Hati Nurani Yang Baik dan Murni

8 10 2017

4093-24472“Marilah kita mendekat dengan hati yang tulus, dalam jaminan penuh iman yang penuh, setelah hati kita dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita dibasuh dengan air yang murni” (Ibrani 10:22, KJV)

Setelah Pendalaman Alkitab ini anda diharapkan sudah bisa mengerti:

  • Apa itu ”hati nurani” baik secara Firman Allah maupun ilmu pengetahuan
  • Mengerti betapa pentingnya orang memiliki hati nurani yang baik dan murni
  • Bisa menyebutkan di luar kepala setiap aspek yang melibatkan hati nurani
  • Tahu bagaimana caranya mendapatkan hati nurani yang baik dan murni
  • Bisa menyebutkan kedelapan sikap yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal untuk memiliki hati nurani yang baik dan murni
  • Dua langkah menghidupkan hati nurani yang mati (bertobat & menerima korban Darah Isa di salib di Golgota)
  • Mampu menerapkan secara praktis menghidupkan dan merawat hati nurani yang baik dan murni
  • Kuasa dari memiliki hati nurani yang baik dan murni

Enam butir pertama dibahas pada bagian pertama PA4Muslim dan sisanya terahir di bahas pada bagian kedua “Mendapatkan dan memelihara Hati Nurani yang baik dan murni”

Bagian Pertama: “Arti Hati Nurani Yang Baik Dan Murni Dan Cara Mendapatkannya”

Illustrasi: Tiga binatang piaraan bertemu dan membicarakan sikap para tuan mereka. ”Saya sama sekali bingung dengan sikap tuan saya,” kuda berkata kepada anjing dan domba mengawali pertemuan tersebut. ”Mengapa?” jawab kedua rekannya tertarik untuk mendengar. ”Kemarin sambil mununggangi diriku ia menabrak drum susu sapi tetangganya yang setiap pagi diletakkan di depan pagar tetangganya oleh pengantar susu. Dengan suara penyesalan ia berkata kepada tetangganya itu, ’o maaf saya tidak melihat drum susu tersebut’, segera setelah meninggalkan tempat itu ia berkata kepada dirinya sendiri, ’rasain kamu, hari ini kamu tidak punya susu untuk diminum!’” Lalu anjing berkata, ”saya juga bingung dengan tuan saya, di rumah ia galak dan sering mukul istrinya, namun ketika bertemu nona Cantik diseberang sana, ia begitu murah senyum dan kata-katanya seperti malaikat dari Sorga.” Domba berkomentar, ”Ya manusia memang mahluk yang aneh, tidak seperti kita para binatang yang hanya punya insting; kamu tahukan setiap tahun bulu saya digunting, suatu kali ini guntingnya menusuk daging hingga darah keluar. Sampai saat ini setiap kali ia mendekati saya ia selalu berkata ’Maafkan kecerobohan saya’ sambil mengelus-elus muka dan bekas luka tersebut.”

I. Pendahuluan. Memiliki hati nurani yang bagus dan bersih adalah sangat penting setelah seseorang masuk iman. Iman sebesar apapun tanpa hati nurani yang bagus dan bersih akan membuat orang percaya tersebut gagal mencapai tujuan sorgawi – sebab imannya lambat atau cepat akan kandas, sebagaimana Rasul Paulus menasehati anak rohaninya pemuda Timotius: “; having faith and a good conscience, which some having rejected, concerning the faith have suffered shipwreck,” (EMTV) (milikilah iman, dan hati nurani yang baik, yang beberapa (orang) telah menolaknya, telah menderita kehancuran kapal sehubungan dengan iman)

Paulus hidup di jaman kejayaan Kerajaan Romawi, dimana kapal layar adalah kendaraan angkutan terhebat baik dalam dunia perang maupun perdagagan di Laut Mediterian, kapal lautlah yang membuat Kerajaan Romawi bisa menguasai seluruh negara-negara di tepi Laut Mediterenian. Istilah ”saffered shipwreck” (1 Tim. 1:19) adalah penderitaan akibat kecelakaan dimana sebuah kapal laut hancur atau tenggelam di laut atau tercampak hancur di pantai akibat menabrak batu karang atau pukulan gelombang laut atau badai. Singkat kata itu berarti kehilangan kapal dan isinya bahkan sering kali jiwa para penumpangnya.

II. Difinis / arti dari kata ”hati nurani” atau ”conscience.” Ada baiknya kita mengerti perbedaan pemikiran orang Ibrani dengan pemikiran Yunani. Kata ”hati nurani” ada terdapat di 8 kitab Perjanjian baru pada 29 ayat (KJV) ditulis oleh rasul Yohanes, rasul Petrus dan rasul Paulus serta penulis kitab Ibrani. Kitab-kitab Perjanjian Lama memakai kata ”hati” 833 kali dari 765 ayat (KJV) contoh: Kejadian 6:5, Kej. 17:17, Mazmur 12:2 dan Amsal 28:26. Orang Yunani kuno tidak mengenal kata ”hati,” hanya sejauh ”jiwa;” demikian juga dengan ”dosa” dan ”kehidupan dan kematian kekal” *

Hati nurani berasal dari kata Yunani suneidesis yang berasal dari gabungan dua kata suneido (menelanjangi/memindahkan) dan hades (tidak terlihat/kematian), diartikan sebagai ”melihat secara utuh” atau ”mengerti sepenuhnya” atau ”menjadi sadar” atau ”ada sadarkan diri” (Strong Greek Bible Dictionary)

Conscience berasal dari dua kata con (lawan/oposisi) dan science (ilmu pengetahuan), diartikan sebagai “diluar alam pemikiran.”

  • the part of the mind that makes you aware of your actions as being either morally right or wrong (Meriam Webster)
  • a person’s moral sence of right and wrong, viewed as acting as a guiede to one’s behavior (Oxford)
  • motivation deriving logically from ethical or moral principles that govern a person’s thoughts and actions (WordWeb)

Dunia sekuler mengartikan hati nurani sebagai bagian dari pikiran kita atau indra moral kita – berfungsi sebagai sumber motivasi – yang menyadarkan tindakan kita entah itu benar secara moral atau salah.

Anda pernah membaca kisah seorang wanita yang tertangkap basah berzinah di giring oleh para orang beragama ke hadapan Isa al-Masih untuk menguji Isa? Lihat Injil Yohanes 8:1-12. Yohanes mencatat “karena ditempelak oleh hati nuraninya, mereka pergi satu per satu, mulai dari yang paling tua sampai yang terakhir” (9). Injil menunjukkan kepada kita bahwa “semakin seorang bertambah umur, hati nuraninya sadar bahwa kadar dosa semakin banyak yang berarti juga tuduhan semakin berat.”

III. Hati nurani yang baik dan murni adalah hati nurani yang sehat. Rasul Paulus bersaksi di persidangan bagaimana ia telah hidup:

“Hai para pria, saudara-saudara (brothers), aku telah hidup dengan segenap hati nurani yang baik di hadapan Allah sampai hari ini (Kisah para Rasul 23:1) – pada sidang Sanhedrin di Yerusalem, beranggota 70 hakim

Aku menaru pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, … Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.  (Kis. 24:10,16) – persidangan lanjutan, di hadapan Gubernur Romawi Felix di Kaisarea, Israel, dihadiri Imam Besar dan tua-tua Israel

Dalam bahasa aslinya adalah ap/ros/kop/os (Yunani) yakni avoid of offence (KJV) / unhurt (SLT) yakni: tidak memimpin kedalam dosa terhadap Allah dan manusia

Alkitab versi Inggris:  “a clear conscience / pure _ / blamless _ toward God and men / dalam terjemahan KS-ILT “hati nurani yang tidak tercela”.

Mungkin anda bertanya: Jika memang hati nurani rasul Paulus tidak memimpin kedalam dosa baik terhadap Allah dan manusia, mengapa ia diadili oleh para pemuka agama Yahudi?” Anda akan mendapat jawabannya segera! Dibawah ini!

Hati nurani yang baik melibatkan 5 aspek kehidupan manusia

  • setiap motivasi; lihat Yeremiah 17:9-10
  • setiap pikiran; lihat 2 Korintus 10:5
  • setiap sikap; Amsal 6:13-14
  • setiap perkataan; lihat Injil Matius 12:36
  • setiap perbuatan; 2 Korintus 5:10

Dua pertama tidak terlihat oleh mata manusia, namun Tuhan tahu persis setiap motivasi dan pikiran kita. Firman Tuhan berkata ”Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.  (Yakobus 4:17); ini disebut Dosa karena tidak berbuat / dosa pasif.

IV. Apa-apa yang anda tidak bisa berbuat berkaitan dengan hati nurani yang baik dan murni:

  1. Apapun perbuatan yang kita bisa lakukan terhadap Allah tidaklah dapat menghasilkan hati nurani yang murni. Ritual keagamaan tidak bisa memperdamaikan kita dengan Allah yang Mahasuci. “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa” (Ibrani 10:4)
  2. Sebaik apapun kita, karena dosa turunan, kita tidak bisa mencapai kualitas hati nurani yang murni yang dituntut oleh Tuhan. ”Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak (Mazmur 14:3)

Ikatan dosa inilah yang melahirkan “tidak adanya keadilan, bahkan di ruang pengadilan sekalipun” dimana pun di dunia sekuler juga dalam pengadilan agama seperti rasul Paulus alami di atas.  Manusia duniawi kita, pada satu sisi,  secara otomatis ingin membuat keseimbangan antara kesalahan dengan tuduhan untuk menampilkan kesan ”saya orang baik!” dengan jalan melempar kesalahannya sendiri dan mencari kambing hitam. Pada sisi lainnya, dosa membuat kita egois; kita sering kali memakai standard ukuran kebenaran diri sendiri yang dasarnya adalah keuntungan dan keselamatan diri sendiri atau kelompok sendiri.

V. 8 sikap persyaratan untuk dapat menerima dan menghidupkan Hati nurani yang baik dan murni. 8 sikap ini terdapat pada kotbah publik di awal pelayanan Isa al-Masih dikenal sebagai ”Kotbah di Bukit” tertulis di Injil Matius pasal 5

  1. Miskin di hadapan Allah / Miskin rohani. Arti literalnya ”seorang yang bangkrut, tidak punya simpanan atau harta apapun lagi, ia perlu mencari pertolongan Tuhan untuk kebutuhan sehari-harinya.” ”Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (give us this day our daily bread)” Isa al-Masih mengajar berdoa kepada murid-muridNya)
  2. Berduka yang sungguh. Roh Kudus tidak bisa bekerja di hati yang keras, penyesalan yang sungguh menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan.
  3. Lembut hati. Ini hanya datang dari kerelaan kita menyerahkan hak-hak kita kepada Tuhan
  4. Lapar dan haus akan kebenaran. ”Hatiku mengikuti firman-Mu: ’Carilah wajah-Ku’; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN” (Maz. 105:4), ini didapat dari doa dan perenungan Firman-Nya.
  5. Murah hati / Merciful. Arti kata murah hati adalah ”tidak menerima hukuman yang seharusnya kita terima.” Untuk bisa menerima kemurahan hati Tuhan, kita dituntut juga untuk mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
  6. Suci di dalam hatinya / pure in heart – karena mereka akan melihat Allah. Saat kita mampu melihat Allah (mengerti kehendak dan hati-Nya) maka kita akan tahu standard kesucian, kebenaran dan kemurah serta keadilan sorgawi
  7. Menjadi pendamai. Ia haruslah orang yang tidak berpihak. Anda ingat konflik panjang antara pemerintah Indonesia dengan GAM (Aceh Merdeka)? Finlandia yang walaupun penduduknya tidak lebih dari 5 juta bisa mendamaikan “Negara berpenduduk Muslim terbesar sedunia”
  8. Bersedia menderita karena kebenaran. Teraniaya karena kebenaran berarti anda hidup dan bertindak sesuai Firman-Nya. Isa al-Masih adalah Firman Allah (Yoh 1) dan juga kebenaran itu sendiri (Yoh. 14:6), bersedia teraniaya karena Isa berarti anda lebih dari sekedar pelaku, yaitu “serupa al-Masih” seperti para rasul-Nya.

Dua butir pertama dari “Kotbah Dibukit” Isa memberi kita tip jalan keluar dari kehausan kita akan hati nurani yang sehat. Tip itu adalah anda harus mengakui perlunya dosa anda ditebus oleh Darah Isa yang kudus yang Dia telah curahkan di kayu salib di Bukit Golgota (bahasa Ibrani untuk Bukit Tengkorak), sebab kata “murni” berhubungan erat dengan kata murni secara moral (chaste)” yang memiliki arti “untuk ada dibersihkan atau dimurnikan dengan jalan dibakar seperti mendapatkan perak atau emas murni.”

Jika anda belum pernah mengakui dosa anda dan menerima anugerah keselamat kekal yang Allah janjikan melalui Putra-Nya, Isa al-Masih, maka akuilah hari ini juga, mintalah Allah membasuh dosa anda dengan Darah Anak Domba Allah. Dan mintalah Roh Kudus-Nya masuk ke dalam hidup anda, sehingga anda berhak memiliki hak menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.


*) Kata “dosa” dalam bahasa Ibrani adalah chatta’ah (pelanggaran/ offence) dalam hal ini pelanggaran terhadap Tuhan, namun dalam bahasa Yunani adalah hamartia (salah target/ missing the mark) dalam arti ”tidak mencapai target yang benar.” Tuhan tidak mengenal dosa kecil atau dosa besar – dosa adalah dosa; sebaliknya dalam perlombaan Olympiade, jika panah tidak mencapai pusat sasaran, setidaknya anda masih dapat nilai 9 atau terburuk 1 (garis terluar dari sasaran panah).

Demikian juga dengan kehidupan dan kematian kekal; orang Yahudi yang berpegang pada Taurat seperti sekte Farisi, percaya adanya kebangkitan orang mati, namun orang Yahudi yang berpegang pada filosofi Yunani seperti sekte Saduki tidak percaya kebangkitan.

Sebab itu sangatlah penting memakai pemikiran orang Ibrani di dalam mempelari hal-hal yang bersifat rohani

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

 

Advertisements

Actions

Information

Silahkan berkomentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: