Kemulian dan Keajaiban Isa al-Masih dalam Taurat – Mazmur 119

17 08 2018

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu – Mazmur 119:18

Tujuan Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:
Berbagai bentuk Firman TUHAN dalam Alkitab
Bagaimana posisi mereka di dalam pandangan TUHAN
Bagaimana mereka memberi keuntungan bagi mereka yang memilikinya, dan ruginya orang yang menolak mereka

Tujuan akhir: Membawa anda mengerti bahwa Isa al-Masih adalah sungguh terbukti Firman TUHAN yang menjadi manusia, Ia adalah Elohim yang disembah oleh Daud, jauh melebihi dari sekedar seorang nabi TUHAN sebagaimana keajaiban-keajaiban diri-Nya nampak pada Mazmur 119, pasal terpanjang di Alkitab

Pendalaman Alkitab ini adalah bagian ketiga (3) dari Pelajaran Taurat / Torah. Pelajari dahulu bahan pelajaran terdahulu sebelum melanjutkan pelajaran ini.
Bg.1. Apakah Sesungguhnya Torah / Torat / Taurat / Tawrat Nabi Musa?
Bg.2. Tujuan Torah/ Torat/ Taurat/ Tawrat TUHAN yang Ditulis Nabi Musa

Ilustrasi: “Kita tidak perlu Allah, agama hanyalah untuk orang yang lemah!” seorang professor pada kelas agama berkata kepada para mahasiwa. Seorang mahasiwa menantang pikiran dosennya ini, “Bagaimana mahluk hidup bisa tetap hidup?” Professor: “Tidak diragukan itu karena Oksigen yang terkandung di udara yang kita hirup setiap saat.” Mahasiswa: “Jadi bagaimana ikan-ikan di dalam air bisa tetap hidup?” Professor: “Ya, karena air mengandung Oksigen, Air adalah H2O. Tanpa Oksigen, kita semua mati!” Mahasiwa: “Anda, benar sekali dalam hal ini. Alkitab berkata: Manusia hidup karena TUHAN menghembuskan nafas-Nya kepada kita. Kata ‘TUHAN berfirman …’ indentik dengan ‘TUHAN menghembuskan nafas.’ Ketika TUHAN mencabut nafas yang Dia berikan pada kita, kita akan mati dan kembali menjadi debu tanah. Kita semua butuh TUHAN, pak Professor! Nafas kita adalah bagian dari eksistensi-Nya!”

I. Mata kita perlu dicelikan untuk bisa melihat keajaiban Alkitab, Firman TUHAN
Terjemahan lain dari Mazmur 119 di atas tertulis: Bukalah mataku, supaya aku dapat melihat hal-hal ajaib keluar dari Taurat-Mu” (KJV dan Tanakh-1917). “Taurat” (Torah/ The Law) di sini adalah seluruh hukum-hukum (torot/ laws) yang terdapat di lima kitab nabi Musa. Dan berarti “Taurat moral,” seperti nampak pada isi pasalnya, juga ketika Isa berkata di Matius 5:17, Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Kitab Musa juga berisi berbagai tata ibadah yang berkaitan dengan binatang korban; pada Perjanjian Baru hal ini tidak penting lagi, khususnya tentang korban darah binatang untuk menghapus dosa. Lihat Pelajaran Taurat bagian I dan II.

Taurat TUHAN mengeluarkan hal-hal ajaib, namun mata kita tidak mampu melihatnya, kecuali TUHAN sendiri membuka mata kita!! Kita perlu TUHAN untuk Dia membuka mata rohani kita, yaitu, mata batin kita. Contoh:

  • Bileam bin Beor, peramal yang dihormati oleh raja-raja negeri Aram saat itu, mata rohaninya perlu dibuka TUHAN, untuk mengetahui bahwa pedang Malaikat TUHAN telah terhunus bagi jiwanya jika ia tetap berkeras kepala (Bilangan 22:31), dan setelah mata batinnya terbuka ia mengerti bahwa siapapun tidak bisa mengutuki apalagi mengalahkan Israel, karena berkat TUHAN ada atas mereka (Bil 24:3 &15).
  • Hamba dari nabi Elisa, ketika mata batinnya dibuka, ia baru bisa melihat bahwa tentara TUHAN yang melindungi mereka jauh lebih banyak dari pasukan tentara Aram yang mengepung mereka (2 Raja-raja 6:13-17)
  • Raja Duad pada pasal ini sadar benar akan kenyataan kondisi keterbatasan manusia, itu sebabnya ia berdoa memohon pada TUHAN sebanyak tujuh kali untuk mengajari dia ketetapan-ketetapan-Nya; Mazmur 119:12, 26, 64, 68, 124, 135, 171

Isa al-Masih berkata bahwa kitab Mazmur yang ditulis oleh raja Daud ini adalah juga “Taurat” (Yohanes 10:34-36), jadi kata “Taurat” mengandung arti lebih dari sekedar “hukum” TUHAN yang diturunkan-Nya melalui nabi Musa. Seperti juga nampak pada Mazmur 119:1. Dan setelah Isa terangkat ke Surga, rasul Paulus berkata: Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  (2 Timothy 3:16). Alkitab adalah bentuk Firman Allah yang komplit. Sebelum kita mencari hal-hal ajaib apa yang ada dalam Firman-Nya, kita akan melihat kandungan-kandungan Firman-Nya.

Ayat hafalan:  Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.  Mazmur 119:18

II. Kandungan-kandungan di dalam Taurat TUHAN yang ditulis nabi Musa
Kita bisa temukan semua kandungan ini pada kelompok alfabet Ibrani pertama Kitab Mazmur pasal 119. Dari 176 ayat di pasal ini dikelompokan ke dalam 22 alfabet Ibrani dari Alef sampai Tav. Dari Alef (ayat 1 sampai 8), kandungan-kandungan tersebut adalah:
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN (His Law) (ayat 1); kandungan dari Taurat-Nya tersebut adalah
Kesaksian-kesaksian-Nya (His testimonies)
Jalan-jalan-Nya (His ways)
Peraturan-peraturan-Nya atau titah-titah-Nya (His precepts)
Ketetapan-ketetapan-Nya (His statutes / His ordinances)
Perintah-perintah-Nya (His commandments)
Keputusan-keputusan-Nya (His judgments / His decrees)

Jadi Alkitab dari Kitab Kejadian sampai kitab Wahyu berisi enam kandungan hal-hal yang ajaib – yang kita akan lihat segera.

II.1. Allah Menyatakan Posisi Firman-Nya
Firman TUHAN sejak permulaan, sebelum Firman tersebut menjadikan bumi dan semua isinya, dunia dan segala cakrawala (lihat: Kej 1 dan Maz 24:1) adalah benar; dan semua keputusan kebenaran-Nya (His righteous judgments) adalah berlaku selamanya (Maz 119: 160), ya dan amin, “Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga (Maz 119:89), ya, ini adalah pernyataan raja Daud, namun seperti kita telah singgung di atas, bahwa Isa al-Masih yang adalah “Firman Allah” yang “Menjadi Manusia” menyatakan kepada ahli-ahli kitab bangsa Israel bahwa kitab Mazmur adalah juga kitab “Taurat” mereka artinya kitab Mazmur adalah juga bagian dari Firman TUHAN yang tertulis. Orang dapat melenyapkan Alkitab (Logos) dengan membakarnya ke dalam api, namun Firman-Nya yang hidup (Rhema) akan ada tetap teguh selamanya di Sorga, sebagaimana Isa al-Masih tetap duduk selamanya di sebelah kanan Allah TUHAN di Sorga.

Ayat hafalan: Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada.  (Mazmur 119:89-90)

II.2. Harta Mulia Yang Terkandung di Dalam Isa al-Masih / Firman TUHAN pada Mazmur 119

  • Raja Daud yang kaya dengan harta emas dan peraknya; persembahan pribadinya untuk pembangungan Bait saja adalah 100.000 talenta emas dan 1000.000 talenta perak (1 Tawarikh 22:14). 1 Talenta = 34,02 Kg. Namun ia berkata tentang nilai Taurat TUHAN “lebih dari pada ribuan keping emas dan perak (72), dan “aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.” (127)
  • Firman-Nya adalah Penolong bagi orang muda untuk tetap hidup suci dan lurus (9). Orang muda adalah lambang dari belum cukup pengetahuan dan tidak berpengalaman; baca Maz 119:130 dan Amsal 7:6-27
  • Firman-Nya adalah Penjaga hati kita dari kehendak berbuat dosa (11)
  • Kesaksian-kesaksian-Nya membuat hati bersuka cita sama seperti semua harta kekayaan (14)
  • Firman-Nya adalah Penghibur dan sumber kekuatan bagi jiwa yang berduka (28)
  • Taurat-Nya adalah Jalan Jujur, kebalikan dari Jalan Dusta (29)
  • Peraturan-peraturan-Nya menyiapkan jalan-jalan hidup kita seperti Jalan Tol yang tampa hambatan (45). Jalan luas di sini bukanlah kebebasan yang dijanjikan oleh Setan, yakni Jalan yang membawa pada Kebinasaan (Matius 7:13), tetapi Kebebasan, Kelegaan dan Keringanan hidup yang kudus melalui beriman pada Isa al-Masih (Matius 11:28-30)
  • Janji-Nya adalah seperti air yang memberi kehidupan bagi orang yang berpegang kepadanya (50, 93, 144) “ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Maz 1:3)
  • Mengingat keputusan-keputusa-Nya di masa lampau akanlah menghibur diri kita (52)
  • Ketetapan-ketetapan-Nya bisa berfungsi seperti lagu-lagu penghiburan yang menemani perjalanan hidup kita di dunia yang sementara ini (54)
  • Taurat-Nya adalah seperti obat penyembuh dari penderitaan jiwa yang berat (92)
  • Keputusan-keputusan-Nya adalah seperti mesin generator yang selalu menyegarkan (to revive/ to quicken) jiwa kita (156)
  • Peraturan-peraturan-Nya adalah sumber filsafat kehidupan manusia menjawab semua pertanyaan “Mengapa?” Ketika kita mengerti Peraturan TUHAN maka kita akan membenci segala Jalan Dusta (104)
  • Firman-Nya itu seperti sebuah lampu yang menyala pada perjalanan kita di tengah-tengah hutan, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (my path).” (105)
  • Ketetapan-ketetapan TUHAN adalah seperti fungsi dari rambu-rambu lalu-lintas, memberi keselamatan yang memilikinya (155)

III. Kemulian Keajaiban Isa al-Masih Yang Terurai Pada Mazmur 119
Dari ayat-ayat di atas, anda bisa lihat bahwa Isa al-Masih adalah Kesaksian-kesaksian (testimonies), Jalan-jalan (ways), Peraturan-peraturan atau titah-titah (precepts), Ketetapan-ketetapan (statutes / ordinances), Perintah-perintah (commandments), Keputusan-keputusan (judgments / decrees) Allah TUHAN itu sendiri.

Ini sebabnya Isa al-Masih dengan berani berkata: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.  (Markus 13:31). Lihat juga Matius 24:35 dan Lukas 21:33. Tentang hal ini rasul Paulus yang ahli kitab Taurat Musa karenanya berkata: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.  (Kolose 1:15,17). Untuk lebih jelas tentang hal ini silahkan lihatNubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru.

Kesempurnaan pribadi Isa al-Masih diteguhkan baik di Alkitab maupun di Kuran, di Mazmur 119 ini raja Daud dengan mata batinnya yang terbuka, ia bisa melihat 28 generasi di depannya bahwa Isa al-Masih melebihi apa pun yang sempurna yang manusia bisa temukan di bumi ini, “Aku telah melihat batas-batas kesempurnaan (all perfection), tetapi perintah-Mu luas sekali” (96). Dengan kata lain, “Isa al-Masih melampaui semua hal-hal kesempurnaan yang Daud pernah lihat.”

Ayat-ayat berikutnya adalah kunci keberhasilan yang membuat Daud yang saat remaja dianggap tidak bernilai di mata ayah dan kakak-kakak kandungnya bisa menjadi raja Israel yang paling besar dalam seluruh sejarah Israel dan pemandangan Allahnya

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. (97)
Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. (98)
Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. (99)
Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (100)

Jadikan Mazmur 119:97-100 ayat hafalan anda.

IV. Aplikasi dan Tantangan
Oleh karen nilai yang sangat mulia dan kekal dari Taurat (Isa al-Masih), raja Daud telah mengambil keputusan, “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu” (128).
Jika anda telah percaya bahwa Alkitab adalah Firman TUHAN dan telah menjadikan Isa al-Masih sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup anda, namun anda masih hidup tidak jujur, itu berarti anda belum sungguh-sungguh mengerti nilai mulia dan ajaib yang terkandung di dalam Isa al-Masih, Firman Allah yang telah menjelma menjadi manusia.
Isa al-Masih mengingatkan kepada semua murid-murid-Nya untuk memilih sebuah keputusan yang radikal dan sangat penting:

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  (Matius 16:24-25). Isa pemberi hidup bahkan setelah kematian manusia; ini membuktikan Ketuhanan-Nya.

Dan Isa memberi suatu perbandingan betapa besarnya kemulian yang akan kita dapatkan jika kita berpegang pada dan melalukan Firman TUHAN:

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.  (Matius 16:26-27). Isa adalah Hakim Akhir Jaman, bukan nabi Muhammad dan juga bukan nabi Musa yang telah menerima seluruh Taurat di Perjanjian Lama.

Ambilah keputusan saat ini juga untuk memilih taat kepada Firman-Nya berapa pun harga yang harus anda bayar, ikutlah teladan Isa al-Masih dan para Rasul-Nya, “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingankan dengan kemulian yang akan dinyatakan kepada kita. (Roma 8:18)

Read the rest of this entry »

Advertisements




Hati Nurani Yang Baik dan Murni

8 10 2017

4093-24472“Marilah kita mendekat dengan hati yang tulus, dalam jaminan penuh iman yang penuh, setelah hati kita dibersihkan dari hati nurani yang jahat, dan tubuh kita dibasuh dengan air yang murni” (Ibrani 10:22, KJV)

Setelah Pendalaman Alkitab ini anda diharapkan sudah bisa mengerti:

  • Apa itu ”hati nurani” baik secara Firman Allah maupun ilmu pengetahuan
  • Mengerti betapa pentingnya orang memiliki hati nurani yang baik dan murni
  • Bisa menyebutkan di luar kepala setiap aspek yang melibatkan hati nurani
  • Tahu bagaimana caranya mendapatkan hati nurani yang baik dan murni
  • Bisa menyebutkan kedelapan sikap yang harus dimiliki sebagai persyaratan awal untuk memiliki hati nurani yang baik dan murni
  • Dua langkah menghidupkan hati nurani yang mati (bertobat & menerima korban Darah Isa di salib di Golgota)
  • Mampu menerapkan secara praktis menghidupkan dan merawat hati nurani yang baik dan murni
  • Kuasa dari memiliki hati nurani yang baik dan murni

Enam butir pertama dibahas pada bagian pertama PA4Muslim dan sisanya terahir di bahas pada bagian kedua “Mendapatkan dan memelihara Hati Nurani yang baik dan murni”

Bagian Pertama: “Arti Hati Nurani Yang Baik Dan Murni Dan Cara Mendapatkannya”

Illustrasi: Tiga binatang piaraan bertemu dan membicarakan sikap para tuan mereka. ”Saya sama sekali bingung dengan sikap tuan saya,” kuda berkata kepada anjing dan domba mengawali pertemuan tersebut. ”Mengapa?” jawab kedua rekannya tertarik untuk mendengar. ”Kemarin sambil mununggangi diriku ia menabrak drum susu sapi tetangganya yang setiap pagi diletakkan di depan pagar tetangganya oleh pengantar susu. Dengan suara penyesalan ia berkata kepada tetangganya itu, ’o maaf saya tidak melihat drum susu tersebut’, segera setelah meninggalkan tempat itu ia berkata kepada dirinya sendiri, ’rasain kamu, hari ini kamu tidak punya susu untuk diminum!’” Lalu anjing berkata, ”saya juga bingung dengan tuan saya, di rumah ia galak dan sering mukul istrinya, namun ketika bertemu nona Cantik diseberang sana, ia begitu murah senyum dan kata-katanya seperti malaikat dari Sorga.” Domba berkomentar, ”Ya manusia memang mahluk yang aneh, tidak seperti kita para binatang yang hanya punya insting; kamu tahukan setiap tahun bulu saya digunting, suatu kali ini guntingnya menusuk daging hingga darah keluar. Sampai saat ini setiap kali ia mendekati saya ia selalu berkata ’Maafkan kecerobohan saya’ sambil mengelus-elus muka dan bekas luka tersebut.”

I. Pendahuluan. Memiliki hati nurani yang bagus dan bersih adalah sangat penting setelah seseorang masuk iman. Iman sebesar apapun tanpa hati nurani yang bagus dan bersih akan membuat orang percaya tersebut gagal mencapai tujuan sorgawi – sebab imannya lambat atau cepat akan kandas, sebagaimana Rasul Paulus menasehati anak rohaninya pemuda Timotius: “; having faith and a good conscience, which some having rejected, concerning the faith have suffered shipwreck,” (EMTV) (milikilah iman, dan hati nurani yang baik, yang beberapa (orang) telah menolaknya, telah menderita kehancuran kapal sehubungan dengan iman)

Paulus hidup di jaman kejayaan Kerajaan Romawi, dimana kapal layar adalah kendaraan angkutan terhebat baik dalam dunia perang maupun perdagagan di Laut Mediterian, kapal lautlah yang membuat Kerajaan Romawi bisa menguasai seluruh negara-negara di tepi Laut Mediterenian. Istilah ”saffered shipwreck” (1 Tim. 1:19) adalah penderitaan akibat kecelakaan dimana sebuah kapal laut hancur atau tenggelam di laut atau tercampak hancur di pantai akibat menabrak batu karang atau pukulan gelombang laut atau badai. Singkat kata itu berarti kehilangan kapal dan isinya bahkan sering kali jiwa para penumpangnya.

II. Difinis / arti dari kata ”hati nurani” atau ”conscience.” Ada baiknya kita mengerti perbedaan pemikiran orang Ibrani dengan pemikiran Yunani. Kata ”hati nurani” ada terdapat di 8 kitab Perjanjian baru pada 29 ayat (KJV) ditulis oleh rasul Yohanes, rasul Petrus dan rasul Paulus serta penulis kitab Ibrani. Kitab-kitab Perjanjian Lama memakai kata ”hati” 833 kali dari 765 ayat (KJV) contoh: Kejadian 6:5, Kej. 17:17, Mazmur 12:2 dan Amsal 28:26. Orang Yunani kuno tidak mengenal kata ”hati,” hanya sejauh ”jiwa;” demikian juga dengan ”dosa” dan ”kehidupan dan kematian kekal” *

Hati nurani berasal dari kata Yunani suneidesis yang berasal dari gabungan dua kata suneido (menelanjangi/memindahkan) dan hades (tidak terlihat/kematian), diartikan sebagai ”melihat secara utuh” atau ”mengerti sepenuhnya” atau ”menjadi sadar” atau ”ada sadarkan diri” (Strong Greek Bible Dictionary)

Conscience berasal dari dua kata con (lawan/oposisi) dan science (ilmu pengetahuan), diartikan sebagai “diluar alam pemikiran.”

  • the part of the mind that makes you aware of your actions as being either morally right or wrong (Meriam Webster)
  • a person’s moral sence of right and wrong, viewed as acting as a guiede to one’s behavior (Oxford)
  • motivation deriving logically from ethical or moral principles that govern a person’s thoughts and actions (WordWeb)

Dunia sekuler mengartikan hati nurani sebagai bagian dari pikiran kita atau indra moral kita – berfungsi sebagai sumber motivasi – yang menyadarkan tindakan kita entah itu benar secara moral atau salah.

Anda pernah membaca kisah seorang wanita yang tertangkap basah berzinah di giring oleh para orang beragama ke hadapan Isa al-Masih untuk menguji Isa? Lihat Injil Yohanes 8:1-12. Yohanes mencatat “karena ditempelak oleh hati nuraninya, mereka pergi satu per satu, mulai dari yang paling tua sampai yang terakhir” (9). Injil menunjukkan kepada kita bahwa “semakin seorang bertambah umur, hati nuraninya sadar bahwa kadar dosa semakin banyak yang berarti juga tuduhan semakin berat.”

III. Hati nurani yang baik dan murni adalah hati nurani yang sehat. Rasul Paulus bersaksi di persidangan bagaimana ia telah hidup:

“Hai para pria, saudara-saudara (brothers), aku telah hidup dengan segenap hati nurani yang baik di hadapan Allah sampai hari ini (Kisah para Rasul 23:1) – pada sidang Sanhedrin di Yerusalem, beranggota 70 hakim

Aku menaru pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, … Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.  (Kis. 24:10,16) – persidangan lanjutan, di hadapan Gubernur Romawi Felix di Kaisarea, Israel, dihadiri Imam Besar dan tua-tua Israel

Dalam bahasa aslinya adalah ap/ros/kop/os (Yunani) yakni avoid of offence (KJV) / unhurt (SLT) yakni: tidak memimpin kedalam dosa terhadap Allah dan manusia

Alkitab versi Inggris:  “a clear conscience / pure _ / blamless _ toward God and men / dalam terjemahan KS-ILT “hati nurani yang tidak tercela”.

Mungkin anda bertanya: Jika memang hati nurani rasul Paulus tidak memimpin kedalam dosa baik terhadap Allah dan manusia, mengapa ia diadili oleh para pemuka agama Yahudi?” Anda akan mendapat jawabannya segera! Dibawah ini!

Hati nurani yang baik melibatkan 5 aspek kehidupan manusia

  • setiap motivasi; lihat Yeremiah 17:9-10
  • setiap pikiran; lihat 2 Korintus 10:5
  • setiap sikap; Amsal 6:13-14
  • setiap perkataan; lihat Injil Matius 12:36
  • setiap perbuatan; 2 Korintus 5:10

Dua pertama tidak terlihat oleh mata manusia, namun Tuhan tahu persis setiap motivasi dan pikiran kita. Firman Tuhan berkata ”Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.  (Yakobus 4:17); ini disebut Dosa karena tidak berbuat / dosa pasif.

IV. Apa-apa yang anda tidak bisa berbuat berkaitan dengan hati nurani yang baik dan murni:

  1. Apapun perbuatan yang kita bisa lakukan terhadap Allah tidaklah dapat menghasilkan hati nurani yang murni. Ritual keagamaan tidak bisa memperdamaikan kita dengan Allah yang Mahasuci. “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa” (Ibrani 10:4)
  2. Sebaik apapun kita, karena dosa turunan, kita tidak bisa mencapai kualitas hati nurani yang murni yang dituntut oleh Tuhan. ”Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak (Mazmur 14:3)

Ikatan dosa inilah yang melahirkan “tidak adanya keadilan, bahkan di ruang pengadilan sekalipun” dimana pun di dunia sekuler juga dalam pengadilan agama seperti rasul Paulus alami di atas.  Manusia duniawi kita, pada satu sisi,  secara otomatis ingin membuat keseimbangan antara kesalahan dengan tuduhan untuk menampilkan kesan ”saya orang baik!” dengan jalan melempar kesalahannya sendiri dan mencari kambing hitam. Pada sisi lainnya, dosa membuat kita egois; kita sering kali memakai standard ukuran kebenaran diri sendiri yang dasarnya adalah keuntungan dan keselamatan diri sendiri atau kelompok sendiri.

V. 8 sikap persyaratan untuk dapat menerima dan menghidupkan Hati nurani yang baik dan murni. 8 sikap ini terdapat pada kotbah publik di awal pelayanan Isa al-Masih dikenal sebagai ”Kotbah di Bukit” tertulis di Injil Matius pasal 5

  1. Miskin di hadapan Allah / Miskin rohani. Arti literalnya ”seorang yang bangkrut, tidak punya simpanan atau harta apapun lagi, ia perlu mencari pertolongan Tuhan untuk kebutuhan sehari-harinya.” ”Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (give us this day our daily bread)” Isa al-Masih mengajar berdoa kepada murid-muridNya)
  2. Berduka yang sungguh. Roh Kudus tidak bisa bekerja di hati yang keras, penyesalan yang sungguh menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan.
  3. Lembut hati. Ini hanya datang dari kerelaan kita menyerahkan hak-hak kita kepada Tuhan
  4. Lapar dan haus akan kebenaran. ”Hatiku mengikuti firman-Mu: ’Carilah wajah-Ku’; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN” (Maz. 105:4), ini didapat dari doa dan perenungan Firman-Nya.
  5. Murah hati / Merciful. Arti kata murah hati adalah ”tidak menerima hukuman yang seharusnya kita terima.” Untuk bisa menerima kemurahan hati Tuhan, kita dituntut juga untuk mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.
  6. Suci di dalam hatinya / pure in heart – karena mereka akan melihat Allah. Saat kita mampu melihat Allah (mengerti kehendak dan hati-Nya) maka kita akan tahu standard kesucian, kebenaran dan kemurah serta keadilan sorgawi
  7. Menjadi pendamai. Ia haruslah orang yang tidak berpihak. Anda ingat konflik panjang antara pemerintah Indonesia dengan GAM (Aceh Merdeka)? Finlandia yang walaupun penduduknya tidak lebih dari 5 juta bisa mendamaikan “Negara berpenduduk Muslim terbesar sedunia”
  8. Bersedia menderita karena kebenaran. Teraniaya karena kebenaran berarti anda hidup dan bertindak sesuai Firman-Nya. Isa al-Masih adalah Firman Allah (Yoh 1) dan juga kebenaran itu sendiri (Yoh. 14:6), bersedia teraniaya karena Isa berarti anda lebih dari sekedar pelaku, yaitu “serupa al-Masih” seperti para rasul-Nya.

Dua butir pertama dari “Kotbah Dibukit” Isa memberi kita tip jalan keluar dari kehausan kita akan hati nurani yang sehat. Tip itu adalah anda harus mengakui perlunya dosa anda ditebus oleh Darah Isa yang kudus yang Dia telah curahkan di kayu salib di Bukit Golgota (bahasa Ibrani untuk Bukit Tengkorak), sebab kata “murni” berhubungan erat dengan kata murni secara moral (chaste)” yang memiliki arti “untuk ada dibersihkan atau dimurnikan dengan jalan dibakar seperti mendapatkan perak atau emas murni.”

Jika anda belum pernah mengakui dosa anda dan menerima anugerah keselamat kekal yang Allah janjikan melalui Putra-Nya, Isa al-Masih, maka akuilah hari ini juga, mintalah Allah membasuh dosa anda dengan Darah Anak Domba Allah. Dan mintalah Roh Kudus-Nya masuk ke dalam hidup anda, sehingga anda berhak memiliki hak menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi.


*) Kata “dosa” dalam bahasa Ibrani adalah chatta’ah (pelanggaran/ offence) dalam hal ini pelanggaran terhadap Tuhan, namun dalam bahasa Yunani adalah hamartia (salah target/ missing the mark) dalam arti ”tidak mencapai target yang benar.” Tuhan tidak mengenal dosa kecil atau dosa besar – dosa adalah dosa; sebaliknya dalam perlombaan Olympiade, jika panah tidak mencapai pusat sasaran, setidaknya anda masih dapat nilai 9 atau terburuk 1 (garis terluar dari sasaran panah).

Demikian juga dengan kehidupan dan kematian kekal; orang Yahudi yang berpegang pada Taurat seperti sekte Farisi, percaya adanya kebangkitan orang mati, namun orang Yahudi yang berpegang pada filosofi Yunani seperti sekte Saduki tidak percaya kebangkitan.

Sebab itu sangatlah penting memakai pemikiran orang Ibrani di dalam mempelari hal-hal yang bersifat rohani

Read the rest of this entry »





Pemerintah Sipil dalam Pandangan Yudeo-Kristen. Bagian Ke-dua

12 02 2017

rakyat-aktiv-dalam-setiap-masalah-pemerintahan-sipil

Rakyat perduli masalah Pemerintahan Sipil = Negara Sehat dan Kuat

Pada Bagian Pertama, kita telah belajar bagaimana Allah melihat pemerintahan negara di bumi dan bagaimana Dia sendiri terlibat di dalam seluruh proses naik dan turunnya para penguasa negara. Allah sangat positif dengan pemimpin negara, Dia menolong mereka dan memanggilnya: ”hamba-hamba-Ku” untuk menggenapi rencana-Nya di bumi. Pada bagian dua kita akan belajar Firman-Nya bagaimana seharusnya rakyat memandang dan berinteraksi dengan Pemerintah Sipil.

Pada bagian ke-dua ini kita akan belajar

  1. Batasan kekuasaan pemerintah negara dengan pemerintah Gereja
  2. Bagaimana seharusnya umat Allah berinteraksi dan memandang pemimpin negara (baik raja maupun Pemerintah Sipil) mereka.

Sasaran:

  1. Menghindari tumpang tindih dan saling menyalahi antara kekuatan politik dan kekuatan kerohanian / keagamaan
  2. Menolong masyarakat sebagai umat Allah untuk menyadari pentingnya menopang dan menghormati penguasa negara
  3. Menciptakan negara yang sehat dan bangsa yang makmur secara jasmani dan rohani

Dua kalimat Isa al-Masih yang penting untuk diingat:

  • “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia,” (Yohanes 9:5),
  • “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:14,16).

Pokok pemikiran dari Pendalaman Alkitab ini, adalah, saya ulang kembali:

Setiap orang yang percaya kepada Bapa sorgawi adalah terang bagi sekitarnya, dan Pemerintahan Sipil adalah sebuah institusi resmi-Nya di bumi untuk memancarkan terang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sama seperti panggilan bagi Gereja-Nya di dalam kehidupan sesama orang beriman. Selama masih ada planet matahari, Pemerintahan Sipil, sebagaimana juga dengan Gereja, adalah institusi resmi Kerajaan Sorga yang tidak boleh diabaikan. Keduanya saling membutuhkan.

 I. Fungsi dan batasan-batasan pengaruh Pemerintahan Sipil dalam Masyarakat

John Calvin (10 Juli 1509 –  27 Mei 1664) membagi pemerintahan Allah YAHWEH atas seluruh ciptaan-Nya kedalam tiga institusi:

  • Kekuasaan dalam Pemerintah Sipil,
  • Kekuasaan dalam Kemasyarakatan (sosial) dan
  • Kekuasaan dalam Gereja / Agama

1. Fungsi kekuasaan Pemerintahan Sipil. Calvin melukiskan itu sebagai:

“Namun pemerintahan sipil memiliki sebagaimana akhir penetapannya, selama kita hidup di antara manusia, untuk menyesuaikan kehidupan kita ke masyarakat, untuk membentuk kelakuan sosial kita ke masyarakat yang baik, untuk memperdamaikan kita dengan satu sama lain, dan untuk mempromosikan dan mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan.”[1]

A. Sejarah Eropa Barat secara kasar. Pernyatan Calvin ini penting untuk dihayati dan dimengerti oleh negara berkembang dimanapun, termasuk Indonesia. Untuk kita bisa mengerti dengan benar point-point dari John Calvin ini, kita perlu mengerti terlebih dahulu kondisi Eropa Barat saat Calvin hidup.

Eropa Barat saat Calvin hidup sama seperti kondisi negara-negara mayoritas pemeluk agama Islam di Asia, Afrika dan Timur Tengah saat ini, lemah dan penuh dengan peperangan. Abad 15 bisa dikatakan saat-saat terkelam negara-negara Eropa Barat; rakyat miskin lahir dan batin. Eropa Barat terpukul dari dalam dan luar. Di dalam, perang antar sesama negara Barat yang berkepanjangan; larangan beragama yang ketat kecuali agama Roma Katolik, dalam kehidupan sehari-hari, hukum agama Katolik adalah hukum negara Eropa Barat, sebab semua raja dikendalikan oleh paus melalui para kardinal dan uskupnya. Serangan dari luar tentara Islam telah menguasai banyak wilayah; di timur, di bawah kerajaan Turki Ottoman, Islam telah masuk sampai Hungaria, Moldova, dan di barat: Spanyol selatan dan Portugal, disebut Andalusia. Wilayah kekuasaan penuh Gereja Roma (the Holy Roman Empire) saat itu meliputi Belanda, Swiss, Itali Barat, Austria, Czechoslovakia dan Jerman. Paus memakai alasan keagamaan ”Perang Salib,” untuk mengutus tentara Gereja Roma, ”Crusaders” memerangi semua kerajaan yang tidak tunduk kepadanya demi menjaga dan memperluas wilayah kekuasaan. ”Perang Salib” ini terjadi lebih dari 170 tahun (1096-1270) dalam 7 gelombang perang.[2] Penguasa Gereja Roma memakai cara yang sama untuk memaksa orang masuk agamanya, seperti para Sultan lakukan, yaitu melalui pedang, ditambah aniaya berat ”inkuisisi” dan dibakar hidup-hidup. Yahudi, Kristen, Muslim terbunuh. John Fox mencatat, orang Kristen saja yang terbunuh oleh tentara Gereja Roma mencapai 500 juta jiwa. Gereja Eropa Barat ini hanya berpikir tentang kekuasaan dan membangun gedung-gedung gereja. Akhirnya awal abad 16, perjuangan Gereja Kristen mendapat dukungan dari orang Gereja Roma, seperti Calvin, dan Luther. Ini yang melahirkan “Reformasi Gereja,” tahun ini Oktorber 2017 adalah perayaan 500 tahun Reformasi Gereja.

B. Rakyat adalah Masyarakat Majemuk.  John Kalvin memperingatkan bahwa sebuah negara adalah sebuah masyarakat majemuk baik secara ras, suku, budaya terlebih lagi keyakinan kepercayaan, karenanya diperlukan peranan pemimpin negara yang netral dan masyarakat mayoritas perlu menyesuaikan kehidupan mereka ke masyarakat yang majemuk tersebut. “Keadilan bagi seluruh rakyat” hanya bisa terjadi apabila pemimpin agama mayoritas tidak mencampuri keputusan Pemerintah. Itulah sebabnya Pemerintahan Sipil dihadirkan oleh YAHWEH, dengan perintah, Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Kel. 1:13).  Israel sekalipun satu negara, tetapi memiliki 12 suku. Setiap suku memiliki hakim dan pemimpin suku, namun di dalam kehidupan bernegara, mereka harus hidup dalam aturan negara yang dibuat “untuk memperdamaikan kita dengan satu sama lain, dan … mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan.”

Pada Pelajaran sebelumnya, di Bagian I, kita telah belajar bahwa  Allah Yang Mahabijak sejak pertama membentuk negara Israel, mandat-Nya kepada mereka melalui nabi Musa ialah bahwa negara haruslah beroperasi berdasarkan kemajemukan kekuasaan, mandat itu bahkan turun sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian yang bapa leluhur mereka Abraham, Ishak dan Yakub (Israel) pernah hidup sebelum imigrasi ke Mesir. Nabi Musa, sebagai pimpinan puncak tidak memiliki kuasa atas hidup siapa pun, ia hanya berfungsi menolong 12 “Majelis Hakim” dari masing-masing suku Israel; di Amerika Serikat ada 9 MH. Para Hakim pun berfungsi hanya sebagai Hakim, untuk menjaga perdamaian dan ketenangan masyarakat di dalam suku mereka masing-masing.

Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik.  (Amsal 29:12)

2. Kekuasaan Kemasyarakatan (sosial). Abraham Kuyper seorang intelektual Kristen dan Politikus Belanda,[3] pada kelas-kelas kuliahnya di sebuah universitas di Amerika Serikat tahun 1898, ia mendiskusikan implikasi-implikasi ajaran Calvin untuk dunia politik. Ia menggaungkan kembali keyakinan Calvin bahwa semua pemerintahan (dunia) adalah ditetapkan oleh Allah. Kuyper menerangkan bahwa semua manusia telah mewarisi dosa,[4] manusia tidak dapat memerintah atas manusia kecuali otoritasnya diberikan kepada dia oleh Allah.[5] Kuyper, berdasarkan ajaran Calvin, menerangkan perbedaan antara kekuasaan Pemerintah dengan ”bidang-bidang sosial” (social spheres): ”Bidang-bidang sosial pernikahan dan keluarga, bisnis, seni dan ilmu pengetahuan bukanlah produk Pemerintah, tetapi adalah fungsi-fungsi organik masyarakat dan karenanya mereka memerintah sendiri.”[6]

Di masa Calvin hidup, Paus mamakai raja-raja untuk melarang setiap ilmu pengetahuan yang berbeda dengan doktrin Gereja Roma Katolik. Buku-buku yang termasuk dilarang beredar dan dibaca adalah karya Nicholas Copernicus (1473 – 1543) dan Galileo Galilei (1564 – 1642)[7]

Sehingga Kuyper menyatakan, “Apa yang disebut ‘pemerintahan konstitusional,’ yang berusaha untuk lebih tegas mengatur hubungan mutual keduanya. Dan dalam perjuangan inilah Calvinisme adalah yang pertama bangkit berdiri (memperjuangkannya).”[8]

3. Kekuasaan Gereja / Agama. Calvin menyatakan tugas bagi para pemimpin Jemaat yang telah terpilih, ”Tugas-tugas mereka adalah untuk memproklamasikan Firman Allah dengan tujuan menginstruksi, memperingati, menasehati, dan menegur, baik di depan umum maupun pribadi, memberi sakramen-sakramen, dan untuk latihan disiplin persaudaraan bersama dengan para penatua atau delegasi.”

Calvin setuju perlunya Gereja menjalankan semua ibadah Kristen dan memproklamasikan berita Injil, sejauh itu tidak melanggar wilayah batas kekuasaan Pemerintah Negara (menjaga ketertiban dan kemakmuran bersama).

Mengingat bahwa “semua manusia telah mewarisi dosa,” itulah sebabnya hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara. “Bland-spot” keagamaan selalu hadir ketika “religious superiority” diproklamasikan tanpa kendali.

Pemaksaan keyakinan iman kepada kelompok lainnya (minoritas dan tidak berkuasa) dalam segala bentuk adalah cacat hukum negara melanggar ”Keadilan Hak Asasi Manusia yang bersifat universal” dan cacat hukum kemasyarakatan “Kasihilah sesamamu manusia.” Jika ini dipaksakan, negara akan mengulangi “Masa Kegelapan Eropa Barat” melalui ”Inkuisisi Abad Pertengahan” (Medieval Inquisition), dimulai awal abad 12 (tepatnya tahun 1184) dan berakhir di abad 19 Setelah Masehi.[9]

Saya bertanya kepada beberapa orang Muslim Jakarta, mahasiswa dan karyawan “Apakah kamu mau negara Indonesia menjadi negara Islam dimana Hukum Islam adalah azaz negaranya?” Jawaban mereka tidaklah mengejutkan saya, semua berkata, “Tidak bersedia!” Mengapa tidak, bukankah kamu Muslim yang taat? Jawaban yang umum yang mereka beri adalah:”Saya tidak ingin dipaksa oleh siapa pun dalam soal beribadah.” Itulah juga mengapa “ISIS” ditentang oleh mayoritas Muslim sedunia. Dan Pemerintah Negara Republik Islam Iran ditentang rakyatnya, sejak Ayatollah Khomeini menegakkan Syariah Islam di Iran, lebih dari sejuta Muslim telah meninggalkan Islam. Agama tidak bisa dipaksakan; Gereja Roma telah gagal, demikian juga Islam, semakin dipaksakan semakin mental ke luar.

Mengingat bahwa “semua manusia telah mewarisi dosa,” itulah sebabnya hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara.

karikatur-rakyat-amerika-tidak-aktiv-dalam-dunia-politik-dan-akibatnya

Masyarakat & Politik Amerika

Studi Kasus agama di Amerika Serikat.  Pemerintah Gedung Putih di bawah Presiden Obama membajak ajaran John Calvin ini untuk menindas kebebasan beribadah dan iman orang Kristen untuk tujuan politik dengan berkedok “membela kebebasan kelompok minoritas;” menekan penginjilan jalanan, melarang menyebut nama Yesus dan berdoa Kristen di gedung-gedung pendidikan, melarang ornamen Perayaan Natal di tempat umum, melarang persekutuan, sel-sel dan pendalaman Alkitab di rumah-rumah dan bahkan memberi surat tilang bagi mereka yang memberi makanan gratis kepada orang-orang yang miskin. Obama dan Hillary membuat citra Amerika rusak di dalam dan di luar negeri; itu terjadi akibat rakyat AS tidak perduli dengan masalah Politik Amerika, dan mereka harus menunggu 8 tahun lamanya untuk bisa menormalisasikan Hukum Negara mereka.

Tindakan sejenis inilah yang tepatnya telah terjadi di Eropa Barat sebelum Reformasi Gereja, dimana Paus memakai raja-raja dan para pangeran untuk menumpas Kristianiti. Hasil akhirnya adalah membuat Kristianiti semakin termasyur di Eropa dan bahkan menyebar ke Asia dan Afrika. Itulah juga yang membuat Donald Trump, seorang yang tidak memiliki pengalaman politik bisa mengalahkan 18 lawannya yang ahli politik.

Tuhan telah memberi kuasa baik Pemerintah negara maupun Gereja-Nya, dan Dia menjaga keduanya untuk hidup dan berfungsi sebagai ”hamba dan saksi-Nya” di bumi ini sampai Dia datang kembali untuk meminta tanggung jawab setiap manusia.

II. Kehidupan Jemaat Berkaitan Dengan Pemerintah Negara

1. Mentaati konstitusi negara. Isa al-Masih berkata kepada para pemimpin agama Yahudi perlunya setiap orang mentaati Pemerintah (sekalipun penjajah) Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.  (Markus 12:17)

Rasul Paulus dalam suratnya kerasulannya kepada orang-orang Kristen di Roma, ia mengingatkan ”setiap orang” termasuk orang Kristen harus tunduk kepada penguasa pemerintah sipil. Perlu diingat, saat itu penguasa Roma adalah orang-orang yang tidak percaya Allah TUHAN, mereka menyembah banyak berhala dan bahkan membunuh banyak orang Kristen, namun sebagai warga Roma, mereka haruslah tunduk.

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.  (Romans 13:1). Paulus menambahkan, Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.  (ayat 2)

Ajaran ini berbeda dengan ajaran Islam. Agama Islam mengajar bahwa orang Islam tidak perlu tunduk kepada Pemerintahan Sipil manapun, kecuali jika dan hanya jika konstitusi dan hukum negara tersebut berdasarkan Hukum Islam atau Syariah Islam. Semakin pemimpin Islam menekankan prinsip Syariah Islam hasilnya adalah ketidak adilan dan lenyapnya kesejahteraan sebuah masyarakat dan negara, seperti yang kita lihat di banyak negara Timur Tengah dan Afrika Utara serta Asia (Afganistan, Pakistan, Turki, dan Indonesia akhir-akhir ini)

2. Mendukung Pemerintah melalui doa-doa kita. Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.  (Amsal 8:15-16). Kata “aku” disini adalah Hikmat dan Pengetahuan TUHAN. Melalui doa-doa kita kepada Tuhan! Bagaimana para pembesara dan hakim di bumi – yang tidak mengenal TUHAN dan tidak membaca Firman-Nya – bisa menetapkan keadilan? Melalui doa-doa orang percaya! Target Setan yang terutama ialah menyerang pemimpin Negara untuk mengontrolnya; sebab jika ia berhasil mengontrol penguasa ia akan mengontrol seluruh rakyatnya. Jadi pemimpin negara dan aparatnya memerlukan dokungan doa kita.

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.  (Yeremiah 29:7), ini adalah Firman TUHAN melalui nabi Yeremiah untuk bangsa Israel yang di buang ke Babilonia. Kita akan lihat lebih dalam isi surat ini pada butir ke-3. Jelas sekali, TUHAN memakai raja kafir (penyembah berhala) ini dan memerintahkan umat-Nya Israel untuk kesejahteraan negara baru mereka. Sekitar 600 tahun kemudian, Rasul Paulus memerintahkan orang Kristen, melalui muridnya Timotius,[10] melakukan hal yang sama ketika berada di bawah jajahan Romawi: Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.  (1 Tim. 2:1-2)

Bagaimana para pembesara dan hakim di bumi – yang tidak mengenal TUHAN dan tidak membaca Firman-Nya – bisa menetapkan keadilan? Melalui doa-doa orang percaya!

Doa-doa kita untuk para raja (presiden) dan pembesar (pejabat negara) memegang peranan penting dalam sebuah negara. Rasul Paulus bahkan berkata bahwa ini adalah suatu kehendak Tuhan Yesus yang memiliki tujuan luhur:

“Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,  (ayat 3-5).

Itulah sebabnya ketika para rasul meminta Isa untuk mengajar mereka berdoa, Isa mengajar mereka Doa Bapa Kami: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  (Matius 6:9-10). Visi ini untuk menggenapi nubuatan nabi Yesaya dan rasul Paulus[11]

3. Mendukung Pemerintah Sipil dengan pekerjaan baik kita. ”Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.  (Titus 3:1) Rasul Paulus melalui muridnya yang lain, Titus, kembali mengajar bagaimana orang beriman harus hidup di dalam sebuah negara. Paulus berkata, pekerjaan baik tersebut bukanlah untuk beroleh keselamatan kekal, sebab keselamatan adalah rahmat / anugerah Allah dan melalui pembaharuan hidup kita melalui Roh-Nya. (ayat 4-7)

Rasul Petrus mengajar: “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.  (1 Petrus 4:15-16)

Kembali kesurat Yeremia di atas, Allah TUHAN berkata untuk umat-Nya berhenti mengerutu dan ”doing-nothing” di negeri dimana mereka telah dibuang, Dia berkata ”Dirikan rumah, bikin kebun, ambil isteri dan menghasilkan anak-anak, ambilah mantu bagi mereka,” tujuannya: ”agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!” (Yer. 29:4-6)

4. Mendukung proses pemilihan umum. Demontrasi massal di Romania awal Pebuari 2017 akibat kelalaian umat Kristen sendiri,  seorang bapa asal Romania mengawali ceritanya. Pemerintah yang baru berkuasa ingin membuat hukum baru “korupsi (untuk jumlah uang tertentu) bukanlah kejahatan.” Ia berkata, “Pemerintah yang komunis ini berhasil memenangkan Pemilu oleh karena orang-orang Kristen tidak perduli dengan pemilu, mereka tidak memberi suara.” Setelah turun kejalan berhari-hari di cuaca yang dingin, mereka berhasil menggagalkan hukum baru tersebut dan kemudian memaksa Perdana Menteri tersebut turun dari jabatanya.

Kisah ini mengingatkan saya kejadian di Namibia, kisah yang ditulis oleh Landa Cope. ”Ketika para orang kulit hitam di Namibia diberikan pertama kali memberi suara di tahun 1994, mereka memilih seorang pemimpin yang adalah komunis, suatu pukulan besar di negara dimana lebih dari 85% mengaku orang Kristen.” Kesalahan tambahan, ketika “pemerintah baru ini meminta para pemimpin Gereja untuk mengajar mereka dasar-dasar pemerintahan yang alkitabiah, tidak ada satupun yang meresponi![12]

Landa, yang sering berkeliling Afrika dan juga guru dalam ilmu kemasyarakatan menyesalkan apa yang telah terjadi di Amerika, negaranya. Orang-orang pemerintah AS berkata kepada Landa bahwa “kurang dari 50% penduduk Amerika memberi suara. Lebih mengejutkan lagi, mereka berkata kurang dari 25% orang Kristen Amerika memberi suara.”[13]

KESIMPULAN:

  • John Calvin membagi kekuasaan institusi kedalam tiga bagian: PemerintahSipil, Kemasyarakatan (sosial) dan Gereja / Agama
  • Pemerintah Sipil sesuai tugasnya haruslah netral dan berfungsi membentuk kelakukan sosial rakyatnya untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat yang majemuk untuk mempromosikan dan mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan
  • Kuyper, berdasarkan ajaran Calvin, masyarakat pun di luar kontek agama dan politik memiliki ruang-ruang kekuasaan (social spheres) tersendiri, seperti masalah pernikahan, keluarga, bisnis, seni dan ilmu pengetahuan.
  • Pemerintah Agama memiliki kebebasan melakukan hak-haknya, namun tidak boleh mengontrol Pemerintah Sipil untuk melakukan apa yang mereka imani.
  • Hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara, sebab itu akan melanggar ”Keadilan Hak Asasi Manusia yang bersifat universal” dan cacat hukum kemasyarakatan “Kasihilah sesamamu manusia.”
  • Pemaksaan Hukum Agama dalam kehidupan Sosial dan kehidupan kekusaan Sipil akan berakibat buruk bagi semua masyarakat, seperti telah terjadi di Eropa Barat sebelum  Reformasi Gereja dan di negara-negara Islam saat ini di banyak negara.
  • Negara yang kuat adalah negara dimana rakyatnya yang beriman aktif mendukung Pemerintah Sipil
  • Rakyat bisa mendukung Pemerintah Sipil melalui mentaati hukum negara, mendoakan para pejabat, hidup dan bekerja yang baik, dan aktif dalam proses Pemilu untuk memilih calon pemimpin yang bermoral, jujur dan siap melayani rakyat.

Bacaan yang direkomendasikan:

Catatan-kaki:

  1. John Calvin orang Perancis (10 Juli 1509 –  27 Mei 1564). Ayahnya bekerja sebagai seketaris uskup Katolik. Antara tahun 1533-1534, ia menjadi ”orang Protestan” dan pindah ke Basel, Swiss. Pernyataan Calvin pertama dari seri The Institutes of the Christian Religion yang ia terbitkan tahun 1536.
  2. DR. Ian Barnes, WORLD HISTORY, Eagel Edition Ltd, 2007
  3. Abraham Kuyper (29 Oktober 1837 – 8 November 1920);  karya dan tulisannya bisa dilihat di sini
  4. Beberapa ayat Alkitab menjelaskan siapa manusia dimata Allah TUHAN: Kejadian 6:12 Mazmur 14:1-6 & 53:1-3 (di ITB: 2-4); Pengkotbah 7:20; Roma 3:9-19;
  5. 2 Korintus 5:9-10
  6. Kuyper, Third Lecture, Calvinism And Politics
  7. Copernicus, Galileo, and the Church: Science in a Religious World
  8. Kuyper, Third Lecuture
  9. https://en.wikipedia.org/wiki/Inquisition
  10.  Lihat 1 Tim. 1:2-4
  11. Allah Bapa berkehendak ‘Putra-Nya’ menjadi Raja Adil di bumi.  ”Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; (Yes. 55:4) dan “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose 1:16)
  12. Landa Cope, An Introduction To The OLD TESTAMENT TEMPLATE, (YWAM Publishing, 2011), hal 59-60
  13. Idem, hal 60

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Pemerintah Sipil dalam Pandangan Yudeo-Kristen

1 01 2017

Ia (Isa al-Masih) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose 1:15-16)

Pendalaman Alkitab ini dibagi dua bagian. Yang pertama tentang “bagaimana Alkitab melihat dunia politik” dan bagian kedua “bagaimana Alkitab mengajar orang beriman harus bersikap pada dunia politik.”

Garis besar pendalaman Alkitab:

  1. Keterlibatan Allah TUHAN dengan Pemerintahan Negara dan Rakyatnya
  2. Proses Pemilihan pemimpin negara
  3. Penerapan otoritas kepemimpinan: melayani vs memerintah; lahirnya UU
  4. Harga kesalahan pemimpin negara. Daud, Salomo, raja-raja
  5. Karakter seorang pemimpin negara

Sasaran:

  1. Mengerti pentingnya dunia politik
  2. Mengerti pemerintahan sipil yang sehat
  3. Menolong orang beriman terlibat aktiv secara langsung dan tidak langsung mendukung dan membangun Pemerintahan Sipil yang sehat

Illustrasi: Seorang ibu berkata kepada putranya, “Gunawan, saya minta tolong kamu untuk mampir ke supermarket setelah pulang sekolah esok hari. Ini daftar barang-barang yang harus kamu beli untuk makan malam kita. Esok malam kita akan kedatangan tamu khusus, pamanmu akan datang dari luar negeri,” ibunya berkata dengan sangat antusias. Paginya, Gunawan menyantap makanan paginya, sebelum ia meninggal rumah ia pamit kepada ibunya yang sudah sibuk merapikan rumah untuk tamu khusus mereka. “Mom, saya pamit dulu mau sekolah!,” Gunawan berkata sambil berjalan keluar rumah. Ibunya menjawab, “Ok, selamat sekolah. Ingat jangan bermain dengan teman maupun main ke rumah teman setelah sekolah. Pulang secepatnya!” “Baik, Mom. Goodbey!” Gunawan menepati janjinya, ia pulang ke rumah dengan segera bahkan sambil sedikit berlari. Ibunya melihat ia dari jendela rumah ketika ia memasuki pekarangan rumah, ibunya berlari keluar sambil berkata dengan nada terkejut, “Gunawan, apakah kamu lupa membeli barang-barang yang mama pesan pada kamu?” Gunawan balik bertanya dengan nada yang lebih terkejut, ”Loh, mama kan bilang bahwa saya harus pulang segera setelah sekolah selesai?” Mamanya sambil menaruh ke dua tanganya di kepalanya sendiri ia berkata dengan nada lemas, “Oh Gunawan, yang mama maksud adalah selesai sekolah kamu harus langsung belanja ke supermarket dan pulang, sebab mama perlu semua barang tersebut untuk bikin makanan dan kue untuk pamanmu. Kamu lupa hal penting mengapa mama suruh kamu pulang segera selesai sekolah!” Kita sering lupa apa sesungguhnya Allah menghadirkan kita ke dalam dunia ini, bukan?

I. PENDAHULUAN

1. Firman TUHAN melihat kehidupan manusia di bumi. Alkitab memuat banyak sekali cerita tentang kehidupan negara dan rakyatnya. Berikut ini beberapa contoh dari Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan King James Version (KJV). Kata ”raja” ada terdapat di 2417 ayat (king: 1917); “gubernur:” 348 ayat (governor: 58; ruler: 84); ”rakyat:” 348 ayat (the people: 1755), dan “hakim” ada 92 ayat (judge: 170). Perbedaan jumlah ayat hanyalah masalah terjemahan. Dan doa yang Isa al-Masih ajarkan kepada para rasul-Nya adalah: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:9-10). Ajaran Gereja yang memisahkan antara dunia ”sekuler” dengan ”rohani,” yang beraplikasi ”jangan terlibat pada politik” dan ekstrimnya ”jangan memberi suara pada Pemilu” karenanya perlu direvisi kembali.

“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia,” Isa al-Masih berkata kepada murid-murid-Nya (Yohanes 9:5), dan pada Kotbat-Nya yang terkenal Isa berkata kepada semua orang yang mengikuti-Nya, “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:14,16). Pemerintahan Sipil adalah sebuah institusi resmi-Nya di bumi untuk memancarkan terang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sama seperti panggilan bagi Gereja-Nya di dalam kehidupan sesama orang beriman. Selama masih ada planet matahari, Pemerintahan Sipil, sebagaimana dengan Gereja, adalah institusi resmi Kerajaan Sorga yang tidak boleh diabaikan, keduanya saling membutuhkan. Sedemikian pentingnya Pemerintahan politik di mata YAHWEH sehingga Ia berbicara secara langsung di tahun 1975 kepada tiga pemimpin rohani kaliber Internasional hanya dalam selang waktu satu minggu; Francis Schaeffer, Loren Cunningham dan Bill Bright; dikenal sebagai ”7 Gunung Pengaruh.” Dunia Pemerintahan adalah satu dari tujuh gunung yang mempengaruhi budaya manusia yang harus dikembalikan pada misi dan visi Allah YAHWEH

2. Arti kata.

  • Pemerintah Sipil (Civil Government) adalah sebuah pemerintahan negara yang dipimpin oleh Orang Sipil atau Masyarakat, bukan oleh badan Keagamaan dan bukan juga oleh badan Militer, sekalipun penguasa adalah seorang yang kuat di dalam agamanya maupun didikan militernya.
  • Pandangan Yudeo-Kristen adalah pandangan (world view) atau konsep berpikir (ideology) yang didasari dari tulisan-tulisan keimanan dan moral “Yudeo-Kristianity,” yaitu Kitab Suci Alkitab, baik Perjanjian Lama (Yudaisme) dan Perjanjian Baru (kelanjutan ajaran Yudaisme, sederhananya dikenal sebagai Kristianiti). Tepatnya seorang disebut sebagai “Orang Kristen” secara alkitabiah, ia adalah Pengikut ajaran Kristus yang bersumber dari tulisan Kitab Para Nabi (Perjanjian Lama) dan Kitab Para Rasul (Perjanjian Baru). Isa al-Masih berkata bahwa Gereja-Nya didirikan pada fondasi ajaran Kitab para Nabi dan para Rasul; keduanya adalah satu-kesatuan. Maka pengikut Isa disebut “Orang Yudeo-Kristen” atau mudahnya ”orang Kristen”.[i]

II. Keterkaitan Allah TUHAN dengan Pemerintah Sipil dan Kerajaan

Alkitab menunjukkan dengan jelas sekali, bahwa TUHAN semesta alam bukan hanya sekedar memiliki pengaruh atas Pemerintahan politik di dunia, lebih dari itu Dia terlibat aktif dalam keputusan para penguasa negara di bumi dengan berbagai cara. Para raja dan presiden adalah duta-duta besar-Nya di bumi ini.

  •  TUHAN menetapkan penguasa negara dan menjatuhkannya. Nabi Daniel berkata kepada raja Babilonia Nebukadnezar: ”tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku … dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”  (Daniel 4:25)
  • TUHAN menolpang. Ia tidak hanya menetapkan mereka, lebih lagi memberi kekuatan dan otoritas (tanduk kekuatan). ”TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya.”  (1 Samuel 2:10b).

1. Sistim Pemerintahan negara. Itu terbagi dalam dua kelompok besar: kerajaan / monarki (otoritas mengalir dari atas ke bawah) dan pemerintahan sipil, disebut juga ”republik” (otoritas dari bawah ke atas).

a. Sistim Kerajaan. Raja tidak dipilih, otoritasnya di dapat secara otomatis dari raja sebelumnya. Alkitab menceritakan dengan jelas bahwa Allah TUHAN tidak menyukai sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Ketika umat-Nya berkata kepada nabi Samuel, “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami.” Allah menjawab keluhan Samuel, “… bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. (1 Sam. 8:7)

Allah yang tahu siapa manusia adanya, melihat sistim kerajaan secara alami tidaklah baik bagi rakyat, cenderung merugikan rakyat daripada menguntungkan. Ia tidak ingin umat-Nya menderita seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka. Allah TUHAN memberikan daftar panjang harga yang mereka harus bayar kepada raja: mengambil anak laki-laki dan perempuan mereka untuk melayani raja dan bahkan sebagian dari hasil ladang dan ternak, di atas itu semua Dia berkata, ”dan kamu sendiri akan menjadi budaknya,” Ia melanjutkan, ”Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.” Baca 1 Sam. 8:11-18. Alkitab dan sejarah dunia mencatat banyak raja-raja yang dipakai secara luar biasa oleh Allah, tetapi sistim kerajaan / monarki bukanlah sistim pemerintahan yang TUHAN inginkan bagi umat-Nya.

b. Sistim Pemerintahan Sipil. Ialah sistim pemerintahan negara yang terinpirasi dari Allah TUHAN sendiri. Para pemimpinnya, dipanggil sebagai Presiden, para Hakim, para anggota MPR dan DPR sampai Gubernur kota, dipilih oleh kehendak rakyat, dan otoritasnya dari rakyat. Ketika bangsa Israel telah menjadi begitu besar jumlahnya, nabi Musa berkata kepada mereka: ”Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? (Ul. 1:9-12)

2. Demokrasi – Pemilu. Kalimat nabi Musa berikutnya adalah penting, suatu prinsip pemerintahan yang diterapkan oleh semua negara-negara maju dan berkembang di seluruh dunia saat ini.

Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Kel. 1:13). Ambilah bagimu (ILT). Terjemahan Bahasa Inggris: Take you (KJV); Take to yourself (LXX); Give to yourselves (SLT); terjemahan lainnya Choose dan Appoint for yourselves Dengan kata lain nabi Musa berkata kepada mereka: “Pilihlah bagimu sendiri.” Jika ada seorang pemimpin yang pernah berkomunikasi langsung dengan Allah, di luar Putra Tunggal-Nya, Isa al-Masih, ia adalah nabi Musa. Landa Cope melukiskan ayat-ayat ini begitu tepat dan indah: ”Ketika ia membentuk pemerintahan di Israel, bagaimana Allah menyatakan kepada dia untuk melakukan itu? Dia menyuruh kepada Musa untuk berkata, Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. Cope menambahkan, ”Hal yang pertama-tama sekali Allah lakukan melalui Musa ketika membangung pemerintahan adalah memberi rakyat hak dan otoritas  untuk memilih. Allah yang luar biasa menakjubkan! Dalam seluruh pengetahuan-Nya dan hikmat yang tidak terbatas Allah tidak memaksakan kehendak-Nya.”[ii]

Kita orang metropolitan umumnya berpikir, ”orang desa tidak tahu apa-apa!,” tetapi Allah TUHAN tidak sependapat dengan kita. Sistim ”Pemilu” pertama terjadi hanya kurang dari 3 bulan setelah bangsa Israel keluar dari 400 tahun perbudakan di tanah Mesir. Terjadi pada 1446 BC; lebih dari 3460 tahun yang lalu! Dan ketika Eropa berada di dalam lubang abad-abad kegelapannya, John Calvin[iii] di awal abad 16 AD kembali membawa kepermukaan sistim Pemerintahan Sipil yang Allah berikan kepada Musa. Dari bulan Maret 1555 sampai Juli 1556, Calvin telah menyampaikan dua ratus kotbah terambil dari kitab Ulangan.[iv]

Sistim Pemilu yang ada dalam sistim Demokrasi di negara-negara maju adalah produk asli Yudeo-Kristianiti.

III. Penerapan kuasa Pemerintah yang terpilih dan konsekuensinya

1. Di bawah ini tiga hal penting bagaimana seorang penguasa negara seharusnya memerintah rakyatnya

a. Sikap jiwa yang melayani. Karena pemerintah dipilih oleh rakyat, maka seharusnyalah kuasa yang mereka miliki dipakai untuk kepentingan rakyat. Ketika terjadi pertengkaran mulut di antara para rasul: ”Siapakah yang terbesar?” Isa berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.  (Lukas 22:25-26) dan Isa memberi teladan, ayat 27: “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”

b. Adil tanpa pandang bulu. Hakim-hakim yang terpilih haruslah memberi keputusan yang adil baik pada perkara antar mereka atau dengan orang asing yang tinggal pada mereka. Tidak pandang bulu. Perkara orang besar dan kecil harus diperhatikan. “Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah” (Ul 1:16-17). Para Hakim negara seharunyalah tidak takut dan tidak dipengaruhi oleh pihak luar. Mereka harus lebih takut kepada Hakim segala hakim.

c. Mengeluarkan aturan hukum bagi rakyat. Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Allah menganggap perkataan mereka adalah hukum negara, tetapi Firman-Nya mengajar lain. Segera setelah para Hakim dipilih oleh rakyat (Kel. 18/ Ul. 1), Undang-undang Tertulis pertama keluar, prosesnya tertulis pada Kel. 19:1-17. TUHAN bicara ke Musa, lalu Musa ke para Hakim, Hakim kepada bangsa Israel. Bangsa setuju untuk melakukannya, dan Musa meneruskannya kepada TUHAN (19:8). Lalu TUHAN mengadakan pertemuan besar dengan seluruh bangsa, dimana Dia bicara kepada Musa, kehadiran-Nya nampak pada suara halilintar dalam kabut hitam di puncak Gunung Sinai (Median). Baca dari ayat 17 sampai 25. Undang-undang Tertulis dikenal sebagai ”10 Perintah TUHAN” tertulis oleh jari-jari-Nya sendiri pada dua buah lempang batu.

2. Kesalahan pemimpin negara dan harga yang harus dibayar

”Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”  (Luk. 12:48b)

Itulah aturan main yang Allah berikan kepada setiap orang kepadanya Ia telah percayakan. Saya membaca suatu artikel, dimana kepala polisi dari divisi obat terlarang di kota Helsinki mendapat hukuman 20 tahun penjara hanya karena membantu penyelundup Narkoba. Hakim berkata sebab ia telah merusak kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Alkitab juga menulis hukuman bagi para pemimpin bangsa.

a. Raja Daud.  Ia berzinah dengan isteri tentaranya secara sembunyi, lalu menjadikan wanita itu istrinya setelah suaminya mati oleh pedang musuh – terencana. Baca 2 Samuel 11. ”Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (11:27). Hukumannya, lihat 2 Sam. 12

  • Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya
  • Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
  • Putra yang dilahirkan dari hubungan gelap itu akan mati

b. Raja Salomo, ia adalah putra raja Daud. Membiarkan para istrinya menjadikan dia penyembah berhala-berhala istrinya, berakibat bangsa Israel juga menyembah berhala. (1 Raja-raja 11:4-8). Hukumannya,

  • Kerajaan Israel terpecah menjadi dua. 10 suku keluar dari kepemimpinan keturunan Daud. Baca 1 Rj. 11:9-13.
  • Allah membangkitkan banyak musuh bagi Salomo; Hadad (suku Edom), Rezon (suku Aram) dan Yerobeam (Israel dari suku Efraim). (ayat 14-33.) Dialah (Rezon) yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo; ia mendatangkan malapetaka sama seperti Hadad (11:25). Mungkin saat ini kita sebut “serangan-serangan teroris.”

c. Raja-raja berikutnya tidak bertobat. Allah YAHWEH memakai raja Babilonia menghukum kedua Kerajaan Israel (Yehuda dan Samaria) dan memuntahkan penduduknya keluar ke pembuangan di Irak.

3. Karakter Pemimpin negara

Semua tragedi ini terjadi oleh karena bangsa Israel melupakan nasehat Allah YAHWEH melalui nabi Musa saat memilih pemimpin mereka. Kita baca ulang ayat di atas: ”Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Ul. 1:13). Ayat ini berkaitan dengan nasehat mertua Musa kepada dirinya, sebelum ia menyuruh bangsa Israel memilih wakil-wakil mereka. Mertua Musa berkata, ”Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.  (Kel 18:21)

Firman TUHAN, mengajar bahwa rakyat bukan hanya di dorong aktif memberi suara saat Pemilu, tetapi lebih lagi aktif di dalam mencari dan meminta kepada Allah untuk mendapatkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki,

  1. pertama-tama: hati yang baik (bijaksana, berakal budi, takut akan Allah),
  2. kedua: bermoral tinggi (jujur dan benci suap)
  3. ketiga: mampu bekerja (cakap, berpengalaman)

Untuk pemimpin bangsa. Anda adalah hamba TUHAN (dalam bidang politik) sama seperti Nabi, Rasul, Pendeta, Penginjil, Pengajar Alkitab (dalam bidang kerohanian). Isa al-Masih memperingatkan untuk Anda melakukan jabatan yang diberikan oleh-Nya dengan tekun dan benar: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.  (Luk. 12:35-37) Lalu Isa menutup peringatan ini dengan Kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim di Hari Kiamat: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”  (Luk. 12:40)

Catatan kaki:

  1. [i] Prinsip-prinsip utama Yudeo-Kristianiti bisa dibaca disini: Principles of Judeochristianity by C. Gourgey
  2. [ii] Landa Cope, An Introduction To The OLD TESTAMENT TEMPLATE, (YWAM Publishing, 2011), hal. 63-64
  3. [iii] John Calvin (10 Juli 1509 –  27 Mei 1664). Terdidik sebagai seorang ahli hukum. Sekitar 1530, ia meninggalkan Gereja Roma Katolik setelah Pemerintah Perancis yang berada dibawah kendali Vatikan  melakukan penganiayaan besar atas orang-orang Kristen Protestan. Ia melarikan diri ke Swiss dimana ia mendalami Bahasa Yunani dan Latin. Ia dikenal sebagai salah satu bapa Reformasi Gereja, dan karyanya yang berharga adalah konsep-konsep aturan main antara kuasa pemimpin Gereja dengan kuasa Pemerintahan Sipil.
  4. [iv] Currid, John D. Calvin and the Biblical Languages, UK: Christian Focus Publications,2006), diambil dari Wikipedia: John Calvin

Read the rest of this entry »





Kekudusan Hidup Pengikut Isa Al-Masih / Orang Kristen

18 10 2016

Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka… (Wahyu 20:6)

Melalui pendalaman Alkitab ini Anda diharapkan akan mengerti:

  • Arti dan makna kata ”kudus”
  • Perintah untuk hidup kudus yang sesuai Firman Tuhan
  • Hidup kudus bisa diraih oleh setiap orang
  • Proses mencapai kekudusan hidup
  • Bagaimana memelihara kekudusan hidup dan berkemenangan di dalamnya

Kita telah belajar tentang apa itu dosa, dan perlunya bertobat dan dibaptis dalam air dan Roh Kudus. Kehidupan orang Kristen tidaklah berhenti di situ, kehidupan dalam daging yang fana ini berlajut sampai Yesus memberikan kita tubuh yang baru dan kekal. Untuk mencapai garis akhir dimana terdapat Kebangkitan Pertama ini, TUHAN memerintahkan kita untuk memelihar kehidupan yang kudus, “Kuduslah kamu sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus!” Baca: Imamat 19 dan 20 dan 1 Petrus 1. Ayat-ayat pokoknya ada pada Im 19:2 dan Im 20:7, 26 dan 1 Pet 1:16.

Read the rest of this entry »





Baptisan Roh Kudus

19 04 2016

Baptisan dalam Roh KudusPendalaman Alkitab ini akan menolong anda mengerti:

  • apa artinya dibaptis dalam Roh Kudus
  • keuntungan menerima baptisan Roh Kudus
  • bagaimana menerima baptisan Roh Kudus

Pendahuluan. Pada Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam kita telah telah belajar betapa pentingnya orang beriman untuk dibaptis agar kita menggenapi seluruh kehendak Allah / seluruh kebenaran (all righteousness) dan penguburan / pelepasan kehidupan lama, namun baptisan satu ini, Baptisan Roh Kudus, adalah sangat penting untuk orang beriman yang hidup di Akhir Zaman dimana roh-roh jahat bekerja semakin keras melalui: penyesatan, kepahitan, kejahatan dan aniaya.

Ada pengajaran yang mengatakan Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang Kristen di zaman para Rasul atau tidak berlaku lagi. Lainnya berkata setiap orang Kristen secara otomatis sudah dipenuhi oleh Roh Kudus saat pertama ia menerima Isa al-Masih. Lainnya lagi berkata Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang tertentu saja. Kita akan melihat isi Alkitab apakah sesungguhnya yang Alkitab dan Isa al-Masih sendiri katakan tentang Baptisan Roh Kudus ini.

Perkataan Yohanes Pembaptis ini pastilah akan berguna untuk diingat dan mendorong kita untuk mendalami peristiwa Baptisan Roh Kudus bahkan mengalaminya sendiri: ”Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang datang sesudah aku, Dia lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia, aku tidak layak membawa kasut-Nya; Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan api.  (Matius 3:11, ILT

I. Arti dibaptis dalam Roh Kudus dan tandanya

a. Arti Baptisan Roh Kudus. Dibaptis “dalam Roh Kudus” atau “dengan Roh Kudus?”

Tujuh ayat yang berkaitan dengan Baptisan Roh Kudus memakai preposition yang dipakai dalam bahasa Yunani aslinya adalah ”dalam (in).”[1] Banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris memakai kata ”with (dengan).”

Dalam pengajaran Baptisan, kedua kata dalam dan dengan menghasilkan doktrin Kristianiti yang berbeda dan dengan makna yang berbeda pula.

Seorang dibaptis dengan air artinya ia dipercik atau diteteskan air, bermakna diserahkan kepada Tuhan (pada Baptisan Bayi); dengan minyak (tidak ada istilah “dibaptis dengan minyak) artinya ia diurapi, untuk tujuan pengangkatan jabatan kerohanian atau sekedar bagian dari proses doa untuk kesembuhan. Keanehan doktrin “dibaptis dengan … “akan muncul dengan jelas pada ayat ini ”For by one Spirit we were all baptized into one body –whether Jews or Greeks, whether slaves or free-and have all been made to drink into one Spirit (1 Kor 12:13, KJV & NKJV). Text Yunaninya adalah  in (dalam).[2]

Seorang yang dibaptis dalam air, ia ditenggelamkan ke dalam air, bermakna ia bersaksi bahwa ia telah mengubur hidup lamanya dan kembali hidup di dalam hidup yang baru. Lihat pelajaran Baptisan Selam; jadi baptisan dalam Roh Kudus bermakna bagi yang mengalaminya ialah bahwa ia diberi kuasa sorgawi untuk tujuan kehidupan yang dinamis baik di dunia sekuler terlebih dalam pelayanan Injil. Penguburan total dan penyerahan hidup total itulah makna dari dibaptis dalam atau ke dalam.

Perlu diingat bahwa kata “baptisan” secara literal berarti: diselamkan, dibungkus, diselimuti.

Ayat lain yang juga Yunaninya memakai kata preposisi dalam untuk Baptisan:

“… menunggu janji Bapa, ‘Yang telah kamu dengar dari pada-Ku, karena Yohanes telah membaptis dalam air tetapi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus  (immersed in / into the Holy Spirit, TS & SLT)….”  (Kisah para Rasul 1:4-5). Selanjutnya disingkat “Kis”

Istilah dan bentuk berbeda untuk peristiwa yang sama baptisan dalam Roh Kudus:

  • turunnya Roh Kudus (fell on / fell upon) dalam bentuk Angin yang memenuhi ruangan, terlihat seperit “Lidah api” (Kis 1:8 ; 2:3; 11:15) dan “Burung Merpati” pada diri Isa al-Masih (Mat 3:16)
  • diisi dengan Roh Kudus sehingga mengalir keluar ”Air kehidupan” (Yoh 7:38-39)
  • pencurahan Roh Kudus yang memampukan bernubuat dan bermimpi sorgawi (Kis 2:16-17; 10:45; Yoel 2:28-29)

Jadi Baptisan Roh Kudus, Tuhan menyelimuti atau membungkus kita dalam Roh Allah yang datang dari atas; immersion from above.

Seluruh pengajaran ini dari semua isi Perjanjian Baru setuju pada satu fakta ini, dinyatakan dengan jelas dan tegas: Isa al-Masih sendiri – dan tidak lainnya – adalah Orang yang membaptis dalam Roh Kudus – DR. Derek Prince menyimpulkan

Dua contoh kejadian yang menunjukkan orang beriman tidak secara otomatis di baptisan Roh Kudus ketika ia bertobat.

  • Kisah Baptisan dalam Roh Kudus yang pertama pada Hari Pentakosta atas 120 murid Isa 120 murid Isa al-Masih dibaptis dalam Roh Kudus pada Hari Pentakostaal-Masih di dalam gedung di Yerusalem. Tepat lima puluh hari setelah Isa al-Masih bangkit dari kematian-Nya.[3]  Tiga setengah tahun mereka bersama Isa al-Masih dalam pelayanan-Nya sebelum dipenuhi kuasa Roh Kudus.  Tahun 2016 orang Israel merayakan Paskah 23 April, Saptu ini, sesuai dengan Kalender Ibrani.
  • Paulus bertanya kepada orang-orang Kristen di Efesus: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”  (Kis 19:2)

b. Tanda seorang yang dibaptis dalam Roh Kudus. Kitab para Rasul mencatat beberapa kejadian ketika orang-orang dibaptis dalam Roh Kudus. Semua menunjukkan bahwa adanya tanda-tanda yang terlihat oleh mata jasmani dan terdengar oleh telinga jasmani saat kejadian itu terjadi.

“ … turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh[4] dan bernubuat.  (Kis 19:6). Baptisan Roh Kudus yang terjadi pada Persekutuan Doa di Efesus yang dihadiri 12 orang ini menunjukkan tanda yang dapat dilihat dan didengar oleh orang lain, sama seperti yang terjadi pada 120 orang di Hari Pentakosta: berbahasa roh dan bernubuat.

Kejadian lainnya menulis: “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. (Kis 10:46)

Phenomena umum dari orang yang dibaptis dalam Roh Kudus adalah orang tersebut sedikitnya ia akan berbicara dalam bahasa roh atau “bahasa yang baru.”

Buah yang mengikuti dari orang yang telah mengalami baptisan ini ialah hidupnya memiliki perubahan yang positip; baca Kitab Galatia 5:22-24. Jika seorang berbahasa roh namun hidupnya tidak memuliakan Allah dan bahkan tidak terkendali (sakit, mengutuk, mudah marah) maka baptisan yang ia telah teriba bukanlah “di dalam Roh Kudus” tetapi di dalam roh-roh iblis, baca Gal 5:19-21.

II. Baptisan Roh Kudus Penting Untuk Kehidupan Rohani yang Kuat dan Berhasil dan pertumbuhan Gereja Tuhan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;  (Yoh 14:12)

Janji ini adalah sebuah janji Isa al-Masih yang indah para pengikut-Nya dan sekaligus menantang. Ini janji berlaku untuk 12 murid-Nya (yang Ia panggil sebagai Rasul), juga berlaku kepada siapa saja pada abad ini bagi mereka yang memberikan hidupnya untuk hidup sebagaimana Isa al-Masih telah hidup.

”Alasan yang jauh lebih masuk akal akanlah ada bahwa kita, sebagai manusia, akan memiliki akses ke sumber kekuatan supernatural yang sama Yesus telah miliki, seperti dikatakan, (adalah) Roh Kudus. … Dia melakukaan semua itu melalui Roh Kudus.” C. Peter Wagner; The Book of Acts[5]

Isa al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang pernah ada di bumi sebagai 100 persen Allah dan 100 persen manusia. Isa sebagai al-Masih (hamba / manusia Allah yang Diurapi) hanya dalam 3,5 tahun pelayanan-Nya telah mempersona begitu banyak penduduk di Israel (Yudea, Samaria, Getsemani) sampai wilayah timur sungai Yordan; Ia mengajar Firman Tuhan (Alkitab Perjanjian Lama) dengan penuh kuasa: penyingkapan ayat-ayat baik masa silam (nubuatan para nabi) maupun yang akan datang (pewahyuan akhir zaman); mujizat serta tanda-tanda ajaib menyertai pelayanan-Nya, dari demam disembuhkan sampai yang paling mustahil yakni orang mati 4 hari dihidupkan kembali.

Kunci kuasa dan mujizat Isa al-Masih pada pelayanan-Nya yang luar biasa dasyatnya ini bumi adalah kuasa Roh Kudus yang ada pada-Nya seperti yang dinyatakan oleh rasul Petrus: yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.  (Kis 10:38)

Allah menyertai, mengurapi dan memberi kuasa kepada Isa al-Masih melalui Roh Kudus-Nya sendiri! Itulah kunci kuasa dan mujizat pelayanan Isa!!

Dan kunci keberhasilan dari pelayanan para Rasul – bagaimana mereka bisa berbuat seperti Isa al-Masih telah perbuat (lihat Yoh 14:12 di atas) adalah pernyataan Isa al-Masih ini:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  (Kis 1:8)

Kata “kuasa” dalam bahasa Yunaninya adalah “dunamis” darimana kata ”dynamite” dan “dynamo” berasal. Dynamite adalah kuasa ledakan yang besar dan seketika seperti pada dinamit dan bom dengan segala jenisnya; sedangkan dynamo adalah kuasa gerakan yang konsisten seperti pada generator.

Berikut ini adalah daftar keuntungan dari menerima kuasa baptisan Roh Kudus:

a. Perlengkapan dalam pelayanan kejemaatan. Lihat 1 Korintus 12:8-11

  • karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
  • karunia berkata-kata dengan pengetahuan
  • memberikan karunia iman
  • karunia untuk menyembuhkan
  • kuasa untuk mengadakan mujizat
  • karunia untuk bernubuat
  • karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
  • karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.  (1 Kor 12:11)

b. Perlengkapan dalam peperangan rohani baik untuk kehidupan pribadi dan korporat. Lihat 1 Korintus 14:1-33

Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus menyelaskan secara jelas bahwa musuh orang percaya adalah roh-roh jahat di udara dengan segala tingkatan jabatan mereka (lihat Ef 6:10-12)  itulah sebabnya Baptisan Roh Kudus diperlengkapi oleh Allah kepada setiap orang percaya agar:

  • ”supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Ef 6:11)
  • “supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.  (Ef 6:13)

Satu dari beberapa senjata rohani yang aktif yang dimiliki orang percaya yang telah dibaptis dengan Roh Kudus adalah ”berkata-kata dengan bahasa roh” (to another divers kinds of tongues, KJV). Beberap keuntungannya:

  • Itu adalah bahasa rahasia yang seorang pun tidak mengerti, bahkan iblis sekali pun tidak mengerti
  • bahasa yang ditujukan hanya kepada dan dimengerti oleh Allah
  • membangun (to build) atau menguatkan (to edifieth) jiwa dan rohnya sendiri
  • Dalam ibadah atau pertemuan korporat, bila bahasa roh ini diartikan maknanya maka itu akan sangat berguna untuk membangun jemaat lain yang hadir. Lihat 1 Kor 12:11-31.

Untuk melihat dampak kuasa Roh Kudus yang bekerja atas orang beriman (pribadi maupun korporat) baca ke empat kitab Injil, khususnya Injil Markus. Baca juga kitab Kisah para Rasul, yang pelayanan mereka di dasari dari janji Isa al-Masih yang tertulis pada Injil Markus 16:14-18.

III. Syarat dan bagaimana Menerima Baptisan Roh Kudus

a. Siapa yang bisa menerima Baptisan Roh Kudus? Siapa saja, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lainya bisa menerimanya. Syaratnya adalah mereka bertobat dan percaya kepada Berita Injil (the Good News).

Kornelius dan sanak saudaranya beserta sahabat-sahabatnya, orang-orang Italia, telah dibaptis Tuhan dengan Roh Kudus sementara mendengar Berita Injil yang disampaikan oleh Petrus, baru kemudian menerima Baptisan Air. Lihat Kis 10:34-48. Hal ini juga terjadi pada Saulus orang Tarsus.

b. Dua cara umum menerima Baptisan Roh Kudus. Di atas kita telah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membaptis orang beriman dengan Roh Kudus. Alkitab mencatat Baptisan Roh Kudus bisa juga dan umum terjadi melalui ”penumpangan tangan” hamba Tuhan atas orang beriman yang bersangkutan.

Tuhan sendiri:

  • Dia (Isa) mengembuskan nafas dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus!” (Yoh 20:22)[6]
  • Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (Kis 10:44)

Penumpangan tangan para hamba Tuhan:

  • Penumpangan tangan Petrus dan Yohanes pada sebuah ibadah besar di Samaria (Kis 8:17)
  • Penumpangan tangan Ananias kepada Saulus yang kelak menjadi Rasul Paulus (Kis 9:17)
  • ”Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka …” (Kis 19:6)

Prinsip umum ajaran Alkitab juga berlaku pada masalah ini, bahwa oleh anugerah melalui iman kita bisa menerima Roh Kudus: ”Apakah kamu telah menerima Roh atas dasar perbutan-perbuatan torah atau atas dasar pemberitaan iman (Injil Kristus)? (Gal 3:2) Rasul mengingatkan mereka untuk hidup atas dasar iman.

Derek Prince memberikan 6 langkap untuk menerima kepenuhan Roh Kudus

  1. pertobatan (dari dosa)
  2. memberi diri untuk dibaptis air
  3. ada kehausan akan Roh Kudus
  4. meminta
  5. meminum – itu adalah tepatnya menerima
  6. bersandar – menyerahkan penguasaan anggota-anggota tubuh kita dari praktek pengertian intelek kita. (penyaliban hak-hak pribadi dan memberikan itu kepada Tuhan)

Hal-hal yang perlu diingat:

  • Tuhan memberi kuasa Baptisan Roh Kudus bukanlah untuk pamer diri dan merendahkan jemaat lainya, tetapi justru untuk membangun ”Tubuh Kristus” (Jemaat Isa al-Masih)
  •  ‘Doktrin’ baptisan Roh Kudus ini juga tidak perlu diperdebatkan; ini hanyalah masalah seberapa jauh orang beriman ingin efektif dan berhasil di dalam kehidupan dan pelayanan rohaninya.
  • Jika saudara melihat sebuah gereja di tutup karena jemaat yang semakin berkurang sementara ada gereja lainnya yang maju pesat maka perhatikan dan amatilah faktor keterlibatan kuasa Roh Kudus di dalam kedua gereja tersebut.

Catatan kaki:

  1. DR. Derek Prince, Foundation Truths for Christian Living. Ch. 21: The Baptism in the Holy Spirit. Terjemahan Indonesia Literal Translation (ILT) dan the Scriptures  (TS) serta Julia E. Smith’s Literal Translation (SLT) menulis “dalam / in”He will/ shell immerse in the Holy Spirit
  2. Idem.
  3. Kebangkitan Isa terjadi pada Perayaan Paskah (Pesakh/Passover) dan Baptisan Roh Kudus di Yerusalem terjadi pada Hari Pentakosta (Shavuot/Weeks) yaitu Perayaan turunnya Torah, 49 hari (7×7 minggu) setelah hari pertama dari keluarnya orang Israel dari Mesir (Paskah pertama). Kejadian ‘kebetulan’ yang luar biasa ini adalah satu dari banyak kejadian ‘kebetulan’ di Alkitab. Sebab itu rasul Paulus berkata: “tata ibadah di Perjanjian Lama adalah bayangan dari tata ibadah di Perjanjian Baru yang sebenarnya.”
  4. Terjemahan Inggris “spoke with tongues” atau “spoke with other tongues.” Dikenal juga dengan sebutan “bahasa-bahasa baru.”
  5. C. Peter Wagner mengkomentari Bab 2, hal. 45. Ia adalah profesor dalam theology, missiology dan keagamaan. Dosen di fakultas School of Intercultural Studies at Fuller Seminary selama 30 tahun.
  6. Dalam bahasa Yunani kata yang sama pneuma berarti keduanya ”roh” dan  ”nafas” sehingga itu bisa diterjemahkan “Terimalah Nafas Kudus,” DR. Derek Prince, FT for CL. pg. 193. “Nafaf kepada mereka ini adalah lambang dan konfirmasi dari apa yang mereka akan terima pada Hari Pentakosta,” John Gill, Expostion of the Entire Bible pada Yoh 20:22 Read the rest of this entry »




Takut Akan TUHAN

5 10 2014

 Takut akan TUHAN Tujuan Pendalaman Alkitab: Setiap orang pernah melakukan kesalahan, itulah adalah hal yang umum. Namun sadarkah Anda bahwa sangat sering kesalah itu kita buat dengan sengaja atas dasar ”sekedar mengikuti kehendak manusia” entah itu melalui tuntutan adat, tradisi atau perintah orang lain? Pelajaran ”Takut akan TUHAN” akan membawa Anda memiliki hubungan persahabatan yang lebih indah dengan Pencipta Anda, membawa kestabilan iman dan kebebasan dari jebakan-jebakan tradisi. Pelajaran Takut akan TUHAN adalah salah satu topik terpenting di dalam Firman Allah. Dengan mengerti secara benar akan Takut akan TUHAN maka saudara akan dengan mudah hidup di dalam pertobatan yang benar dan mengasihi TUHAN dengan cara yang benar.
Pada Pendalaman Alkitab ini Anda akan belajar:
• Arti dari Takut akan TUHAN
• Mengenali Takut akan TUHAN yang benar dan yang salah
• Apa yang dituntut Allah dari kita dalam Takut akan TUHAN
• Keuntungan-keuntungan dari Takut akan TUHAN
• Aplikasi sehari-hari dari Takut akan TUHAN, Isa al-Masih contoh sempurna

I. Difinisi Takut akan TUHAN
1. Hormat terhadap Nama-Nya. ”Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya–pada pihak lain ketakutan–dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.” (Maleakhi 2:5). “Nama” di dalam Alkitab adalah hal yang sangat penting, itu menceritakan harapan dan tujuan hidup dari sipemiliknya, lebih dari itu ”Nama” menunjukkan karakter atau kepribadian dari si pemiliknya. Nama Allah adalah TUHAN (the LORD), dalam Alkitab bahasa Ibrani kuno adalah YHWH, dieja sebagai ”YAHWEH.” Pesan Injil yang diberitakan oleh malaikat kepada seluruh penduduk dunia di Akhir Jaman akanlah Takutlah akan Allah … telah tiba saat penghakiman-Nya … Dialah yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (Wahyu 14:6-7). TUHAN adalah Pencipta Dunia dan Hakim tertinggi, Dia layak untuk dihormati.
2. Membenci Dosa. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Amsal 8:13).
3. Patuh terhadap Firman-Nya. “Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Maz. 33:8-11). Firman-Nya kekal selamanya, Isa al-Masih berkata bahwa ketika Ia datang kembali ke bumi Dia akan memberi upah kepada semua manusia sesuai dengan perbuatan mereka – apakah kita mematuhi perintah-Nya atau menolak perintah-Nya (Wah. 11:18 dan 22:12)
Jadi melalui ayat-ayat di atas, takut akan TUHAN harus membuat kita, umat-Nya, bersikap:

  1. menghormati dengan sungguh dan mengerti kekudusan Pribadi-Nya.
  2. membenci dosa sebagaimana Dia melihat dosa adanya, dan membenci dosa sebagai dosa.

II. Berikut ini adalah contoh dari sikap takut akan TUHAN yang salah
1. Firaun, raja Mesir. Setelah TUHAN menurunkan hujan es sehingga membinasakan banyak binatang dan orang Mesir, Firaun berkata kepada nabi Musa: ”Aku telah berdosa … TUHAN itu yang benar.” (9:27). ”Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa (9:34). Tepat seperti yang nabi Musa katakan kepadanya: ”aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah (9:30). Takutnya Firaun kepada TUHAN hanyalah karena ia ingin lari keluar dari konsekuensi dosanya, bukan karena menghormati Pribadi TUHAN.
2. Saul, raja Israel. Saul mengejar untuk membunuh Daud, namun Daud mempertunjukkan kebalikkannya. Menyadari kejahatan hatinya sendiri maka raja Saul menangis dengan keras sekali dan kembali ke istananya (1 Samuel 24). Namun dikemudian hari Saul dengan 3000 tentaranya kembali mengejar Daud, dan menyesal, ”Aku telah berbuat dosa … aku sesat sama sekali.” (1 Sam. 26:21). Saul hanya berhenti mengejar Daud setelah Daud terpaksa mengungsi ke “tenda orang Fasik” (Maz. 84:11; 1 Sam 27:1-7).
3. Nabi Yunus. Nabi ini diutus TUHAN untuk memberitakan kabar Pertobatan bagi bangsa Niniwe (Irak Utara) yang telah berlaku di luar batas kemanusiaan terhadap bangsa Israel, namun Yunus berlayar ke arah yang lain – berakibat badai. Ketika undian “kesalahan” jatuh ke Yunus, maka para penumpang kapal bertanya apa pekerjaan Yunus, nabi ini menjawab: ”Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langiFight Fear with Fear of The LORDt, yang telah menjadikan lautan dan daratan” (1:9). Ketika Yunus meminta mereka untuk melemparkan dirinya ke laut supaya badai berhenti. Segera setelah mereka membuang Yunus ke laut, ombak reda, ”Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN,” mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi Dia dan bernazar (1:15-16). Yunus telah menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar takut akan TUHAN – melalui berontak dari perintah-Nya, sebaliknya para penumpang kapal yang sebelumnya tidak mengenal ”siapa itu TUHAN” setelah melihat Dia meredakan ombak laut telah menunjukkan takut akan TUHAN yang benar.
III. Takut akan TUHAN yang benar.
1. Menuntut pertobatan. Kita telah baca di atas ”Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan … ” (Ams.l 8:13). Allah adalah maha pengampun, Ia siap mengampuni setiap dosa kita, namun dari pihak kita, kita harus meninggalkan perbuatan dosa. Kita tidak bisa berdiri di atas dua perahu. Dia tidak akan bisa mengasihi kita jika kita tidak bertobat, sebab dosa adalah musuh Allah. Baca Yehezkiel 14:6-8.
2. Menuntut ketaatan kita kepada TUHAN. Ayat bacaan: Kejadian 22:1-19. Ishak putra Abraham satu-satunya yang ia dapat dari isterinya Sarah dihari tuanya: ia lahir ketika Abraham berumur 100 tahun, setelah 25 tahun menunggu janji Allah. Namun atas perintah TUHAN, Abraham telah meletakkan Ishak di atas mesbah persembahan di atas sebuah gunung. Ketika Abraham yang memegang pisau telah siap untuk menyembelih Ishak, TUHAN berseru dari langit menghentikan Abraham, ”Jangan bunuh anak itu …, sebab telah Ku ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Hal yang sama juga Allah juga minta kepada umat Israel, generasi dari Abraham. Baca Ulangan 10:12-16.
3. Menuntut kekudusan hidup kita – jiwa dan perbuatan. Apa beda pertobatan dengan hidup kudus? Pertobatan diminta dan terjadi saat kita telah jatuh ke dalam dosa, sedangkan hidup kudus adalah gaya hidup sesuai Firman Allah setelah kita bertobat. ”Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.” (Imamat 20:26). Kata “memisahkan” sama artinya dengan “menguduskan.” Adalah suatu iman yang salah jika seorang berkata “saya sekarang milik Isa, saya selamat, jadi saya bisa berbuat apapun yang saya kehendaki.”
• Jiwa kita. Baca: Maz. 23:7; Maz. 15:26, Roma 12:1-2, Kis. 26:20
• Perbuatan kita. Baca: Maz. 34:11-14, menjaga untuk ”sin no more” (lihat Yohanes 5:14 & 8:11)
• Dalam pernikahan. Baca Matius 19:3-9, 1 Korintus 7:3-5, 10-16; Efesus 5:22-31

IV. Keuntungan Takut akan TUHAN  TUHAN adalah terangku dan keselamatanku Mazmur 27 ayat 1
Sedikitnya ada 30 janji TUHAN untuk perkara ini. 12 diantaranya adalah:
• Menjauhkan kita dari perbuatan dosa (Kel. 20:20)
• Kehidupan keluarga yang baik (Ul. 5:29)
• Terbebas dari jebakan takut akan manusia (Ams 29:25)
• Selalu berkecukupan (Maz 34:10-11)
• Mendapat karir yang baik (Nehemia. 7:2)
• Dipimpin oleh TUHAN dan berbahagia (Maz. 25:12, 13)
• Mendapat persahabatan dengan Allah dan pewahyuan-Nya (Maz 25:14)
• Tidak akan berkurangan (Maz. 34:10)
• Mendapatkan kehidupan dan kepuasan dan keamanan (Ams. 19:23)
• TUHAN berkenan kepada kita (Kis. 10:34-35)
• Mendapat berkat yang khusus (Maz. 128)
• Ditulis dalam kitab peringatan dan menjadi milik-Nya (Mal. 3:16-18)

When youf fear God, you fear nothing else Oswald ChambersV. Penerapan Takut akan TUHAN
Jika ada teladan untuk kitab bagaimana memiliki dan menerapkan sikap takut akan TUHAN, maka satu-satunya teladan terbaik kita bisa pelajari dari Isa al-Masih, Dia adalah hamba TUHAN yang telah dicobai oleh Iblis dan manusia namun Dia lulus dengan sempurna di dalam mematuhi perintah Bapa-Nya yang telah mengutus Dia ke bumi. Apa rahasinya? Sebab Dia selalu berjalan di dalam Roh TUHAN yang menyebabkan Dia menghakimi dengan adil, tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetian kepada yang telah mengutus-Nya (Yesaya 11:2-5). Baca Galatia 5:22-26.
Raja Daud juga suatu teladan yang baik, sekalipun ia gagal dalam beberapa hal, namun hatinya yang lembut dan siap untuk ditegur membuat Daud sangat disukai TUHAN. Kehidupan Daud bisa dipelajari di kitab 1 Samuel pasal 1-31, 1 Tawarikh pasal 11-29. Kitab Mazmur adalah hasil hubungan Daud yang indah dengan TUHANnya. Kunci rahasia Daud adalah sama dengan Isa al-Masih, nampak pada permohonan doanya ketika ia telah jatuh ke dalam dosa perzinahan, “Janganlah megambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Maz. 51:13). Yusuf anak Israel adalah teladan lainnya di dalam Takut akan TUHAN, baca Kejadian 37-50
Seorang hamba TUHAN mengajar langkah praktis bagaimana hidup di dalam Takut akan TUHAN:
”Apa yang harus dilakukan ketika hal-hal menjadi salah?”
Bertanyalah kepada Elohim: ”TUHAN, apa yang Engkau sedang mencoba untuk mengajar saya?”
Jika Roh Kudus-Nya menunjukkan kepada kita bahwa ada sesuatu yang kita harus bertobat, maka datanglah kepada Dia akui kesalahan kita dan bertobatlah; dan jika Roh Kudus-Nya memimpin kita untuk berdamai dengan orang yang telah kita lukai hatinya atau kita rugikan, maka hendaknya kita pergi berdamai dengan orang tersebut.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.