Pemerintah Sipil dalam Pandangan Yudeo-Kristen. Bagian Ke-dua

12 02 2017

rakyat-aktiv-dalam-setiap-masalah-pemerintahan-sipil

Rakyat perduli masalah Pemerintahan Sipil = Negara Sehat dan Kuat

Pada Bagian Pertama, kita telah belajar bagaimana Allah melihat pemerintahan negara di bumi dan bagaimana Dia sendiri terlibat di dalam seluruh proses naik dan turunnya para penguasa negara. Allah sangat positif dengan pemimpin negara, Dia menolong mereka dan memanggilnya: ”hamba-hamba-Ku” untuk menggenapi rencana-Nya di bumi. Pada bagian dua kita akan belajar Firman-Nya bagaimana seharusnya rakyat memandang dan berinteraksi dengan Pemerintah Sipil.

Pada bagian ke-dua ini kita akan belajar

  1. Batasan kekuasaan pemerintah negara dengan pemerintah Gereja
  2. Bagaimana seharusnya umat Allah berinteraksi dan memandang pemimpin negara (baik raja maupun Pemerintah Sipil) mereka.

Sasaran:

  1. Menghindari tumpang tindih dan saling menyalahi antara kekuatan politik dan kekuatan kerohanian / keagamaan
  2. Menolong masyarakat sebagai umat Allah untuk menyadari pentingnya menopang dan menghormati penguasa negara
  3. Menciptakan negara yang sehat dan bangsa yang makmur secara jasmani dan rohani

Dua kalimat Isa al-Masih yang penting untuk diingat:

  • “Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia,” (Yohanes 9:5),
  • “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:14,16).

Pokok pemikiran dari Pendalaman Alkitab ini, adalah, saya ulang kembali:

Setiap orang yang percaya kepada Bapa sorgawi adalah terang bagi sekitarnya, dan Pemerintahan Sipil adalah sebuah institusi resmi-Nya di bumi untuk memancarkan terang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sama seperti panggilan bagi Gereja-Nya di dalam kehidupan sesama orang beriman. Selama masih ada planet matahari, Pemerintahan Sipil, sebagaimana juga dengan Gereja, adalah institusi resmi Kerajaan Sorga yang tidak boleh diabaikan. Keduanya saling membutuhkan.

 I. Fungsi dan batasan-batasan pengaruh Pemerintahan Sipil dalam Masyarakat

John Calvin (10 Juli 1509 –  27 Mei 1664) membagi pemerintahan Allah YAHWEH atas seluruh ciptaan-Nya kedalam tiga institusi:

  • Kekuasaan dalam Pemerintah Sipil,
  • Kekuasaan dalam Kemasyarakatan (sosial) dan
  • Kekuasaan dalam Gereja / Agama

1. Fungsi kekuasaan Pemerintahan Sipil. Calvin melukiskan itu sebagai:

“Namun pemerintahan sipil memiliki sebagaimana akhir penetapannya, selama kita hidup di antara manusia, untuk menyesuaikan kehidupan kita ke masyarakat, untuk membentuk kelakuan sosial kita ke masyarakat yang baik, untuk memperdamaikan kita dengan satu sama lain, dan untuk mempromosikan dan mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan.”[1]

A. Sejarah Eropa Barat secara kasar. Pernyatan Calvin ini penting untuk dihayati dan dimengerti oleh negara berkembang dimanapun, termasuk Indonesia. Untuk kita bisa mengerti dengan benar point-point dari John Calvin ini, kita perlu mengerti terlebih dahulu kondisi Eropa Barat saat Calvin hidup.

Eropa Barat saat Calvin hidup sama seperti kondisi negara-negara mayoritas pemeluk agama Islam di Asia, Afrika dan Timur Tengah saat ini, lemah dan penuh dengan peperangan. Abad 15 bisa dikatakan saat-saat terkelam negara-negara Eropa Barat; rakyat miskin lahir dan batin. Eropa Barat terpukul dari dalam dan luar. Di dalam, perang antar sesama negara Barat yang berkepanjangan; larangan beragama yang ketat kecuali agama Roma Katolik, dalam kehidupan sehari-hari, hukum agama Katolik adalah hukum negara Eropa Barat, sebab semua raja dikendalikan oleh paus melalui para kardinal dan uskupnya. Serangan dari luar tentara Islam telah menguasai banyak wilayah; di timur, di bawah kerajaan Turki Ottoman, Islam telah masuk sampai Hungaria, Moldova, dan di barat: Spanyol selatan dan Portugal, disebut Andalusia. Wilayah kekuasaan penuh Gereja Roma (the Holy Roman Empire) saat itu meliputi Belanda, Swiss, Itali Barat, Austria, Czechoslovakia dan Jerman. Paus memakai alasan keagamaan ”Perang Salib,” untuk mengutus tentara Gereja Roma, ”Crusaders” memerangi semua kerajaan yang tidak tunduk kepadanya demi menjaga dan memperluas wilayah kekuasaan. ”Perang Salib” ini terjadi lebih dari 170 tahun (1096-1270) dalam 7 gelombang perang.[2] Penguasa Gereja Roma memakai cara yang sama untuk memaksa orang masuk agamanya, seperti para Sultan lakukan, yaitu melalui pedang, ditambah aniaya berat ”inkuisisi” dan dibakar hidup-hidup. Yahudi, Kristen, Muslim terbunuh. John Fox mencatat, orang Kristen saja yang terbunuh oleh tentara Gereja Roma mencapai 500 juta jiwa. Gereja Eropa Barat ini hanya berpikir tentang kekuasaan dan membangun gedung-gedung gereja. Akhirnya awal abad 16, perjuangan Gereja Kristen mendapat dukungan dari orang Gereja Roma, seperti Calvin, dan Luther. Ini yang melahirkan “Reformasi Gereja,” tahun ini Oktorber 2017 adalah perayaan 500 tahun Reformasi Gereja.

B. Rakyat adalah Masyarakat Majemuk.  John Kalvin memperingatkan bahwa sebuah negara adalah sebuah masyarakat majemuk baik secara ras, suku, budaya terlebih lagi keyakinan kepercayaan, karenanya diperlukan peranan pemimpin negara yang netral dan masyarakat mayoritas perlu menyesuaikan kehidupan mereka ke masyarakat yang majemuk tersebut. “Keadilan bagi seluruh rakyat” hanya bisa terjadi apabila pemimpin agama mayoritas tidak mencampuri keputusan Pemerintah. Itulah sebabnya Pemerintahan Sipil dihadirkan oleh YAHWEH, dengan perintah, Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Kel. 1:13).  Israel sekalipun satu negara, tetapi memiliki 12 suku. Setiap suku memiliki hakim dan pemimpin suku, namun di dalam kehidupan bernegara, mereka harus hidup dalam aturan negara yang dibuat “untuk memperdamaikan kita dengan satu sama lain, dan … mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan.”

Pada Pelajaran sebelumnya, di Bagian I, kita telah belajar bahwa  Allah Yang Mahabijak sejak pertama membentuk negara Israel, mandat-Nya kepada mereka melalui nabi Musa ialah bahwa negara haruslah beroperasi berdasarkan kemajemukan kekuasaan, mandat itu bahkan turun sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian yang bapa leluhur mereka Abraham, Ishak dan Yakub (Israel) pernah hidup sebelum imigrasi ke Mesir. Nabi Musa, sebagai pimpinan puncak tidak memiliki kuasa atas hidup siapa pun, ia hanya berfungsi menolong 12 “Majelis Hakim” dari masing-masing suku Israel; di Amerika Serikat ada 9 MH. Para Hakim pun berfungsi hanya sebagai Hakim, untuk menjaga perdamaian dan ketenangan masyarakat di dalam suku mereka masing-masing.

Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik.  (Amsal 29:12)

2. Kekuasaan Kemasyarakatan (sosial). Abraham Kuyper seorang intelektual Kristen dan Politikus Belanda,[3] pada kelas-kelas kuliahnya di sebuah universitas di Amerika Serikat tahun 1898, ia mendiskusikan implikasi-implikasi ajaran Calvin untuk dunia politik. Ia menggaungkan kembali keyakinan Calvin bahwa semua pemerintahan (dunia) adalah ditetapkan oleh Allah. Kuyper menerangkan bahwa semua manusia telah mewarisi dosa,[4] manusia tidak dapat memerintah atas manusia kecuali otoritasnya diberikan kepada dia oleh Allah.[5] Kuyper, berdasarkan ajaran Calvin, menerangkan perbedaan antara kekuasaan Pemerintah dengan ”bidang-bidang sosial” (social spheres): ”Bidang-bidang sosial pernikahan dan keluarga, bisnis, seni dan ilmu pengetahuan bukanlah produk Pemerintah, tetapi adalah fungsi-fungsi organik masyarakat dan karenanya mereka memerintah sendiri.”[6]

Di masa Calvin hidup, Paus mamakai raja-raja untuk melarang setiap ilmu pengetahuan yang berbeda dengan doktrin Gereja Roma Katolik. Buku-buku yang termasuk dilarang beredar dan dibaca adalah karya Nicholas Copernicus (1473 – 1543) dan Galileo Galilei (1564 – 1642)[7]

Sehingga Kuyper menyatakan, “Apa yang disebut ‘pemerintahan konstitusional,’ yang berusaha untuk lebih tegas mengatur hubungan mutual keduanya. Dan dalam perjuangan inilah Calvinisme adalah yang pertama bangkit berdiri (memperjuangkannya).”[8]

3. Kekuasaan Gereja / Agama. Calvin menyatakan tugas bagi para pemimpin Jemaat yang telah terpilih, ”Tugas-tugas mereka adalah untuk memproklamasikan Firman Allah dengan tujuan menginstruksi, memperingati, menasehati, dan menegur, baik di depan umum maupun pribadi, memberi sakramen-sakramen, dan untuk latihan disiplin persaudaraan bersama dengan para penatua atau delegasi.”

Calvin setuju perlunya Gereja menjalankan semua ibadah Kristen dan memproklamasikan berita Injil, sejauh itu tidak melanggar wilayah batas kekuasaan Pemerintah Negara (menjaga ketertiban dan kemakmuran bersama).

Mengingat bahwa “semua manusia telah mewarisi dosa,” itulah sebabnya hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara. “Bland-spot” keagamaan selalu hadir ketika “religious superiority” diproklamasikan tanpa kendali.

Pemaksaan keyakinan iman kepada kelompok lainnya (minoritas dan tidak berkuasa) dalam segala bentuk adalah cacat hukum negara melanggar ”Keadilan Hak Asasi Manusia yang bersifat universal” dan cacat hukum kemasyarakatan “Kasihilah sesamamu manusia.” Jika ini dipaksakan, negara akan mengulangi “Masa Kegelapan Eropa Barat” melalui ”Inkuisisi Abad Pertengahan” (Medieval Inquisition), dimulai awal abad 12 (tepatnya tahun 1184) dan berakhir di abad 19 Setelah Masehi.[9]

Saya bertanya kepada beberapa orang Muslim Jakarta, mahasiswa dan karyawan “Apakah kamu mau negara Indonesia menjadi negara Islam dimana Hukum Islam adalah azaz negaranya?” Jawaban mereka tidaklah mengejutkan saya, semua berkata, “Tidak bersedia!” Mengapa tidak, bukankah kamu Muslim yang taat? Jawaban yang umum yang mereka beri adalah:”Saya tidak ingin dipaksa oleh siapa pun dalam soal beribadah.” Itulah juga mengapa “ISIS” ditentang oleh mayoritas Muslim sedunia. Dan Pemerintah Negara Republik Islam Iran ditentang rakyatnya, sejak Ayatollah Khomeini menegakkan Syariah Islam di Iran, lebih dari sejuta Muslim telah meninggalkan Islam. Agama tidak bisa dipaksakan; Gereja Roma telah gagal, demikian juga Islam, semakin dipaksakan semakin mental ke luar.

Mengingat bahwa “semua manusia telah mewarisi dosa,” itulah sebabnya hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara.

karikatur-rakyat-amerika-tidak-aktiv-dalam-dunia-politik-dan-akibatnya

Masyarakat & Politik Amerika

Studi Kasus agama di Amerika Serikat.  Pemerintah Gedung Putih di bawah Presiden Obama membajak ajaran John Calvin ini untuk menindas kebebasan beribadah dan iman orang Kristen untuk tujuan politik dengan berkedok “membela kebebasan kelompok minoritas;” menekan penginjilan jalanan, melarang menyebut nama Yesus dan berdoa Kristen di gedung-gedung pendidikan, melarang ornamen Perayaan Natal di tempat umum, melarang persekutuan, sel-sel dan pendalaman Alkitab di rumah-rumah dan bahkan memberi surat tilang bagi mereka yang memberi makanan gratis kepada orang-orang yang miskin. Obama dan Hillary membuat citra Amerika rusak di dalam dan di luar negeri; itu terjadi akibat rakyat AS tidak perduli dengan masalah Politik Amerika, dan mereka harus menunggu 8 tahun lamanya untuk bisa menormalisasikan Hukum Negara mereka.

Tindakan sejenis inilah yang tepatnya telah terjadi di Eropa Barat sebelum Reformasi Gereja, dimana Paus memakai raja-raja dan para pangeran untuk menumpas Kristianiti. Hasil akhirnya adalah membuat Kristianiti semakin termasyur di Eropa dan bahkan menyebar ke Asia dan Afrika. Itulah juga yang membuat Donald Trump, seorang yang tidak memiliki pengalaman politik bisa mengalahkan 18 lawannya yang ahli politik.

Tuhan telah memberi kuasa baik Pemerintah negara maupun Gereja-Nya, dan Dia menjaga keduanya untuk hidup dan berfungsi sebagai ”hamba dan saksi-Nya” di bumi ini sampai Dia datang kembali untuk meminta tanggung jawab setiap manusia.

II. Kehidupan Jemaat Berkaitan Dengan Pemerintah Negara

1. Mentaati konstitusi negara. Isa al-Masih berkata kepada para pemimpin agama Yahudi perlunya setiap orang mentaati Pemerintah (sekalipun penjajah) Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.  (Markus 12:17)

Rasul Paulus dalam suratnya kerasulannya kepada orang-orang Kristen di Roma, ia mengingatkan ”setiap orang” termasuk orang Kristen harus tunduk kepada penguasa pemerintah sipil. Perlu diingat, saat itu penguasa Roma adalah orang-orang yang tidak percaya Allah TUHAN, mereka menyembah banyak berhala dan bahkan membunuh banyak orang Kristen, namun sebagai warga Roma, mereka haruslah tunduk.

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.  (Romans 13:1). Paulus menambahkan, Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.  (ayat 2)

Ajaran ini berbeda dengan ajaran Islam. Agama Islam mengajar bahwa orang Islam tidak perlu tunduk kepada Pemerintahan Sipil manapun, kecuali jika dan hanya jika konstitusi dan hukum negara tersebut berdasarkan Hukum Islam atau Syariah Islam. Semakin pemimpin Islam menekankan prinsip Syariah Islam hasilnya adalah ketidak adilan dan lenyapnya kesejahteraan sebuah masyarakat dan negara, seperti yang kita lihat di banyak negara Timur Tengah dan Afrika Utara serta Asia (Afganistan, Pakistan, Turki, dan Indonesia akhir-akhir ini)

2. Mendukung Pemerintah melalui doa-doa kita. Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.  (Amsal 8:15-16). Kata “aku” disini adalah Hikmat dan Pengetahuan TUHAN. Melalui doa-doa kita kepada Tuhan! Bagaimana para pembesara dan hakim di bumi – yang tidak mengenal TUHAN dan tidak membaca Firman-Nya – bisa menetapkan keadilan? Melalui doa-doa orang percaya! Target Setan yang terutama ialah menyerang pemimpin Negara untuk mengontrolnya; sebab jika ia berhasil mengontrol penguasa ia akan mengontrol seluruh rakyatnya. Jadi pemimpin negara dan aparatnya memerlukan dokungan doa kita.

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.  (Yeremiah 29:7), ini adalah Firman TUHAN melalui nabi Yeremiah untuk bangsa Israel yang di buang ke Babilonia. Kita akan lihat lebih dalam isi surat ini pada butir ke-3. Jelas sekali, TUHAN memakai raja kafir (penyembah berhala) ini dan memerintahkan umat-Nya Israel untuk kesejahteraan negara baru mereka. Sekitar 600 tahun kemudian, Rasul Paulus memerintahkan orang Kristen, melalui muridnya Timotius,[10] melakukan hal yang sama ketika berada di bawah jajahan Romawi: Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.  (1 Tim. 2:1-2)

Bagaimana para pembesara dan hakim di bumi – yang tidak mengenal TUHAN dan tidak membaca Firman-Nya – bisa menetapkan keadilan? Melalui doa-doa orang percaya!

Doa-doa kita untuk para raja (presiden) dan pembesar (pejabat negara) memegang peranan penting dalam sebuah negara. Rasul Paulus bahkan berkata bahwa ini adalah suatu kehendak Tuhan Yesus yang memiliki tujuan luhur:

“Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,  (ayat 3-5).

Itulah sebabnya ketika para rasul meminta Isa untuk mengajar mereka berdoa, Isa mengajar mereka Doa Bapa Kami: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  (Matius 6:9-10). Visi ini untuk menggenapi nubuatan nabi Yesaya dan rasul Paulus[11]

3. Mendukung Pemerintah Sipil dengan pekerjaan baik kita. ”Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.  (Titus 3:1) Rasul Paulus melalui muridnya yang lain, Titus, kembali mengajar bagaimana orang beriman harus hidup di dalam sebuah negara. Paulus berkata, pekerjaan baik tersebut bukanlah untuk beroleh keselamatan kekal, sebab keselamatan adalah rahmat / anugerah Allah dan melalui pembaharuan hidup kita melalui Roh-Nya. (ayat 4-7)

Rasul Petrus mengajar: “Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.  (1 Petrus 4:15-16)

Kembali kesurat Yeremia di atas, Allah TUHAN berkata untuk umat-Nya berhenti mengerutu dan ”doing-nothing” di negeri dimana mereka telah dibuang, Dia berkata ”Dirikan rumah, bikin kebun, ambil isteri dan menghasilkan anak-anak, ambilah mantu bagi mereka,” tujuannya: ”agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!” (Yer. 29:4-6)

4. Mendukung proses pemilihan umum. Demontrasi massal di Romania awal Pebuari 2017 akibat kelalaian umat Kristen sendiri,  seorang bapa asal Romania mengawali ceritanya. Pemerintah yang baru berkuasa ingin membuat hukum baru “korupsi (untuk jumlah uang tertentu) bukanlah kejahatan.” Ia berkata, “Pemerintah yang komunis ini berhasil memenangkan Pemilu oleh karena orang-orang Kristen tidak perduli dengan pemilu, mereka tidak memberi suara.” Setelah turun kejalan berhari-hari di cuaca yang dingin, mereka berhasil menggagalkan hukum baru tersebut dan kemudian memaksa Perdana Menteri tersebut turun dari jabatanya.

Kisah ini mengingatkan saya kejadian di Namibia, kisah yang ditulis oleh Landa Cope. ”Ketika para orang kulit hitam di Namibia diberikan pertama kali memberi suara di tahun 1994, mereka memilih seorang pemimpin yang adalah komunis, suatu pukulan besar di negara dimana lebih dari 85% mengaku orang Kristen.” Kesalahan tambahan, ketika “pemerintah baru ini meminta para pemimpin Gereja untuk mengajar mereka dasar-dasar pemerintahan yang alkitabiah, tidak ada satupun yang meresponi![12]

Landa, yang sering berkeliling Afrika dan juga guru dalam ilmu kemasyarakatan menyesalkan apa yang telah terjadi di Amerika, negaranya. Orang-orang pemerintah AS berkata kepada Landa bahwa “kurang dari 50% penduduk Amerika memberi suara. Lebih mengejutkan lagi, mereka berkata kurang dari 25% orang Kristen Amerika memberi suara.”[13]

KESIMPULAN:

  • John Calvin membagi kekuasaan institusi kedalam tiga bagian: PemerintahSipil, Kemasyarakatan (sosial) dan Gereja / Agama
  • Pemerintah Sipil sesuai tugasnya haruslah netral dan berfungsi membentuk kelakukan sosial rakyatnya untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan masyarakat yang majemuk untuk mempromosikan dan mendorong kedamaian yang umum dan ketenangan
  • Kuyper, berdasarkan ajaran Calvin, masyarakat pun di luar kontek agama dan politik memiliki ruang-ruang kekuasaan (social spheres) tersendiri, seperti masalah pernikahan, keluarga, bisnis, seni dan ilmu pengetahuan.
  • Pemerintah Agama memiliki kebebasan melakukan hak-haknya, namun tidak boleh mengontrol Pemerintah Sipil untuk melakukan apa yang mereka imani.
  • Hukum agama sebaik apapun dan seberapa pun tingginya jumlah mayoritas penganutnya tidaklah bisa dipakai sebagai dasar utama dalam Hukum Negara, sebab itu akan melanggar ”Keadilan Hak Asasi Manusia yang bersifat universal” dan cacat hukum kemasyarakatan “Kasihilah sesamamu manusia.”
  • Pemaksaan Hukum Agama dalam kehidupan Sosial dan kehidupan kekusaan Sipil akan berakibat buruk bagi semua masyarakat, seperti telah terjadi di Eropa Barat sebelum  Reformasi Gereja dan di negara-negara Islam saat ini di banyak negara.
  • Negara yang kuat adalah negara dimana rakyatnya yang beriman aktif mendukung Pemerintah Sipil
  • Rakyat bisa mendukung Pemerintah Sipil melalui mentaati hukum negara, mendoakan para pejabat, hidup dan bekerja yang baik, dan aktif dalam proses Pemilu untuk memilih calon pemimpin yang bermoral, jujur dan siap melayani rakyat.

Bacaan yang direkomendasikan:

Catatan-kaki:

  1. John Calvin orang Perancis (10 Juli 1509 –  27 Mei 1564). Ayahnya bekerja sebagai seketaris uskup Katolik. Antara tahun 1533-1534, ia menjadi ”orang Protestan” dan pindah ke Basel, Swiss. Pernyataan Calvin pertama dari seri The Institutes of the Christian Religion yang ia terbitkan tahun 1536.
  2. DR. Ian Barnes, WORLD HISTORY, Eagel Edition Ltd, 2007
  3. Abraham Kuyper (29 Oktober 1837 – 8 November 1920);  karya dan tulisannya bisa dilihat di sini
  4. Beberapa ayat Alkitab menjelaskan siapa manusia dimata Allah TUHAN: Kejadian 6:12 Mazmur 14:1-6 & 53:1-3 (di ITB: 2-4); Pengkotbah 7:20; Roma 3:9-19;
  5. 2 Korintus 5:9-10
  6. Kuyper, Third Lecture, Calvinism And Politics
  7. Copernicus, Galileo, and the Church: Science in a Religious World
  8. Kuyper, Third Lecuture
  9. https://en.wikipedia.org/wiki/Inquisition
  10.  Lihat 1 Tim. 1:2-4
  11. Allah Bapa berkehendak ‘Putra-Nya’ menjadi Raja Adil di bumi.  ”Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; (Yes. 55:4) dan “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose 1:16)
  12. Landa Cope, An Introduction To The OLD TESTAMENT TEMPLATE, (YWAM Publishing, 2011), hal 59-60
  13. Idem, hal 60

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Pemerintah Sipil dalam Pandangan Yudeo-Kristen

1 01 2017

Ia (Isa al-Masih) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kolose 1:15-16)

Pendalaman Alkitab ini dibagi dua bagian. Yang pertama tentang “bagaimana Alkitab melihat dunia politik” dan bagian kedua “bagaimana Alkitab mengajar orang beriman harus bersikap pada dunia politik.”

Garis besar pendalaman Alkitab:

  1. Keterlibatan Allah TUHAN dengan Pemerintahan Negara dan Rakyatnya
  2. Proses Pemilihan pemimpin negara
  3. Penerapan otoritas kepemimpinan: melayani vs memerintah; lahirnya UU
  4. Harga kesalahan pemimpin negara. Daud, Salomo, raja-raja
  5. Karakter seorang pemimpin negara

Sasaran:

  1. Mengerti pentingnya dunia politik
  2. Mengerti pemerintahan sipil yang sehat
  3. Menolong orang beriman terlibat aktiv secara langsung dan tidak langsung mendukung dan membangun Pemerintahan Sipil yang sehat

Illustrasi: Seorang ibu berkata kepada putranya, “Gunawan, saya minta tolong kamu untuk mampir ke supermarket setelah pulang sekolah esok hari. Ini daftar barang-barang yang harus kamu beli untuk makan malam kita. Esok malam kita akan kedatangan tamu khusus, pamanmu akan datang dari luar negeri,” ibunya berkata dengan sangat antusias. Paginya, Gunawan menyantap makanan paginya, sebelum ia meninggal rumah ia pamit kepada ibunya yang sudah sibuk merapikan rumah untuk tamu khusus mereka. “Mom, saya pamit dulu mau sekolah!,” Gunawan berkata sambil berjalan keluar rumah. Ibunya menjawab, “Ok, selamat sekolah. Ingat jangan bermain dengan teman maupun main ke rumah teman setelah sekolah. Pulang secepatnya!” “Baik, Mom. Goodbey!” Gunawan menepati janjinya, ia pulang ke rumah dengan segera bahkan sambil sedikit berlari. Ibunya melihat ia dari jendela rumah ketika ia memasuki pekarangan rumah, ibunya berlari keluar sambil berkata dengan nada terkejut, “Gunawan, apakah kamu lupa membeli barang-barang yang mama pesan pada kamu?” Gunawan balik bertanya dengan nada yang lebih terkejut, ”Loh, mama kan bilang bahwa saya harus pulang segera setelah sekolah selesai?” Mamanya sambil menaruh ke dua tanganya di kepalanya sendiri ia berkata dengan nada lemas, “Oh Gunawan, yang mama maksud adalah selesai sekolah kamu harus langsung belanja ke supermarket dan pulang, sebab mama perlu semua barang tersebut untuk bikin makanan dan kue untuk pamanmu. Kamu lupa hal penting mengapa mama suruh kamu pulang segera selesai sekolah!” Kita sering lupa apa sesungguhnya Allah menghadirkan kita ke dalam dunia ini, bukan?

I. PENDAHULUAN

1. Firman TUHAN melihat kehidupan manusia di bumi. Alkitab memuat banyak sekali cerita tentang kehidupan negara dan rakyatnya. Berikut ini beberapa contoh dari Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (ITB) dan King James Version (KJV). Kata ”raja” ada terdapat di 2417 ayat (king: 1917); “gubernur:” 348 ayat (governor: 58; ruler: 84); ”rakyat:” 348 ayat (the people: 1755), dan “hakim” ada 92 ayat (judge: 170). Perbedaan jumlah ayat hanyalah masalah terjemahan. Dan doa yang Isa al-Masih ajarkan kepada para rasul-Nya adalah: “Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:9-10). Ajaran Gereja yang memisahkan antara dunia ”sekuler” dengan ”rohani,” yang beraplikasi ”jangan terlibat pada politik” dan ekstrimnya ”jangan memberi suara pada Pemilu” karenanya perlu direvisi kembali.

“Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia,” Isa al-Masih berkata kepada murid-murid-Nya (Yohanes 9:5), dan pada Kotbat-Nya yang terkenal Isa berkata kepada semua orang yang mengikuti-Nya, “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:14,16). Pemerintahan Sipil adalah sebuah institusi resmi-Nya di bumi untuk memancarkan terang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, sama seperti panggilan bagi Gereja-Nya di dalam kehidupan sesama orang beriman. Selama masih ada planet matahari, Pemerintahan Sipil, sebagaimana dengan Gereja, adalah institusi resmi Kerajaan Sorga yang tidak boleh diabaikan, keduanya saling membutuhkan. Sedemikian pentingnya Pemerintahan politik di mata YAHWEH sehingga Ia berbicara secara langsung di tahun 1975 kepada tiga pemimpin rohani kaliber Internasional hanya dalam selang waktu satu minggu; Francis Schaeffer, Loren Cunningham dan Bill Bright; dikenal sebagai ”7 Gunung Pengaruh.” Dunia Pemerintahan adalah satu dari tujuh gunung yang mempengaruhi budaya manusia yang harus dikembalikan pada misi dan visi Allah YAHWEH

2. Arti kata.

  • Pemerintah Sipil (Civil Government) adalah sebuah pemerintahan negara yang dipimpin oleh Orang Sipil atau Masyarakat, bukan oleh badan Keagamaan dan bukan juga oleh badan Militer, sekalipun penguasa adalah seorang yang kuat di dalam agamanya maupun didikan militernya.
  • Pandangan Yudeo-Kristen adalah pandangan (world view) atau konsep berpikir (ideology) yang didasari dari tulisan-tulisan keimanan dan moral “Yudeo-Kristianity,” yaitu Kitab Suci Alkitab, baik Perjanjian Lama (Yudaisme) dan Perjanjian Baru (kelanjutan ajaran Yudaisme, sederhananya dikenal sebagai Kristianiti). Tepatnya seorang disebut sebagai “Orang Kristen” secara alkitabiah, ia adalah Pengikut ajaran Kristus yang bersumber dari tulisan Kitab Para Nabi (Perjanjian Lama) dan Kitab Para Rasul (Perjanjian Baru). Isa al-Masih berkata bahwa Gereja-Nya didirikan pada fondasi ajaran Kitab para Nabi dan para Rasul; keduanya adalah satu-kesatuan. Maka pengikut Isa disebut “Orang Yudeo-Kristen” atau mudahnya ”orang Kristen”.[i]

II. Keterkaitan Allah TUHAN dengan Pemerintah Sipil dan Kerajaan

Alkitab menunjukkan dengan jelas sekali, bahwa TUHAN semesta alam bukan hanya sekedar memiliki pengaruh atas Pemerintahan politik di dunia, lebih dari itu Dia terlibat aktif dalam keputusan para penguasa negara di bumi dengan berbagai cara. Para raja dan presiden adalah duta-duta besar-Nya di bumi ini.

  •  TUHAN menetapkan penguasa negara dan menjatuhkannya. Nabi Daniel berkata kepada raja Babilonia Nebukadnezar: ”tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku … dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”  (Daniel 4:25)
  • TUHAN menolpang. Ia tidak hanya menetapkan mereka, lebih lagi memberi kekuatan dan otoritas (tanduk kekuatan). ”TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya.”  (1 Samuel 2:10b).

1. Sistim Pemerintahan negara. Itu terbagi dalam dua kelompok besar: kerajaan / monarki (otoritas mengalir dari atas ke bawah) dan pemerintahan sipil, disebut juga ”republik” (otoritas dari bawah ke atas).

a. Sistim Kerajaan. Raja tidak dipilih, otoritasnya di dapat secara otomatis dari raja sebelumnya. Alkitab menceritakan dengan jelas bahwa Allah TUHAN tidak menyukai sistim pemerintahan yang bersifat kerajaan. Ketika umat-Nya berkata kepada nabi Samuel, “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami.” Allah menjawab keluhan Samuel, “… bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. (1 Sam. 8:7)

Allah yang tahu siapa manusia adanya, melihat sistim kerajaan secara alami tidaklah baik bagi rakyat, cenderung merugikan rakyat daripada menguntungkan. Ia tidak ingin umat-Nya menderita seperti bangsa-bangsa di sekitar mereka. Allah TUHAN memberikan daftar panjang harga yang mereka harus bayar kepada raja: mengambil anak laki-laki dan perempuan mereka untuk melayani raja dan bahkan sebagian dari hasil ladang dan ternak, di atas itu semua Dia berkata, ”dan kamu sendiri akan menjadi budaknya,” Ia melanjutkan, ”Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu.” Baca 1 Sam. 8:11-18. Alkitab dan sejarah dunia mencatat banyak raja-raja yang dipakai secara luar biasa oleh Allah, tetapi sistim kerajaan / monarki bukanlah sistim pemerintahan yang TUHAN inginkan bagi umat-Nya.

b. Sistim Pemerintahan Sipil. Ialah sistim pemerintahan negara yang terinpirasi dari Allah TUHAN sendiri. Para pemimpinnya, dipanggil sebagai Presiden, para Hakim, para anggota MPR dan DPR sampai Gubernur kota, dipilih oleh kehendak rakyat, dan otoritasnya dari rakyat. Ketika bangsa Israel telah menjadi begitu besar jumlahnya, nabi Musa berkata kepada mereka: ”Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? (Ul. 1:9-12)

2. Demokrasi – Pemilu. Kalimat nabi Musa berikutnya adalah penting, suatu prinsip pemerintahan yang diterapkan oleh semua negara-negara maju dan berkembang di seluruh dunia saat ini.

Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Kel. 1:13). Ambilah bagimu (ILT). Terjemahan Bahasa Inggris: Take you (KJV); Take to yourself (LXX); Give to yourselves (SLT); terjemahan lainnya Choose dan Appoint for yourselves Dengan kata lain nabi Musa berkata kepada mereka: “Pilihlah bagimu sendiri.” Jika ada seorang pemimpin yang pernah berkomunikasi langsung dengan Allah, di luar Putra Tunggal-Nya, Isa al-Masih, ia adalah nabi Musa. Landa Cope melukiskan ayat-ayat ini begitu tepat dan indah: ”Ketika ia membentuk pemerintahan di Israel, bagaimana Allah menyatakan kepada dia untuk melakukan itu? Dia menyuruh kepada Musa untuk berkata, Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. Cope menambahkan, ”Hal yang pertama-tama sekali Allah lakukan melalui Musa ketika membangung pemerintahan adalah memberi rakyat hak dan otoritas  untuk memilih. Allah yang luar biasa menakjubkan! Dalam seluruh pengetahuan-Nya dan hikmat yang tidak terbatas Allah tidak memaksakan kehendak-Nya.”[ii]

Kita orang metropolitan umumnya berpikir, ”orang desa tidak tahu apa-apa!,” tetapi Allah TUHAN tidak sependapat dengan kita. Sistim ”Pemilu” pertama terjadi hanya kurang dari 3 bulan setelah bangsa Israel keluar dari 400 tahun perbudakan di tanah Mesir. Terjadi pada 1446 BC; lebih dari 3460 tahun yang lalu! Dan ketika Eropa berada di dalam lubang abad-abad kegelapannya, John Calvin[iii] di awal abad 16 AD kembali membawa kepermukaan sistim Pemerintahan Sipil yang Allah berikan kepada Musa. Dari bulan Maret 1555 sampai Juli 1556, Calvin telah menyampaikan dua ratus kotbah terambil dari kitab Ulangan.[iv]

Sistim Pemilu yang ada dalam sistim Demokrasi di negara-negara maju adalah produk asli Yudeo-Kristianiti.

III. Penerapan kuasa Pemerintah yang terpilih dan konsekuensinya

1. Di bawah ini tiga hal penting bagaimana seorang penguasa negara seharusnya memerintah rakyatnya

a. Sikap jiwa yang melayani. Karena pemerintah dipilih oleh rakyat, maka seharusnyalah kuasa yang mereka miliki dipakai untuk kepentingan rakyat. Ketika terjadi pertengkaran mulut di antara para rasul: ”Siapakah yang terbesar?” Isa berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.  (Lukas 22:25-26) dan Isa memberi teladan, ayat 27: “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”

b. Adil tanpa pandang bulu. Hakim-hakim yang terpilih haruslah memberi keputusan yang adil baik pada perkara antar mereka atau dengan orang asing yang tinggal pada mereka. Tidak pandang bulu. Perkara orang besar dan kecil harus diperhatikan. “Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah” (Ul 1:16-17). Para Hakim negara seharunyalah tidak takut dan tidak dipengaruhi oleh pihak luar. Mereka harus lebih takut kepada Hakim segala hakim.

c. Mengeluarkan aturan hukum bagi rakyat. Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Allah menganggap perkataan mereka adalah hukum negara, tetapi Firman-Nya mengajar lain. Segera setelah para Hakim dipilih oleh rakyat (Kel. 18/ Ul. 1), Undang-undang Tertulis pertama keluar, prosesnya tertulis pada Kel. 19:1-17. TUHAN bicara ke Musa, lalu Musa ke para Hakim, Hakim kepada bangsa Israel. Bangsa setuju untuk melakukannya, dan Musa meneruskannya kepada TUHAN (19:8). Lalu TUHAN mengadakan pertemuan besar dengan seluruh bangsa, dimana Dia bicara kepada Musa, kehadiran-Nya nampak pada suara halilintar dalam kabut hitam di puncak Gunung Sinai (Median). Baca dari ayat 17 sampai 25. Undang-undang Tertulis dikenal sebagai ”10 Perintah TUHAN” tertulis oleh jari-jari-Nya sendiri pada dua buah lempang batu.

2. Kesalahan pemimpin negara dan harga yang harus dibayar

”Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”  (Luk. 12:48b)

Itulah aturan main yang Allah berikan kepada setiap orang kepadanya Ia telah percayakan. Saya membaca suatu artikel, dimana kepala polisi dari divisi obat terlarang di kota Helsinki mendapat hukuman 20 tahun penjara hanya karena membantu penyelundup Narkoba. Hakim berkata sebab ia telah merusak kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Alkitab juga menulis hukuman bagi para pemimpin bangsa.

a. Raja Daud.  Ia berzinah dengan isteri tentaranya secara sembunyi, lalu menjadikan wanita itu istrinya setelah suaminya mati oleh pedang musuh – terencana. Baca 2 Samuel 11. ”Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (11:27). Hukumannya, lihat 2 Sam. 12

  • Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya
  • Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
  • Putra yang dilahirkan dari hubungan gelap itu akan mati

b. Raja Salomo, ia adalah putra raja Daud. Membiarkan para istrinya menjadikan dia penyembah berhala-berhala istrinya, berakibat bangsa Israel juga menyembah berhala. (1 Raja-raja 11:4-8). Hukumannya,

  • Kerajaan Israel terpecah menjadi dua. 10 suku keluar dari kepemimpinan keturunan Daud. Baca 1 Rj. 11:9-13.
  • Allah membangkitkan banyak musuh bagi Salomo; Hadad (suku Edom), Rezon (suku Aram) dan Yerobeam (Israel dari suku Efraim). (ayat 14-33.) Dialah (Rezon) yang menjadi lawan Israel sepanjang umur Salomo; ia mendatangkan malapetaka sama seperti Hadad (11:25). Mungkin saat ini kita sebut “serangan-serangan teroris.”

c. Raja-raja berikutnya tidak bertobat. Allah YAHWEH memakai raja Babilonia menghukum kedua Kerajaan Israel (Yehuda dan Samaria) dan memuntahkan penduduknya keluar ke pembuangan di Irak.

3. Karakter Pemimpin negara

Semua tragedi ini terjadi oleh karena bangsa Israel melupakan nasehat Allah YAHWEH melalui nabi Musa saat memilih pemimpin mereka. Kita baca ulang ayat di atas: ”Kemukakanlah (Pilihlah) dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu.  (Ul. 1:13). Ayat ini berkaitan dengan nasehat mertua Musa kepada dirinya, sebelum ia menyuruh bangsa Israel memilih wakil-wakil mereka. Mertua Musa berkata, ”Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.  (Kel 18:21)

Firman TUHAN, mengajar bahwa rakyat bukan hanya di dorong aktif memberi suara saat Pemilu, tetapi lebih lagi aktif di dalam mencari dan meminta kepada Allah untuk mendapatkan calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki,

  1. pertama-tama: hati yang baik (bijaksana, berakal budi, takut akan Allah),
  2. kedua: bermoral tinggi (jujur dan benci suap)
  3. ketiga: mampu bekerja (cakap, berpengalaman)

Untuk pemimpin bangsa. Anda adalah hamba TUHAN (dalam bidang politik) sama seperti Nabi, Rasul, Pendeta, Penginjil, Pengajar Alkitab (dalam bidang kerohanian). Isa al-Masih memperingatkan untuk Anda melakukan jabatan yang diberikan oleh-Nya dengan tekun dan benar: “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.  (Luk. 12:35-37) Lalu Isa menutup peringatan ini dengan Kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Hakim di Hari Kiamat: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”  (Luk. 12:40)

Catatan kaki:

  1. [i] Prinsip-prinsip utama Yudeo-Kristianiti bisa dibaca disini: Principles of Judeochristianity by C. Gourgey
  2. [ii] Landa Cope, An Introduction To The OLD TESTAMENT TEMPLATE, (YWAM Publishing, 2011), hal. 63-64
  3. [iii] John Calvin (10 Juli 1509 –  27 Mei 1664). Terdidik sebagai seorang ahli hukum. Sekitar 1530, ia meninggalkan Gereja Roma Katolik setelah Pemerintah Perancis yang berada dibawah kendali Vatikan  melakukan penganiayaan besar atas orang-orang Kristen Protestan. Ia melarikan diri ke Swiss dimana ia mendalami Bahasa Yunani dan Latin. Ia dikenal sebagai salah satu bapa Reformasi Gereja, dan karyanya yang berharga adalah konsep-konsep aturan main antara kuasa pemimpin Gereja dengan kuasa Pemerintahan Sipil.
  4. [iv] Currid, John D. Calvin and the Biblical Languages, UK: Christian Focus Publications,2006), diambil dari Wikipedia: John Calvin

Read the rest of this entry »





Kekudusan Hidup Pengikut Isa Al-Masih / Orang Kristen

18 10 2016

Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka… (Wahyu 20:6)

Melalui pendalaman Alkitab ini Anda diharapkan akan mengerti:

  • Arti dan makna kata ”kudus”
  • Perintah untuk hidup kudus yang sesuai Firman Tuhan
  • Hidup kudus bisa diraih oleh setiap orang
  • Proses mencapai kekudusan hidup
  • Bagaimana memelihara kekudusan hidup dan berkemenangan di dalamnya

Kita telah belajar tentang apa itu dosa, dan perlunya bertobat dan dibaptis dalam air dan Roh Kudus. Kehidupan orang Kristen tidaklah berhenti di situ, kehidupan dalam daging yang fana ini berlajut sampai Yesus memberikan kita tubuh yang baru dan kekal. Untuk mencapai garis akhir dimana terdapat Kebangkitan Pertama ini, TUHAN memerintahkan kita untuk memelihar kehidupan yang kudus, “Kuduslah kamu sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus!” Baca: Imamat 19 dan 20 dan 1 Petrus 1. Ayat-ayat pokoknya ada pada Im 19:2 dan Im 20:7, 26 dan 1 Pet 1:16.

Read the rest of this entry »





Baptisan Roh Kudus

19 04 2016

Baptisan dalam Roh KudusPendalaman Alkitab ini akan menolong anda mengerti:

  • apa artinya dibaptis dalam Roh Kudus
  • keuntungan menerima baptisan Roh Kudus
  • bagaimana menerima baptisan Roh Kudus

Pendahuluan. Pada Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam kita telah telah belajar betapa pentingnya orang beriman untuk dibaptis agar kita menggenapi seluruh kehendak Allah / seluruh kebenaran (all righteousness) dan penguburan / pelepasan kehidupan lama, namun baptisan satu ini, Baptisan Roh Kudus, adalah sangat penting untuk orang beriman yang hidup di Akhir Zaman dimana roh-roh jahat bekerja semakin keras melalui: penyesatan, kepahitan, kejahatan dan aniaya.

Ada pengajaran yang mengatakan Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang Kristen di zaman para Rasul atau tidak berlaku lagi. Lainnya berkata setiap orang Kristen secara otomatis sudah dipenuhi oleh Roh Kudus saat pertama ia menerima Isa al-Masih. Lainnya lagi berkata Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang tertentu saja. Kita akan melihat isi Alkitab apakah sesungguhnya yang Alkitab dan Isa al-Masih sendiri katakan tentang Baptisan Roh Kudus ini.

Perkataan Yohanes Pembaptis ini pastilah akan berguna untuk diingat dan mendorong kita untuk mendalami peristiwa Baptisan Roh Kudus bahkan mengalaminya sendiri: ”Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang datang sesudah aku, Dia lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia, aku tidak layak membawa kasut-Nya; Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan api.  (Matius 3:11, ILT

I. Arti dibaptis dalam Roh Kudus dan tandanya

a. Arti Baptisan Roh Kudus. Dibaptis “dalam Roh Kudus” atau “dengan Roh Kudus?”

Tujuh ayat yang berkaitan dengan Baptisan Roh Kudus memakai preposition yang dipakai dalam bahasa Yunani aslinya adalah ”dalam (in).”[1] Banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris memakai kata ”with (dengan).”

Dalam pengajaran Baptisan, kedua kata dalam dan dengan menghasilkan doktrin Kristianiti yang berbeda dan dengan makna yang berbeda pula.

Seorang dibaptis dengan air artinya ia dipercik atau diteteskan air, bermakna diserahkan kepada Tuhan (pada Baptisan Bayi); dengan minyak (tidak ada istilah “dibaptis dengan minyak) artinya ia diurapi, untuk tujuan pengangkatan jabatan kerohanian atau sekedar bagian dari proses doa untuk kesembuhan. Keanehan doktrin “dibaptis dengan … “akan muncul dengan jelas pada ayat ini ”For by one Spirit we were all baptized into one body –whether Jews or Greeks, whether slaves or free-and have all been made to drink into one Spirit (1 Kor 12:13, KJV & NKJV). Text Yunaninya adalah  in (dalam).[2]

Seorang yang dibaptis dalam air, ia ditenggelamkan ke dalam air, bermakna ia bersaksi bahwa ia telah mengubur hidup lamanya dan kembali hidup di dalam hidup yang baru. Lihat pelajaran Baptisan Selam; jadi baptisan dalam Roh Kudus bermakna bagi yang mengalaminya ialah bahwa ia diberi kuasa sorgawi untuk tujuan kehidupan yang dinamis baik di dunia sekuler terlebih dalam pelayanan Injil. Penguburan total dan penyerahan hidup total itulah makna dari dibaptis dalam atau ke dalam.

Perlu diingat bahwa kata “baptisan” secara literal berarti: diselamkan, dibungkus, diselimuti.

Ayat lain yang juga Yunaninya memakai kata preposisi dalam untuk Baptisan:

“… menunggu janji Bapa, ‘Yang telah kamu dengar dari pada-Ku, karena Yohanes telah membaptis dalam air tetapi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus  (immersed in / into the Holy Spirit, TS & SLT)….”  (Kisah para Rasul 1:4-5). Selanjutnya disingkat “Kis”

Istilah dan bentuk berbeda untuk peristiwa yang sama baptisan dalam Roh Kudus:

  • turunnya Roh Kudus (fell on / fell upon) dalam bentuk Angin yang memenuhi ruangan, terlihat seperit “Lidah api” (Kis 1:8 ; 2:3; 11:15) dan “Burung Merpati” pada diri Isa al-Masih (Mat 3:16)
  • diisi dengan Roh Kudus sehingga mengalir keluar ”Air kehidupan” (Yoh 7:38-39)
  • pencurahan Roh Kudus yang memampukan bernubuat dan bermimpi sorgawi (Kis 2:16-17; 10:45; Yoel 2:28-29)

Jadi Baptisan Roh Kudus, Tuhan menyelimuti atau membungkus kita dalam Roh Allah yang datang dari atas; immersion from above.

Seluruh pengajaran ini dari semua isi Perjanjian Baru setuju pada satu fakta ini, dinyatakan dengan jelas dan tegas: Isa al-Masih sendiri – dan tidak lainnya – adalah Orang yang membaptis dalam Roh Kudus – DR. Derek Prince menyimpulkan

Dua contoh kejadian yang menunjukkan orang beriman tidak secara otomatis di baptisan Roh Kudus ketika ia bertobat.

  • Kisah Baptisan dalam Roh Kudus yang pertama pada Hari Pentakosta atas 120 murid Isa 120 murid Isa al-Masih dibaptis dalam Roh Kudus pada Hari Pentakostaal-Masih di dalam gedung di Yerusalem. Tepat lima puluh hari setelah Isa al-Masih bangkit dari kematian-Nya.[3]  Tiga setengah tahun mereka bersama Isa al-Masih dalam pelayanan-Nya sebelum dipenuhi kuasa Roh Kudus.  Tahun 2016 orang Israel merayakan Paskah 23 April, Saptu ini, sesuai dengan Kalender Ibrani.
  • Paulus bertanya kepada orang-orang Kristen di Efesus: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”  (Kis 19:2)

b. Tanda seorang yang dibaptis dalam Roh Kudus. Kitab para Rasul mencatat beberapa kejadian ketika orang-orang dibaptis dalam Roh Kudus. Semua menunjukkan bahwa adanya tanda-tanda yang terlihat oleh mata jasmani dan terdengar oleh telinga jasmani saat kejadian itu terjadi.

“ … turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh[4] dan bernubuat.  (Kis 19:6). Baptisan Roh Kudus yang terjadi pada Persekutuan Doa di Efesus yang dihadiri 12 orang ini menunjukkan tanda yang dapat dilihat dan didengar oleh orang lain, sama seperti yang terjadi pada 120 orang di Hari Pentakosta: berbahasa roh dan bernubuat.

Kejadian lainnya menulis: “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. (Kis 10:46)

Phenomena umum dari orang yang dibaptis dalam Roh Kudus adalah orang tersebut sedikitnya ia akan berbicara dalam bahasa roh atau “bahasa yang baru.”

Buah yang mengikuti dari orang yang telah mengalami baptisan ini ialah hidupnya memiliki perubahan yang positip; baca Kitab Galatia 5:22-24. Jika seorang berbahasa roh namun hidupnya tidak memuliakan Allah dan bahkan tidak terkendali (sakit, mengutuk, mudah marah) maka baptisan yang ia telah teriba bukanlah “di dalam Roh Kudus” tetapi di dalam roh-roh iblis, baca Gal 5:19-21.

II. Baptisan Roh Kudus Penting Untuk Kehidupan Rohani yang Kuat dan Berhasil dan pertumbuhan Gereja Tuhan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;  (Yoh 14:12)

Janji ini adalah sebuah janji Isa al-Masih yang indah para pengikut-Nya dan sekaligus menantang. Ini janji berlaku untuk 12 murid-Nya (yang Ia panggil sebagai Rasul), juga berlaku kepada siapa saja pada abad ini bagi mereka yang memberikan hidupnya untuk hidup sebagaimana Isa al-Masih telah hidup.

”Alasan yang jauh lebih masuk akal akanlah ada bahwa kita, sebagai manusia, akan memiliki akses ke sumber kekuatan supernatural yang sama Yesus telah miliki, seperti dikatakan, (adalah) Roh Kudus. … Dia melakukaan semua itu melalui Roh Kudus.” C. Peter Wagner; The Book of Acts[5]

Isa al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang pernah ada di bumi sebagai 100 persen Allah dan 100 persen manusia. Isa sebagai al-Masih (hamba / manusia Allah yang Diurapi) hanya dalam 3,5 tahun pelayanan-Nya telah mempersona begitu banyak penduduk di Israel (Yudea, Samaria, Getsemani) sampai wilayah timur sungai Yordan; Ia mengajar Firman Tuhan (Alkitab Perjanjian Lama) dengan penuh kuasa: penyingkapan ayat-ayat baik masa silam (nubuatan para nabi) maupun yang akan datang (pewahyuan akhir zaman); mujizat serta tanda-tanda ajaib menyertai pelayanan-Nya, dari demam disembuhkan sampai yang paling mustahil yakni orang mati 4 hari dihidupkan kembali.

Kunci kuasa dan mujizat Isa al-Masih pada pelayanan-Nya yang luar biasa dasyatnya ini bumi adalah kuasa Roh Kudus yang ada pada-Nya seperti yang dinyatakan oleh rasul Petrus: yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.  (Kis 10:38)

Allah menyertai, mengurapi dan memberi kuasa kepada Isa al-Masih melalui Roh Kudus-Nya sendiri! Itulah kunci kuasa dan mujizat pelayanan Isa!!

Dan kunci keberhasilan dari pelayanan para Rasul – bagaimana mereka bisa berbuat seperti Isa al-Masih telah perbuat (lihat Yoh 14:12 di atas) adalah pernyataan Isa al-Masih ini:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  (Kis 1:8)

Kata “kuasa” dalam bahasa Yunaninya adalah “dunamis” darimana kata ”dynamite” dan “dynamo” berasal. Dynamite adalah kuasa ledakan yang besar dan seketika seperti pada dinamit dan bom dengan segala jenisnya; sedangkan dynamo adalah kuasa gerakan yang konsisten seperti pada generator.

Berikut ini adalah daftar keuntungan dari menerima kuasa baptisan Roh Kudus:

a. Perlengkapan dalam pelayanan kejemaatan. Lihat 1 Korintus 12:8-11

  • karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
  • karunia berkata-kata dengan pengetahuan
  • memberikan karunia iman
  • karunia untuk menyembuhkan
  • kuasa untuk mengadakan mujizat
  • karunia untuk bernubuat
  • karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
  • karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.  (1 Kor 12:11)

b. Perlengkapan dalam peperangan rohani baik untuk kehidupan pribadi dan korporat. Lihat 1 Korintus 14:1-33

Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus menyelaskan secara jelas bahwa musuh orang percaya adalah roh-roh jahat di udara dengan segala tingkatan jabatan mereka (lihat Ef 6:10-12)  itulah sebabnya Baptisan Roh Kudus diperlengkapi oleh Allah kepada setiap orang percaya agar:

  • ”supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Ef 6:11)
  • “supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.  (Ef 6:13)

Satu dari beberapa senjata rohani yang aktif yang dimiliki orang percaya yang telah dibaptis dengan Roh Kudus adalah ”berkata-kata dengan bahasa roh” (to another divers kinds of tongues, KJV). Beberap keuntungannya:

  • Itu adalah bahasa rahasia yang seorang pun tidak mengerti, bahkan iblis sekali pun tidak mengerti
  • bahasa yang ditujukan hanya kepada dan dimengerti oleh Allah
  • membangun (to build) atau menguatkan (to edifieth) jiwa dan rohnya sendiri
  • Dalam ibadah atau pertemuan korporat, bila bahasa roh ini diartikan maknanya maka itu akan sangat berguna untuk membangun jemaat lain yang hadir. Lihat 1 Kor 12:11-31.

Untuk melihat dampak kuasa Roh Kudus yang bekerja atas orang beriman (pribadi maupun korporat) baca ke empat kitab Injil, khususnya Injil Markus. Baca juga kitab Kisah para Rasul, yang pelayanan mereka di dasari dari janji Isa al-Masih yang tertulis pada Injil Markus 16:14-18.

III. Syarat dan bagaimana Menerima Baptisan Roh Kudus

a. Siapa yang bisa menerima Baptisan Roh Kudus? Siapa saja, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lainya bisa menerimanya. Syaratnya adalah mereka bertobat dan percaya kepada Berita Injil (the Good News).

Kornelius dan sanak saudaranya beserta sahabat-sahabatnya, orang-orang Italia, telah dibaptis Tuhan dengan Roh Kudus sementara mendengar Berita Injil yang disampaikan oleh Petrus, baru kemudian menerima Baptisan Air. Lihat Kis 10:34-48. Hal ini juga terjadi pada Saulus orang Tarsus.

b. Dua cara umum menerima Baptisan Roh Kudus. Di atas kita telah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membaptis orang beriman dengan Roh Kudus. Alkitab mencatat Baptisan Roh Kudus bisa juga dan umum terjadi melalui ”penumpangan tangan” hamba Tuhan atas orang beriman yang bersangkutan.

Tuhan sendiri:

  • Dia (Isa) mengembuskan nafas dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus!” (Yoh 20:22)[6]
  • Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (Kis 10:44)

Penumpangan tangan para hamba Tuhan:

  • Penumpangan tangan Petrus dan Yohanes pada sebuah ibadah besar di Samaria (Kis 8:17)
  • Penumpangan tangan Ananias kepada Saulus yang kelak menjadi Rasul Paulus (Kis 9:17)
  • ”Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka …” (Kis 19:6)

Prinsip umum ajaran Alkitab juga berlaku pada masalah ini, bahwa oleh anugerah melalui iman kita bisa menerima Roh Kudus: ”Apakah kamu telah menerima Roh atas dasar perbutan-perbuatan torah atau atas dasar pemberitaan iman (Injil Kristus)? (Gal 3:2) Rasul mengingatkan mereka untuk hidup atas dasar iman.

Derek Prince memberikan 6 langkap untuk menerima kepenuhan Roh Kudus

  1. pertobatan (dari dosa)
  2. memberi diri untuk dibaptis air
  3. ada kehausan akan Roh Kudus
  4. meminta
  5. meminum – itu adalah tepatnya menerima
  6. bersandar – menyerahkan penguasaan anggota-anggota tubuh kita dari praktek pengertian intelek kita. (penyaliban hak-hak pribadi dan memberikan itu kepada Tuhan)

Hal-hal yang perlu diingat:

  • Tuhan memberi kuasa Baptisan Roh Kudus bukanlah untuk pamer diri dan merendahkan jemaat lainya, tetapi justru untuk membangun ”Tubuh Kristus” (Jemaat Isa al-Masih)
  •  ‘Doktrin’ baptisan Roh Kudus ini juga tidak perlu diperdebatkan; ini hanyalah masalah seberapa jauh orang beriman ingin efektif dan berhasil di dalam kehidupan dan pelayanan rohaninya.
  • Jika saudara melihat sebuah gereja di tutup karena jemaat yang semakin berkurang sementara ada gereja lainnya yang maju pesat maka perhatikan dan amatilah faktor keterlibatan kuasa Roh Kudus di dalam kedua gereja tersebut.

Catatan kaki:

  1. DR. Derek Prince, Foundation Truths for Christian Living. Ch. 21: The Baptism in the Holy Spirit. Terjemahan Indonesia Literal Translation (ILT) dan the Scriptures  (TS) serta Julia E. Smith’s Literal Translation (SLT) menulis “dalam / in”He will/ shell immerse in the Holy Spirit
  2. Idem.
  3. Kebangkitan Isa terjadi pada Perayaan Paskah (Pesakh/Passover) dan Baptisan Roh Kudus di Yerusalem terjadi pada Hari Pentakosta (Shavuot/Weeks) yaitu Perayaan turunnya Torah, 49 hari (7×7 minggu) setelah hari pertama dari keluarnya orang Israel dari Mesir (Paskah pertama). Kejadian ‘kebetulan’ yang luar biasa ini adalah satu dari banyak kejadian ‘kebetulan’ di Alkitab. Sebab itu rasul Paulus berkata: “tata ibadah di Perjanjian Lama adalah bayangan dari tata ibadah di Perjanjian Baru yang sebenarnya.”
  4. Terjemahan Inggris “spoke with tongues” atau “spoke with other tongues.” Dikenal juga dengan sebutan “bahasa-bahasa baru.”
  5. C. Peter Wagner mengkomentari Bab 2, hal. 45. Ia adalah profesor dalam theology, missiology dan keagamaan. Dosen di fakultas School of Intercultural Studies at Fuller Seminary selama 30 tahun.
  6. Dalam bahasa Yunani kata yang sama pneuma berarti keduanya ”roh” dan  ”nafas” sehingga itu bisa diterjemahkan “Terimalah Nafas Kudus,” DR. Derek Prince, FT for CL. pg. 193. “Nafaf kepada mereka ini adalah lambang dan konfirmasi dari apa yang mereka akan terima pada Hari Pentakosta,” John Gill, Expostion of the Entire Bible pada Yoh 20:22 Read the rest of this entry »




Takut Akan TUHAN

5 10 2014

 Takut akan TUHAN Tujuan Pendalaman Alkitab: Setiap orang pernah melakukan kesalahan, itulah adalah hal yang umum. Namun sadarkah Anda bahwa sangat sering kesalah itu kita buat dengan sengaja atas dasar ”sekedar mengikuti kehendak manusia” entah itu melalui tuntutan adat, tradisi atau perintah orang lain? Pelajaran ”Takut akan TUHAN” akan membawa Anda memiliki hubungan persahabatan yang lebih indah dengan Pencipta Anda, membawa kestabilan iman dan kebebasan dari jebakan-jebakan tradisi. Pelajaran Takut akan TUHAN adalah salah satu topik terpenting di dalam Firman Allah. Dengan mengerti secara benar akan Takut akan TUHAN maka saudara akan dengan mudah hidup di dalam pertobatan yang benar dan mengasihi TUHAN dengan cara yang benar.
Pada Pendalaman Alkitab ini Anda akan belajar:
• Arti dari Takut akan TUHAN
• Mengenali Takut akan TUHAN yang benar dan yang salah
• Apa yang dituntut Allah dari kita dalam Takut akan TUHAN
• Keuntungan-keuntungan dari Takut akan TUHAN
• Aplikasi sehari-hari dari Takut akan TUHAN, Isa al-Masih contoh sempurna

I. Difinisi Takut akan TUHAN
1. Hormat terhadap Nama-Nya. ”Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya–pada pihak lain ketakutan–dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.” (Maleakhi 2:5). “Nama” di dalam Alkitab adalah hal yang sangat penting, itu menceritakan harapan dan tujuan hidup dari sipemiliknya, lebih dari itu ”Nama” menunjukkan karakter atau kepribadian dari si pemiliknya. Nama Allah adalah TUHAN (the LORD), dalam Alkitab bahasa Ibrani kuno adalah YHWH, dieja sebagai ”YAHWEH.” Pesan Injil yang diberitakan oleh malaikat kepada seluruh penduduk dunia di Akhir Jaman akanlah Takutlah akan Allah … telah tiba saat penghakiman-Nya … Dialah yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (Wahyu 14:6-7). TUHAN adalah Pencipta Dunia dan Hakim tertinggi, Dia layak untuk dihormati.
2. Membenci Dosa. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Amsal 8:13).
3. Patuh terhadap Firman-Nya. “Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Maz. 33:8-11). Firman-Nya kekal selamanya, Isa al-Masih berkata bahwa ketika Ia datang kembali ke bumi Dia akan memberi upah kepada semua manusia sesuai dengan perbuatan mereka – apakah kita mematuhi perintah-Nya atau menolak perintah-Nya (Wah. 11:18 dan 22:12)
Jadi melalui ayat-ayat di atas, takut akan TUHAN harus membuat kita, umat-Nya, bersikap:

  1. menghormati dengan sungguh dan mengerti kekudusan Pribadi-Nya.
  2. membenci dosa sebagaimana Dia melihat dosa adanya, dan membenci dosa sebagai dosa.

II. Berikut ini adalah contoh dari sikap takut akan TUHAN yang salah
1. Firaun, raja Mesir. Setelah TUHAN menurunkan hujan es sehingga membinasakan banyak binatang dan orang Mesir, Firaun berkata kepada nabi Musa: ”Aku telah berdosa … TUHAN itu yang benar.” (9:27). ”Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa (9:34). Tepat seperti yang nabi Musa katakan kepadanya: ”aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah (9:30). Takutnya Firaun kepada TUHAN hanyalah karena ia ingin lari keluar dari konsekuensi dosanya, bukan karena menghormati Pribadi TUHAN.
2. Saul, raja Israel. Saul mengejar untuk membunuh Daud, namun Daud mempertunjukkan kebalikkannya. Menyadari kejahatan hatinya sendiri maka raja Saul menangis dengan keras sekali dan kembali ke istananya (1 Samuel 24). Namun dikemudian hari Saul dengan 3000 tentaranya kembali mengejar Daud, dan menyesal, ”Aku telah berbuat dosa … aku sesat sama sekali.” (1 Sam. 26:21). Saul hanya berhenti mengejar Daud setelah Daud terpaksa mengungsi ke “tenda orang Fasik” (Maz. 84:11; 1 Sam 27:1-7).
3. Nabi Yunus. Nabi ini diutus TUHAN untuk memberitakan kabar Pertobatan bagi bangsa Niniwe (Irak Utara) yang telah berlaku di luar batas kemanusiaan terhadap bangsa Israel, namun Yunus berlayar ke arah yang lain – berakibat badai. Ketika undian “kesalahan” jatuh ke Yunus, maka para penumpang kapal bertanya apa pekerjaan Yunus, nabi ini menjawab: ”Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langiFight Fear with Fear of The LORDt, yang telah menjadikan lautan dan daratan” (1:9). Ketika Yunus meminta mereka untuk melemparkan dirinya ke laut supaya badai berhenti. Segera setelah mereka membuang Yunus ke laut, ombak reda, ”Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN,” mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi Dia dan bernazar (1:15-16). Yunus telah menunjukkan bahwa ia tidak benar-benar takut akan TUHAN – melalui berontak dari perintah-Nya, sebaliknya para penumpang kapal yang sebelumnya tidak mengenal ”siapa itu TUHAN” setelah melihat Dia meredakan ombak laut telah menunjukkan takut akan TUHAN yang benar.
III. Takut akan TUHAN yang benar.
1. Menuntut pertobatan. Kita telah baca di atas ”Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan … ” (Ams.l 8:13). Allah adalah maha pengampun, Ia siap mengampuni setiap dosa kita, namun dari pihak kita, kita harus meninggalkan perbuatan dosa. Kita tidak bisa berdiri di atas dua perahu. Dia tidak akan bisa mengasihi kita jika kita tidak bertobat, sebab dosa adalah musuh Allah. Baca Yehezkiel 14:6-8.
2. Menuntut ketaatan kita kepada TUHAN. Ayat bacaan: Kejadian 22:1-19. Ishak putra Abraham satu-satunya yang ia dapat dari isterinya Sarah dihari tuanya: ia lahir ketika Abraham berumur 100 tahun, setelah 25 tahun menunggu janji Allah. Namun atas perintah TUHAN, Abraham telah meletakkan Ishak di atas mesbah persembahan di atas sebuah gunung. Ketika Abraham yang memegang pisau telah siap untuk menyembelih Ishak, TUHAN berseru dari langit menghentikan Abraham, ”Jangan bunuh anak itu …, sebab telah Ku ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Hal yang sama juga Allah juga minta kepada umat Israel, generasi dari Abraham. Baca Ulangan 10:12-16.
3. Menuntut kekudusan hidup kita – jiwa dan perbuatan. Apa beda pertobatan dengan hidup kudus? Pertobatan diminta dan terjadi saat kita telah jatuh ke dalam dosa, sedangkan hidup kudus adalah gaya hidup sesuai Firman Allah setelah kita bertobat. ”Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.” (Imamat 20:26). Kata “memisahkan” sama artinya dengan “menguduskan.” Adalah suatu iman yang salah jika seorang berkata “saya sekarang milik Isa, saya selamat, jadi saya bisa berbuat apapun yang saya kehendaki.”
• Jiwa kita. Baca: Maz. 23:7; Maz. 15:26, Roma 12:1-2, Kis. 26:20
• Perbuatan kita. Baca: Maz. 34:11-14, menjaga untuk ”sin no more” (lihat Yohanes 5:14 & 8:11)
• Dalam pernikahan. Baca Matius 19:3-9, 1 Korintus 7:3-5, 10-16; Efesus 5:22-31

