Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.  (Yohanes 3:3-5)
  • Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”  (Lukas 17:6)

Paragraf berikutnya akan menjawab ke mustahilan tersebut menjadi sangat mungkin.

IV. Proses mencapai kekudusan hidup

Bagian ini akan membuka rahasia bagaimana orang Kriten (orang yang percaya kepada Isa al-Masih dan mengikuti ajaran-Nya) bisa berkemenangan hidup kudus sekalipun hidup di tengah-tengah dunia yang semakin kotor dalam segala perkara.

Ingat pada pelajaran Dosa, kita telah belajar bahwa manusia terdiri dari tiga unsur utama: roh, jiwa dan tubuh. Manusia adalah mahluk roh yang mempunyai akal budi (jiwa) dan dibungkus oleh daging (tubuh).

Kegagalan manusia untuk mampu hidup kudus melalui praktek-praktek filosofi dan keagamaan adalah sangat jelas, sebab semua ajaran itu memakai proses metode yang salah, yakni memulai dari luar menuju ke dalam: tubuh –> jiwa, dan lalu –> roh (bagi orang beragama). Siapapun kita, setinggi apapun jabatan kerohanian kita, jangankan satu minggu untuk mampu hidup kudus, satu hari pun kita tidak mampu. Hitunglah berapa kali kita bersalah melanggar perintah Tuhan dalam sehari, pasti banyak! Ya, itu mustahil untuk hidup kudus dengan kekuatan kita sendiri. Kita memerlukan pertolongan Tuhan!

Beginilah cara Tuhan menyelesaikan masalah kekudusan manusia, Anda dan saya:  dari dalam ke luar: roh –> jiwa/ hati –> tubuh.

A. Pertama-tama, Tuhan akan menghidupkan kembali roh dari orang tersebut. Sejak manusia pertama, Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, karena melanggar perintah TUHAN, hubungan mereka terputus dengan Pencipta mereka. Secara simbolik Alkitab menyebut kondisi ini sebagai ”kematian rohani” yang harus dibayar dengan hukuman kekal. Satu dan hanya satu jalan untuk mengembalikan hubungan mereka adalah dosa tersebut harus ditebus dengan darah (kematian). Manusia karenanya mencoba mencapainya dengan kekuatannya sendiri, Konsep ”Perang suci” atau ”Jihad” adalah beberapa contohnya; akibatnya manusia semakin dalam terjebak dalam tipuan Setan; menjadikan diri mereka semakin jahat dan berdosa.

Itulah sebabnya Bapa Sorgawi mengutus Putra-Nya yang tunggal ke bumi. Putra-Nya yang sama sekali tidak berdosa mati menggantikan posisi hukuman mati kita, seperti ada tertulis: Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.  (Roma 6:23)

Rasul Yohanes pada Injilnya menulis: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (In Him was life, and the life was the light of men; EMTV) Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yohanes 1:4-5). Ketika kita mengundang Isa al-Masih (Yesus Kristus) untuk hidup di dalam kehidupan harian kita, maka kemustahilan untuk bisa hidup kudus akan lenyap seketika, seperti gelap yang lenyap secara otomatis dan segera setelah lampu kita nyalakan!!!

Pengudusan bagi setiap roh manusia telah tersedia 2000 tahun yang lalu, tugas Tuhan untuk masalah ini telah selesai sempurna. Bagian kita hanyalah mengambil secara cuma-cuma anugerah tersebut, berdoalah, “Tuhan, saya orang berdosa, ampuni dosa saya. Saya hari ini menerima Engkau dan menjadikan Engkau Tuhan dan Juruselamat saya.” Dalam nama Putra-Mu yang Tunggal Yesus Kristus saya berdoa. Amin

Saat Anda melakukan doa tersebut, maka roh Anda sekarang telah dikuduskan dan Anda menjadi orang benar di mata Tuhan. Anda telah berpindah dari hukuman kepada hidup. Lihat Yoh 5:21-27. Anda sekarang diberi status oleh Tuhan sebagai ”anak-anak Allah.” Lihat Yoh 1:12-13.

Kekudusan pada bagian ini mengandung arti:

  • ada dikuduskan (be sanctified; sanctification)
  • ada dibenarkan (be justified; justification)

Masalah yang mustahil bagi kita, sekarang Tuhan sudah selesaikan. Proses selanjutnya menguduskan jiwa dan tubuh adalah perkara yang tidak mustahil bagi setiap orang yang telah menjadi anak-anak Allah.

B. Pengudusan Jiwa. Alkitab mengajar bahwa yang kita perlukan bukanlah ketangguhan jiwa seperti seorang ahli perang untuk bisa memiliki kehidupan yang kudus, tetapi yang terutama ialah sikap kerendahan hati untuk dipimpin oleh Roh-Nya. Dan yang kedua memiliki semangat untuk terus belajar dan tidak menyerah, ini seperti seorang anak yang sedang belajar naik sepeda, Anda mungkin akan terjatuh. Terjatuh berkali-kali. Namun percayalah Anda kelak akan bisa mengendarai sepeda tanpa jatuh, dan bahkan sambil lepas tangan, jika terus berlatih. Inilah yang dimaksudkan oleh rasul Paulus pada kitab Roma 12:1-2, perhatikan kata ”berubahlah oleh pembaharuan budimu” dalam bahasa inggrisnya lebih jelas: “be transformed by the renewing of your mind.” Anda perlu memiliki usaha untuk merubah kehidupan lama Anda (jiwa dan tubuh) untuk mencapai tujuan yang Tuhan rencanakan dalam kehidupan Anda melalui memperbaharui pikiran Anda senantiasa. Ini bukanlah proyek satu atau dua bulan selesai, namun berkelanjutan (renewing)

C. Pengudusan tubuh. Jika Anda telah mampu menguduskan jiwa Anda, maka pengudusan tubuh akanlah menjadi sangat mudah. Inilah sebabnya mengapa di negara-negara Kristen dan komunitas Kristen, para pria tidak memaksakan kaum wanita untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian longar, seperti di Timur Tengah dan di beberapa negara Asia. Saat berpuasa pun tidak ada warung dan restoran yang perlu di tutup, sebab kita telah belajar mengontrol jiwa dan tubuh kita sendiri.

Pada pengudusan jiwa dan tubuh ini, kekudusan di sini mengandung arti:

  • dipisahkan / dipilih dari antara masyarakat umum dan dari perkara-perkara dunia (set apart). Lihat 1 Tesalonika 5:5-8
  • gaya hidup seperti kehidupan Isa al-Masih. Ibr 12:1-3.

V. Memelihara kehidupan yang kudus dan berkemenangan

Firman Tuhan mengajar kita bagaimana kita bisa memelihara kehidupan yang kudus dan berkemenangan di dunia yang penuh dengan pencobaan ini. Di sini saya beri empat contoh:

  • Langkap pertama adalah minta Tuhan menghidupkan roh kita. Ini kita telah bahas di atas, butir IV.A;  tanpa ini segala usaha Anda akan gagal di mata-Nya. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12)
  • Menekuni pembacaan Alkitab. “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.  (Mazmur 119:9-11)
  • Kita perlu meminta pertolongan Roh-Nya.  Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata! Mazmur 143:10)
  • Hidup senantiasa dalam Roh Kudus. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.  (Galatia 5:16)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.


Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: