Pemerintah Sipil dalam Pandangan Yudeo-Kristen

1 01 2017

Ia (Isa al-Masih) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose 1:15-16)

Pendalaman Alkitab ini dibagi dua bagian. Yang pertama tentang “bagaimana Alkitab melihat dunia politik” dan bagian kedua “bagaimana Alkitab mengajar orang beriman harus bersikap pada dunia politik.”

Garis besar pendalaman Alkitab:

  1. Keterlibatan Allah TUHAN dengan Pemerintahan Negara dan Rakyatnya
  2. Proses Pemilihan pemimpin negara
  3. Penerapan otoritas kepemimpinan: melayani vs memerintah; lahirnya UU
  4. Harga kesalahan pemimpin negara. Daud, Salomo, raja-raja
  5. Karakter seorang pemimpin negara

Sasaran:

  1. Mengerti pentingnya dunia politik
  2. Mengerti pemerintahan sipil yang sehat
  3. Menolong orang beriman terlibat aktiv secara langsung dan tidak langsung mendukung dan membangun Pemerintahan Sipil yang sehat

Illustrasi: Seorang ibu berkata kepada putranya, “Gunawan, saya minta tolong kamu untuk mampir ke supermarket setelah pulang sekolah esok hari. Ini daftar barang-barang yang harus kamu beli untuk makan malam kita. Esok malam kita akan kedatangan tamu khusus, pamanmu akan datang dari luar negeri,” ibunya berkata dengan sangat antusias. Paginya, Gunawan menyantap makanan paginya, sebelum ia meninggal rumah ia pamit kepada ibunya yang sudah sibuk merapikan rumah untuk tamu khusus mereka. “Mom, saya pamit dulu mau sekolah!,” Gunawan berkata sambil berjalan keluar rumah. Ibunya menjawab, “Ok, selamat sekolah. Ingat jangan bermain dengan teman maupun main ke rumah teman setelah sekolah. Pulang secepatnya!” “Baik, Mom. Goodbey!” Gunawan menepati janjinya, ia pulang ke rumah dengan segera bahkan sambil sedikit berlari. Ibunya melihat ia dari jendela rumah ketika ia memasuki pekarangan rumah, ibunya berlari keluar sambil berkata dengan nada terkejut, “Gunawan, apakah kamu lupa membeli barang-barang yang mama pesan pada kamu?” Gunawan balik bertanya dengan nada yang lebih terkejut, ”Loh, mama kan bilang bahwa saya harus pulang segera setelah sekolah selesai?” Mamanya sambil menaruh ke dua tanganya di kepalanya sendiri ia berkata dengan nada lemas, “Oh Gunawan, yang mama maksud adalah selesai sekolah kamu harus langsung belanja ke supermarket dan pulang, sebab mama perlu semua barang tersebut untuk bikin makanan dan kue untuk pamanmu. Kamu lupa hal penting mengapa mama suruh kamu pulang segera selesai sekolah!” Kita sering lupa apa sesungguhnya Allah menghadirkan kita ke dalam dunia ini, bukan?

I. PENDAHULUAN

1. Firman TUHAN melihat kehidupan manusia di bumi. Alkitab memuat banyak sekali cerita tentang kehidupan negara dan rakyatnya. Berikut ini beberapa contoh dari Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan King James Version (KJV). Kata ”raja” ada terdapat di 2417 ayat (king: 1917); “gubernur:” 348 ayat (governor: 58; ruler: 84); ”rakyat:” 348 ayat (the people: 1755), dan “hakim” ada 92 ayat (judge: 170). Perbedaan jumlah ayat hanyalah masalah terjemahan. Dan doa yang Isa al-Masih ajarkan kepada para rasul-Nya adalah: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:9-10). Ajaran Gereja yang memisahkan antara dunia ”sekuler” dengan ”rohani,” yang beraplikasi ”jangan terlibat pada politik” dan ekstrimnya ”jangan memberi suara pada Pemilu” karenanya perlu direvisi kembali.

“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia,” Isa al-Masih berkata kepada murid-murid-Nya (Yohanes 9:5), dan pada Kotbat-Nya yang terkenal Isa berkata kepada semua orang yang mengikuti-Nya, “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:14,16). Pemerintahan Sipil adalah sebuah institusi resmi-Nya di bumi untuk memancarkan terang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sama seperti panggilan bagi Gereja-Nya di dalam kehidupan sesama orang beriman. Selama masih ada planet matahari, Pemerintahan Sipil, sebagaimana dengan Gereja, adalah institusi resmi Kerajaan Sorga yang tidak boleh diabaikan, keduanya saling membutuhkan. Sedemikian pentingnya Pemerintahan politik di mata YAHWEH sehingga Ia berbicara secara langsung di tahun 1975 kepada tiga pemimpin rohani kaliber Internasional hanya dalam selang waktu satu minggu; Francis Schaeffer, Loren Cunningham dan Bill Bright; dikenal sebagai ”7 Gunung Pengaruh.” Dunia Pemerintahan adalah satu dari tujuh gunung yang mempengaruhi budaya manusia yang harus dikembalikan pada misi dan visi Allah YAHWEH

2. Arti kata.

  • Pemerintah Sipil (Civil Government) adalah sebuah pemerintahan negara yang dipimpin oleh Orang Sipil atau Masyarakat, bukan oleh badan Keagamaan dan bukan juga oleh badan Militer, sekalipun penguasa adalah seorang yang kuat di dalam agamanya maupun didikan militernya.
  • Pandangan Yudeo-Kristen adalah pandangan (world view) atau konsep berpikir (ideology) yang didasari dari tulisan-tulisan keimanan dan moral “Yudeo-Kristianity,” yaitu Kitab Suci Alkitab, baik Perjanjian Lama (Yudaisme) dan Perjanjian Baru (kelanjutan ajaran Yudaisme, sederhananya dikenal sebagai Kristianiti). Tepatnya seorang disebut sebagai “Orang Kristen” secara alkitabiah, ia adalah Pengikut ajaran Kristus yang bersumber dari tulisan Kitab Para Nabi (Perjanjian Lama) dan Kitab Para Rasul (Perjanjian Baru). Isa al-Masih berkata bahwa Gereja-Nya didirikan pada fondasi ajaran Kitab para Nabi dan para Rasul; keduanya adalah satu-kesatuan. Maka pengikut Isa disebut “Orang Yudeo-Kristen” atau mudahnya ”orang Kristen”.[i]

II. Keterkaitan Allah TUHAN dengan Pemerintah Sipil dan Kerajaan

Alkitab menunjukkan dengan jelas sekali, bahwa TUHAN semesta alam bukan hanya sekedar memiliki pengaruh atas Pemerintahan politik di dunia, lebih dari itu Dia terlibat aktif dalam keputusan para penguasa negara di bumi dengan berbagai cara. Para raja dan presiden adalah duta-duta besar-Nya di bumi ini.

  •  TUHAN menetapkan penguasa negara dan menjatuhkannya. Nabi Daniel berkata kepada raja Babilonia Nebukadnezar: ”tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku … dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”  (Daniel 4:25)
  • TUHAN menolpang. Ia tidak hanya menetapkan mereka, lebih lagi memberi kekuatan dan otoritas (tanduk kekuatan). ”TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya.”  (1 Samuel 2:10b).

1. Sistim Pemerintahan negara. Itu terbagi dalam dua kelompok besar: kerajaan / monarki (otoritas mengalir dari atas ke bawah) dan pemerintahan sipil, disebut juga ”republik” (otoritas dari bawah ke atas).

a. Sistim Kerajaan. Raja tidak dipilih, otoritasnya di dapat secara otomatis dari raja sebelumnya. Alkitab menceritakan dengan jelas bahwa Allah TUHAN tidak menyukai sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Ketika umat-Nya berkata kepada nabi Samuel, “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami.” Allah menjawab keluhan Samuel, “… bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. (1 Sam. 8:7)

Allah yang tahu siapa manusia adanya, melihat sistim kerajaan secara alami tidaklah baik bagi rakyat, cenderung merugikan rakyat daripada menguntungkan. Ia tidak ingin umat-Nya menderita seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka. Allah TUHAN memberikan daftar panjang harga yang mereka harus bayar kepada raja: mengambil anak laki-laki dan perempuan mereka untuk melayani raja dan bahkan sebagian dari hasil ladang dan ternak, di atas itu semua Dia berkata, ”dan kamu sendiri akan menjadi budaknya,” Ia melanjutkan, ”Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.” Baca 1 Sam. 8:11-18. Alkitab dan sejarah dunia mencatat banyak raja-raja yang dipakai secara luar biasa oleh Allah, tetapi sistim kerajaan / monarki bukanlah sistim pemerintahan yang TUHAN inginkan bagi umat-Nya.

b. Sistim Pemerintahan Sipil. Ialah sistim pemerintahan negara yang terinpirasi dari Allah TUHAN sendiri. Para pemimpinnya, dipanggil sebagai Presiden, para Hakim, para anggota MPR dan DPR sampai Gubernur kota, dipilih oleh kehendak rakyat, dan otoritasnya dari rakyat. Ketika bangsa Israel telah menjadi begitu besar jumlahnya, nabi Musa berkata kepada mereka: ”Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? (Ul. 1:9-12)

2. Demokrasi – Pemilu. Kalimat nabi Musa berikutnya adalah penting, suatu prinsip pemerintahan yang diterapkan oleh semua negara-negara maju dan berkembang di seluruh dunia saat ini.

Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Kel. 1:13). Ambilah bagimu (ILT). Terjemahan Bahasa Inggris: Take you (KJV); Take to yourself (LXX); Give to yourselves (SLT); terjemahan lainnya Choose dan Appoint for yourselves Dengan kata lain nabi Musa berkata kepada mereka: “Pilihlah bagimu sendiri.” Jika ada seorang pemimpin yang pernah berkomunikasi langsung dengan Allah, di luar Putra Tunggal-Nya, Isa al-Masih, ia adalah nabi Musa. Landa Cope melukiskan ayat-ayat ini begitu tepat dan indah: ”Ketika ia membentuk pemerintahan di Israel, bagaimana Allah menyatakan kepada dia untuk melakukan itu? Dia menyuruh kepada Musa untuk berkata, Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. Cope menambahkan, ”Hal yang pertama-tama sekali Allah lakukan melalui Musa ketika membangung pemerintahan adalah memberi rakyat hak dan otoritas  untuk memilih. Allah yang luar biasa menakjubkan! Dalam seluruh pengetahuan-Nya dan hikmat yang tidak terbatas Allah tidak memaksakan kehendak-Nya.”[ii]

Kita orang metropolitan umumnya berpikir, ”orang desa tidak tahu apa-apa!,” tetapi Allah TUHAN tidak sependapat dengan kita. Sistim ”Pemilu” pertama terjadi hanya kurang dari 3 bulan setelah bangsa Israel keluar dari 400 tahun perbudakan di tanah Mesir. Terjadi pada 1446 BC; lebih dari 3460 tahun yang lalu! Dan ketika Eropa berada di dalam lubang abad-abad kegelapannya, John Calvin[iii] di awal abad 16 AD kembali membawa kepermukaan sistim Pemerintahan Sipil yang Allah berikan kepada Musa. Dari bulan Maret 1555 sampai Juli 1556, Calvin telah menyampaikan dua ratus kotbah terambil dari kitab Ulangan.[iv]

Sistim Pemilu yang ada dalam sistim Demokrasi di negara-negara maju adalah produk asli Yudeo-Kristianiti.

III. Penerapan kuasa Pemerintah yang terpilih dan konsekuensinya

1. Di bawah ini tiga hal penting bagaimana seorang penguasa negara seharusnya memerintah rakyatnya

a. Sikap jiwa yang melayani. Karena pemerintah dipilih oleh rakyat, maka seharusnyalah kuasa yang mereka miliki dipakai untuk kepentingan rakyat. Ketika terjadi pertengkaran mulut di antara para rasul: ”Siapakah yang terbesar?” Isa berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.  (Lukas 22:25-26) dan Isa memberi teladan, ayat 27: “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”

b. Adil tanpa pandang bulu. Hakim-hakim yang terpilih haruslah memberi keputusan yang adil baik pada perkara antar mereka atau dengan orang asing yang tinggal pada mereka. Tidak pandang bulu. Perkara orang besar dan kecil harus diperhatikan. “Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah” (Ul 1:16-17). Para Hakim negara seharunyalah tidak takut dan tidak dipengaruhi oleh pihak luar. Mereka harus lebih takut kepada Hakim segala hakim.

c. Mengeluarkan aturan hukum bagi rakyat. Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Allah menganggap perkataan mereka adalah hukum negara, tetapi Firman-Nya mengajar lain. Segera setelah para Hakim dipilih oleh rakyat (Kel. 18/ Ul. 1), Undang-undang Tertulis pertama keluar, prosesnya tertulis pada Kel. 19:1-17. TUHAN bicara ke Musa, lalu Musa ke para Hakim, Hakim kepada bangsa Israel. Bangsa setuju untuk melakukannya, dan Musa meneruskannya kepada TUHAN (19:8). Lalu TUHAN mengadakan pertemuan besar dengan seluruh bangsa, dimana Dia bicara kepada Musa, kehadiran-Nya nampak pada suara halilintar dalam kabut hitam di puncak Gunung Sinai (Median). Baca dari ayat 17 sampai 25. Undang-undang Tertulis dikenal sebagai ”10 Perintah TUHAN” tertulis oleh jari-jari-Nya sendiri pada dua buah lempang batu.

2. Kesalahan pemimpin negara dan harga yang harus dibayar

”Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”  (Luk. 12:48b)

Itulah aturan main yang Allah berikan kepada setiap orang kepadanya Ia telah percayakan. Saya membaca suatu artikel, dimana kepala polisi dari divisi obat terlarang di kota Helsinki mendapat hukuman 20 tahun penjara hanya karena membantu penyelundup Narkoba. Hakim berkata sebab ia telah merusak kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Alkitab juga menulis hukuman bagi para pemimpin bangsa.

a. Raja Daud.  Ia berzinah dengan isteri tentaranya secara sembunyi, lalu menjadikan wanita itu istrinya setelah suaminya mati oleh pedang musuh – terencana. Baca 2 Samuel 11. ”Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (11:27). Hukumannya, lihat 2 Sam. 12

  • Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya
  • Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
  • Putra yang dilahirkan dari hubungan gelap itu akan mati

b. Raja Salomo, ia adalah putra raja Daud. Membiarkan para istrinya menjadikan dia penyembah berhala-berhala istrinya, berakibat bangsa Israel juga menyembah berhala. (1 Raja-raja 11:4-8). Hukumannya,

  • Kerajaan Israel terpecah menjadi dua. 10 suku keluar dari kepemimpinan keturunan Daud. Baca 1 Rj. 11:9-13.
  • Allah membangkitkan banyak musuh bagi Salomo; Hadad (suku Edom), Rezon (suku Aram) dan Yerobeam (Israel dari suku Efraim). (ayat 14-33.) Dialah (Rezon) yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo; ia mendatangkan malapetaka sama seperti Hadad (11:25). Mungkin saat ini kita sebut “serangan-serangan teroris.”

c. Raja-raja berikutnya tidak bertobat. Allah YAHWEH memakai raja Babilonia menghukum kedua Kerajaan Israel (Yehuda dan Samaria) dan memuntahkan penduduknya keluar ke pembuangan di Irak.

3. Karakter Pemimpin negara

Semua tragedi ini terjadi oleh karena bangsa Israel melupakan nasehat Allah YAHWEH melalui nabi Musa saat memilih pemimpin mereka. Kita baca ulang ayat di atas: ”Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Ul. 1:13). Ayat ini berkaitan dengan nasehat mertua Musa kepada dirinya, sebelum ia menyuruh bangsa Israel memilih wakil-wakil mereka. Mertua Musa berkata, ”Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.  (Kel 18:21)

Firman TUHAN, mengajar bahwa rakyat bukan hanya di dorong aktif memberi suara saat Pemilu, tetapi lebih lagi aktif di dalam mencari dan meminta kepada Allah untuk mendapatkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki,

  1. pertama-tama: hati yang baik (bijaksana, berakal budi, takut akan Allah),
  2. kedua: bermoral tinggi (jujur dan benci suap)
  3. ketiga: mampu bekerja (cakap, berpengalaman)

Untuk pemimpin bangsa. Anda adalah hamba TUHAN (dalam bidang politik) sama seperti Nabi, Rasul, Pendeta, Penginjil, Pengajar Alkitab (dalam bidang kerohanian). Isa al-Masih memperingatkan untuk Anda melakukan jabatan yang diberikan oleh-Nya dengan tekun dan benar: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.  (Luk. 12:35-37) Lalu Isa menutup peringatan ini dengan Kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim di Hari Kiamat: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”  (Luk. 12:40)

Catatan kaki:

  1. [i] Prinsip-prinsip utama Yudeo-Kristianiti bisa dibaca disini: Principles of Judeochristianity by C. Gourgey
  2. [ii] Landa Cope, An Introduction To The OLD TESTAMENT TEMPLATE, (YWAM Publishing, 2011), hal. 63-64
  3. [iii] John Calvin (10 Juli 1509 –  27 Mei 1664). Terdidik sebagai seorang ahli hukum. Sekitar 1530, ia meninggalkan Gereja Roma Katolik setelah Pemerintah Perancis yang berada dibawah kendali Vatikan  melakukan penganiayaan besar atas orang-orang Kristen Protestan. Ia melarikan diri ke Swiss dimana ia mendalami Bahasa Yunani dan Latin. Ia dikenal sebagai salah satu bapa Reformasi Gereja, dan karyanya yang berharga adalah konsep-konsep aturan main antara kuasa pemimpin Gereja dengan kuasa Pemerintahan Sipil.
  4. [iv] Currid, John D. Calvin and the Biblical Languages, UK: Christian Focus Publications,2006), diambil dari Wikipedia: John Calvin

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

Advertisements

Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: