Kekudusan Hidup Pengikut Isa Al-Masih / Orang Kristen

18 10 2016

Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka… (Wahyu 20:6)

Melalui pendalaman Alkitab ini Anda diharapkan akan mengerti:

  • Arti dan makna kata ”kudus”
  • Perintah untuk hidup kudus yang sesuai Firman Tuhan
  • Hidup kudus bisa diraih oleh setiap orang
  • Proses mencapai kekudusan hidup
  • Bagaimana memelihara kekudusan hidup dan berkemenangan di dalamnya

Kita telah belajar tentang apa itu dosa, dan perlunya bertobat dan dibaptis dalam air dan Roh Kudus. Kehidupan orang Kristen tidaklah berhenti di situ, kehidupan dalam daging yang fana ini berlajut sampai Yesus memberikan kita tubuh yang baru dan kekal. Untuk mencapai garis akhir dimana terdapat Kebangkitan Pertama ini, TUHAN memerintahkan kita untuk memelihar kehidupan yang kudus, “Kuduslah kamu sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus!” Baca: Imamat 19 dan 20 dan 1 Petrus 1. Ayat-ayat pokoknya ada pada Im 19:2 dan Im 20:7, 26 dan 1 Pet 1:16.

Read the rest of this entry »





Baptisan Roh Kudus

19 04 2016

Baptisan dalam Roh KudusPendalaman Alkitab ini akan menolong anda mengerti:

  • apa artinya dibaptis dalam Roh Kudus
  • keuntungan menerima baptisan Roh Kudus
  • bagaimana menerima baptisan Roh Kudus

Pendahuluan. Pada Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam kita telah telah belajar betapa pentingnya orang beriman untuk dibaptis agar kita menggenapi seluruh kehendak Allah / seluruh kebenaran (all righteousness) dan penguburan / pelepasan kehidupan lama, namun baptisan satu ini, Baptisan Roh Kudus, adalah sangat penting untuk orang beriman yang hidup di Akhir Zaman dimana roh-roh jahat bekerja semakin keras melalui: penyesatan, kepahitan, kejahatan dan aniaya.

Ada pengajaran yang mengatakan Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang Kristen di zaman para Rasul atau tidak berlaku lagi. Lainnya berkata setiap orang Kristen secara otomatis sudah dipenuhi oleh Roh Kudus saat pertama ia menerima Isa al-Masih. Lainnya lagi berkata Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang tertentu saja. Kita akan melihat isi Alkitab apakah sesungguhnya yang Alkitab dan Isa al-Masih sendiri katakan tentang Baptisan Roh Kudus ini.

Perkataan Yohanes Pembaptis ini pastilah akan berguna untuk diingat dan mendorong kita untuk mendalami peristiwa Baptisan Roh Kudus bahkan mengalaminya sendiri: ”Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang datang sesudah aku, Dia lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia, aku tidak layak membawa kasut-Nya; Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan api.  (Matius 3:11, ILT

I. Arti dibaptis dalam Roh Kudus dan tandanya

a. Arti Baptisan Roh Kudus. Dibaptis “dalam Roh Kudus” atau “dengan Roh Kudus?”

Tujuh ayat yang berkaitan dengan Baptisan Roh Kudus memakai preposition yang dipakai dalam bahasa Yunani aslinya adalah ”dalam (in).”[1] Banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris memakai kata ”with (dengan).”

Dalam pengajaran Baptisan, kedua kata dalam dan dengan menghasilkan doktrin Kristianiti yang berbeda dan dengan makna yang berbeda pula.

Seorang dibaptis dengan air artinya ia dipercik atau diteteskan air, bermakna diserahkan kepada Tuhan (pada Baptisan Bayi); dengan minyak (tidak ada istilah “dibaptis dengan minyak) artinya ia diurapi, untuk tujuan pengangkatan jabatan kerohanian atau sekedar bagian dari proses doa untuk kesembuhan. Keanehan doktrin “dibaptis dengan … “akan muncul dengan jelas pada ayat ini ”For by one Spirit we were all baptized into one body –whether Jews or Greeks, whether slaves or free-and have all been made to drink into one Spirit (1 Kor 12:13, KJV & NKJV). Text Yunaninya adalah  in (dalam).[2]

Seorang yang dibaptis dalam air, ia ditenggelamkan ke dalam air, bermakna ia bersaksi bahwa ia telah mengubur hidup lamanya dan kembali hidup di dalam hidup yang baru. Lihat pelajaran Baptisan Selam; jadi baptisan dalam Roh Kudus bermakna bagi yang mengalaminya ialah bahwa ia diberi kuasa sorgawi untuk tujuan kehidupan yang dinamis baik di dunia sekuler terlebih dalam pelayanan Injil. Penguburan total dan penyerahan hidup total itulah makna dari dibaptis dalam atau ke dalam.

Perlu diingat bahwa kata “baptisan” secara literal berarti: diselamkan, dibungkus, diselimuti.

Ayat lain yang juga Yunaninya memakai kata preposisi dalam untuk Baptisan:

“… menunggu janji Bapa, ‘Yang telah kamu dengar dari pada-Ku, karena Yohanes telah membaptis dalam air tetapi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus  (immersed in / into the Holy Spirit, TS & SLT)….”  (Kisah para Rasul 1:4-5). Selanjutnya disingkat “Kis”

Istilah dan bentuk berbeda untuk peristiwa yang sama baptisan dalam Roh Kudus:

  • turunnya Roh Kudus (fell on / fell upon) dalam bentuk Angin yang memenuhi ruangan, terlihat seperit “Lidah api” (Kis 1:8 ; 2:3; 11:15) dan “Burung Merpati” pada diri Isa al-Masih (Mat 3:16)
  • diisi dengan Roh Kudus sehingga mengalir keluar ”Air kehidupan” (Yoh 7:38-39)
  • pencurahan Roh Kudus yang memampukan bernubuat dan bermimpi sorgawi (Kis 2:16-17; 10:45; Yoel 2:28-29)

Jadi Baptisan Roh Kudus, Tuhan menyelimuti atau membungkus kita dalam Roh Allah yang datang dari atas; immersion from above.

Seluruh pengajaran ini dari semua isi Perjanjian Baru setuju pada satu fakta ini, dinyatakan dengan jelas dan tegas: Isa al-Masih sendiri – dan tidak lainnya – adalah Orang yang membaptis dalam Roh Kudus – DR. Derek Prince menyimpulkan

Dua contoh kejadian yang menunjukkan orang beriman tidak secara otomatis di baptisan Roh Kudus ketika ia bertobat.

  • Kisah Baptisan dalam Roh Kudus yang pertama pada Hari Pentakosta atas 120 murid Isa 120 murid Isa al-Masih dibaptis dalam Roh Kudus pada Hari Pentakostaal-Masih di dalam gedung di Yerusalem. Tepat lima puluh hari setelah Isa al-Masih bangkit dari kematian-Nya.[3]  Tiga setengah tahun mereka bersama Isa al-Masih dalam pelayanan-Nya sebelum dipenuhi kuasa Roh Kudus.  Tahun 2016 orang Israel merayakan Paskah 23 April, Saptu ini, sesuai dengan Kalender Ibrani.
  • Paulus bertanya kepada orang-orang Kristen di Efesus: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”  (Kis 19:2)

b. Tanda seorang yang dibaptis dalam Roh Kudus. Kitab para Rasul mencatat beberapa kejadian ketika orang-orang dibaptis dalam Roh Kudus. Semua menunjukkan bahwa adanya tanda-tanda yang terlihat oleh mata jasmani dan terdengar oleh telinga jasmani saat kejadian itu terjadi.

“ … turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh[4] dan bernubuat.  (Kis 19:6). Baptisan Roh Kudus yang terjadi pada Persekutuan Doa di Efesus yang dihadiri 12 orang ini menunjukkan tanda yang dapat dilihat dan didengar oleh orang lain, sama seperti yang terjadi pada 120 orang di Hari Pentakosta: berbahasa roh dan bernubuat.

Kejadian lainnya menulis: “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. (Kis 10:46)

Phenomena umum dari orang yang dibaptis dalam Roh Kudus adalah orang tersebut sedikitnya ia akan berbicara dalam bahasa roh atau “bahasa yang baru.”

Buah yang mengikuti dari orang yang telah mengalami baptisan ini ialah hidupnya memiliki perubahan yang positip; baca Kitab Galatia 5:22-24. Jika seorang berbahasa roh namun hidupnya tidak memuliakan Allah dan bahkan tidak terkendali (sakit, mengutuk, mudah marah) maka baptisan yang ia telah teriba bukanlah “di dalam Roh Kudus” tetapi di dalam roh-roh iblis, baca Gal 5:19-21.

II. Baptisan Roh Kudus Penting Untuk Kehidupan Rohani yang Kuat dan Berhasil dan pertumbuhan Gereja Tuhan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;  (Yoh 14:12)

Janji ini adalah sebuah janji Isa al-Masih yang indah para pengikut-Nya dan sekaligus menantang. Ini janji berlaku untuk 12 murid-Nya (yang Ia panggil sebagai Rasul), juga berlaku kepada siapa saja pada abad ini bagi mereka yang memberikan hidupnya untuk hidup sebagaimana Isa al-Masih telah hidup.

”Alasan yang jauh lebih masuk akal akanlah ada bahwa kita, sebagai manusia, akan memiliki akses ke sumber kekuatan supernatural yang sama Yesus telah miliki, seperti dikatakan, (adalah) Roh Kudus. … Dia melakukaan semua itu melalui Roh Kudus.” C. Peter Wagner; The Book of Acts[5]

Isa al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang pernah ada di bumi sebagai 100 persen Allah dan 100 persen manusia. Isa sebagai al-Masih (hamba / manusia Allah yang Diurapi) hanya dalam 3,5 tahun pelayanan-Nya telah mempersona begitu banyak penduduk di Israel (Yudea, Samaria, Getsemani) sampai wilayah timur sungai Yordan; Ia mengajar Firman Tuhan (Alkitab Perjanjian Lama) dengan penuh kuasa: penyingkapan ayat-ayat baik masa silam (nubuatan para nabi) maupun yang akan datang (pewahyuan akhir zaman); mujizat serta tanda-tanda ajaib menyertai pelayanan-Nya, dari demam disembuhkan sampai yang paling mustahil yakni orang mati 4 hari dihidupkan kembali.

Kunci kuasa dan mujizat Isa al-Masih pada pelayanan-Nya yang luar biasa dasyatnya ini bumi adalah kuasa Roh Kudus yang ada pada-Nya seperti yang dinyatakan oleh rasul Petrus: yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.  (Kis 10:38)

Allah menyertai, mengurapi dan memberi kuasa kepada Isa al-Masih melalui Roh Kudus-Nya sendiri! Itulah kunci kuasa dan mujizat pelayanan Isa!!

Dan kunci keberhasilan dari pelayanan para Rasul – bagaimana mereka bisa berbuat seperti Isa al-Masih telah perbuat (lihat Yoh 14:12 di atas) adalah pernyataan Isa al-Masih ini:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  (Kis 1:8)

Kata “kuasa” dalam bahasa Yunaninya adalah “dunamis” darimana kata ”dynamite” dan “dynamo” berasal. Dynamite adalah kuasa ledakan yang besar dan seketika seperti pada dinamit dan bom dengan segala jenisnya; sedangkan dynamo adalah kuasa gerakan yang konsisten seperti pada generator.

Berikut ini adalah daftar keuntungan dari menerima kuasa baptisan Roh Kudus:

a. Perlengkapan dalam pelayanan kejemaatan. Lihat 1 Korintus 12:8-11

  • karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
  • karunia berkata-kata dengan pengetahuan
  • memberikan karunia iman
  • karunia untuk menyembuhkan
  • kuasa untuk mengadakan mujizat
  • karunia untuk bernubuat
  • karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
  • karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.  (1 Kor 12:11)

b. Perlengkapan dalam peperangan rohani baik untuk kehidupan pribadi dan korporat. Lihat 1 Korintus 14:1-33

Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus menyelaskan secara jelas bahwa musuh orang percaya adalah roh-roh jahat di udara dengan segala tingkatan jabatan mereka (lihat Ef 6:10-12)  itulah sebabnya Baptisan Roh Kudus diperlengkapi oleh Allah kepada setiap orang percaya agar:

  • ”supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Ef 6:11)
  • “supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.  (Ef 6:13)

Satu dari beberapa senjata rohani yang aktif yang dimiliki orang percaya yang telah dibaptis dengan Roh Kudus adalah ”berkata-kata dengan bahasa roh” (to another divers kinds of tongues, KJV). Beberap keuntungannya:

  • Itu adalah bahasa rahasia yang seorang pun tidak mengerti, bahkan iblis sekali pun tidak mengerti
  • bahasa yang ditujukan hanya kepada dan dimengerti oleh Allah
  • membangun (to build) atau menguatkan (to edifieth) jiwa dan rohnya sendiri
  • Dalam ibadah atau pertemuan korporat, bila bahasa roh ini diartikan maknanya maka itu akan sangat berguna untuk membangun jemaat lain yang hadir. Lihat 1 Kor 12:11-31.

Untuk melihat dampak kuasa Roh Kudus yang bekerja atas orang beriman (pribadi maupun korporat) baca ke empat kitab Injil, khususnya Injil Markus. Baca juga kitab Kisah para Rasul, yang pelayanan mereka di dasari dari janji Isa al-Masih yang tertulis pada Injil Markus 16:14-18.

III. Syarat dan bagaimana Menerima Baptisan Roh Kudus

a. Siapa yang bisa menerima Baptisan Roh Kudus? Siapa saja, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lainya bisa menerimanya. Syaratnya adalah mereka bertobat dan percaya kepada Berita Injil (the Good News).

Kornelius dan sanak saudaranya beserta sahabat-sahabatnya, orang-orang Italia, telah dibaptis Tuhan dengan Roh Kudus sementara mendengar Berita Injil yang disampaikan oleh Petrus, baru kemudian menerima Baptisan Air. Lihat Kis 10:34-48. Hal ini juga terjadi pada Saulus orang Tarsus.

b. Dua cara umum menerima Baptisan Roh Kudus. Di atas kita telah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membaptis orang beriman dengan Roh Kudus. Alkitab mencatat Baptisan Roh Kudus bisa juga dan umum terjadi melalui ”penumpangan tangan” hamba Tuhan atas orang beriman yang bersangkutan.

Tuhan sendiri:

  • Dia (Isa) mengembuskan nafas dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus!” (Yoh 20:22)[6]
  • Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (Kis 10:44)

Penumpangan tangan para hamba Tuhan:

  • Penumpangan tangan Petrus dan Yohanes pada sebuah ibadah besar di Samaria (Kis 8:17)
  • Penumpangan tangan Ananias kepada Saulus yang kelak menjadi Rasul Paulus (Kis 9:17)
  • ”Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka …” (Kis 19:6)

Prinsip umum ajaran Alkitab juga berlaku pada masalah ini, bahwa oleh anugerah melalui iman kita bisa menerima Roh Kudus: ”Apakah kamu telah menerima Roh atas dasar perbutan-perbuatan torah atau atas dasar pemberitaan iman (Injil Kristus)? (Gal 3:2) Rasul mengingatkan mereka untuk hidup atas dasar iman.

Derek Prince memberikan 6 langkap untuk menerima kepenuhan Roh Kudus

  1. pertobatan (dari dosa)
  2. memberi diri untuk dibaptis air
  3. ada kehausan akan Roh Kudus
  4. meminta
  5. meminum – itu adalah tepatnya menerima
  6. bersandar – menyerahkan penguasaan anggota-anggota tubuh kita dari praktek pengertian intelek kita. (penyaliban hak-hak pribadi dan memberikan itu kepada Tuhan)

Hal-hal yang perlu diingat:

  • Tuhan memberi kuasa Baptisan Roh Kudus bukanlah untuk pamer diri dan merendahkan jemaat lainya, tetapi justru untuk membangun ”Tubuh Kristus” (Jemaat Isa al-Masih)
  •  ‘Doktrin’ baptisan Roh Kudus ini juga tidak perlu diperdebatkan; ini hanyalah masalah seberapa jauh orang beriman ingin efektif dan berhasil di dalam kehidupan dan pelayanan rohaninya.
  • Jika saudara melihat sebuah gereja di tutup karena jemaat yang semakin berkurang sementara ada gereja lainnya yang maju pesat maka perhatikan dan amatilah faktor keterlibatan kuasa Roh Kudus di dalam kedua gereja tersebut.

Catatan kaki:

  1. DR. Derek Prince, Foundation Truths for Christian Living. Ch. 21: The Baptism in the Holy Spirit. Terjemahan Indonesia Literal Translation (ILT) dan the Scriptures  (TS) serta Julia E. Smith’s Literal Translation (SLT) menulis “dalam / in”He will/ shell immerse in the Holy Spirit
  2. Idem.
  3. Kebangkitan Isa terjadi pada Perayaan Paskah (Pesakh/Passover) dan Baptisan Roh Kudus di Yerusalem terjadi pada Hari Pentakosta (Shavuot/Weeks) yaitu Perayaan turunnya Torah, 49 hari (7×7 minggu) setelah hari pertama dari keluarnya orang Israel dari Mesir (Paskah pertama). Kejadian ‘kebetulan’ yang luar biasa ini adalah satu dari banyak kejadian ‘kebetulan’ di Alkitab. Sebab itu rasul Paulus berkata: “tata ibadah di Perjanjian Lama adalah bayangan dari tata ibadah di Perjanjian Baru yang sebenarnya.”
  4. Terjemahan Inggris “spoke with tongues” atau “spoke with other tongues.” Dikenal juga dengan sebutan “bahasa-bahasa baru.”
  5. C. Peter Wagner mengkomentari Bab 2, hal. 45. Ia adalah profesor dalam theology, missiology dan keagamaan. Dosen di fakultas School of Intercultural Studies at Fuller Seminary selama 30 tahun.
  6. Dalam bahasa Yunani kata yang sama pneuma berarti keduanya ”roh” dan  ”nafas” sehingga itu bisa diterjemahkan “Terimalah Nafas Kudus,” DR. Derek Prince, FT for CL. pg. 193. “Nafaf kepada mereka ini adalah lambang dan konfirmasi dari apa yang mereka akan terima pada Hari Pentakosta,” John Gill, Expostion of the Entire Bible pada Yoh 20:22 Read the rest of this entry »




Takut Akan TUHAN

5 10 2014

 Takut akan TUHAN Tujuan Pendalaman Alkitab: Setiap orang pernah melakukan kesalahan, itulah adalah hal yang umum. Namun sadarkah Anda bahwa sangat sering kesalah itu kita buat dengan sengaja atas dasar ”sekedar mengikuti kehendak manusia” entah itu melalui tuntutan adat, tradisi atau perintah orang lain? Pelajaran ”Takut akan TUHAN” akan membawa Anda memiliki hubungan persahabatan yang lebih indah dengan Pencipta Anda, membawa kestabilan iman dan kebebasan dari jebakan-jebakan tradisi. Pelajaran Takut akan TUHAN adalah salah satu topik terpenting di dalam Firman Allah. Dengan mengerti secara benar akan Takut akan TUHAN maka saudara akan dengan mudah hidup di dalam pertobatan yang benar dan mengasihi TUHAN dengan cara yang benar.
Pada Pendalaman Alkitab ini Anda akan belajar:
• Arti dari Takut akan TUHAN
• Mengenali Takut akan TUHAN yang benar dan yang salah
• Apa yang dituntut Allah dari kita dalam Takut akan TUHAN
• Keuntungan-keuntungan dari Takut akan TUHAN
• Aplikasi sehari-hari dari Takut akan TUHAN, Isa al-Masih contoh sempurna

I. Difinisi Takut akan TUHAN
1. Hormat terhadap Nama-Nya. ”Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya–pada pihak lain ketakutan–dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.” (Maleakhi 2:5). “Nama” di dalam Alkitab adalah hal yang sangat penting, itu menceritakan harapan dan tujuan hidup dari sipemiliknya, lebih dari itu ”Nama” menunjukkan karakter atau kepribadian dari si pemiliknya. Nama Allah adalah TUHAN (the LORD), dalam Alkitab bahasa Ibrani kuno adalah YHWH, dieja sebagai ”YAHWEH.” Pesan Injil yang diberitakan oleh malaikat kepada seluruh penduduk dunia di Akhir Jaman akanlah Takutlah akan Allah … telah tiba saat penghakiman-Nya … Dialah yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (Wahyu 14:6-7). TUHAN adalah Pencipta Dunia dan Hakim tertinggi, Dia layak untuk dihormati.
2. Membenci Dosa. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Amsal 8:13).
3. Patuh terhadap Firman-Nya. “Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Maz. 33:8-11). Firman-Nya kekal selamanya, Isa al-Masih berkata bahwa ketika Ia datang kembali ke bumi Dia akan memberi upah kepada semua manusia sesuai dengan perbuatan mereka – apakah kita mematuhi perintah-Nya atau menolak perintah-Nya (Wah. 11:18 dan 22:12)
Jadi melalui ayat-ayat di atas, takut akan TUHAN harus membuat kita, umat-Nya, bersikap:

  1. menghormati dengan sungguh dan mengerti kekudusan Pribadi-Nya.
  2. membenci dosa sebagaimana Dia melihat dosa adanya, dan membenci dosa sebagai dosa.

II. Berikut ini adalah contoh dari sikap takut akan TUHAN yang salah
1. Firaun, raja Mesir. Setelah TUHAN menurunkan hujan es sehingga membinasakan banyak binatang dan orang Mesir, Firaun berkata kepada nabi Musa: ”Aku telah berdosa … TUHAN itu yang benar.” (9:27). ”Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa (9:34). Tepat seperti yang nabi Musa katakan kepadanya: ”aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah (9:30). Takutnya Firaun kepada TUHAN hanyalah karena ia ingin lari keluar dari konsekuensi dosanya, bukan karena menghormati Pribadi TUHAN.
2. Saul, raja Israel. Saul mengejar untuk membunuh Daud, namun Daud mempertunjukkan kebalikkannya. Menyadari kejahatan hatinya sendiri maka raja Saul menangis dengan keras sekali dan kembali ke istananya (1 Samuel 24). Namun dikemudian hari Saul dengan 3000 tentaranya kembali mengejar Daud, dan menyesal, ”Aku telah berbuat dosa … aku sesat sama sekali.” (1 Sam. 26:21). Saul hanya berhenti mengejar Daud setelah Daud terpaksa mengungsi ke “tenda orang Fasik” (Maz. 84:11; 1 Sam 27:1-7).
3. Nabi Yunus. Nabi ini diutus TUHAN untuk memberitakan kabar Pertobatan bagi bangsa Niniwe (Irak Utara) yang telah berlaku di luar batas kemanusiaan terhadap bangsa Israel, namun Yunus berlayar ke arah yang lain – berakibat badai. Ketika undian “kesalahan” jatuh ke Yunus, maka para penumpang kapal bertanya apa pekerjaan Yunus, nabi ini menjawab: ”Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langiFight Fear with Fear of The LORDt, yang telah menjadikan lautan dan daratan” (1:9). Ketika Yunus meminta mereka untuk melemparkan dirinya ke laut supaya badai berhenti. Segera setelah mereka membuang Yunus ke laut, ombak reda, ”Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN,” mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi Dia dan bernazar (1:15-16). Yunus telah menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar takut akan TUHAN – melalui berontak dari perintah-Nya, sebaliknya para penumpang kapal yang sebelumnya tidak mengenal ”siapa itu TUHAN” setelah melihat Dia meredakan ombak laut telah menunjukkan takut akan TUHAN yang benar.
III. Takut akan TUHAN yang benar.
1. Menuntut pertobatan. Kita telah baca di atas ”Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan … ” (Ams.l 8:13). Allah adalah maha pengampun, Ia siap mengampuni setiap dosa kita, namun dari pihak kita, kita harus meninggalkan perbuatan dosa. Kita tidak bisa berdiri di atas dua perahu. Dia tidak akan bisa mengasihi kita jika kita tidak bertobat, sebab dosa adalah musuh Allah. Baca Yehezkiel 14:6-8.
2. Menuntut ketaatan kita kepada TUHAN. Ayat bacaan: Kejadian 22:1-19. Ishak putra Abraham satu-satunya yang ia dapat dari isterinya Sarah dihari tuanya: ia lahir ketika Abraham berumur 100 tahun, setelah 25 tahun menunggu janji Allah. Namun atas perintah TUHAN, Abraham telah meletakkan Ishak di atas mesbah persembahan di atas sebuah gunung. Ketika Abraham yang memegang pisau telah siap untuk menyembelih Ishak, TUHAN berseru dari langit menghentikan Abraham, ”Jangan bunuh anak itu …, sebab telah Ku ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Hal yang sama juga Allah juga minta kepada umat Israel, generasi dari Abraham. Baca Ulangan 10:12-16.
3. Menuntut kekudusan hidup kita – jiwa dan perbuatan. Apa beda pertobatan dengan hidup kudus? Pertobatan diminta dan terjadi saat kita telah jatuh ke dalam dosa, sedangkan hidup kudus adalah gaya hidup sesuai Firman Allah setelah kita bertobat. ”Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.” (Imamat 20:26). Kata “memisahkan” sama artinya dengan “menguduskan.” Adalah suatu iman yang salah jika seorang berkata “saya sekarang milik Isa, saya selamat, jadi saya bisa berbuat apapun yang saya kehendaki.”
• Jiwa kita. Baca: Maz. 23:7; Maz. 15:26, Roma 12:1-2, Kis. 26:20
• Perbuatan kita. Baca: Maz. 34:11-14, menjaga untuk ”sin no more” (lihat Yohanes 5:14 & 8:11)
• Dalam pernikahan. Baca Matius 19:3-9, 1 Korintus 7:3-5, 10-16; Efesus 5:22-31

IV. Keuntungan Takut akan TUHAN  TUHAN adalah terangku dan keselamatanku Mazmur 27 ayat 1
Sedikitnya ada 30 janji TUHAN untuk perkara ini. 12 diantaranya adalah:
• Menjauhkan kita dari perbuatan dosa (Kel. 20:20)
• Kehidupan keluarga yang baik (Ul. 5:29)
• Terbebas dari jebakan takut akan manusia (Ams 29:25)
• Selalu berkecukupan (Maz 34:10-11)
• Mendapat karir yang baik (Nehemia. 7:2)
• Dipimpin oleh TUHAN dan berbahagia (Maz. 25:12, 13)
• Mendapat persahabatan dengan Allah dan pewahyuan-Nya (Maz 25:14)
• Tidak akan berkurangan (Maz. 34:10)
• Mendapatkan kehidupan dan kepuasan dan keamanan (Ams. 19:23)
• TUHAN berkenan kepada kita (Kis. 10:34-35)
• Mendapat berkat yang khusus (Maz. 128)
• Ditulis dalam kitab peringatan dan menjadi milik-Nya (Mal. 3:16-18)

When youf fear God, you fear nothing else Oswald ChambersV. Penerapan Takut akan TUHAN
Jika ada teladan untuk kitab bagaimana memiliki dan menerapkan sikap takut akan TUHAN, maka satu-satunya teladan terbaik kita bisa pelajari dari Isa al-Masih, Dia adalah hamba TUHAN yang telah dicobai oleh Iblis dan manusia namun Dia lulus dengan sempurna di dalam mematuhi perintah Bapa-Nya yang telah mengutus Dia ke bumi. Apa rahasinya? Sebab Dia selalu berjalan di dalam Roh TUHAN yang menyebabkan Dia menghakimi dengan adil, tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetian kepada yang telah mengutus-Nya (Yesaya 11:2-5). Baca Galatia 5:22-26.
Raja Daud juga suatu teladan yang baik, sekalipun ia gagal dalam beberapa hal, namun hatinya yang lembut dan siap untuk ditegur membuat Daud sangat disukai TUHAN. Kehidupan Daud bisa dipelajari di kitab 1 Samuel pasal 1-31, 1 Tawarikh pasal 11-29. Kitab Mazmur adalah hasil hubungan Daud yang indah dengan TUHANnya. Kunci rahasia Daud adalah sama dengan Isa al-Masih, nampak pada permohonan doanya ketika ia telah jatuh ke dalam dosa perzinahan, “Janganlah megambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Maz. 51:13). Yusuf anak Israel adalah teladan lainnya di dalam Takut akan TUHAN, baca Kejadian 37-50
Seorang hamba TUHAN mengajar langkah praktis bagaimana hidup di dalam Takut akan TUHAN:
”Apa yang harus dilakukan ketika hal-hal menjadi salah?”
Bertanyalah kepada Elohim: ”TUHAN, apa yang Engkau sedang mencoba untuk mengajar saya?”
Jika Roh Kudus-Nya menunjukkan kepada kita bahwa ada sesuatu yang kita harus bertobat, maka datanglah kepada Dia akui kesalahan kita dan bertobatlah; dan jika Roh Kudus-Nya memimpin kita untuk berdamai dengan orang yang telah kita lukai hatinya atau kita rugikan, maka hendaknya kita pergi berdamai dengan orang tersebut.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Jemaat / Gereja Tuhan; Arti Dan Kekuatannya

23 02 2014

Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:
Arti Jemaat  yang sesungguhnya
Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Kekuatan yang dimiliki Jemaat
Sikap yang benar terhadap Jemaat Tuhan

Illustrasi: Sarah adalah manajer muda pemasaran yang membawahi ratusan karyawan dari sebuah perusahaan wanita berpendidikan tinggi yang terikat tradisiobat-obatan di Jerman. Ia sedikitnya menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Perancis dan Rusia. Allah menaruh di hati Sarah rasa belas kasihan atas bangsa Maroko. Sarah mulai mempersiakan dirinya untuk diutus ke Maroko, belajar bahasa Arab, kursus keahlian ”where there is no dokter” dan keterampilan lainnya yang ia pikir bisa bermanfaat bagi perkembangan masyarakat setempat. Pada hari pengutusannya, Pendeta dan Jemaat memberkati dan melepaskan Sarah. Setibanya di Maroko, Sarah segera jatuh cinta dengan negara barunya dan … ehem ia juga jatuh cinta kepada putra dari kepala suku setempat; ”Jika saya menikah dengan pemuda ini mungkin akan lebih mudah bagiku merubah masyarakat setempat dengan segala ilmu yang saya telah miliki,” Sarah berpikir. Menikalah mereka. Sejak hari itu Sarah dilarang keluar rumah, atau ia wajib berkerudung saat keluar bersama suaminya – sebagaimana adat dan kebiasan setempat. Sarah kehilangan indentitas dirinya baik di luar maupun di dalam rumahnya. Ia hanya berfungsi sebagai pengurus kebutuhan dan keinginan suaminya semata; semua mimpi dan cita-citanya dan keahliannya kandas oleh sebab suaminya yang berpikir bahwa seorang isteri adalah hanya mengurus urusan rumah tangga semata. Penderitaan ini mengingatkan dia akan cerita Samson, nazir Allah yang perkasa, namun menjadi tidak berdaya sama sekali di tangan orang-orang Filistin, oleh sebab Delila, telah memotong rambutnya, dan kera-kera topeng monyet yang terantai dan dikontrol oleh pemiliknya yang ia pernah lihat di Jakarta. Sarah sekarang hanya bisa berdoa agar Tuhannya bisa menghidupkan kembali visinya dan seluruh keahliannya bagi rakyat Maroko.

I. Arti Jemaat  / Gereja yang sesungguhnya
Ayat bacaan: Injil Matius 16:13-20.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (ayat 18).
Pada perikop ini kita temukan kata ”jemaat” atau ”gereja” (dari bahasa Portugis igreja) pertama kalinya dipakai di Pernjanjian Baru, tertulis:

Kata ini diterjemahkan dari bahasa Yunani ekklēsia, dari suatu gabungan kata ek atau ex (yang berarti keluar dan dari) kaleō (yang berarti panggil/ calling), jadi literalnya ekklēsia sama dengan ”orang-orang yang dipanggil keluar dari.
Komentator Alkitab menyabarkannya sebagai:

  • ”Itu adalah sejumlah orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia, dan dipisahkan dari dunia, dan didedikasikan untuk Kristus.” John Gill, Exposition of the Entire Bible
  • “Kata “Gereja (Church)” artinya secara literal “mereka yang dipanggil keluar,” dan sering berarti suatu majelis / suatu badan yang terbentuk dari orang-orang tertentu (assembly) atau jemaat  (congregation). Itu dipakai untuk orang-orang Kristen yang ada “dipanggil keluar” dari dunia. Itu kadang-kadang berarti seluruh kesatuan orang-orang beriman, Efesus 1:22; 1 Korintus 10:32. Ini adalah artinya di sini. Itu berarti, juga, masyarakat tertentu dari orang-orang percaya yang menyembah di satu tempat. Albert Barnes, Notes on the Bible

Rasul Petrus menjabarkannya sebagai: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”  (1 Petrus 2:9-10)

Jadi Jemaat / Gereja dapat diartikan Jemaat Tuhan sedang memuji dan menyembahsebagai:
Sebuah kumpulan orang-orang yang beriman kepada Kristus (al-Masih), atau lengkapnya,
Sebuah kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kehidupan duniawi oleh Allah, dikuduskan-Nya dan dijadikan umat-Nya untuk tujuan memberitakan kebesaran perbuatan Allah kepada dunia.

Jemaat / Gereja bukanlah:
sebuah bangunan gedung yang mati (Efesus 2:19-22), bukan juga
sebuah organisasi atau club rohani (Yohanes 13:12-17), bukan juga
sebuah institusi bisnis (Markus 11:15-19) atau sebuah institusi politik (Matius 22:15-22).

Pada bahasan seterusnya untuk mudahnya kita akan memakai kata Jemaat mengikuti Alkitab terjemahan LAI.

II. Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (petros) dan di atas batu karang (petra) ini  Aku akan mendirikan jemaat-Ku…”  (Matius 16:18)
Isa di sini berbicara kepada Petrus, dan bukan tentang Petrus.

Petra (bahasa Yunani) berarti “a mass of rock” = sebongkah batu karang yang besar, Kata “petra” juga terdapat pada Mat. 27:60, 1 Korintus 10:3-4 dan 1 Petrus 2:8. Fondasi batu karang (petra) di Alkitab adalah menjunjuk hanya kepada Yesus Kristus, seperti telah dinubuatkan dalam Yesaya 28:16 dan dikutip oleh rasul Paulus di Roma 9:33. sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Sion adalah kota Yerusalem, dimana Jemaat mula-mula terlahir (Lihat Kisah Para Rasul pasal 1, perhatikan ayat 12).

Sebab itu rasul Paulus berkata bYesus Kristus kepala Jemaat baik lokal maupun korporatahwa ”Kristus adalah kepala Jemaat”  atau “Christ is the head of the church” (Efesus 5:23).

Matius 16:15-20 dan berlanjut ke ayat 21-27 jelas membuktikan bahwa Isa al-Masih tidak mendirikan  Jemaat-Nya di atas Petrus, yang Isa sebut sebagai Simon bin Yunus (Simon bar Yonah atau son of a Dove)

Dari perkataan Isa ini kita dapatkan tiga prinsip tentang Jemaat
1. Isa al-Masih sendirilah pendiri dari Jemaat Tuhan
2. Isa al-Masih lah satu-satunya pemilik dari Jemaat Tuhan tersebut
3. Jemaat Tuhan dibangun di atas pribadi Yesus Kristus sendiri

Ayat hafalan: Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.  (1 Kor 10:3-4)

Jadi, siapa yang berurusan dengan Jemaat Tuhan, ia sesunggunya sedang berurusan dengan Tuhan Yesus Kristus. Artinya:

  • Para hamba Tuhan haruslah melayani Jemaat dengan takut dan hormat kepada Kristus (al-Masih), dan haruslah ingat bahwa Yesuslah yang menyelamatkan Jemaat bukan mereka (Ef 5:23). Jemaat haruslah tunduk kepada ajaran, perintah dan ketetapan Yesus sebagai kepala Jemaat. Menempatkan Yesus di atas segala sesuatu, bahkan lebih tinggi dari para hamba Tuhan, dengan kata lain Jemaat harus berpegang teguh kepada isi Alkitab melebihi interpretasi dan doktrin manusia.
  • Pemerintah negara tidak memiliki hak mencampuri masalah interen Jemaat, sebab itu bukan milik negara. Menyentuh Jemaat berarti menyentuh biji mata Yesus, Raja di atas segala raja yang berarti juga melawan Allah. Baca: Ulangan 32:9-10; Zakaria 2:8, Matius 22:15-22 dan juga Kisah para Rasul 5:34-39.

Petros dari nama Petrus dalam bahasa Aramnya Kefas berarti “a piece of rock” atau “a stone” = batu kecil, dapat dilempar oleh tangan manusia. Karakter Petrus, “batu, namun mudah terguncang,” ini dapat dilihat pada Mat 16:23, Mat 14:29-30; Luke 22:57-58; Gal 2:11,14.

III. Kekuatan yang dimiliki Jemaat
“… Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  (Mat. 16:18)

Garansi dari pernyataan Isa ini terdapat pada Injil Matius 28:18-20, Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Yang Isa teguhkan kembali kepada Jemaat-Nya melalui rasul Yohanes di pulau Patmos, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.  I am alive for evermore, Amen; and have the keys of hell and of death (KJV) (Wahyu 1:17-18) Lumpuh berjalan dalam nama Yesus

Dari ayat-ayat di atas kita lihat bahwa Isa al-Masih, sejak hari pertama kebangkitan-Nya, telah diberikan TUHAN segala kuasa baik itu yang ada di sorga, di bumi bahkan di bawah bumi (yakni kunci kematian bahkan kunci neraka). Nampak juga bahwa Isa memiliki kuasa tersebut bukan untuk sementara waktu tetapi sampai selama-lamanya, jadi janji-Nya untuk menyertai Jemaat-Nya yang Ia bangun di atas diri-Nya sendiri (petra; batu karang yang teguh) sampai kepada akhir jaman adalah suatu hal yang masuk akal dan suatu garansi yang meyakinkan.

Kuasa yang dimiliki Jemaat  nampak jelas pada Jemaat Tuhan yang pertama terbentuk. Segera setelah kuasa Roh Kudus turun ke atas kepala murid-murid-Nya di Yerusalem, ”kamu akan menerima kuasa (dunamis; kata Yunani), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8). Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. … Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  (Kis 2:1-4). Hari itu setelah orang banyak mendengar kotbah Petrus, mereka kira-kira 3000 orang memberi diri dibaptis, dan lahirlah Jemaat mula-mula, seperti tertulis Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.  (Kis. 2:46-47). Dunamis ini sumber kata dari dinamo (kekuatan yang konstan) dan dinamit (kekuatan sekejap yang sangat kuat).

Difinisi Jemaat Tuhan jelas nampak pada ayat di atas: orang-orang percaya ke pada Yesus berkumpul di suatu tempat (Bait Allah dan rumah-rumah tinggal) sambil memuji Tuhan!, Itulah sebabnya mereka disebut “Jemaat mula-mula.”

Sejarah singkat perjalanan Jemaat Tuhan. Pengujian atas janji penyertaan Isa atas Jemaat-Nya sepanjang jaman telah dimulai sejak bulan pertama mereka dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus di Hari Pentakosta (1 AD), di Yudea, Israel, pengikut agama Farisi dan Saduki membunuh Stefanus kemudian rasul-rasul, memenjarakan pengikut ajaran Isa al-Masih. Di kota Roma, kaisar Nero menghukum mati orang-orang Kristen melalui binatang buas, pembakaran dan penyaliban, setelah 2/3 kota Roma terbakar oleh perbuatan dirinya sendiri, namun ia menyalahkan orang Kristen. Semua penganiayaan ini bukannya membuat Jemaat menjadi padam, malah sebaliknya membuat Injil semakin tersebar dan Jemaat-jemaat bertumbuhan di seluruh  wilayah jajahan Roma.
Perbuatan kaisar Nero membuat ia terdaftar dalam kelompok ”para Antikristus” (1 Yoh. 2:18). Nero as the Antichrist
Di Eropa, ratusan tahun lamanya Roma di bawah perintah para paus menekan keras Jemaat Tuhan, menyiksa dan membakari mereka yang memiliki Alkitab dan berpegang kepada ajaran Isa al-Masih. John Foxe (1517-1587) mencatat semua kejadian ini dalam bukunya yang terkenal FOXE’s Book of Martyrs 
Kristen Armenia teraniaya berat selama bertahun-tahun oleh Turki khususnya di jaman Sultan Abdul Hamid II (1876-1909) dan Ottaman (1915-1918). Diperkirakan 1,5 juta Kristen Armenia terbunuh di jaman Ottaman saja, Armenian Genocide  Di abad 21 ini laporan mengatakan puluhan orang Kristen terbunuh per hari di negara-negara Islam dan Komunis. Baca World Watch List Country Profiles 2014

Hanyalah kuasa dan penyertaan Isa al-Masih semata bahwa Jemaat-Nya tetap hadir sampai saat ini bahkan semakin berkembang pesat di seluruh dunia, dari Timur Tengah, Asia, sampai ke Amerika Latin, orang-orang terus menerus dipanggil masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu,”  (Mat 24:35) Isa al-Masih berkata kepada para pengikut-Nya.

IV. Bagaimanakah kita seharusnya menyambut atau memberlakukan Jemaat Tuhan?
Ayat bacaan: I Korintus 3:16-17; 6:15-20 dan Matius pasal 10:40-42. Isa al-Masih bersama anak-anak kecil
1. Pesan untuk Jemaat-Nya. Kepada Jemaat di Korintus Paulus memperingatkan Jemaat  baik secara korporat maupun individu untuk memelihara tubuh jasmani mereka terbebas dari percabulan, yang ia lukiskan Jemaat ini sebagai bait Roh Allah, tubuh mereka bukan lagi milik mereka sendiri tetapi Kristus yang telah membelinya melalui nyawa-Nya sendiri yang mati di kayu salib.
2. Pesan untuk orang yang belum termasuk Jemaat-Nya. Pada Injil Matius, Yesus memperingatkan masyarakat bagaimana mereka harus menyambut kehadiran duta-duta-Nya, rasul, pemberita Injil dan termasuk Jemaat-Nya yang Ia sebut sebagai ”Garam” dan ”Terang.” Isa al-Masih sebelum Ia mengutus dua belas rasulnya dan murid-murid-Nya memberi pesan penting kepada mereka, apa arti keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat yang mereka akan layani. Dikatakan-Nya, bahwa upah orang-orang yang mereka layani akanlah setimpal dengan perlakukan orang-orang itu terhadap jemaat-Nya, secara spesifik hamba-hamba-Nya; menganggap mereka hanya sebagai ”orang-orang yang kecil,” atau sebagai ”orang-orang benar” atau menerima mereka sebagai ”nabi-nabi.” Matius 10:40 adalah ayat yang penting untuk diingat dan dimegerti: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  Di sini Isa al-Masih menyatakan bahwa rasul-rasul ini adalaha Duta Besar dari Isa al-Masih, yang adalah kepala dari Jemaat Tuhan di bumi.

Peringatan Isa ini dinyatakan ulang oleh rasul Paulus dalam isi suratnya kepada orang Korintus:Tidak tahukah kamu (orang Kristen), bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.  (1 Kor. 3:16-17). Baca pengalaman Paulus sendiri sebelum ia menjadi rasul di Kisah para Rasul 9:1-22, perhatikan ayat 4 dan 5.

Ayat hafalan: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  (Matius 10:40)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Satu Hal Yang Terpenting Bagi Allah

27 06 2013

TUHAN berkata kepada umat-Nya: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:9).
Setiap kita umumnya ingin menyenangkan dan memberi yang terbaik bagi Allah kita. Alkitab telah menulis apa yang sesungguhnya yang terpenting bagi Dia untuk kita berikan atau lakukan.

Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengerti hati TUHAN, Allah pencipta kita, yang sesungguhnya
2. Mengerti tujuan terpenting mengapa kita diciptakan dan dipanggil untuk menjadi umat-Nya.

Illustrasi:
Aisah wanita muda desa dari Jawa Tengah mencoba mengadu nasip di kota Jakarta. Ia sangat beruntung belum seminggu di Jakarta Wanita yang selalu sibuksebuah keluarga yang baik dan kaya raya telah menerima dia bekerja sebagai pembantu rumah mereka. Keluarga Darmawan dengan tiga anaknya nampak suka dengan keramah tamahan dan kerajinan Aisah. Bapa dan ibu Darmawan tidak perlu berkata lakukan ini dan itu setiap kali sebab Aisah walaupun ia masih muda ia ingat dan tahu apa yang menjadi kewajibannya. Rumah keluarga Darmawan tidaklah hanya rapi tetapi juga menjadi indah sejak ditangani oleh Aisah.

Beberapa bulan telah berlalu, bapa dan ibu Darmawan berpikir untuk menyekolahkan Aisah agar ia punya masa depan yang lebih baik, ia nampaknya sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut. Senin ini bapa Darmawan mengambil cuti kerja, khusus untuk ia dan isterinya bisa berbicara kepada Aisah tentang rencana indah mereka.

Aisah sedang menyapu halaman rumah ketika Reni, anak pertama tuannya, memanggilnya, ”Aisah, bapa ingin berbicara kepadamu sekarang.” ”Ya, saya akan datang sebentar lagi, tanggung nih,” Aisah berkata dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian ibu Darmawan yang datang untuk memanggilnya. Aisah segera berhenti menyapu dan duduk dilantai di depan tuan dan nyonyanya. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan kepada Aisah, untuk mengetahui apa impian dan kesukaan Aisah, mereka ingin memberikan yang terbaik dan yang tepat kepadanya. Wanita desa ini nampak gelisah. Lima belas menit telah berlalu, dan kegelisahannya tidak dapa ia tahan lagi. Ia dengan keberanian yang dipaksakan berkata, ”Maaf tuan dan nyonya, bolehkan saya sekarang pergi untuk meneruskan pekerjaan saya?” Bapa Dermawan bertanya apa alasannya; ”Saya kuatir rumput-rumput kering yang saya telah kumpulkan terserak kembali oleh tiupan angin, lagipula halaman belum bersih seluruhnya.” Aisah menjawab. Tuan dan nyonyanya saling berpandangan, … dan dengan anggukan perlahan mempersilahkan ia pergi.

Reni yang tidak turun di dalam percakapan tersebut, nampaknya ia turut mengikuti jalannya pertemuan tersebut, lalu berkata kepada bapa dan ibunya, ”Aisah memang rajin tetapi menjengkelkan,” keluh Reni dan ia mulai bercerita, ”minggu lalu saya mengajak dia untuk menemani saya jalan-jalan ke mol karena Steven tiba-tiba berhalangan untuk datang. Ia berkata maaf non saya banyak pekerjaan hari ini dan ia meneruskan pekerjaannya.” Ayah Reni meresponi, ”Ya nampaknya Aisah tidak mengerti apa yang terpenting bagi kita semua,” katanya dengan nadah sedih.

I. Raja Daud mengerti Satu Hal yang terpenting bagi TUHAN.
Ayat bacaan: Mazmur 27:1-14.
Daud adalah orang pria yang hatinya selalu mencari kehendak Allah. Sejak remaja ia telah mengenal hati Allahnya, kitab Mazmur adalah cermin dari kehidupan Daud yang menjangkau hati TUHAN, tidaklah mengherankan banyak ayat-ayat dari kitab Mazmur ini berisi nubuatan-nubuatan yang sangat jelas tentang kedatangan Isa sebagai Al-Masih (nabi Yang Diurapi TUHAN) dan hal-hal yang akan terjadi sebelum Isa mati tersalib. Baca: Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.  (Mazmur 27:4-5)

”Diam di rumah TUHAN seumur hidupku,” itulah Satu Hal yang Daud minta dari TUHAN, bukan yang lainnya. Pada jaman raja Daud, rumah TUHAN adalah sebuah tenda yang dibuat sesuai petunjuk TUHAN kepada nabi Musa.[1] Di dalam tenda inilah terletak tabut TUHAN, sebuah kotak persegi belapis emas dan didalamnya terletak 10 Perintah TUHAN, pada tutup kotak ini terdapat dua sosok kerub (malaikat) yang sedang  Tabut Perjanjianmenggembangkan kedua sayapnya.[2] Sebelum Isa al-Masih hadir di bumi, sekitar 2000 tahun yang lalu, rumah TUHAN adalah tempat TUHAN bertemu dan berbicara kepada pemimpin bangsa Israel dengan kata lain itulah tempat dimana bangsa Israel bisa mengenal hati dan pikiran serta rencana TUHAN melalui para pemimpin mereka.[3] Inilah tempat yang disebut sebagai ”tempat dimana TUHAN hadir” atau “tempat dimana Kemulian-Nya dinyatakan” (the Shekinah Glory).” TUHAN adalah Mahahadir (Omnipresence), Dia hadir dimana kita sekarang berada, tetapi Dia hanya menyatakan diri-Nya di tempat tertentu.

Raja Daud adalah raja Israel yang kaya raya, ia memiliki istana yang indah dan megah (reruntuhannya telah ditemukan beberapa tahun lalu di kota Yerusalem), dan tempat-tempat peristirahatan, namun bagi Daud semua itu tidaklah berarti apa-apa dibanding dengan ”diam di rumah TUHAN,” perbandingan ini bisa dilihat pada pernyataan Daud di Mazmur 84:11 ”Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Apa yang raja Daud sesungguhnya inginkan dari ”ada diam di rumah TUHAN” tersebut? Ia tidak mencari berkat atau promosi jabatan, tetapi hanya Satu Hal, yakni ”menyaksikan kemurahan TUHAN” (Maz. 27:4) atau dalam bahasa Inggrisnya ”to behold the beauty of the LORD” (KJV) atau ”to gaze upon the beauty of the LORD” (ESV). ”To gaze” berarti mengamati dengan cermat. Dengarkan lagu dari ayat Mazmur 27:4 ini One Thing Have I Desired.

Kerinduan Satu Hal dari Daud ini persisnya adalah apa yang sesungguhnya diminta oleh TUHAN kepada Daud dan setiap kita, seperti firman TUHAN menulis: Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah wajah-Ku“; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.  (Mazmur 27:7-8).

Upah dari kerinduan raja Daud untuk membangun Bait TUHAN dalam bentuk bangunan yang permanent (2 Samuel 71-2) sungguh telah membuat hati TUHAN tersentuh sehingga Dia berjanji kepada Daud Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” (2 Samuel 7:16). Inilah sebabnya Isa al-Masih, yang kelak akan datang kembali kedua kalinya dan akan menjadi Raja yang kekal selamanya, berasal dari keturunan raja Daud (Injil Matius 1:1-2, 6, dan 16). Di Perjanjian Baru Isa dikenal sebagai “Putra Daud,” dan Isa memproklam diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir[4] dan sebagai Anak Manusia (The Son of Man) Ia menyebut dirinya juga sebagai keturunan raja Israel:  “I am the root and the offspring of David” (Aku adalah akar dan keturunan Daud; tertulis di hampir semua terjemahan Inggris). Lihat Wahyu 22:16.

II. Maria mengerti Satu Hal yang terpenting bagi Tuhan.
Di Betania,[5] Israel, ada dua kakak beradik yang percaya kepada ajaran Isa al-Masih. Marta dan adiknya bernama Maria, mereka adalah saudari dari Lazarus yang dibangkitkan Isa setelah Lazarus meninggal selama empat hari lamanya.[6]Isa (disertai murid-murid-Nya) biasa berkeliling mengajar di kota-kota di Israel. Hari itu mereka melewati kampung Marta dan Maria, dan Marta mengundang mereka untuk mampir. Adalah suatu kehormatan di Israel menerima tamu seorang rabbi (guru rohani), terlebih lagi Isa yang terkenal sangat sayang kepada mereka bertiga – Isa pernah menangis karena melihat kesedihan Maria atas meningganya Lazarus,[7] jadi mereka berdua ingin memberikan yang terbaik bagi Al-Masih mereka.

Injil Lukas pasal 10:39-40 mencatatnya demikian:
Marta sibuk sekali melayani (mencuci kaki mereka, memberikan minum dan menyiapkan makanan).  Bagaimana dengan Maria?
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Pada mulanya mungkin Maria juga turut mencuci kaki para tamunya dan memberi minuman, namun tiba-tiba Maria lenyap dari dapur – yang membuat Marta datang melapor kepada Isa untuk menegor Maria.

”Duduk dekat kaki” adalah suatu kebiasaan umum orang Yahudi dimana para murid atau hamba akan duduk di dekat kaki gurunya atau tuannya ketika mereka sedang diajar atau diajak berbicara.

  • Perkataan nabi Musa tentang bangsa Israel dan TUHAN: Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus–di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. (Ulangan 33:3) – mereka duduk mendengarkan untuk menerima instruksi dari TUHAN yakni Torah (ayat 4).
  • Pengakuan Rasul Paulus bagaimana ia telah belajar dari rabbi Gamaliel:[8]  I am verily a man [which am] a Jew, born in Tarsus, [a city] in Cilicia, yet brought up in this city at the feet of Gamaliel, [and] taught according to the perfect manner of the law of the fathers, and was zealous toward God, as ye all are this day. (Kisah para Rasul 22:3, KJV)Semua terjemahan Inggris menulis ”at the feet of Gamaliel.”

Komplain Marta kepada Isa tentang Maria: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” Suruhlah dia membantu aku.” – Apakah jawaban Isa al-Masih atas permintaan Marta?

Jawaban Isa kepada Marta menunjukkan bahwa sesungguhnya hanya ada Satu Hal yang terpenting bagi Isa untuk Marta perbuat – dan juga bagi kita semua: Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”  (Luka 10:41-42)

Tentu Tuhan senang untuk dilayani, namun terlebih penting bagi Dia bahwa kita mendengar suara dan mentaati perintah-Nya yakni belajar untuk mengerti hati dan pikiran Tuhan kita.

Jadi Maria tahu satu saja yang perlu tersebut di mata TUHAN, yakni menikmati hadirat Tuhannya (di rumahnya) dan haus mendengarkan ajaran Tuhannya.

III. Rasul Paulus tahus Satu Hal yang terpenting bagi Allah.
Ayat bacaan: Filipi pasal 3.
Paulus menasehati Jemaat Filipi untuk berhati-hati dengan guru-guru palsu yang ia sebut mereka sebagai anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu (ayat 1-3). Paulus menjelaskan kepada Jemaat ini siapakah dia sesungguhnya sebelum menjadi pengikut Isa al-Masih. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi.” Lalu ia mendaftarkan latar belakang hidupnya: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.  (Filipi 3:5-6). –  Paulus secara daging layaklah berbangga dengan siapa dirinya dan apa yang ia telah capai sebagai seorang agamawan – ahli Taurat dan tidak bercacat di dalam melakukannya.

Setelah ia bertemu dan melihat kemulian Isa al-Masih dan mengerti firman-Nya, semua jerih payahnya melalui kebenarannya sendiri untuk mendapat pembenaran di mata Allah – ia bahkan telah memenjarakan dan membunuh banyak pengikut Isa al-Masih yang ia dahulu berpikir semua perbuatan itu akanlah menyenangkan Allahnya – ia katakan sekarang semua itu sebagai tidak berarti, suatu kerugian, dan sampah (ayat 7-9).

Membaca kitab Kisah para Rasul dan surat-surat Paulus kepada Jemaat-jemaat di Yunani dan Asia Minor kita tahu betapa rasul Paulus telah bekerja keras dan menderita penganiayaan yang berat. Rasul Paulus tahu persis semua itu bukanlah Satu Hal yang terpenting bagi Allah sekalipun semua itu sungguh menyenangkan Allah, ayat 13 dan 14 menyatakannya; Brothers, I do not consider myself to have embraced it yet. But this one thing I do: Forgetting what lies behind and straining forward to what lies ahead, I keep pursuing the goal to win the prize of God’s heavenly call in the Messiah Jesus.  (Filipi 3:13-14, ISV)

Apakah goal akhir yang rasul Paulus ingin capai? Satu hal saja, yakni berada bersama Tuhan Yesus Kristus selamanya (perhatikan kata “warganegara sorga” dan ” “serupa dengan tubuh-Nya yang mulia;”ayat 20-21) yang digambarkan raja Daud sebagai diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4).

IV. Kesimpulan dan Evaluasi.
Tujuan utama TUHAN menciptakan manusia adalah memiliki persekutuan yang akrab seperti hubungan orang tua dengan anaknya, untuk itu mengerti dan mengenal hati dan pikiran Pencipta kita adalah inti dari kehidupan. Satu hal terpenting yang sama seperti itu adalah TUHAN berkehendak dimanapun kita berada dan apapun yang kita perbuat ialah mencerminkan dan memancarkan sifat agung Dia agar supaya seluruh duniapun mengenal dan bersekutu kepada TUHAN; itulah tugas Adam dan Hawa pada awalnya yakni memelihara Taman Eden yang indah itu dan menguasai seluruh isinya. “Taman Eden” itu adalah dimana TUHAN menempatkan kita atau dimana Ia mengutus kita; jika anda seorang pelajar, maka sekolah, universitas tersebut ada di bawah tanggung jawab anda; itu adalah kantor jika anda seorang karyawan; itu adalah para karyawan anda jika anda seorang usahawan. Dan seterunya.
Apakah kita telah menerapkan Satu  Hal yang terpenting bagi Allah tersebut dalam hidup kita?

Jika Anda belum menerima Isa al-Masih sebagai Juruselamat dan Tuhan di dalam kehidupan Anda dan rindu untuk memiliki hubungan yang indah dengan TUHAN dan Isa al-Masih, bacalah Pendalaman Alkitab di Katagori “Keluar Dari Kekafiran.”


[1] Keluaran 26:1-14
[2] Keluaran 40:18-21; Keluaran 25:17-21
[3] Keluaran 25:22.
[4] Klaim Isa sebagai Allah. Wahyu 1:8,  21:6;  22:13 bandingkan dengan Yesaya 41:4; 44:6 dan 48:12
[5] Betania (Beth Anyah / Bethany; Rumah Palem) terletak tidak jauh dari timur kota Yerusalem, dimana tepat di atasnya terletak Mount of Olives (Gunung  Zaitun).
[6] Injil Yohanes 11.
[7] Idem , ayat 33-35
[8] Gamaliel adalah guru Torah / Taurat yang menjabat sebagai Mahkamah Agama Yahudi  lihat Kisah para Rasul 5:34

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Kebangkitan Orang Mati dan Isa al-Masih sebagai buah sulung kebangkitan

11 04 2013

Pendalaman Alkitab 4 (untuk) Muslim kali ini akan Anda belajar satu perkara penting lainnya di dalam keyakinan iman Kristen, yakni bahwa ada kebangkitan tubuh setelah seorang meninggal dunia.

Pendalaman Alkitab ini akan membahas:
I. Keyakinan kebangkitan orang mati di kitab-kitab Suci di Perjanjian Lama
II. Kebangkitan Isa al-Masih sebagai bukti bahwa keyakinan kebangkitan orang mati adalah benar
III. Isa al-Masih berjanji memberi kehidupan kekal

Ayat-ayat Alkitab diambil dari Indonesia Terjemahan Baru, kecuali jika ditulis yang lainnya.

I. Keyakinan kebangkitan orang mati di kitab-kitab Suci di Perjanjian Lama

  1. Janji kepada Abraham: Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Kej. 17:8). Janji ini tentunya akan hanya adanya kebangkitan orang mati, dan penggenapanya akan terjadi ketika Isa al-Masih telah datang kembali. Bacalah Wahyu 3:11-12 dan pasal 21, perhatikan ayat 12 nama kedua belas suku Israel tertulis pada pintu-pintu gerbang kota Yerusalem yang  baru.
  2. Sebab aku mengetahui bahwa Penebusku hidup, dan Dia akan bangkit dari bumi pada akhirnya; dan bahkan setelah mereka (ulat-ulat) merusak kulitku, tetapi demikian, di dalam dagingku aku akan melihat Elohim (Ayub 19:25-26; ILT). Ayub bukan saja percaya ia akan hidup kembali, lebih lagi ia menubuatkan bahwa Isa al-Masih, Penebusnya akan mati dan bangkit kembali.
  3. Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. …Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.  (Maz. 71:19-20)
  4. Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali. (Yes. 26:19)
  5. Pesan TUHAN melalui malaikat Gabriel kepada nabi Daniel: Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. (Dan. 12:2)
  6. “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, … Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.  (Hos. 6:1-2)

II. Kebangkitan Isa al-Masih sebagai bukti bahwa keyakinan kebangkitan tubuh orang mati dapatlah dipercaya dan benar.
Nabi Muhammad, seperti tertulis di Alkuran, meragukan kematian Isa al-Masih, tetapi Injil mencatat kematian Isa dengan begitu jelas dan terperinci.

A. Kematian dan kebangkitan Isa bahkan telah dinubuatkan oleh nabi-nabi di Perjanjian Lama (Zak. 12:10; Yes. 53:8-9; & Maz. 16:8-11; Maz. 68:19; 1 Kor. 15:3-4). Mazmur 16:8-11 dikutip oleh rasul Petrus secara lengkap (Kis. 2:25-28) dan oleh rasul Paulus (Kis. 13:30-37) keduanya berbicara tentang kebangkitan Isa al-Masih. Kelompok Yahudi Farisi sama sekali tidak meragukan adanya kebangkitan tubuh setelah kematian (Kis 23:6, 8), berbeda dengan kelompok Yahudi Saduki yang ajarannya bersumber dari ajaran orang Yunani bahwa setelah mati kehidupan manusia sama sekali selesai (Mark 12:18-27; Kis. 17:16–18)

B. Bukti kebangkitan Isa al-Masih diteguhkan oleh perkataan malaikat, Isa al Masih dan saksi-saksi mata.

  1. Perkataan malaikat; (Mat. 28:1-6; Lukas 24:1-8)
  2. Perkataan Isa al-Masih. Sebelum kematian-Nya (Mark. 14:27-28; Yoh. 2:19-22 & 3:14-15 & 10:17-18); Setelah kebangkitan-Nya (Luk. 24:44-46; Mat. 28:16-20; Mark. 16:14-18)
  3. Saksi-saksi mata selama 40 hari sebelum Ia naik ke Sorga (Kis 1:1-3): murid-murid-Nya (Mark. 16:9; Yoh. 20:14-18 & 21:1-14; 1 Pet. 1:3); lima ratus orang (1 Kor 15:4-8).

C. Kebangkitan tubuh yang tidak binasa. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1 Kor 15:20). 
Kebangkitan tubuh Isa al-Masih tidak sama dengan kebangkitan tubuh Lazarus. Lazarus bangkit dari kematian (Yoh. 11:38-44), namun ia meninggal dunia kembali. Isa setelah Ia terkubur selama tiga hari, ketika Ia dibangkitkan oleh TUHAN, Bapa Sorgawi-Nya, Ia langsung memiliki tubuh yang sempurna dan hidup kekal – dapat terlihat dan dijamah namun dapat menembus benda mati.

  1. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci … Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.  (Yoh. 20:19-20)
  2. Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”  (Yoh. 20:26-29)

III. Isa al-Masih berjanji memberi kehidupan kekal
Kita telah melihat bahwa Alkitab begitu jelas menulis adanya kebangkitan tubuh yang kekal, yang tidak bisa binasa dan telah dibuktikan oleh Isa al-Masih sendiri. Apakah Anda juga rindu mengambil bagian dari kehidupan kekal tersebut bersama Isa al-Masih selamanya di Sorga Mulia? Isa memiliki kuasa untuk membuat kita hidup kekal, bahkan bagi mereka yang sudah meninggal di dalam Dia. Pelajari ayat-ayat di bawah ini:

  1. Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”  (Yoh. 11:25-26). Percaya di sini yang Isa maksud adalah percaya kepada seluruh pesan Alkitab:
  2. Yakni yang ada di Perjanjian Lama, dari kitab Musa sampai kitab nabi-nabi: Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Luke 16:31)
  3. Percaya kepada TUHAN: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh. 5:24)
  4. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yoh. 17:3)
  5. Percaya dan mengikuti ajaran Isa: Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.  (Yoh. 10:27-28), baca juga Lukas 6:47-49.

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 





Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian II.

6 01 2013

Pada pendalaman Alkitab sebelumnya, bagian I, kita telah pelajari siapa sesungguhnya Raja Damai ini, dan mengetahui apa saja yang Dia  telah lakukan selama Dia ada di bumi. Bagian II ini kita akan mempelajari jadwal-waktu (timetable) Alkitab – diwaktu apa kita berada dan hal-hal apa yang akan terjadi sehubungan dengan kedatanganan Raja Damai yang kedua kalinya ke bumi; hal-hal ini masih bersifat nubuatan, belum tergenapi namun sangat penting dimengerti.

Pendahuluan: Kong Fu-Tze atau Kong Hu Cu[1] satu dari sedikit orang yang sangat arif dan bijaksana di dunia, pada suatu kali ditanya oleh murid-muridnya, ”Dapatkah guru mengajari kami tentang kehidupan setelah mati?” Guru mereka yang selalu mengajar pentingnya kejujuran, menjawab, ”Bagaimana seorang tahu tentang kematian sebelum ia tahu dengan jelas tentang kehidupan.” Pengetahuan kita terbatas tentang hidup, dan kematian, apalagi tentang kehidupan sebelum mati.
Ramalan manusia seperti kiamat 21 Desember 2012 adalah kebodohan di mata TUHAN, Dia menantang siapapun untuk bercerita tentang masa depan, jika mereka mampu (Yes. 41:21-23). Hanya Dia sendiri yang tahu akan masa depan dari semesta alam dan isinya: ”Beginilah firman TUHAN, Raja Israel dan TUHAN semesta alam: “Akulah yang awal dan Akulah yang akhir; dan selain dari pada-Ku  tidak ada illah-illah. Dan siapkah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, taruhlah itu dalam urutan dan memploklamirkannya, oleh karena Aku telah menempatkan manusia di bumi selamanya [sebagai saksi]. Dan biarlah mereka [para ilah] menunjukkan hal-hal yang besar yang akan datang. (Yes. 44:6-7)[2]Berbicara tentang masa depan, Firman TUHAN, Alkitab, adalah satu-satunya sumber tuntunan manusia, sebab di dalamnya tertulis nubutan-nubuatan para nabi dan rasulnya-Nya.[3]

Nubuatan urutan peristiwa besar sehubungan kedatangan Raja Damai yang kedua kalinya.
I. Jaman dimana kita hidup saat ini
II. Pengangkatan; umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi

Diagram Waktu Nubuatan Akhir Jaman

Diagram Waktu Nubuatan Akhir Jaman

I. Jaman dimana kita hidup saat ini
Kita sering mendengar orang berkata ”kita hidup di ujung Akhir Jaman.” Apakah maksudnya? Bagaimana kita tahu bahwa jaman dimana kita hidup saat ini adalah sudah sampai di ujung dari Akhir Jaman?
Alkitab membagi kehidupan manusia dibumi kedalam periode-periode jaman; jaman Adam ke jaman Abraham (sekitar 2000 tahun), jaman Abraham ke jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) (sekitar 2000 tahun), dan jaman Isa ke jaman kita hidup saat ini (sekitar 2000 tahun). Periode jaman yang terakhir ini (jaman Isa sampai saat ini) dikenal juga jaman anugerah, yaitu TUHAN menganugrahkan kepada setiap manusia di bumi untuk memiliki jaminan penebusan dosa – supaya beroleh keselamatan kekal –  melalui pengorbanan darah Isa al-Masih di atas kayu salib, setelah masa anugerah ini berlalu, maka pintu keselamatan tertutup selamanya.
Kita dapatkan kira-kira 6000 tahun dari penciptan Adam ke jaman kita hidup sekarang ini.[4]Benarkah kita sudah berada di ujung dari Jaman Akhir atau Jaman Anugerah yang disebut pada kitab Ibrani 9:28?
Perhatikan pertanyaan para rasul kepada Isa, ”bilamankah itu akan terjadi [Bait Allah akanlah dihancurkan] dan apakah tanda kedatangan-Mu (return) dan tanda kesudahan dunia?” (Mat. 24:3)

Untuk mengerti dengan benar jawaban Isa dari pertanyaan ini, kita harus mengerti magna dari kalimat nubutan. Rasul Petrus mengingatkan, Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Pet.  1:20-21). Kesalah mengertian tentang Alkitab pastilah terjadi ketika pembacanya tidak dipimpin oleh Roh Kudus apalagi jika orang tersebut membenci Kristus dan umat-Nya. Nubuatan  hanyalah dapat sepenuhnya dimengerti ketika nubuatan itu telah tergenapi. Dan hanya diketahui secara samar-samar melalui tanda-tanda yang telah diberikan TUHAN di dalam kalimat nubuatan tersebut. Sebuah kalimat nubuatan bisa dapat berisi perisiwa-peristiwa terpisah ribuan tahun di dalam penggenapannya.

Keruntuhan Bait Allah oleh Panglima Titus di tahun 70 A.D. (sekitar 40 tahun sejak Raja Damai ini mengatakannya) dan segera dikuti oleh penganiayaan besar atas bangsa Israel  dan para pengikut Raja Damai merupakan awal dari masa aniaya umat Kristen di ayat 9 dari Matius 24, lalu diikuti munculnya banyak nabi palsu dan kedurhakaan dan kasih manusia menjadi dingin (sampai ayat 12). Ayat 14 adalah tanda atau petunjuk waktu,  Dan Injil Kerajaan[5] ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (14). Ini adalah kesudahan atau akhir dari orang Kristen (bangsa Yahudi dan bangsa lain yang percaya Isa al-Masih) dianiaya.

Sudahkan Injil Kerajaan (yakni ajaran Isa al-Masih yang disebarkan oleh para rasul-Nya) ini diberitakan keseluruh dunia? Belum, tetapi hampir; melalui teknologi radio dan satelit berita Injil Kerajaan ini memasuki negara-negara yang tertutup rapat bagi ajaran Injil Isa al-Masih. Tanda lainnya bahwa saat ini adalah ujung dari Akhir Jaman bisa dilihat pada Matius 24:7-8; dimana perang dan berita perang antar bangsa tepatnya ”etnis/ suku” dan antar kerajaan atau negara dan persatuan negara (Asia, Arab, Afrika, Eropa, Amerika), kelaparan, gempa bumi semakin memuncak tidak terkendali. Raja Damai menyatakan semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang jaman baru. Kata ”permulaan penderitaan” mengaju kepada periode 7 tahun masa pemerintahan Antikristus, dimana tepat pada masa pertengahan pemerintahannya akan terjadi masa yang sangat berat, ”belum pernah terjadi sejak awal dunia … dan tidak akan terjadi lagi,” Raja Damai ini menubuatkan. Masa 3,5 tahun ini dikenal di Alkitab sebagai “Siksaan yang Dasyat / the Great Tribulation.” (21). “Jaman baru” adalah 1000 (seribu) tahun Kerajaan Allah berkuasa di Bumi. Tahun-tahun dimana kita berada sekarang (2013) adalah masa yang sedang mendekati saat Pengangkatan (Repture), lihat diagram waktu di atas.

II. Pengangkatan (Repture); umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
Raja Damai berkata kepada para pengikut-Nya, bagaimana Ia akan datang menjemput mereka, tiba-tiba seperti kedatangan pencuri: Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. … karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat. 24:40-44). Rasul Paulus di surat pertama kepada Jemaat di Tesalonika pasal 4 menyatakan hal ini terjadi segera SETELAH mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (16) dan ayat 17nya memperkuat: sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Dan Paulus melanjutkan: ”Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Kebangkitan Pertama Orang Mati, Pengangkatan semua orang percaya untuk berjumpa Raja Damai di langit (dunia tidak melihat-Nya) akan terjadi dalam waktu yang tidak terduga dan selang waktu yang singkat. Sejak itu umat-Nya akanlah memiliki tubuh yang sempurna dan kekal, mereka akan selamanya bersama Raja Damai untuk masa kekekalan.
Peristiwa Pengangkatan orang percaya ini segera diikuti 7 tahun pemerintahan Antikristus di bumi, yang kemudian dihancurkan oleh Raja Damai pada kedatangan-Nya yang kedua kali.

III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
A. Para raja dan pembesar berencana melawan TUHAN dan Raja Damai. Perang, katastrofi dan kelaparan yang kita lihat dan dengar sehari-hari, Alkitab berkata semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (Mat. 24:8).  Persiapan jalan bagi pemimpin tunggal dunia yang disebut Antikristus yang berpusat di Yerusalem (Sion) sedang mencapai titik penyempurnaan, rapat-rapat dan tindakan-tindakan telah dan terus-menerus dibuat untuk menghapus bangsa dan umat-Nya dari peta bumi, termasuk tanah dan negara Israel  untuk berpindah tangan; menggenapi nubuatan raja Daud, Mengapa rusuh bangsa-bangsa… Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya (Messias) : ”Marilah kita …memutuskan …… dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Maz. 2:1-3). Seorang bisa menjadi raja jika ia memiliki tanah (negara) dan rakyat (bangsa), pemimpin dunia berusaha menggagalkan Kerajaan Allah dibawah pimpinan Raja Damai (Messias/ Kristus) berkuasa di bumi dan menggantikan itu dengan Kerajaan Setan yang dipimpin oleh Antikristus. Berhasilkan manusia melawan TUHAN? Ayat seterusnya dari pasal dua ini menjawab dengan jelas.

Sebelum rencana ”sapu bersih” terhadap umat Kristen terjadi, Messias akan terlebih dahulu mengangkat mereka keluar dari bumi ini, disebut peristiwa Pengangkatan.

Gambaran kehidupan 7 tahun pemerintahan Antikristus: Jemaat Kristen[6] adalah ”garam dunia” dan ”pelita/terang dunia,” mereka adalah perwakilan / wujud Kristus Yesus di bumi, dimana praktek kasih dan mengampuni (berasal dari kekuatan Roh Kudus di dalam kehidupan mereka) terwujud di bumi. Jika sekarang semuanya ini telah terangkat dari bumi, maka kehidupan di bumi akan semakin anarki, egois dan penuh dendam; penduduk bumi akan semakin haus untuk kedamaian dan ketentraman, mereka akan menerima siapa saja, sekalipun orang jahat bahkan setan berwujud manusia, yang menjanjikan kedua hal tersebut.

B. Asal dan Karekter Antikristus. Asal Antikristus. Ada ajaran mengatakan Antikristus berasal dari orang Israel, sebab ia akan mengadakan perjanjian dengan Israel dan akan menjadi Messias (al-Masih) mereka, tetapi Alkitab jelas menulis Antikristus datang dari negara kafir (goyim); seekor binatang keluar dari dalam laut (Wahyu 13:1); Kata ”laut” dalam nubuatan Alkitab berarti kumpulan banyak manusia lebih spesifik, negara-negara kafir (Wah 17:15).
Binatang adalah lambang kerajaan atau pemerintahan (lihat Daniel 7); binatang ini berwarna merah dan ungu, berkepala tujuh dan tujuh tanduk; dan penuh dengan tulisan nama-nama hujat (17:3), dan binatang dikendalikan oleh wanita bertitel ”MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH,” (KJV) yang berpakaian kain ungu dan kirmizi (merah) penuh dengan perhiasan emas dan cawan emas yang berisi penuh segala kekejian dan percabulannya. (4-5). Tempat asal dari binatang ini adalah kota yang memiliki tujuh gunung (9). Raja terakhir dari kerajaan (binatang) yang dikendalikan oleh wanita ini dikatakan ”ia belum datang” (sebab Pengangkatan belum terjadi), jika ia datang ia akan memerintah singkat saja, 7 tahun (10). Tanda pengenal lain dari binatang ini adalah “pernah ada, lenyap, dan muncul kembali” (11).

C. Karakter Antikristus. Kata awal anti mengandung dua arti: melawan (over-against, contrary to) dan memalsukan (substitution, proconsul); Kristus sama dengan Messias (Yang Diurapi), yakni Raja Damai. Jadi Antikristus adalah seorang yang mengklaim kedudukan dan titel yang dimiliki Kristus (Mat 24:5, 24) , namun secara waktu yang bersamaan karakternya bertentangan dengan Kristus atau Raja Damai.

Beberapa contoh karakter yang juga sebagai titel Antikristus:
Menolak Isa al-Masih (1 Yoh. 4:3)
Menyangkal Isa al-Masih adalah Messias/ Kristus (Yang Diurapi) (1 Yoh 2:22)
Menyangkal Isa al-Masih pernah datang sebagai manusia (1 Yoh 1:7)
Manusia Durhaka / Pendurhaka (man of sin) dan Yang harus binasa (2 Tes 2:3, 9)
Pelawan Allah, ingin disebut dan disembah sebagai Allah (2 Tes 2:4)
Gembala Pandir (worthless shepherd) (Zak 11:16-17)
Bermuka garang dan pandai menipu (Daniel 8:23)
Seorang yang hina, tidak layak memperoleh martabat raja (Dan. 11:21)
Menghina Allah dengan kata-kata yang sangat buruk (36)
Seorang yang tidak tertarik kepada wanita-wanita[7] (37; KJV)
Bilangan namanya berjumlah 666 (enam ratus enam puluh enam) (Wah. 13:18)

Karena ia memiliki kuasa Setan (kekuatan dan kelicikan) secara penuh (Wah 13:4) , maka ia akan berhasil dan kekuasaannya menjadi hebat; ia akan membinasakan banyak penguasa, orang-orang kudus (orang-orang Yahudi yang masih menunggu kedatangan Yesus (yang pertama kali bagi mereka) sebagai Messias. Tanpa disangka, ia akan banyak membunuh orang (Dan. 8:24-25).

Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Wah. 13:18)
Jadi Antikristus adalah sebuah kerajaan dunia (binatang) yang anti kepada Kristus (al-Masih) dimana raja/pemimpin terakhirnya dipimpin oleh seorang pria yang sepenuhnya dikuasai oleh Iblis.

D. Siksaan yang dahsyat (The Great Tribulation). Dalam kondisi inilah Antikristus akan hadir dan memerintah dengan sistem yang sangat sadis, seperti tertulis:  ”Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (Mat. 24:21)
Benar bahwa Antikristus melalui para aparatnya akan menyiksa dengan keras kepada siapa saja yang tidak setuju dengan system pemerintahannya. Namun Alkitab menulis siksaan yang dahsyat ini menimpa khususnya kepada orang Israel (yang tidak mengalami Pengangkatan karena masih menolak Isa sebagai Mesias, Juruselamat yang dijanjikan para nabi di Perjanjian Lama) yang jelas menolak Antikristus dan pemerintahannya yang ingin menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukotanya.

Siksaan yang dasyat ini ditandai dengan Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara” (Lukas 21:20).

Tindakan Antikrisus ini akan dibantu oleh negara-negara Arab yang tinggal di sekeliling negara Israel yang telah lama membencinya dan sekaligus menginginkan dengan cemburu tanah dan negara Israel yang makmur. Matius 24:15 adalah ayat kunci, peristiwa ini adalah sebagai penghakiman terakhir TUHAN atas Israel yang masih menolak Isa / Yesus / Yeshua, Yehz 35:5.

Sikap dan tindakan negara-negara Arab disekitar Israel ini tercatat pada nubuatan nabi Yehezkiel 35 (pengungan Seir terletak di seberang timur sungai Yordan) dan nabi Obaja, perhatikan ayat 10-14 (Edom adalah sebuah suku dari keturunan Esau, saudara Yakub, yang beristerikan wanita Ismael)

The Great Tribulation ini, disebut “Hari berkabung Yakub,” akan membinasakan banyak orang Israel dan menjadikan tanah Israel sunyi sepi dan siap dibagikan menjadi milik bangsa-bangsa lain (Yehz 36:3)

Raja Damai ini berkata tentang  siksaan yang dahsyat ini sebagai: Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan [bangsa Israel] waktu itu akan dipersingkat. (Mat. 24:22)

Israel pada saat itu tidak ada satu negara pun yang membantunya, jika ada pastilah mereka tidak akan mampu melepaskan Israel dari cengkraman pemerintahan Antikristus yang adalah penguasa tunggal dunia saat itu; pertolongan satu-satunya adalah menjerit keras kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Kedatangan Penolong Israel membebaskan umat-Nya dikenal dengan Perang Harmagedon.
Bangsa Israel akan terluput dan para musuhnya akan mendapat upah setimpal perbuatan mereka, nabi Yehezkiel dan Obaja menulis.

IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
A. Perbandingan perbedaan Kedatangan Pertama dengan Kedua. Kedatangan Raja Damai yang bernama Firman Allah (Wah 19:14) ke bumi kali ini berbeda sama sekali dengan yang kedatangan yang pertama. Sekarang Ia sangat menakutkan para musuh-Nya:

  • Ia sekarang berjubahkan jubah raja sebagai ganti dibungkus dengan pakaian bayi;
  • Turun dari langit disertai pasukan-Nya yang besar (gabungan dari umat-Nya dan para malaikat-Nya) sebagai ganti dari para gembala dengan domba-dombanya;
  • Pintu sorga akan terbuka sebagai ganti pintu-pintu penginapan yang tertutup sewaktu Ia ingin dilahirkan;
  • Turun di bukit Zaitun (mount Olives) yang menyebabkan bukit ini terbelah dua sebagai ganti lahir di kota Betlehem yang sunyi;
  • Suara-Nya akan seperti halilintar yang menakutkan sebagai ganti tangisan bayi;
  • Sekarang Ia adalah Singa dari Yehuda sebagai ganti Anak Domba Allah;
  • Ia sekarang datang sebagai Raja di atas segala raja  (King of kings) dan Tuhan di atas segala tuhan (Lord of lords).
  • Berbeda dengan kedatangan Raja Damai di waktu Pengangkatan, dimana Ia hanya terlihat oleh umat-Nya, kali ini semua orang akan melihat-Nya, dan sangat menakutkan mereka yang tidak percaya kepada-Nya terlebih yang menolak ajaran-Nya, Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, (Wah. 1:7).[8] Raja Damai dan pasukan-Nya datang untuk menghancurkan kekuasaan Antikristus (raja damai palsu) dan pasukannya.

 B. Perang Armagedon / Harmagedon.[9] Dari sisi manusia ini adalah pemberontakan besar-besaran melawan TUHAN; dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis. Itulah roh-roh setan.., dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. (Wah. 16:13-14), juga pada Zak 14:3-5. Perkataan-perkataan tiga pribadi ini, yaitu mengajak para pemimpin seluruh dunia memerangai negara Israel, adalah perkataan-perkataan yang diwahyukan oleh roh-roh setan.
Dalam kontek rencana kekekalan TUHAN, peristiwa ini bukanlah suatu peperangan, tetapi lebih tepat ”penghakiman TUHAN atas kejahatan bangsa-bangsa kepada bangsa Israel dan TUHAN, Allah Israel:

  • Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Joel 3:2)
  • Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Yudas 1:14-15).
  • ”… seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar“, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. (Wah. 19:11,14)
  • Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Mat. 16:27).

TUHAN mendaftarkan lebih lanjut kesalahan bangsa-bangsa pada kitab Yoel tersebut di ayat 3-6. Ayat 12 memperjelas tujuan akhir-Nya: 1. sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru, 2. untuk menghibur bangsa Israel, umat-Nya dan merestorasi Zion / Yerusalem yang adalah kota kudus-Nya; Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi. (16-18). 

C. Teriakan bangsa Israel yang membuat Raja Damai turun kembali ke bumi. Pada Mazmur 118 raja Daud berkata: Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. (21), lalu ia berseru:  Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! (25) dan kalimat berikutnya, tercatat dikempat kitab Injil, adalah kalimat yang diserukan oleh orang-orang Israel ketika Raja Damai memasuki kota Yerusalem di saat kedatangan-Nya pertama ke bumi (Mat 21:9):  Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! (26a)
Ketika para pemimpin agama (saat itu: para Farisi dan Saduki) menolak Raja Damai ini, Ia mengutuki mereka ”Celakalah kamu” (Woe unto you) 4 kali, dan Ia berkata: ”Yerusalem, Yerusalem … Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mat. 23:37-39)

Ketika pasukan Antikristus dan para tetangga Israel melakukan “siksaan yang dahsyat” ini yang membuat mereka harus melarikan diri keluar dari tanah mereka sekali lagi, jerih payah mereka sejak 1948 punah, tanahnya jadi sunyi lagi. Di saat putus asa yang berat ini, maka mereka akan mengingat TUHAN mereka, mereka bertobat, dan menyesal bahwa mereka telah menolak Batu Penjuru tersebut (Mazmur 118:22) berjanjanji untuk kembali kepada pernjanjian kekal TUHAN dengan Abraham, Ishak dan Yakub, para nenek moyang mereka. Sambil menangis tersedu-sedu dan dengan hati yang tulus mereka akan berseru dengan bibir yang gemetar berkata, Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!”

Dan … pintu sorga kembali terbuka,[10] Raja Damai berjubah merah mengendarai kuda putih turun ke bumi disertai berlaskar-laskar tentara sorga-Nya yang juga berkuda putih. Dengan pedang yang keluar dari mulut Raja Damai ini, Dia membinasakan semua pasukan Antikristus, tetapi Antikristus dan nabi palsunya ditangkap hidup-hidup. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. (Wah. 19:20). Tetapi naga, si ular tua (Setan/ Iblis) diikat selama seribu tahun dan dilemparkan ke dalam jurang maut untuk masa 1000 tahun (Wahyu 20:2-3).

Kekalahan Antikristus ini adalah penghabisan dari Akhir Jaman ini, dan Jaman baru datang, disebut Jaman 1000 Tahun Damai.
Orang-orang yang mati terbunuh karena kesetianan mereka Yesus (Isa) dan tidak menyembah patung dan menolak tanda 666 di dahi dan tangan mereka, Alkitab berkata, mereka dibangkitkan kembali dari kematian bergabung dengan para orang kudus yang mengalami Pengangkatan (telah bangkit dari kematian ditambah yang  tetap hidup) (Wah. 20:4-5). Kebangkitan orang kudus terjadi dua kali, lihat illustrasi gamSudut pandang interpretasi nubuatan Alkitabbar Gunung Kembar ini: A melihat hanya sebuah gunung tetapi B melihat dua buah. Kebangkitan dari kematian jasmani para orang kudus  disebut ”Kebangkitan Pertama,” (dua kali; sebelum Pengangkatan dan setelah masa 7 tahun Antikristus berakhir), sedangkan mereka yang mati dan dibangkitkan setelah 1000 tahun untuk dihukum selamanya disebut ”Kematian Kedua”. Kebangkitan Pertama adalah hidup kekal bersama Raja Damai di Sorga, sedangkan Kematian Kedua adalah hidup kekal bersama Setan, Antikristus dan nabi palsunya di Neraka, lautan api. (Wahyu 20:4-15).

V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi
A. Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (Yes. 2:2). Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. … dan Yerusalem akan tetap aman. (Zak. 14:9, 11)
Sebagaimana TUHAN menciptakan cakrawalan, bumi dan isinya selama enam hari dan beristirahat di hari ketujuh, demikian jugalah Dia merestorasi ciptaan-Nya yang telah dirusak manusia dan Setan melalui pribadi Antikristus; 6000 tahun kekuasaan manusia diambil oleh Setan, 1000 tahun sepenuhnya beristirahat di tangan pemerintahan Raja Damai.[11]TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, kota Yerusalem baru yang diturunkan dari Sorga. Sekarang Kerajaan Allah benar-benar hadir di bumi, Raja Damai dan para orang kudus-Nya memerintah bumi (Wahyu 21:1-3).
Sungguh Doa-doa Bapa Kami selama 2000 tahun: ”datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Mat. 6:10) telah terjawab!!!
Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai:

  • Pusat pemerintahan-Nya di Sion / Zion atau Yerusalem: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” (Maz. 2:6)
  • Kota Yerusalem baru ini memiliki 12 pintu gerbang terbuat dari permata yang indah dan bernama dari 12 suku Israel, temboknya memiliki 12 batu penjuru tertulis nama-nama dari 12 rasul Raja Damai itu. (Wah 21:11-12)
  • Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (Wah. 22:2)
  • Alat perang dilenyapkan dan damai dicanangkan: Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. (Zak 9:10a)
  • Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zak. 9:10b)
  • Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yes. 9:6). Ayat ke 7 pada terjemahan Inggris.

B. Bangsa-bangsa yang tersisa dan usaha pemberontakan Iblis yang terakhir. Orang-orang kudus memerintah bangsa-bangsa lain yang tetap hidup karena tidak turut berperang bersama Antikristus di Israel. Setelah masa Jaman 1000 tahun Kerajaan Damai berakhir, Iblis atau Setan atau Naga tua ini dilepas kembali dari penjara untuk sedikit waktu lamanya (Wah. 20:3, dan 7). Kembali Iblis menyesatkan bangsa-bangsa yang tersisa tersebut untuk maju berperang, kali ini dibawah langsung pimpinannya. Ini adalah yang sia-sia: perang manusia daging pimpinan Iblis melawan manusia immortal (yang tidak bisa mati, seperti malaikat) pimpinan Raja Damai yang juga immortal (terjadi setelah Ia bangkit dari kematian-Nya di kayu salib). Maka naiklah mereka (jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut; 8) ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wah. 20:9-10)

Lalu Raja Damai duduk di atas takhta putih-Nya, dan kitab kehidupan dan semua kitab lain dibuka, malaikat memiliki catatan, setiap orang memiliki bukunya sendiri; Pengadilan Hari Kiamat dimulai! Semua yang mati, yakni yang tidak mengalami ”Kebangkitan Pertama” sekarang dibangkitan untuk diadili; dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu masing-masing menurut perbuatannya. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wah. 20:12-15). Itulah kematian yang kedua: lautan api. (14)

Setelah Iblis, Antikristus dan nabi palsunya dilempar ke dalam lautan api, beserta mereka juga para roh-roh jahat dan orang-orang yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan untuk kekekalan, di tempat yang sama sekali berbeda, Raja Damai beserta orang-orang kudus-Nya, para malaikat sorgawi hidup dengan damai selamanya di bumi dan langit yang baru, yang disebut sebagai Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga.

Jika saudara atau saudari belum berdamai dengan Isa al-Masih, Raja Damai ini, bertobatlah dan berdoalah saat ini juga untuk meminta dosa-dosa Anda diampuni. Anda tidak bisa netral. Pergilah ke Gereja dan mintalah di baptis sebagai bukti dari pertobatan Anda tersebut. TUHAN ingin Anda pun diselamatkan. Janganlah menganggap remeh perintah-perintah-Nya, sebab Dia akan membalas setiap kita menurut perbuatan kita entah itu baik atau jahat.

Artikel tambahan yang direkomendasikan:

[1] Kong Fu Cu atau Kong Fu-Tze, nama aslinya adalah Chiu King (551-479 B.C.) (artinya Master Kong) Seorang filsafat Cina yang sangat dikenal bijaksana oleh raja-raja Cina di jamannya. Ia tidak mengajari agama tetapi cara hidup yang baik, ia mengajar, ”Hormatilah dewa-dewa (gods) tetapi berhubunganlah dengan mereka sesedikit mungkin.” Sebagai ganti dari dewa-dewa (gods), ia mengajari kebaikan (goodness).  Karena kebijakasanaannya ini para muridnya menjuluki Chiu King sebagai Kung Fu-Tzu / Kong Fu-Tze / Confucius (bahasa Latin) artinya Master Kung/  Master Kong. Sekarang ajarannya menjadi sebuah agama; Kongfusianisme (Confucianism). Baca: CONFUCIANISM: WHAT DID CONFUCIUS REALLY SAY? by Stan Griffin
[2] Holy Bible from the ancient eastern text; George M. Lamsa,s Translation from the Aramaic of the Peshitta. Diterjemahkan ke Indonesia secara literal. Setelah ayat-ayat 6 dan 7 ini dibandingkan dengan beberapa terjamahan lainnya seperti KJV, ESV dan terjemahan Indonesia nampak terjemahan Alkitab dari bahasa Aram Pershitta ini lebih jelas secara kontek.
[3] Nubuatan adalah kata-kata ramalan yang berisi inpirasi TUHAN mengenai hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang.
[4] When Did Time Begin? [5] Injil arti literalnya ialah ”Kabar Baik” dari kata Yunani: euaggelion.
[6] Jemaat Kristen (Gereja) digambarkan sebagai Tubuh Yesus Kristus di bumi, sedangkan Yesus (Isa) adalah kepalanya (sumber atau pemimpin Gereja). Ketika Saulus dari Tarsus menganiaya Jemaat Kristen mula-mula di Israel Yesus berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah para Rasul 9:4)
[7] Melalui text ini, beberapa pemikir Alkitab berkesimpulan bahwa Antikristus bisa jadi seorang homosex. Text ini terdapat pada terjemahan Inggris lama termasuk juga pada Aramaic Peshitta.
[8] Teknologi TV baru ditemukan tahun 1950 dan kemudian menyusul teknologi satelit, nubuatan ini terjadi sebelum tahun 100 (100 A.D.)
[9] Harmagedon  dari kata har Megidow yang berarti Gunung Megido. Belokasi di sekitar Karmel (Timur Haiva). Di Medido ini telah terjadi banyak perang yang besar sejak hakim Debora
[10] Pintu Sorga terbuka dua kali dalam Alkitab. Pertama kali terbuka untuk menyambut para orang kudus di hari Pengangkatan. Terbuka kembali yang kedua kalinya untuk menyambut keluarnya Raja Damai ke bumi disertai oleh orang kudus-Nya demi memerangi kerajaan Antikristus.
[11] 1000 tahun bagi manusia sama dengan 1 (satu) hari bagi TUHAN (Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8).

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.