Bg.2. Tujuan Torah/ Torat/ Taurat/ Tawrat TUHAN yang ditulis nabi Musa

23 08 2012

Jika saudara belum belajar bagian 1 dari seri Taurat ini, berhentilah membaca sebentar, pelajarilah dahulu bagian pertama dari seri Taurat ini.

Bagian 1. APAKAH SESUNGGUHNYA TORAH/ TORAT / TAURAT / TAWRAT NABI MUSA?

Berapa pentingnyakah mengerti tujuan dari  dan melakukan Taurat TUHAN? Sangat penting sekali. Raja Salomo yang sangat berhikmat menasehati betapa pentingnya menjaga lidah kita sebab hidup dan matinya tubuh kita dikuasai oleh lidah (Amsal 18:21),  maka mengerti tujuan dan melakukan Taurat TUHAN lebih penting dari menguasai lidah, sebab oleh firman TUHANlah kita akan diadili. Hidup kekal di sorga atau hidup kekal di neraka (disebut ”kematian yang kedua”) ditentukan bagaimana kita telah meresponi firman TUHAN tersebut. Ada empat tujuan utama TUHAN memberikan taurat ini kepada nabi Musa.

Tujuan diturunkannya Torah/  Torat/ Taurat/ Tawrat

 I. Untuk Membongkar Dosa Manusia
Taurat diberikan untuk memberi pengertian kepada setiap manusia apa itu dosa dan menyadarkan manusia akan kondisi hidupnya yang berdosa.

1. Taurat diberikan untuk setiap manusia sebagai standard moral. Banyak orang Kristen berpikir bahwa Taurat hanya untuk orang Yahudi (Israel), sejarah Gereja menulis bahwa doktrin (pemikiran teologia) ini bersumber dari Eropa, dari pemikiran politik yang kemudian menjadi doktrin Gereja tersebut terjadi sejak abad-abad pertama ke Kristenan dijadikan negara agama oleh Kerajaan Romawi. Alkitab berkata sadar atau tidak sadar setiap orang tahu di dalam hatinya akan Taurat TUHAN, kesadaran seorang bahwa ia orang berdosa sekalipun belum pernah diberitakan atau membaca Alkitab, menunjukkan Taurat sudah ada -sekalipun tidak lengkap- di dalam nurani orang tersebut (Roma 4:15), dan juga tertulis: ”bangsa-bangsa (_ lain; ITB/ orang kafir; ITL/ Gentiles; English) yang tidak memiliki torat dapat melakukan torat secara alamiah … adalah torat bagi diri mereka sendiri.” di Hari Penghakiman akan diadili oleh Isa al-Masih sesuai dengan apa yang telah ada di dalam batin mereka. (Roma 2:14-16; ILT).

2. Taurat menyatakan kepada manusia apa sesungguhnya dosa. Dosa adalah pelanggaran akan firman TUHAN. Firman TUHAN ini dapat berbentuk instruksi, pengajaran, perintah, ketetapan, aturan, hukum. Seorang primitif tidak tahu apa itu dosa membunuh atau dosa menyembah berhala kalau Taurat tidak mengatakan kepadanya: ”Jangan membunuh!” dan ”Jangan menyembah ilah lain selain TUHAN!”

Rasul Paulus, seorang ahli Taurat, menggambarkan fungsi Taurat sebagai pengungkap dosa dengan baik sekali: Oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. … Oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Terjemahan lainnya:

  • ”… aku tidak mengenal dosa, kecuali melalui torat; … tidak mengetahui keinginan, kecuali torat mengatakannya, “Jangan mengingini!” … supaya dosa itu dinyatakan dosa …. supaya dosa dapat menjadi kelimpahan kedosaannya melalui perintah itu (Roma 7:7; ILT).
  • “… I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet. … sin, that it might appear sin, …; that sin by the commandment might become exceeding sinful. (Roma 7:7,13; AKJV)

Rasul Yakobus menggambarkan tujuan Taurat ini sebagai cermin, untuk mengetahui kondisi muka dan tubuh rohani kita (Yakobus 1:23).

Rasul Yohanes mendifinisikan dosa sebagai melanggar hukum Allah: Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Terjemahan lain:Whosoever committeth sin transgresseth also the law: for sin is the transgression of the law. (AKJV) (1 Yoh. 3:4).

3. Taurat menyatakan bahwa semua manusia telah jatuh kedalam dosa.
Dari point I butir 1 dan 2, kita sekarang tahu bahwa kita tergolong orang berdosa. Daftar dosa ini bisa dibaca pada Roma 3:10-18, merefer dari Mazmur 14:1-3.
Dengan diturunkannya Taurat, maka sekarang:
a. manusia menjadi tahu apa yang baik (membawa pembenaran) dan apa yang jahat (membawa penghakim; upah dosa adalah maut, ujung dari maut adalah hukuman kekal). Baca 6:23;
b. manusia sadar bahwa ia manusia berdosa- sedikitnya pernah melanggar satu dari 10 perintah TUHAN
c . manusia disadarkan oleh nuraninya untuk berbuat baik, demi menghindari hukuman kekal- inilah sebabnya mengapa lahir banyak agama, yakni untuk memperbaiki posisi manusia demi mencari pembenaran dari Penciptanya.

II. Untuk menyatakan ketidak mampuan  manusia menyelamatkan dirinya sendiri
”Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia (yakni dosa) membunuh aku. (Roma 7:9-11).

Di dalam agama Islam, kita mengenal ”hukum Sharia” / “hukum Islam” yang berasal dari sebagian ”hukum” Taurat Musa dan ditambah dengan ajaran nabi Muhammad.
Bukti menunjukkan bahwa semakin orang serius ingin sempurna menjalankan seluruh hukum Taurat atau Sharia (bagi yang Muslim) ia semakin frustasi oleh kegagalan, yang berakibat menjadikan dirinya sendiri sebagai orang yang ”tidak dapat mengampuni orang lain” dan ”menjadi hakim atas orang lain.” Kedua sikap buruk ini adalah pantulan dari pergumulan batinnya yang frustasi tersebut. Tanpa ia sadari ia  telah berubah dari orang normal (sadar sebagai orang berdosa dan memiliki kelemahan) menjadi orang munafik. Bacalah Injil Matius 7:1-5 atau Lukas 6:39-42, lanjut ke ayat 43-45. Ayat 46 adalah klimak dari orang munafik beragama; dengan perumpamaan lain: orang negro asli jauh lebih tampan dari Michael Jackson yang telah dioperasi kecantikan puluhan kali.

Ketidak mampuan manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri juga terlihat pada ayat ini: Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Roma 3:19-20)

Perhatikan kalimat penting ini: Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat – Taurat diberikan bukan untuk membawa dunia kepada keselamatan, tetapi sebaliknya  Ayat ini juga membuktikan bahwa Taurat diberlakukan sebagai standard untuk semua bangsa/ setiap orang.

Kesombongan manusia yang berdosa ditundukkan oleh Taurat; di mata TUHAN, kebaikkan manusia hanya seperti rumput dan bunga di padang yang segera kering ketika Ia meghembuskan nafas-Nya (Yesaya 40:6, 8 dan Maz. 103:15-17).

Tragis sekali bukan, semakin kita berusaha ingin mencari pembenaran melalui hidup DI BAWAH Taurat TUHAN, semakin kita babak belur oleh perbuatan kita sendiri.
Standar-Nya terlalu suci dan tinggi untuk kita mampu mencapainya melalui kekuatan dan kebaikkan kita sendiri. Pada tujuan keempat dari Taurat, kita akan belajar bahwa pembenaran manusia dari dosanya hanya lah melalui anugerah TUHAN semata.

III. Untuk memelihara keberadaan bangsa dan negara Israel
Kitab Taurat banyak memuat kalimat seperti ini ”itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun,” ketetapan ini berlaku untuk merayakan hari-hari raya (Keluaran 12), cara beribadah (Kel. 27; Imamat 16, 23); cara hidup (Im. 3:17) dan bermasyarakat (Bilangan 35). Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. (Kel. 12:24)
Oleh sebab itu rasul Paulus berkata kepada orang Israel: Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. (Galatia 3:23)

Ketetapan dan Peraturan TUHAN ini menjaga bangsa Israel terpisah  dari bangsa-bangsa lainnya. Tidak ada satu suku bangsa di dunia yang tetap menjaga bahasa, budaya dan tata ibadah selama hampir 4000 tahun, kecuali bangsa Israel. Sekalipun mereka telah terusir dari tanah mereka dan terserak ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari 2500 tahun mereka tetap sama sampai hari ini. Kebenaran ini telah dinyatakan TUHAN kepada nabi Beleam, ketika ia diminta oleh raja Moab untuk mengutuki bangsa Israel: Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN? Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. (Bilangan 23:8-9).

TUHAN memiliki tujuan khusus mengapa Ia memilih Israel sebagai bangsa-Nya dan memeliharanya sampai hari ini. Ia memberikan Taurat-Nya yang sempurna  kepada Israel (Kel. 15:25b; Ulangan 4:40), serta memberkati dan melindungi Israel secara luar biasa, dan di lain pihak mendisiplinkan Israel dengan keras ketika mereka berontak kepada-Nya. Dunia memerlukan contoh yang kelihatan; dan TUHAN memilih Israel untuk bangsa-bangsa lain belajar dan mengenal sifat TUHAN. Paulus berbicara tentang masa lalu dimana sebagian orang Israel dibinasakan TUHAN di padang gurun oleh karena pemberontakan mereka: ”Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:11-12)

IV. Untuk memimpin orang kepada Isa al-Masih
Sekarang kita memasuki bagian terpenting dari tujuan  Allah menurunkan Taurat-Nya; Ini adalah, menurut Alkitab, tujuan TUHAN yang terutama mengapa Taurat diturunkan;
Taurat TUHAN yang datang melalui nabi Musa adalah bayangan dari firman TUHAN yang akan datang kemudian. Taurat TUHAN itu sempurna, seperti kita telah pelejari di atas, namun bayangan bukanlah wujud asli, wujud asli dari Taurat adalah Firman TUHAN yang telah datang menjelma menjadi manusia, dan hidup di antara munusia, Dialah Isa al-Masih, Yesus Kristus orang Kristen menyebut-Nya.

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yoh. 1:29) adalah gambaran jelas dari bayangan Domba Paskah di Keluaran 12.

Keselamatan kekal bukan melalui perbuatan baik orang, tetapi melalui anugerah TUHAN semata-mata yang bekerja melalui iman kita telah dinubuatkan oleh para nabi. Misalnya, Nabi Musa: seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:18-19). Rasul Petrus merefer ayat ini ketika ia berbicara tentang Isa al-masih (Kis. 3:22-26).

Perhatikan kalimat yang digaris bawahi, perubahan ”pertanggung jawaban manusia kepada TUHAN” terjadi pada saat Isa al-Masih datang; sebelumnya terhadap Taurat-Nya yang diberikan melalui nabi Musa, namun sekarang terhadap Taurat-Nya melalui mulut Isa al-Masih.

Paulus sebagai seorang ahli Taurat dan rasul dari Isa al-Masih melukiskan perubahan itu demikian: Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. (Galatians 3:23-24, ITB)

Kata Yunani yang diterjemahkan ”penuntun” (tutor/ shoolmaster) di sini adalah paidagogos yang berarti seorang pemimpin budak pria yang bertugas secara khusus memberi pelajaran-pelajaran dasar kepada anak-anak majikan mereka setiap hari untuk mempersiapkan mereka masuk sekolah dimana mereka akan mendapat pelajaran-pelajaran yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, setiap orang yang ingin masuk kedalam Kerajaan Sorga, ia harus belajar mengenal prinsip-prinsip dasar cara hidup di Kerajaan Sorga (ketetapan, perintah dan aturan TUHAN) dari Taurat Musa (tutor), lulus dari sini, ia akan dikirim masuk ke ”sekolah iman,” belajar ajaran dan perintah Isa al-Masih dari Roh Kudus (adviser).

Sebagaimana layaknya di dalam dunia pendidikan, bahwa ilmu-ilmu dasar tidak dibuang tetapi tetap dipakai sebagai standard di dalam penerapan-penerapan untuk  ilmu yang lebih tinggi, demikian juga di dalam kerohanian, Taurat tidak dihapuskan, sebaliknya tetap dipakai di dalam kehidupan orang beriman (1Yoh. 3:4) yang telah dibenarkan TUHAN atas dasar anugerah-Nya, dan bukan perbuatan kita. (Efesus 2:8-9).

Kesimpulan. Dari seluruh pendalaman Alkitab di sini, kita dapat simpulkan:
1. Taurat TUHAN (yang ditulis nabi) Musa itu sempurna dan tetap berlaku sebagai standard moral manusia, yang Allah akan pakai untuk menghakimi umat-Nya
2. Tidak ada satu orang-berdosa pun yang akan mampu melakukan seluruh Taurat (instruksi/ perintah/ ketetapan) TUHAN secara sempurna.
3. Semua orang yang mencari pembenaran TUHAN melalui usaha perbuatan baik diri sendiri agar bisa masuk Sorga, pasti akan gagal, bahkan akan mendapat hukuman dari Allah.
4. Taurat diberikan kepada manusia supaya manusia pada akhirnya datang beriman kepada Isa al-Masih, satu-satunya jalan yang telah disediakan TUHAN, untuk manusia dapat dibenarkan – ini adalah anugerah-Nya untuk setiap manusia.
5. Jika seorang tidak mau beriman (menerima ajaran  dan korban darah) Isa al-Masih = menolak anugerah penebusan dosa yang TUHAN telah sediakan, namun ia ingin masuk Sorga konsekuensinya ia harus melewati terowongan panjang Taurat TUHAN yang tertulis di kitab Musa. Hukuman yang mereka akan terima tentu lebih berat dari mereka yang sama sekali belum pernah mendengar berita Injil-Nya.

Bacaan tambahan yang dianjurkan:

CHAPTER 6 Lawlessness

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 

Advertisements




APAKAH SESUNGGUHNYA TORAH / TORAT / TAURAT / TAWRAT NABI MUSA?

12 08 2012

Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. (Roma 2:13)

Illustrasi: Dimana letak Bali? Pada sebuah kamar hostel di Kiev, Ukrainia, 4 turis muda dari negara berbeda terlibat  dalam percakapan ringan, menceritakan pengalamanan masing-masing. Lalu mereka saling pendapat tentang pulau Bali.Sebut saja nama mereka A, B, C dan D.
A: ”Bali, adalah tempat turis yang sungguh indah, ” A bercerita, ”pantai-pantainya baik untuk berjemur dan ombaknya bagus untuk surfing dan gunung-gunungnya indah.  Budaya lokalnya masih nampak dalam kehidupan sehari-hari dan …”
B tiba-tiba memotong, “Tunggu sebentar, saya pernah mendengar namanya, namun belum pernah ke Bali. Dapatkah kamu cerita dahulu dimana letak Bali?”
C: “B, kamu tahu Indonesia? …” C berusaha untuk menjawab, namun B langsung berkomentar,
B:  “Indonesia?, jika saya tidak salah itu adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, betul?”
C: ”Saya pikir begitu, nah Bali adalah ibukota dari Indonesia!,” C berkata dengan nada yakin.
D:  ”Bali adalah sebuah pulau di….” kalimat D terputus oleh A,
A: “Harap tenang, biarkanlah saya melanjutkan cerita saya. Bali bukanlah ibukota Indonesia, sebaliknya Indonesia adalah bagian dari negara Bali, ibukotanya adalah Denpasar. Memang benar ada banyak orang Muslim di Bali, tetapi orang Hindu adalah dominan, dimana-mana terdapat kuil.” D mengangkat tangannya,  tanda ingin bicara,
D: “Setahu saya, Indonesia adalah negara, seperti C katakan, namun Bali bukanlah ibukota dari Indonesia, tetapi Jakarta. Dua kali saya telah ke Bali dari Inggris melalui Australia bersama sepupu saya yang tinggal di Sydney. O men,  saya suka sekali  tempat tersebut, bukan saja alamnya indah, tetapi pulau Bali kaya dengan budayanya seperti kata A. malam hari Night Club penuh dengan turis, Australia beruntung memiliki pulau tersebut!”
B: Saya tidak tahu banyak tentang Asia, namun seingat saya Australia tidak pernah memiliki negara jajahan seperti Inggris dan Italia.

Bali, tidak diragukan telah menjadi tempat wisata internasional, namun masih banyak turis internasional belum tahu secara tepat hubungan Bali dengan Indonesia, satu dari sekian alasan ialah Bali memiliki lapangan terbang internasional, sehingga turis asing tidak perlu masuk via Jakarta. Fakta adalah pulau Bali bagian kecil dari negara Indonesia, yang memiliki title “negara kepulauan terbesar di dunia.”

Orang beragama umumnya juga telah mendengar kata “Torah/ Taurat nabi Musa.”  Ajaran Torah atau Taurat juga sering dikutip (langsung atau tidak langsung) oleh 4 agama monotheism (Yahudi Orthodox, Kisten, Katolik dan Islam), namun apakah Torah itu, dan apa tujuannya belumlah diketahui dengan benar oleh banyak orang. Pendalaman Alkitab ini akan menolong Anda mengerti tentang Torah dan tujuannya dan pada akhirnya Anda diharapkan tahu bagaimana menjalankan isi Torah dengan cara yang benar sesuai dengan tujuan Allah, Pemberi Torah tersebut.

Jika kita salah mengerti ”apakah Taurat Musa” ini, maka ”tujuan dan penerapan akan Taurat Musa” pastilah salah, tidak sesuai dengan tujuan asalnya. 

I. Beda penulisan dalam penterjemahan
Sebelum kita membahas apa itu Torah (dari bahasa aslinya, Ibrani) / Taurat (Indonesia) / Tawrat (Arab), perlu kita membahas secara singkat terjemahan Alkitab tentang kata Taurat ini, untuk penyeragaman pengertian. Terjemahan Inggris menuliskan itu sebagai “the law” (Hukum). Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) menulisnya “hukum Taurat,” kecuali jika di depannya ada kata benda, buku, maka ditulis “Taurat,” sama seperti kata aslinya, seperti pada 2 Raja-raja 22:8. Alkitab Indonesia Terjemahan Lama (ITL) menulisnya ”Taurat” dan ”Hukum.” Terjemahan Alkitab Indonesia lainnya, yang baru muncul, Kitab Suci Indonesia Literal Translation (ILT), menulisnya “Torat.”

Jadi bila Anda adalah pemakai Alkitab ITB, ingatlah bahwa kata “hukum Taurat” disini sesungguhnya adalah satu kata saja, yaitu ”Torah / Taurat / Law” pada ayat yang sama dalam terjemahan lainnya.
Semua ayat-ayat di sini memakai kata terjemah ITB, kecuali dituliskan yang lain.

II. Arti dari kata Taurat (Torah / Torat/ Tawrat )
Kata Taurat umumnya telah dimengerti sebagai firman (perkataan) TUHAN yang tertulis pada kelima kitab nabi Musa, yang dikenal sebagi kitab Pentateuch. Namun pengertian Taurat yang sesungguhnya lebih dari itu, Taurat bisa juga dipakai untuk merefer kepada kitab-kitab para nabi dan semua kitab di Perjanjian Baru, sebab semuanya adalah firman TUHAN. Isa al-Masih adalah keutuhan dari Taurat, sebab Ia adalah firman TUHAN, yang telah menjadi manusia, jauh telah ada sebelum Taurat diberikan kepada nabi Musa (Injil Yohanes 1:1,14).

1. Difinisi. Taurat (Torah) berasal dari akar kata ”menuntun” atau ”mengajar,” (Imamat 10:11). Oleh sebab itu arti yang tepat dari kata tersebut adalah ”pengajaran,” ”doktrin,” atau ”instruksi.”

Ini tepat sama apa yang Paulus katakan tentang manfaat kitab suci, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16).

[Mengartikan Taurat sebagai:] ”hukum (law)” yang telah diterima secara umum memberikan suatu gambaran yang salah,  [yakni menjadikan ”instruksi,” ”pengajaran” itu menjadi bentuk ”peraturan” yang cenderung kaku dan keras. Kata ”Hukum”  sangat mempersempit arti dari kata Taurat yang sesungguhnya]. Kata Ibrani untuk hukum adalah din.[1]

Ayat dari kitab Keluaran berikut ini memberikan arti lain dari kata Taurat, Dan berfirmanlah YAHWEH kepada Musa, ”Naiklah kepada-Ku ke atas gunung Elohim, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh-loh batu, dan torat [torah] dan perintah [mitzvah] (commandments, jamak di KJV) yang telah Aku tulis untuk mengajar mereka.” (Kel. 24:12; ILT).

Ayat di atas ini tidak diragukan dan tidaklah lain kecuali satu, yakni menunjuk kepada Sepuluh Perintah TUHAN (YAHWEH, dalam bahasa aslinya) yang tertulis di dalam dua loh batu. Jadi Taurat ini juga menggandung arti ”perintah.”

2. Sebutan ”Taurat (nabi) Musa.”  Istilah ”Taurat Musa” atau terkadang tertulis ”kitab Taurat Musa” sudah ada sejak jaman nabi Yosua, penerus langsung kepemimpinan nabi Musa, dan muncul di jaman raja Amazia anak Yoas (2 Raja-raja 14:6). Pada umumnya ketika seorang berkata tentang ”Taurat,” ia merefer perkataannya tersebut kepada kelima kitab nabi Musa, sekilas istilah tersebut memberikan gambaran bahwa nabi Musalah pembuat ”taurat” (pengajaran/ doktrin / intruksi), yang sesungguhnya bukan.

Tidaklah mengherankan banyak orang Kristen sendiri salah mengerti  apa sesungguhnya ”Taurat Musa” atau”Kitab Taurat Musa” ini. Kesalah mengertian ini tentunya semakin lebih besar lagi pada orang yang tidak pernah membaca secara langsung kelima kitab Musa tersebut. Jika kita salah mengerti ”apakah Taurat Musa” ini, maka ”tujuan dan penerapan akan Taurat Musa” pastilah salah, tidak sesuai dengan tujuan asalnya.

Pengertian yang benar  dari kata ”Taurat Musa/ kitab Taurat Musa” adalah ”Taurat TUHAN yang ditulis Musa” atau ”Taurat TUHAN yang tertulis di Kitab Musa.”   Perhatikan kalimat ini: ”seperti yang tertulis di dalam kitab torat Musa” (Yosua 8:31; ILT) ayat ini adalah suatu insturksi atau perintah tertulis dari Musa kepada Yosua, bagaimana cara yang benar membangun mezbah (tempat persembahan) bagi TUHAN, ayat ini merefer ke kitab Keluaran (kitab Musa yang kedua), Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, maka jangan [kata kerja negatif”] engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya. (Keluaran 20:25). Jelas sekali bahwa Musa hanyalah menulis ”taurat” (instruksi) TUHAN, ia tidak membuat taurat. Maka istilah ”kitab torat Musa” haruslah dimengerti sebagai ”kitab torat yang ditulis Musa.” Hal ini jelas sekali pada kitab Nehemia 8:1, seperti nampak jelas pada anak kalimatnya, kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. Terjemahan lain: kitab torat Musa yang telah YAHWEH perintahkan kepada Israel (ILT);KJV: the book of the law of Moses, which the LORD had commanded to Israel.  Kalimat “yakni kitab hukum,” sepertinya hanya ada pada terjemahan ITB.

Nabi Musa tidak mengeluarkan taurat dari dirinya sendiri, sebab ia bukan raja dan juga bukan hakim. Seorang nabi hanya mengatakan dan mengajar apa-apa yang diperintahkan oleh TUHAN, Allahnya. Nabi Isa al-Masih sendiri berkata, Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. (Yohanes 7:16) perkataan-Nya ini menggenapi apa yang dinubuatkan nabi Musa tentang Isa di kitab Ulangan 18:18 ”Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

”Nabi Musa tidak mengeluarkan taurat dari dirinya sendiri, sebab ia bukan raja dan juga bukan hakim. Seorang nabi hanya mengatakan dan mengajar apa-apa yang diperintahkan oleh TUHAN, Allahnya.”

 3. Musa menerima dan menulis Taurat TUHAN. Taurat – ingatlah bahwa itu berarti ”pengajaran/ doktrin / instruksi atau perintah”  – yang tertulis di kitab Musa bersumber dari pendiktean TUHAN secara langsung ”TUHAN berfirman” atau ”berfirmanlah TUHAN” maupun tidak langsung ”berbicaralah TUHAN dengan Musa” atau ”ia telah berbicara dengan TUHAN.” Nabi Musa sering kali bertemu TUHAN ’muka dengan muka,’ setiap kali ia turun dari ’gunung TUHAN’ mukanya menjadi bercahaya. (Kel. 34:35).

Dari seluruh Taurat (instruksi / perintah) TUHAN yang ditulis oleh nabi Musa bersumber dari Sepuluh Taurat (Perintah) TUHAN ditulis pada dua loh batu oleh jari TUHAN sendiri di atas gunung Sinai, di Median (bagian timur Arab Saudi sekarang) di wilayah yang sama dimana TUHAN telah mengutus nabi Musa membebaskan umat Israel, Dia berbicara langsung kepada Musa melalui semak belukar yang menyala-nyala.

  • Bagian pertama dari Taurat TUHAN ini terdapat pada loh batu pertama; berisi empat perintah, intinya adalah ”Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hati, jiwa dan kekuatanmu.”
  • Bagian kedua dari Taurat TUHAN terdapat pada loh batu yang kedua; berisi enam perintah, intinya adalah ”Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.”

Isa al-Masih, sebagai Firman TUHAN yang telah menjadi manusia, telah memberi pengertian kepada kita bahwa seluruh kitab Musa sesungguhnya di dasarkan oleh kedua perintah di atas: 1. Kasihilah TUHAN, dan 2. Kasihilah sesamamu manusia. Jadi inti dari 10 perintah TUHAN ini dapat ditulis dalam satu kata: ”Kasihilah.” (to love).

III. Sifat Taurat TUHAN yang ditulis Musa
1. Taurat telah tertulis lengkap.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” (Kel. 34:27)
Dan terjadilah, ketika Musa selesai menuliskan perkataan torat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang terakhir  (Ul. 31:24; ILT), kemudian Musa memberikan kitab yang lengkap tersebut kepada para Lewi (kaum imam) (ayat 26).

Kitab yang dikenal dikalangan orang Yahudi sebagai Talmud (kumpulan tulisan interpretasi  para rabbi tentang ’hukum tidak tertulis’ dari Taurat TUHAN) ialah tidak lebih dari kumpulan tradisi-tradisi nenek moyang mereka, Isa al-Masih berkata. Sebab semua pengajaran, perintah dan instruksi TUHAN telah ditulis oleh Musa dengan lengkap ”sampai perkataan yang penghabisan.” 

Jadi dengan kata lain, setiap pengajaran, doktrin atau insturksi kerohanian yang diklaim sebagai ”Taurat Musa” namun tidak sesuai dengan isi ”kitab Taurat Musa” yang terdapat di awal Alkitab semua itu hanyalah tradisi manusia semata.

2. Taurat itu setia, benar, baik, kudus dan sempurna
Segala perintah-Mu dapat dipercaya; (Maz. 119:86)
Engkau dekat, ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar. (Maz. 119:151 dan 172)
Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali. (Maz. 119:96)
Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. (Roma 7:12)
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, … ia akan berbahagia oleh perbuatannya. (Yakobus 1:25)

3. Taurat memberi banyak keuntungan.

  • Besarlah ketentramam pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu.  Maz. 119:165
  • Berbahagialah orang … yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan (meditate) Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Maz. 1:1-3)
  • Menjadikan pelakunya lebih bijaksana, lebih berakal budi, lebih bepengertian (Maz. 119:97-100)

4. Taurat TUHAN mengandung berkat dan kutuk. Taurat adalah seperti sebuah koin yang mimiliki dua sisi, yang tidak bisa dipisahkan; berkat bagi yang melakukannya dan kutuk bagi yang tidak melakukannya. Lihat seluruh kitab Ulangan 28.

5. Taurat TUHAN itu tidak dapat dibatalkan. 

For the LORD is good; his mercy is everlasting; and his truth endured to all generations. (Mazmur 100:5; King James)
Janganlah mengira bahwa Aku datang untuk membatalkan torat atau kitab para nabi, … sesungguhnya Aku berkata kepadmu: Sampai langit dan bumi berlalu, satu iota atau satu keraia[2] pun dari torat  sekali-kali tidak akan lenyap, sampai segala sesuatu terjadi. (Matius 5:17-19; ILT)

6. Taurat TUHAN dibela oleh TUHAN dan para hamba-Nya
Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu. (Maz. 119:126); mereka telah melanggar torat-Mu (ILT); they have made void (tidak memiliki kuasa legal) thy law (KJV). Sebab itu TUHAN mengutus Putra-Nya untuk merestorikan taurat-Nya, Bacalah Injil Matius 5:17-48.[3]Rasul Paulus: Apakah kami meniadakan torat melalui iman? Tidaklah mungkin! Sebaliknya, kami meneguhkan torat. (Roma 3:31; ILT)

7. Taurat TUHAN itu diturunkan memiliki tujuan-tujuan yang khusus. Bersambung pada Pendalam Alkitab selanjutnya “Tujuan Taurat TUHAN yang ditulis nabi Musa.”

Pelaku Taurat. Alkitab mencatat tindakan terpuji seorang raja Yehuda yang meresponi isi kitab Taurat, baca 2 Raja-raja 22 dan 23. Ketika kepada raja Yosia dibacakan isi kitab Taurat yang baru saja ditemukan dari bait Allah yang sedang diperbaiki. Respond pertama Yosia ialah dia merobek bajunya (tanda berduka, sebab ternyata rakyaknya telah hidup jauh dari perintah yang tertulis pada kitab Taurat TUHAN), ia langsung memerintahkan para pemimpin rohani  mencari petunjuk TUHAN ”apa yang negara harus perbuat.” Kemudian raja mengumpulkan semua rakyatnya, tidak terkecuali, untuk mendengar kitab tersebut dan diikuti dengan pembacaan proklamasi pertobat.

Tidak sampai disitu raja Yosia bertindak, raja memerintahkan para hambanya untuk membersihkan bait TUHAN dari semua benda dan perkakas berhala, memecat semua imam dan pekerja kuil-kuil berhala. Lebih lanjut semua berhala, dewa dan dewi, dan tempat persembahan mereka masing-masing dihancurkan dan dibakar, termasuk juga bilik-bilik pelacuran untuk ibadah penyembahan dewi Asyera, dan tempat pembakaran anak bagi dewa Molokh. Ia menghancurkan kuburan-kuburan di gunung yang dipakai sebagai tempat keramat, dan lalu ia menewaskan para imam berhala dan para petenung dan dukun dari negerinya.

Setelah penyembahan berhala dan tempatnya dihapuskan, raja memerintahkan seluruh rakyat:  “Rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian ini!” (2 Rj.  23:21, )

Perbuatan raja Yosia ini dicatat di Alkitab sebagai, Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia. (2 Rj. 23:25)

Bacaan yang direkomendasikan:
What is the Torah?SEVEN WAYS TO MISUSE GOD’S TORAH by Glen Penton
http://beth-abraham.org/7l.htmlHow to Apply the Torah of Freedom, by Glen Penton
http://beth-abraham.org/apply.html

Bg.2. Tujuan Torah/ Torat/ Taurat/ Tawrat TUHAN yang ditulis nabi Musa


[1] Wikipedia: Torah; merefer kepada Rabinowitz, Louis Isaac and Harvey, Warren. “Torah.” Encyclopaedia Judaica.

[2] Keraia: tanda baca berbentuk titik atau aksen dalam tulisan Ibrani untuk membedakan satu huruf dengan huruf lainnya. Kamus ILT

[3] Kitab Taurat (Torah) Musa tidak dipalsukan atau diganti, sebab yang tertulis tetap ada sebagai mana telah tertulis pada aslinya; Perhatikan kembali III.1. Ayat ini menyatakan bahwa intruksi TUHAN yang tertulis di kitab Musa telah “dirombak”  atau dianggap tidak memiliki kuasa legalnya lagi (void) oleh sebab para pemimpin agama Yahudi lebih memakai hukum tidak tertulis/ oral law (bersumber dari intepretasi kitab Taurat Musa; ini dikenal sekarang sebagai Talmud – kitab interpretasi) yang dibuat oleh para rabbi. Rabbi (bahasa Ibrani) berarti guru.
“Perombakan” Taurat ini bersifat figurative, bukan fisik, itu nampak juga dari bahasa aslinya “parar” yang berarti “melanggar”, “mengakhiri.” Sekitar 400 tahun sebelum Isa al-Masih hadir di bumi, TUHAN menegur para pemimpin agama tersebut melalui nabi Maleakhi  Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; “kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman TUHAN semesta alam. (Malachi 2:8), dan lagi: ”Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu” (ayat 17).
Hal ini juga sama dengan isi Alkitab Perjanjian Baru- tidak ada yang dipalsukan atau diganti isinya, tetapi itu dilanggar dan dianggap tidak memiliki kuasa legal lagi sebagai firman TUHAN dengan lahirnya hukum-hukum yang dikeluarkan oleh pemimpin agama setelah kematian rasul-rasul Perjanjian Baru.


Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Keabsahan Alkitab Sebagai Firman TUHAN, Allah Semesta Alam

14 06 2012

Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:19-21)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Sejarah penulisan Alkitab, pendahuluan
  • Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
  • Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
  • Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
  • Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini

Mengklaim sesuatu adalah bagian dari hak setiap orang, namun klaim itu menjadi sah dan legal setelah dibawa ke dalam suatu proses uji yang netral dan legal. Pengujian atas sesuatu di dalam keyakinan Kristianiti adalah sesuatu yang umum, itu tidak tabu sama sekali. Orang  beriman bukan saja berhak menguji suatu ”klaim” bahkan Alkitab sendiri menganjurkan setiap orang beriman untuk ”menguji segala sesuatu” sebelum ia menerima suatu ”klaim” sebagai kebenaran, seperti tertulis pada 1 Yohanes 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Ayat ini membuktikan bahwa keimanan bukanlah apa yang ahli agama (nabi, ahli kitab suci dan imam dan sejenisnya) klaim tentang sesuatu sebagai ”kebenaran yang datang dari Allah.” Kebenaran yang datang dari Allah haruslah sesuai dengan ajaran Roh Allah, sebab Firman (Perkataan) Allah dan Kesaksian Roh Allah berasal dari satu sumber yang sama (Yohanes 16:13-15). Ayat berikutnya dari 1 Yohanes 4 adalah sebuah contoh pengujian sebuah klaim, baca ayat 2-3. Karena TUHAN adalah Allah yang hidup dan yang tidak berubah, maka kita mendapat suatu kepastian bahwa ”jika TUHAN telah berjanji pada masa yang lalu, maka janji itupun berlaku pada masa kini,” dan ”jika TUHAN telah berbicara, maka hal itu akan terjadi, lambat atau cepat sesuai pada waktu yang Ia telah tetapkan.”

Pendahuluan: Sejarah Penulisan Alkitab.
Kitab Suci Alkitab sangatlah unik, itu bersumber dari banyak penulis dari latar belakang sosial yang berbeda (nabi, raja, perdana menteri, ahli kitab suci sampai penjala ikan). Ditulis dalam perjalanan waktu yang begitu panjang dari 1450 B.C. (kitab Torah) sampai akhir abad pertama (sebelum 100 A.D.), jadi ada sekitar 1450 tahun bedanya antara kitab pertama dengan kitab yang terakhir. Lebih unik lagi itu ditulis di banyak negara, Tanah Midian (Arab Saudi), Kanaan (Israel), Babilonia (Irak), Persia (Iran), Yunani dan Asia Minor (Turki). Kitab-kitab Perjanjian Baru (PB) umumnya di tulis di Israel, Yunani, dan Turki. Bahasa asli dari kitab-kitab suci di Perjanjian Lama (PL) adalah Ibrani (kitab Torah, Yosua, kitab para nabi, dll.), Aram (kitab Daniel, sebagian kitab Ezra). Bahasa kitab-kitab PB adalah Ibrani, Yunani. Beberapa ahli kitab percaya bahwa sebagian kitab Perjanjian Baru berbahasa Aram. Sebagian salinan dari kitab-kitab suci di Alkitab masih ada sampai sekarang, seperti kitab Yesaya (ada di musium Israel), dan kitab Injil Markus baru saja ditemukan beberapa tahun lalu.
Penterjemahan. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Aram terjadi pada tahun 400 B.C., dikenal sebagai Aramaic Targums. Lalu dari Ibrani ke Yunani pada tahun 250 B.C., kitab ini dikenal sebagai Septuagint (artinya ”70”, diterjemahkan oleh 70 orang Yahudi). Alkitab PB mulai diterjemahkan ke bahasa Aram, Latin dan lainnya pada tahun 180 A.D. Kedalam bahasa Inggris (dari Latin) pada tahun 1380 oleh Dr. John Wycliffe dan Yunani ke Inggris dan Jerman sekitar dua ratus tahun kemudian setelah Wycliffe. Terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang umum dipakai oleh ahli-ahli Alkitab adalah Authorized Version (AV) atau di Amerika dikenal sebagai King James Version (KJV), sebab isinya lebih mendekati kitab-kitab suci yang umum dipakai oleh Gereja-gereja Tua, dikenal sebagai The Majority Text.

I. Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
Seorang yang mengaku nabi atau berkata demi nama TUHAN atau Allah, namun perkataannya tidak terjadi, maka perkataan tersebut bukanlah berasal dari TUHAN (Ulangan 18:22).
Ada sekitar 2500 perkataan nubuatan di dalam Alkitab, sekitar 2000 diantaranya telah terjadi atau tergenapi sesuai apa yang telah tertulis. Sisanya sedang menantikan penggenapannya. Beberapa contoh: Perkataan nubuatan kepada nabi Musa akan datangnya hamba TUHAN (Al-Masih) (Ulangan 18:15-19; Yohanes 5:46-47 dan Kis. 3:22-23). Perkataan nubuatan melalui nabi Daniel akan lahirnya lima kerajaan dunia yang besar setelah Babilonia, datangnya kerajaan kelima (campuran tanah dan besi) sedang menuju kepada penggenapannya. (Daniel 2:19-23, 31-49). Telah banyak artikel dibuat untuk topik ini.

II. Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yohanes 10:24) Beberapa orang Yahudi meminta kepastian dari Isa, benarkah Dia adalah al-Masih (Mesias) yang telah dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Isa mempertahankan klaim-Nya sebagai Penebus / Juruselamat Israel dan sekaligus sebagai Putra Allah dengan mengutip ayat Perjanjian Lama dari kitab Mazmur, yang Ia nyatakan sebagai ”torat (hukum) kamu:”

YESUS menjawab kepada mereka, Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?” Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang firman Elohim telah datang – dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Elohim?  (Yohanes 10:34-36, ILT)*

Dalam jawaban ini Isa (Yesus) memakai dua sebutan yang kemudian dipakai oleh murid-murid-Nya untuk merefer kepada Alkitab. Yang pertama ialah firman Allah (the word of God), dan yang kedua adalah kitab suci (the Scripture). Isa menyebut Alkitab “firman Allah,” Dia menunjuk bahwa kebenaran-kebenaran yang muncul di dalamnya berasal dari Allah, bukan dari manusia. Manusia sebagai penulis  firman Allah hanyalah alat atau hamba Allah. Titel ke dua “kitab suci / scripture,” Isa menunjuk sebuah batasan keilahian Alkitab, itu nampak dari arti literal dari scripture (kitab suci): “itu yang ditulis,” Batasan keilahian yang dimaksud di sini ialah Allah Yang Mahakuasa tidak menaruh seluruh pengetahuan dan tujuan-Nya dalam setiap aspek atau menditel. Ini juga terbukti bahwa kitab suci tidak merekam semua pesan yang Allah telah berikan kepada hambanya (Yohanes 21:25).

Isa al-Masih di dalam pelayanan-Nya sangat sering mengutip kitab-kitab Perjanjian Lama, yang Ia refer sebagai “kitab-kitab para nabi”, contoh:

  • Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) Mengutip kitab Musa, Ulangan 8:3
  • Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13). Ia mengutip dari Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11
  • Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (Matius 15:7)
  • “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel … (Matius 24:15)
  • Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. (Yohanes 6:45). Ia merefer kepada Yesaya 54:13, Yeremia 31:34, Mika 4:2

 Jelas terlihat bahwa Isa pada Yohanes 10:34-36 dengan otoritas-Nya sebagai Al-Masih (Mesias) menyatakan bahwa Alktiab adalah firman Allah dan kitab suci.

III. Perkataan peneguhan dari para rasul tentang keabsahan Alkitab
Alkitab secara gamblang menunjukkan bahwa hanya ada satu penguasa, pengaruh yang tidak nampak yang mana Allah telah memimpin dan menpengaruhi roh dan pikiran dari penulis kitab-kitab suci di Alkitab, pribadi tersebut adalah Roh Kudus, Roh Allah sendiri, seperti rasul Paulus telah nyatakan, Segala tulisan (All Scipture)  yang diilhamkan Allah (by inspiration of God) memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Kata ”diilhamkan Allah” diterjemahkan dari bahasa Yunani ”theopneustos” secara literal berarti ”(dibuat) dari nafas Allah” (inbreathed of God) dan berhubungan secara langsung dengan kata Roh. Dengan perkataan lain, Roh Kuduslah yang menjadi sumber kendali dari para penulis kitab-kitab suci (all Scripture).

Rasul Petrus juga menulis hal yang sama: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:20-21)

Lukas penulis kitab Lukas (dan juga kitab Kisah para Rasul) menggarisbawahi dasar penulisan Injilnya dengan kalimat: Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (Lukas 1:3)

Kata Yunani anothen yang diterjemahkan sebagai ”dari asal mulanya” berarti secara literal ”dari atas.” Lukas adalah seorang dokter kesehatan, tapi ia mengakui bahwa sumber tulisannya bukan berasal dari hikmat manusia, melainkan ”dari atas.”

Kata Yunani anothen yang sama Isa al-Masih pakai ketika Ia berbicara kepada Nikodemus, guru agama Yahudi, syarat seorang dapat melihat Kerajaan Allah: YESUS menjawab dan berkata kepadanya, ”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan dari atas (kembali, born again) , ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3; ILT)

Ini sejalan dengan apa yang Isa katakan bagaimana seorang dapat beroleh hidup kekal: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yohanes 6:63)

Jadi hal yang terutama manusia harus sadari ialah bahwa oleh dorongan Roh Kuduslah para penulis Alkitab menulis pesan-pesan nubuatan di Kitab Suci (Scripture).

IV. Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
Pernyataan Isa lainnya yang penting tentang Alkitab (dari jawaban di atas pada Yohanes 10:34-36) ialah “tidak mungkin dibatalkan” (cannot be broken). Orang bisa saja berargumen atau menolak sebagian dari isi Alkitab, tetapi Isa memateraikan kitab Perjanjian Lama  sebagai firman Allah yang kudus dengan berkata, ”kitab suci tidak mungkin dibatalkan!” Materai ini menguatkan apa yang Isa pernah katakan sebelumnya pada awal pelayanan-Nya bahwa tidak satu iota (tanda baca dalam huruf Ibrani) dari hukum Taurat yang dihapuskan sebelum terjadi: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torat (the law) atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Torat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18)

Catatan: Kata “menggenapinya” sering disalah artikan oleh orang Kristen sebagai “tidak berlaku lagi,” jika kita baca pada konteknya dan juga kitab-kitab suci lainnya di Perjanjian Baru kata ini lebih tepat diartikan sebagai ”menyempurnakannya.” Bedanya ialah pada Perjanjian Lama manusia dibenarkan jika hidup dibawah Torat, setelah Isa bangkit dari kematian-Nya (Perjanjian Baru), manusia dibenarkan hanya oleh iman kepada karya agung Isa di salib (menebus dosa manusia melalui darah-Nya sendiri) dan hidup di dalam Torah yang ada di dalam pikiran dan hati mereka. Kita akan pelajari topik ini dilain hari.

Kitab-kitab Perjanjian Baru juga memiliki kuasa kekekalan seperti kitab-kitab di Perjanjian Lama. Perjanjian Baru berisi perkataan (langsung dan diteruskan oleh murid-murid-Nya) dan ajaran Isa al-Masih. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Markus 13:31). Lebih lanjut Isa menyatakan: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Dengan pernyataan ini, Isa menegaskan bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru sangatlah berotoritas, itu menentukan tujuan akhir hidup seorang di bumi, ke surga atau ke neraka.

Pada hari-hari terakhir sebelum Ia memberikan diri-Nya sebagai korban penebusan dosa umat manusia di Hari Paskah, Isa kembali mengingatkan umat-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35)

V. Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini
Kita telah mempelajari bahwa kitab-kitab suci di Alkitab secara jelas menyatakan bahwa semuanya ditulis berdasarkan ilhaman Roh Allah, karenanya memiliki kuasa penuh dan bersifat kekal, tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
Sekarang kita sampai pada pengujian terakhir dari keabsahan Alkitab sebagai firman TUHAN. Sebuah teori, sebagus apapun, hanyalah teori belaka jika tidak dapat diwujudkan di dalam alam nyata.
Alkitab penuh dengan mujizat dan penggenapan nubuatan. Isa al-Masih dan murid-murid-Nya seperti tertulis di Alkitab melakukan banyak mujizat, … jika Alkitab adalah benar Firman TUHAN, Allah Yang Hidup Kekal dan Mahakuasa, seharusnyalah janji-janji yang tertulis di Alkitab itu juga terjadi SEKARANG ini. Ada ratusan kesaksian tertulis bagaimana orang-orang di abad ini telah mengalami kuasa Allah melalui Firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Contoh situs kesaksian:

Saya pribadi adalah juga satu dari banyak saksi hidup di atas.

Inilah sebabnya raja Daud dapat berkata: Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7)

Giliran Anda. Sekarang giliran saudara sendiri menguji keabsahan Alkitab tersebut. Mintalah TUHAN merubah hidup saudara melalui Firman-Nya. Ia menggaransi janji-Nya: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Matius 7:7-8)

Artikel bagus untuk dibaca:

*/  ILT Kitab Suci (Alkitab) Indonesian Literal Translation. Elohim adalah kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai God dan Allah.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Firman Allah tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi

6 05 2012

Pendalaman Alkitab 4 (untuk) Muslim ini akan menolong pembaca mengerti keabsahan Alkitab dan kuasanya dari pengajaran Isa al-Masih sendiri.

Ketika Isa al-Masih hadir dan memulai pelayanan-Nya, Isa melakukan perbuatan-perbuatan mujizat dan mengajar Alkitab (tentunya disini ialah kitab-kitab Perjanjian Lama, sebab Perjanjian Baru baru mulai ditulis setelah Ia hadir di bumi) secara menakjubkan – Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? (Matius 13:54)

I. Kitab-kitab pada Alkitab Perjanjian Lama adalah Kitab Suci.
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:34-36)

1. Kitab Taurat adalah termasuk juga kitab-kitab Perjanjian Lama selain lima kitab Musa. Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? (ayat 34).  Isa mengutip ayat tersebut dari kitab Mazmur 82:6, dan berkata ”Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu.” Pengakuan kitab-kitab Perjanjian Lama di luar lima kitab yang ditulis nabi Musa sebagai ”kitab Taurat” juga terdapat pada ajaran orang-orang Yahudi nampak pada tulisan di Talmud: “Dimanakah kebangkitan orang mati terdapat di Taurat?” Jawaban yang diberikan adalah Mazmur 84:4 dan Yesaya 52:8.

2. Kitab-kitab yang ditulis pada Alkitab Perjanjian Lama adalah Kitab Suci.  Kita tahu bahwa kitab-kitab di Alkitab ditulis oleh manusia, tetapi Isa al-Masih mengatakan bahwa semua kitab itu adalah Kitab Suci, artinya perkataan Allah sendiri yakni firman Allah, itu nampak dari pernyataan nabi Isa tentang tulisan raja Daud di kitab Mazmur/ Zabur ini:  sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan.  Jadi pernyataan ”Aku telah berfirman:” adalah perkataan Allah melalui tulisan tangan raja Daud, atau dengan kata lain raja Daud menulis itu dengan ilhaman Roh Allah.

Di Akhir Jaman ini, dimana nilai-nilai moral semakin menurun degan pesat, banyak pengajar agama mencoba menyesuaikan ajaran mereka dengan budaya modern agar tidak dikatakan kolot atau dicap sebagai orang fanatik, namun Alkitab tetap berdiri sebagaimana itu telah tertulis, Allah TUHAN penguasa jagat raja ini tetap berpegang pada standard moral diri-Nya, bahwa pribadi dan perkataa-Nya adalah tetap sama: Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19)

3. Kitab Kitab Suci Perjanjian Lama tetap berlaku sampai sekarang. Ada ajaran Kristen yang menyalah artikan perkataan kitab Ibrani 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri…” , mereka mengajar bahwa perintah-perintah dalam Perjanjian Lama tidak berlaku lagi sebab Isa al-Masih telah datang. Benar bahwa korban penebusan dosa melalui darah binatang tidak perlu lagi sebab Isa al-Masih telah menebus dosa kita melalui darah-Nya sendiri (Ibrani 9), tetapi juga benar bahwa perintah-perintah moral di dalam kitab Taurat, ingat tidak hanya kitab Musa, tetap berlaku, sebab mereka itu belum tergenapi, bukti ini jelas sekali dari pengajaran Isa sendiri: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17). Kata “menggenapinya” ialah Isa menyempurnakan arti yang sebenarnya dari hukum-hukum tersebut, seperti nampak pada ayat-ayat seterusnya.

Ke kuasaan dan kebesaran Perjanjian Lama sebagai firman Allah dapat dilihat pada perkatan Isa pada ayat 18nya: Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

II. Kitab-kitab pada Alkitab Perjanjian Baru adalah Kitab Suci.
Isa al-Masih juga mengajar bahwa kitab-kitab di Perjanjian Baru adalah firman Allah. Isa membuat semua hal yang penting yang berhubungan dengan ketepatan perkataan Allah tentang saat itu dan saat yang akan datang (kata-kata nubuatan) untuk ditulis oleh para rasul-Nya: Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus para nabi dan orang bijaksana dan para ahli kitab (scribes) kepadamu … (Matius 23:34, ILT)

Kata para ahli kitab atau scribes berarti ”para penulis,” yakni mereka yang menyatakan semua perkataan Isa al-Masih kedalam bentuk tulisan.

Petrus menulis bahwa nubuatan dalam Kitab Suci adalah dorongan Roh Kudus kepada orang tertentu: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Peter 1:20-21)

Petrus juga menyatakan dalam tulisannya bahwa ia hanya menulis ulang dari sumber yang sama, yaitu Isa al-Masih (2 Pet 3:1-2), termasuk Paulus (ayat 15-16).

Lukas, penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul menyatakan bahwa diapun menulis berdasarkan pengetahuan yang sempurna yang ia telah dapati dari sumber asalnya. It seemed good to me also, having had perfect understanding of all things from the very first, to write unto thee in order, most excellent Theophilus, (Luke 1:3, KJV)

From the very first (dari asal mulanya)” artinya secara literal ialah “dari atas (from above / anothen (bahasa Yunani). Adalah kata Yunani yang sama dengan kata “again/ from above” yang Isa pakai pada Yohanes 3:3 “born again” (lahir kembali).” Lukas dengan kata lain menyatakan bahwa kitab yang ia tulis itu berbersumber dari pengaruh langsung Roh Kudus, melalui saksi mata dan pelayan Firman (ayat 2).

Khususnya kitab Wahyu, penulisannya jelas menyatakan bahwa itu adalah pernyataan Isa secara langsung kepada Yohanes , ”tuliskanlah” sebanyak 11 kali.

Isa sebelum Dia naik ke sorga, sekali lagi meneguhkan keabsahan Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Baru: Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu [Perjanjian Baru], yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur [Perjanjian Lama].” (Lukas 24:44)

Melalui penelitian yang dalam, keabsahan Perjanjian Lama dan Baru sebagai Kitab Suci adalah benar, itu tampak pada kuasanya dan ketepatan nubuatan-nubuatannya.

Alkitab menulis bahwa Isa al-Masih akan diserahkan kepada manusia dan dibunuh namun bangkit pada hari ketiga (Matius 17:22-23), kedua nubuatan ini telah tergenapi. Isa, seperti Alkitab telah menulis, bahwa Dia akan datang lagi ke bumi, tetapi yang terakhir ini sebagai Hakim bagi semua mahluk di bumi, Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman (Yohanes 12:48).

Apakah kita sudah siap dengan hari penghakiman terakhir ini? Bertindaklah, bertobatlah segera!

Catatan kaki:
ILT: Indonesian Literal Translation
KJV: King James Version

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Keuntungan Melakukan Pendalaman Alkitab

8 12 2011

Buku-buku pelajaran, informasi dan khususnya buku-buku teknology berubah begitu cepat. Apa yang ditulis hari ini

The world’s first computer, the Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) pictured here, was built in 1946. (National Archives)

beberapa tahun lagi menjadi tidak berguna. Komputer pertama 1970an besarnya mencapai sebesar ruang tamu, sekarang itu lebih tipis dari text book dan dapat dilempar oleh balita. Sebuah laporan mengatakan: Pesan elektronik (SMS) komersial pertama dikirim pada Desember 1992, hari ini jumlah pesan elektronik yang dikirim dan diterima setiap hari melebihi seluruh populasi dunia. Jumlah tahun yang diperlukan untuk menjangkau pendengar sebanyak 50 juta adalah 38 tahun melalui radio, dan 4 tahun melalui internet, dan hanya 2 tahun melalui facebook.

NTT Jepang telah berhasil mengetes sebuah kabel fiber optik yang menghasilkan kecepatan 14 trillion bits per detik pada sebuah fibernya. Itu berarti 2,660 buah CD atau 210 juta pangilan telpon perdetiknya. Jumlah teknologi informasi mencapai dua kali lipat setiap dua tahun. Untuk para pelajar dan mahasiswa yang memulai kuliah teknik selama 4 tahun ini berarti separuh dari apa yang mereka pelajari di tahun pertama pelajaran akan ada ketinggilan jaman oleh tahun ketiga pelajaran mereka.
Sumber: Did you know? Technologies Change Fast!

Buku reparasi kendaraan atomotif mungkin masih dapat dipakai 20 tahun, namun hanya 1-2 tahun untuk buku reparasi peralatan teknologi komunikasi. Anda harus terus belajar untuk segera meninggalkannya! Ini adalah pekerjaan yang sangat meletihkan.

Sangatlah berbeda dengan Alkitab, sekalipun itu tertulis antara 1400 tahun B.C. (Kitab Taurat) sampai periode sebelum 100 tahun A.D. sampai sekarang Alkitab terus dicetak dan termasuk salah satu ’buku’ terlaris di dunia.

Pendalaman Alkitab kali ini mengajar pembaca mengerti tiga keuntungan mempelajari Alkitab:

  • Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti
  • Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia
  • Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya

I. Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti

Alkitab adalah Firman Allah

Alkitab disebut juga LOGOS (bahasa Yunani) yang berarti ”perkataan Allah yang tertulis.” Seperti kita lihat di atas bahwa buku-buku petunjuk yang bersifat teknologi selalu berubah dan menjadi tidak berguna dalam waktu yang sangat singkat, namun Allah berkata tentang firman-Nya (perkataan-Nya): Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:8-11). Rancangan TUHAN itu sempurna dan jauh melampau rancangan manusia (yang selalu memerlukan perbaikan). Rancangannya selalu pasti berhasil; Ia memiliki kuasa untuk menjadikannya dan tidak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan pekerjaan-Nya.

Kepastian Alkitab, perkataan Allah yang tertulis dinyatakan oleh Isa al-Masih:

  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Musa (Taurat) dan kitab-kitab para nabi di Perjanjian Lama: Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matthew 5:18 ). Juga pada Lukas 16:17
  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Perjanjian Baru yang berisi perkataan dan ajaran-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matthew 24:35, Markus 13:27, Lukas 21:33 )

TUHAN merancang ratusan bahkan ribuan tahun sebelum sesuatu itu terjadi, oleh sebab itu Dia memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk MENULISKAN rencana-rencana tersebut di dalam sebuah kitab atau buku, agar generasi berikutnya tidak lupa dan bisa mengetahui bahwa TUHANlah yang menjadikan sesuatu sebagaimana telah dijanjikan-Nya.

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakkuk 2:2-3)

Perintah ”tuliskanlah” juga terjadi pada nabi-nabi TUHAN sebelum Habakkuk, contoh: Yeremia 30:1-2, 36:28; Yesaya 8:1, Ezekiel 43:11b.

II. Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia.
Jawaban utama dan terbaik dari semua masalah kehidupan manusia adalah Pembuat manusia itu sendiri. Jika mobil Mercedes Benz saudara rusak, tentu Anda tidak akan bawa mobil tersebut ke bengkel Bajaj bukan? Demikianlah halnya dengan kita, manusia, tempat terbaik untuk pemecahan masalah kita adalah Allah pencipta kita. Binatang, pohon dan benda-benda di langit seperti Matahari, bulan dan bintang hanyalah ciptaan TUHAN, mereka diciptakan oleh Dia sebagai alat bantu manusia, namum bukan sumber pemecahan masalah kita. Sayangnya begitu banyak orang di dunia ini mencari jawaban kepada ciptaan TUHAN dan bukan kepada Pencipta mereka.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (Injil Yohanes 1:1-2). Firman (The Word) itu adalah Allah, Firman Allah adalah Allah itu sendiri.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Injil Yohanes 1:4-5). Inilah alasan utama mengapa Injil (Kabar Baik) diberitakan, manusia memerlukan terang! Kegelapan (dosa dan segala permasalahan hidup) di dalam manusia akan dirubah menjadi terang jika manusia itu memiliki Firman Allah. Sebab Firman ini memberi kehidupan, kehidupan yang berasal dari Firman inilah sesungguhnya terang manusia, – pendidikan, kekayaan dan kuasa bukanlah kehidupan manusia, ini terbukti banyak orang yang memiliki ketiga hal tersebut tetap hidup frustasi dan meninggal dengan bunuh dini.

 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Injil Yohanes  1:14)

Firman Allah telah menjadi manusia, inilah Firman Allah yang hidup dan bergerak atau RHEMA (bahasa Yunani). Isa al-Masih adalah RHEMA, Ia masih berbicara sampai sekarang.

Sering kali ketika seseorang membaca dan menyelidiki Alkitab (LOGOS) tiba-tiba Firman yang tertulis itu berubah menjadi RHEMA (Firman yang hidup), si pembaca menjadi mengerti apa sesungguhnya arti tulisan yang ia lihat dan baca. Inilah kuasa Roh Allah yang mengajar dan menuntun si pembaca Alkitab sesuai janji Isa al-Masih sebelum Ia tersalib bahwa Roh Kebenaran (Roh Kudus) akan mengajar segala sesuatu yang telah diajar Isa  (Firman Allah) dan memimpin umat Allah kedalam seluruh kebenaran (Yohanes 14:25-26 dan 16:13-14)

Raja Daud berkata di dalam kitab Mazmur (Zabur) “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. (Mazmur 119:105)

III. Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya
1. Nabi Musa di hari tuanya, sebelum ia meninggal dunia, ia mengingatkan kepada bangsa Israel untuk mendengarkan dan melakukan semua firman TUHAN yang ia telah ajarkan (tertulis dalam lima kitab yang dikenal sebagai kitab Taurat, supaya mereka diberkati dalam segala hal: kehidupan, keluarga, usaha, perlindungan dari musuh dan bahkan menjadi kepala di antara bangsa-bangsa (Ulangan 28:1-14). Negara-negara tersukses di dunia adalah negara-negara Kristen yang menerapkan prinsip-prinsip Alkitab. Kehancuran bagi negara yang menolak mendengarkan dan melakukan ajaran Alkitab (Ul. 28:15-68)
2. Raja Daud menemukan keuntungan yang besar dari Taurat TUHAN: Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:97-100)
Selain itu keuntungan membaca firman-Nya telah membuat Daud terhindar dari kehidupan yang najis: kejahatan, dosa dan segala jalan dusta (119:101-104)
Raja Daud menganggap Taurat TUHAN sebagai pusakanya yang kekal, sebab semua peringatan di dalam Taurat itu member kegirangan hatinya (Maz. 119:111)

3. Isa al-Masih, Firman Allah yang hidup, juga mengingatkan pentingnya mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya. Isa menyebut orang yang mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya sebagai orang yang bijak (a wise man) dan Ia menggambarkan orang bijak tersebut sebagai orang yang membangun rumahnya di atas batu karang. Lihat Matius 7:24-25.
Dilain waktu, Isa menyatakan betapa penting dan menguntungkan untuk tinggal di dalam diri-Nya (beriman kepada ajaran dan melakukan ajaran-Nya). Ia mengumpakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan menusia sebagai ranting-ranting anggur: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Injil Yohanes 15:4-5). Dan orang bijak ini akan berhasil:  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Injil Yohanes 15:7). Perkataan Isa pada Yohanes 15 ini hampir serupa dengan pernyataan Daud pada Mazmur pasal 1 dan Yeremia 17:7-8.

Sangatlah menarik untuk diingat bahwa seminar-seminar bisnis kelas tinggi mendasarkan ajaran kesuksesan bisnis mereka pada prinsip pendalaman Alkitab yang tertulis pad Yakobus 1:22-25; apa pesan Yakobus tersebut? Ia mengajar:   Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; … Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. (Yak. 1:11-25)

Rasul Yohanes di awal kitab Wahyu, kitab yang ditulis berdasarkan pewahyuan langsung dari Isa al-Masih juga menekankan pentingnya mendalami firman TUHAN, dalam hal ini kitab Wahyu, tertulis: Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:1-3)

Mulailah hari ini juga membaca dan mendalami isi Alkitab, agar hidup saudara-saudaripun diberkati. Untuk mempermudah mengerti isi Alkitab, gunakanlah referensi-referensi dan komentator Alkitab. Terima kasih kepada dunia internet sekarang referensi dan komentator Alkitab dapat dibaca online bahkan di download secara cuma-Cuma

Beberapa contoh situs yang menyediakan referensi Alkitab:

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 





Alkitab Tentang Dosa; arti dan upah dosa

1 11 2011

Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.  (Ulangan 32:35)

Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:

  • apakah dosa itu menurut firman Allah, berdasarkan ayat-ayat Alkitab
  • posisi dan kondisi manusia di dalam standard kebenaran Allah
  • bahaya dan pembalasan dari perbuatan dosa tersebut

Ambilah Alkitab Anda dan marilah kita memulai Pendalaman Alkitab tentang dosa.

Di dalam kehidupan yang super modern ini, masalah dosa semakin jarang dibicarakan, dan arti dari dosa itu sendiri sering juga telah dibuat sehalus mungkin untuk tidak menyinggung ’perasaan’ orang lain. Alkitab menulis bahwa dosa sesungguhnya bukan hanya sekedar ”apa yang orang telah lakukan,” tetapi juga ”apa yang orang pikirkan” dan ”apa yang orang tidak lakukan.”

Alkitab secara jelas menceritakan kepada kita bahwa dosa adalah:

I.        Penyakit alamiah manusia
II.      Penolokan manusia kepada Allah
III.    Keluar dari target yang Allah telah tetapkan

I. Penyakit alamiah manusia
Tuhan membandingkan dosa dengan penyakit kusta atau lepra. Orang yang menderita kusta, kulitnya akan nampak putih pada awalnya  dan lambat atau cepat bagian-bagian dari tubuhnya (jari, hidung atau kuping akan copot. Penderita kusta ini dinyatakan najis dan jika ia pulih dari kustanya. Imam perlu mengadakan upacara pengudusan. Baca Imamat 14.

Diagram “TUHAN pusat kehidupan adalah bagaimana seharusnya kita hidup

Mencoba menyembuhkan kulitnya tidaklah cukup, sebab akarnya adalah di dalam kulit, demikianlah dengan dosa, tindakan dan perkataan yang jahat hanyalah gejala dari akar ’penyakit’ alamiah manusia. Isa al-Masih, dokter dari segala dokter,  memberi sebuah diaknosa  apa dan bagaimana penyakit itu bekerja di dalam manusia.

a. Penyakit dosa keterunan; kecenderungan hati untuk berbuat jahat. Mari baca Injil Markus 7:20-23 Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” 

Inilah sebabnya pemotongan tangan atau kaki sebagai hukuman tidak pernah diterapkan di dalam Kekristenan.

Allah menggambarkan dosa umat-Nya seperti penyakit yang memperngaruhi kepala (pikiran yang salah), hati (emosi yang salah), dan kaki (tindakan yang salah). Dosa berawal dari pikiran kita (yang menerima masukkan yang salah melalui penglihatan, pendegaran, agan-agan) lalu menyebar ke perasaan kita, dari perasaan hati tersebut meledaklah keluar perbuatan dan perkataan yang jahat tersebut, yang menjadikan tubuhnya najis. Prinsip ini dapat dilihat pada Yesaya 1:4-6. Dan kecenderungan berbuat dosa inilah yang mendatangkan banjir besar di jaman Nuh, Kejadian 6:5-7. GAMBAR.

Rasul Paulus menerangkan hal ini sebagai ”diperbudak dosa: ” Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. … membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku (Roma 7:20, 23)

b. Secara alamiah menolak untuk berbuat baik dan benar; egois. Mari baca kitab Roma 1:18-32 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman (18). Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka (24).

Arti dosa di sini dapat ditulis:

Dosa adalah perbuatan jahat maupun pikiran jahat seseorang, terlepas orang tersebut percaya atau tidak percaya adalah Allah

II. Penolokan manusia kepada Allah
Alkitab juga menjelaskan bahwa dosa sebagai penolakan manusia kepada Allah, ini termasuk tidak percaya kepada kebenara-Nya, menolak kasih-Nya dan memberontak kepada kekuasaan-Nya. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  (Yoh 1:4,11)

TUHAN telah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan pribadi-Nya, Dalam Kekristenan manusia digambarkan sebagai pribadi yang memiliki roh dan jiwa (pikiran, keinginan dan emosi) yang tinggal di dalam tubuh (daging). Inilah ketritunggalan manusia, satu dari ketiganya diambil ia tidak lagi menjadi ”seorang manusia.”Roh diambil ia menjadi mayat, tanpa jiwa ia menjadi robot, dan tanpa tubuh ia bukan seorang manusia.

TUHAN telah menyediakan semua kebutuhan pribadi kita. Kebenara-Nya untuk pikiran kita, kasih-Nya untuk kebutuhan emosi kita, dan otoritas-Nya untuk menuntun kehendak  kita kepada pilihan yang benar. Bila kita menerima semua penyediaan Allah tersebut, maka kita menempatkan TUHAN di tahta kehidupan kita. Inilah cara untuk memiliki sebuah kehidupan yang baik dan berbahagia.

Namun jika kita memutuskan untuk memerintah diri kita sendiri, maka kita menjadi pemberontak kepada TUHAN. Filsafat bahwa manusia adalah pusat dari hidupnya sendiri disebut humanism. Jadi arti dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah penolakan akan TUHAN . Menempatkan diri sendiri di tempat yang sesungguhnya milik TUHAN di dalam pikiran, keinginan dan perasaan kita.     

a. Tidak percaya kepada kebenaran Allah. Ketika TUHAN berkata sesuatu kepada kita (langsung maupun melalui firmanNya yang tertulis, Alkitab) dan kita menolak untuk mempercayai hal itu, maka kita telah jatuh kedalam dosa tidak percaya. Dia akhir jaman ini bahkan ada beberapa orang yang menolak bahwa Isa al-Masih pernah hadir di bumi, mereka berkata bahwa cerita Injil adalah dongeng belaka.

b. Menolak kasih-Nya. TUHAN adalah kasih (1 Yohanes 2:16) dan sumber dari segala kasih yang benar (agape, bahasa Yunani). Mementingkan diri sendiri, curiga, takut, sombong, benci dan dendam adalah penyebab dari manusia menola kasih TUHAN.

c. Berontak kepada otoritas TUHAN.  TUHAN adalah pencipta dunia dan isinya, dan pemberi hukum (hukum alam, hukum moral). Ketika manusia berontak melawan Allah, itu membawa dirinya sendiri kepada tidak mentaati Allah.

  • Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.  (Yakobus 4:17)
  • Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.  (1 Yoh 5:17)
  • Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.  (1 Yoh 3:4)

Dari tiga ayat ini maka arti dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah ketidaktaatan kepada TUHAN, entah itu melakukan apa yang Dia larang, atau gagal melakukan apa yang Dia telah perintahkan.

Dosa Adam adalah bukan apa yang Adam telah lakukan, tetapi apa yang ia tidak lakukan. Ia (kepala rumah tangga) tahu bahwa Hawa (isteri Adam) sedang diperdayakan oleh Iblis (dalam bentuk ular), dan makan buah yang dilarang, namun Adam berdiam diri. Baca Kejadian pasal 3.

Sepuluh (10) Perintah adalah fondasi hukum moral Allah bagi umat-Nya. Anugerah Allah tidaklah meniadakan hukum Allah,  orang Kristen banyak yang salah mengerti tentang hubungan antara Anugerah dan Kesucian Allah;  kesucian-Nya berdiri di atas Hukum-Nya yang sempurna. Kedua kitab pernyataan ini (Matius 5:17:20 dan  Roma 3:31) membuktikan Hukum Allah tetap berlaku. Bukti kita mengakui adanya dosa adalah kenyataan hukum Allah itu ada dan  – telah dilanggar, seperti pernyataan 1 Yohanes 3:4 di  atas. Oleh karenanya PERTOBATAN diperlukan setiap saat!! 

III. Keluar dari target yang Allah telah tetapkan. Manusia diciptakan, dipilih dan diperlengkapi Allah bukanlah untuk keegoisan dan kesombongan diri sendiri, tetapi ditetapkan sebagai bendahara (penjaga kekayaan) dan duta atau ambasador (perwakilan) Allah di bumi.

Pertanggungan jawab diminta dari setiap umat-Nya. Isa al-Masih mengajar ini dalam beberapa perumpamaan:

  • Tuan dan hamba. baca Matius 24:44-51
  • 10 gadis yang menantikan datangnya mempelai laki-laki, atau
  • Tuan yang pergi jauh dan mempercayakan hartanya (talenta) kepada tiga hambanya. Baca Matius 25

Kesalahan manusia yang Isa gambarkan pada perumpamaan ini terjadi oleh karena manusia megabaikan standard Allah dan menerapkan standardnya sendiri, rasul Paulus berkata orang yang demikian adalah orang yang bodoh (2 Korintus 10:12). Di sini arti Dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah meninggalkan TUHAN dan keluar dari tujuan yang Ia telah tetapkan, kehilangan sasaran hidup yang mulia.

Jadi keluar dari terget Allah bisa berarti:

  • Menuju jalan yang salah –  tidak sesuai dengan jalan dan perintah-Nya
  • Tidak mengenai sasaran –  tujuan hidup yang tidak sesuai sencana-Nya
  • Tidak memenuhi standard   –  tidak bertanggung jawab penuh dengan apa yang Ia telah berikan (waktu, keahlian, moral)

Anda di dalam bahaya! Anda mungkin berpikir bahwa Anda orang baik (bukan pembunuh dan pencuri), INGAT BAIK-BAIK pengadilan Isa al-Masih di hari penghakiman tidak memakai standard moral Anda atau PBB atau standard hukum negara manapun, TETAPI standard firman-Nya. Anda perlu melihat ‘wajah’ Anda kepada ‘cermin’-Nya. Baca dan pelajarilah Yakobus 1:21-25, Mazmur 53 dan Roma 3:9-18.

Usaha manusia untuk membenarkan dirinya tidak akan pernah sampai kepada standard TUHAN.

Anda perlu serius dengan hal ini, Alkitab menulis dengan sangat jelas: Sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23a)

  • Dosa membawa pemisahan antara manusia dengan Penciptanya, berakibat perbudakan (kehendak)
  • Dosa membawa pelakunya pada kondisi bersalah, berakibat penghukuman kekal (pikiran bersalah)
  • Dosa membawa ketidak bahagian, berakibat kematian kekal

Tabel penolakan manusia kepada TUHAN, pencipta manusia.

Kepribadian Tawaran TUHAN Respons orang Upah dosa
Pikiran Kebenaran Ketidak percayaan Salah & tertuduh
Keinginan Perintah & Hukum Pemberontakan Perbudakan
Perasaan Kasih Benci & dendam Tidak bahagia
Keutuhan kita Keutuhan TUHAN Penolakkan total KEMATIAN total

Oleh sebab itu Anda dan saya perlu Juruselamat! Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6). Baca juga Roma 3:19-31.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Kitab-kitab Suci Kristiani; apa & bagaimana isinya

27 05 2011

”Apakah kitab-kitab suci orang Kristen?” Anda akan mendapat jawaban yang berbeda antara jawaban orang Islam dan orang Kristen. Muslim akan menjawab: Taurat, Zabur dan Injil. ”Apakah Taurat, Zabur dan Injil tersebut?” Maka jawabannya akan semakin berbeda dengan jawaban orang Kristen.

Kitab Suci orang Kristen secara sederhana disebut Alkitab dalam bahasa Inggris: The Holy Bible, kata “Alkitab” ini berakar dari bahasa Arab: “Al” dan “Kitab,” oleh karena itu Quran terjemahan bahasa Inggris menulis kata Alkitab sebagai “The Book.” Dan Nabi Muhammad menyebut orang-orang  Yudaism dan Kristen sebagai “orang-orang Kitab” atau “the people of the Book.”

Dalam Alkitab (Al-Kitab/ Al Kitab), di dalamnya terdapat 66 kitab, nampak seperti table di samping ini.  Gambar diambil dari GKJ WKM Semarang. Terima kasih kepada pembuat table nama-nama kitab di dalam Alkitab! Klik pada gambar untuk memperbesar.

Alkitab terbagi di dalam dua bagian besar, Kitab Perjanjian Lama  (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Pembagian di dasarkan pada sebelum Isa / Yesus / Yeshua hadir di bumi dan sesudah Ia lahir. Hampir sama dengan pembagian jaman: B.C. (Before Christ / Kristus) dan A.D. (Anno Domini, the year of our Lord).

Kitab Kejadian sampai Ulangan (5 kitab) sering juga disebut sebagai Kitab Musa, Pentateuch dan Torah atau Taurat sebagaimana orang Islam Indonesia menyebutnya. Torah atau Taurat artinya perintah dan aturan hukum.

Zabur adalah kitab Mazmur atau Psalms (Inggris), sedangkan yang dimaksud dengan Injil di dalam Alkitab adalah keempat kitab pertama di Perjanjian Baru, yakni Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Keempat Injil ini catatan-catatan kelahiran dan pelayanan serta ajaran nabi Isa al Masih, sejenis kitab-kitab Hadish yang berisi catatan kehidupan  nabi Muhammad.

Pada Alkitab Katolik, ditambahkan 7 kitab, dikenal sebagai kitab Apocrypha, terletak diantara PL dan PB. Kitab Apocrypha ini ditambahkan oleh Paus dipertengahan abad 16 pada Sidang Trent. Kristen Yahudi dan bukan Yahudi tidak menggolongkan 7 kitab ini sebagai kitab-kitab yang diwahyukan oleh Roh Kudus, sebab itu mereka tidak dipakai.[1]

Isi kitab-kitab di dalam Alkitab
Kitab pertama (Kejadian) dan kitab terakhir (Wahyu) berisi cerita-cerita di luar kemampuan pikiran manusia, tidak ada satupun catatan sejarah dunia yang menyamainya. Kitab Kejadian, ditulis saat perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian (Kanaan), menceritakan peristiwa-peristiwa sebelum manusia hadir di bumi, bagaimana  langit, bumi dan isi alam semesta di ciptakan oleh Allah. Kitab Wahyu, ditulis sebelum abad pertama A.D., menceritakan banyak cerita akan hal-hal yang akan datang dikemudian hari, bahkan meramalkan hancurnya bumi dan langit saat ini dan turunnya bumi dan langit yang baru.

Kitab 1 Samuel sampai Maleakhi adalah catatan sejarah bagaimana TUHAN, Allah Israel berurusan dengan bangsa yang telah Ia pilih untuk menjadi contoh teladan iman dan hidup, serta menjadi saluran berkat bagi seluruh bangsa di dunia.

Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang sangat baik untuk setiap orang belajar mengenal hati dan pikiran Pencipta semesta alam. Tepatnya, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk mempelajari kitab PL ini, di dalamnya nampak sikap hati Allah sebagai ABBA atau BAPA dan kita umatnya sebagai anak-anak-Nya. Pada PL ini nampak benar bahwa Allah adalah Mahapengasih dan Mahapenyayang serta panjang sabar sebagaimana Muhammad menulis di Alkuran.

Kitab Kisah Para Rasul, seperti nama dari kitab ini, adalah catatan pelayanan murid-murid Isa al Masih setelah Isa terangkat ke Sorga. Penulisnya adalah rasul Lukas, penulis yang sama dari Injil Lukas. Lukas adalah seorang dokter medis, dan satu-satunya penulis Alkitab yang bukan orang Ibrani  atau Israel. Dari akhir ceritanya nampak bahwa kitab ini ditulis saat rasul Paulus masih hidup.

Dari Kitab Roma (surat rasul Paulus kepada Jemaat di Roma[2]) sampai kitab Yudas (ini bukan Yudas Iskariot, tetapi Yudas saudara Yakobus) adalah kumpulan surat-surat para rasul kepada Jemaat dan beberapa murid rasul Paulus untuk tujuan mendidik ”bagaimana hidup sebagai pengikut-pengikut Isa al Masih yang dipanggil sebagai orang Kristen. Kitab Wahyu pasal satu sampai tiga juga berisi berita untuk ketujuh Jemaat, bedanya, berita ini adalah turun langsung dari Isa al Masih yang Ia perintahkan kepada rasul Yohanes untuk menulisnya, isinya adalah ”bagaimana Jemaat harus hidup sebelum kedatangan Isa yang kedua kalinya.”

Inti dari pesan kitab-kitab di Perjanjian Baru adalah orang benar hidup bukan di bawah aturan hukum Taurat, – berusaha dengan kekuatan sendiri untuk hidup benar, tetapi hidup melalui pimpinan Roh Kudus, yakni dengar-dengaran kepada perintah Allah dan melakukannya sesuai perintah tersebut.

Isa al Masih mengatakan bahwa kedua Perjanjian (Lama dan Baru) adalah penting dan tetap berlaku sejauh langit dan bumi yang sekarang ini masih ada (Injil Matius 5:18-19, Lukas 16:17). Kita akan bicarakan dilain waktu tentang hukum apa yang sesungguhnya telah tergenapi dan tidak perlu dilakukkan lagi sejak kematian Isa.

Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu (Your commandments) yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu (Your statutes). Ingatlah firman yang Kau katakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (Mazmur 119:48-50)

Footnote:
[1] Why the Apocrypha Isn’t in the Bible.
[2] Paulus adalah rasul untuk orang-orang bukan Yahudi.  Ia banyak membuka Jemaat (Gereja; bukan gedung, tetapi kumpulan orang Kristen di sebuah tempat yakni Ekklesia dalam bahasa Yunaninya. Injil Matius 16:18) di wilayah kerajaan Yunani dan kerajaan Romawi. Jemaat di Roma ini bukanlah Jemaat Roma Katolik yang sekarang ada. Jemaat Roma Katolik hadir setelah kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama resmi di seluruh wilayah yang ia kuasai.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.