IV. Keuntungan Takut akan TUHAN  TUHAN adalah terangku dan keselamatanku Mazmur 27 ayat 1
Sedikitnya ada 30 janji TUHAN untuk perkara ini. 12 diantaranya adalah:
• Menjauhkan kita dari perbuatan dosa (Kel. 20:20)
• Kehidupan keluarga yang baik (Ul. 5:29)
• Terbebas dari jebakan takut akan manusia (Ams 29:25)
• Selalu berkecukupan (Maz 34:10-11)
• Mendapat karir yang baik (Nehemia. 7:2)
• Dipimpin oleh TUHAN dan berbahagia (Maz. 25:12, 13)
• Mendapat persahabatan dengan Allah dan pewahyuan-Nya (Maz 25:14)
• Tidak akan berkurangan (Maz. 34:10)
• Mendapatkan kehidupan dan kepuasan dan keamanan (Ams. 19:23)
• TUHAN berkenan kepada kita (Kis. 10:34-35)
• Mendapat berkat yang khusus (Maz. 128)
• Ditulis dalam kitab peringatan dan menjadi milik-Nya (Mal. 3:16-18)

When youf fear God, you fear nothing else Oswald ChambersV. Penerapan Takut akan TUHAN
Jika ada teladan untuk kitab bagaimana memiliki dan menerapkan sikap takut akan TUHAN, maka satu-satunya teladan terbaik kita bisa pelajari dari Isa al-Masih, Dia adalah hamba TUHAN yang telah dicobai oleh Iblis dan manusia namun Dia lulus dengan sempurna di dalam mematuhi perintah Bapa-Nya yang telah mengutus Dia ke bumi. Apa rahasinya? Sebab Dia selalu berjalan di dalam Roh TUHAN yang menyebabkan Dia menghakimi dengan adil, tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetian kepada yang telah mengutus-Nya (Yesaya 11:2-5). Baca Galatia 5:22-26.
Raja Daud juga suatu teladan yang baik, sekalipun ia gagal dalam beberapa hal, namun hatinya yang lembut dan siap untuk ditegur membuat Daud sangat disukai TUHAN. Kehidupan Daud bisa dipelajari di kitab 1 Samuel pasal 1-31, 1 Tawarikh pasal 11-29. Kitab Mazmur adalah hasil hubungan Daud yang indah dengan TUHANnya. Kunci rahasia Daud adalah sama dengan Isa al-Masih, nampak pada permohonan doanya ketika ia telah jatuh ke dalam dosa perzinahan, “Janganlah megambil roh-Mu yang kudus dari padaku!” (Maz. 51:13). Yusuf anak Israel adalah teladan lainnya di dalam Takut akan TUHAN, baca Kejadian 37-50
Seorang hamba TUHAN mengajar langkah praktis bagaimana hidup di dalam Takut akan TUHAN:
”Apa yang harus dilakukan ketika hal-hal menjadi salah?”
Bertanyalah kepada Elohim: ”TUHAN, apa yang Engkau sedang mencoba untuk mengajar saya?”
Jika Roh Kudus-Nya menunjukkan kepada kita bahwa ada sesuatu yang kita harus bertobat, maka datanglah kepada Dia akui kesalahan kita dan bertobatlah; dan jika Roh Kudus-Nya memimpin kita untuk berdamai dengan orang yang telah kita lukai hatinya atau kita rugikan, maka hendaknya kita pergi berdamai dengan orang tersebut.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Jemaat / Gereja Tuhan; Arti Dan Kekuatannya

23 02 2014

Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:
Arti Jemaat  yang sesungguhnya
Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Kekuatan yang dimiliki Jemaat
Sikap yang benar terhadap Jemaat Tuhan

Illustrasi: Sarah adalah manajer muda pemasaran yang membawahi ratusan karyawan dari sebuah perusahaan wanita berpendidikan tinggi yang terikat tradisiobat-obatan di Jerman. Ia sedikitnya menguasai tiga bahasa asing: Inggris, Perancis dan Rusia. Allah menaruh di hati Sarah rasa belas kasihan atas bangsa Maroko. Sarah mulai mempersiakan dirinya untuk diutus ke Maroko, belajar bahasa Arab, kursus keahlian ”where there is no dokter” dan keterampilan lainnya yang ia pikir bisa bermanfaat bagi perkembangan masyarakat setempat. Pada hari pengutusannya, Pendeta dan Jemaat memberkati dan melepaskan Sarah. Setibanya di Maroko, Sarah segera jatuh cinta dengan negara barunya dan … ehem ia juga jatuh cinta kepada putra dari kepala suku setempat; ”Jika saya menikah dengan pemuda ini mungkin akan lebih mudah bagiku merubah masyarakat setempat dengan segala ilmu yang saya telah miliki,” Sarah berpikir. Menikalah mereka. Sejak hari itu Sarah dilarang keluar rumah, atau ia wajib berkerudung saat keluar bersama suaminya – sebagaimana adat dan kebiasan setempat. Sarah kehilangan indentitas dirinya baik di luar maupun di dalam rumahnya. Ia hanya berfungsi sebagai pengurus kebutuhan dan keinginan suaminya semata; semua mimpi dan cita-citanya dan keahliannya kandas oleh sebab suaminya yang berpikir bahwa seorang isteri adalah hanya mengurus urusan rumah tangga semata. Penderitaan ini mengingatkan dia akan cerita Samson, nazir Allah yang perkasa, namun menjadi tidak berdaya sama sekali di tangan orang-orang Filistin, oleh sebab Delila, telah memotong rambutnya, dan kera-kera topeng monyet yang terantai dan dikontrol oleh pemiliknya yang ia pernah lihat di Jakarta. Sarah sekarang hanya bisa berdoa agar Tuhannya bisa menghidupkan kembali visinya dan seluruh keahliannya bagi rakyat Maroko.

I. Arti Jemaat  / Gereja yang sesungguhnya
Ayat bacaan: Injil Matius 16:13-20.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya (ayat 18).
Pada perikop ini kita temukan kata ”jemaat” atau ”gereja” (dari bahasa Portugis igreja) pertama kalinya dipakai di Pernjanjian Baru, tertulis:

Kata ini diterjemahkan dari bahasa Yunani ekklēsia, dari suatu gabungan kata ek atau ex (yang berarti keluar dan dari) kaleō (yang berarti panggil/ calling), jadi literalnya ekklēsia sama dengan ”orang-orang yang dipanggil keluar dari.
Komentator Alkitab menyabarkannya sebagai:

  • ”Itu adalah sejumlah orang-orang yang dipanggil keluar dari dunia, dan dipisahkan dari dunia, dan didedikasikan untuk Kristus.” John Gill, Exposition of the Entire Bible
  • “Kata “Gereja (Church)” artinya secara literal “mereka yang dipanggil keluar,” dan sering berarti suatu majelis / suatu badan yang terbentuk dari orang-orang tertentu (assembly) atau jemaat  (congregation). Itu dipakai untuk orang-orang Kristen yang ada “dipanggil keluar” dari dunia. Itu kadang-kadang berarti seluruh kesatuan orang-orang beriman, Efesus 1:22; 1 Korintus 10:32. Ini adalah artinya di sini. Itu berarti, juga, masyarakat tertentu dari orang-orang percaya yang menyembah di satu tempat. Albert Barnes, Notes on the Bible

Rasul Petrus menjabarkannya sebagai: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.”  (1 Petrus 2:9-10)

Jadi Jemaat / Gereja dapat diartikan Jemaat Tuhan sedang memuji dan menyembahsebagai:
Sebuah kumpulan orang-orang yang beriman kepada Kristus (al-Masih), atau lengkapnya,
Sebuah kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kehidupan duniawi oleh Allah, dikuduskan-Nya dan dijadikan umat-Nya untuk tujuan memberitakan kebesaran perbuatan Allah kepada dunia.

Jemaat / Gereja bukanlah:
sebuah bangunan gedung yang mati (Efesus 2:19-22), bukan juga
sebuah organisasi atau club rohani (Yohanes 13:12-17), bukan juga
sebuah institusi bisnis (Markus 11:15-19) atau sebuah institusi politik (Matius 22:15-22).

Pada bahasan seterusnya untuk mudahnya kita akan memakai kata Jemaat mengikuti Alkitab terjemahan LAI.

II. Kepemimpinan Jemaat yang Alkitabiah
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (petros) dan di atas batu karang (petra) ini  Aku akan mendirikan jemaat-Ku…”  (Matius 16:18)
Isa di sini berbicara kepada Petrus, dan bukan tentang Petrus.

Petra (bahasa Yunani) berarti “a mass of rock” = sebongkah batu karang yang besar, Kata “petra” juga terdapat pada Mat. 27:60, 1 Korintus 10:3-4 dan 1 Petrus 2:8. Fondasi batu karang (petra) di Alkitab adalah menjunjuk hanya kepada Yesus Kristus, seperti telah dinubuatkan dalam Yesaya 28:16 dan dikutip oleh rasul Paulus di Roma 9:33. sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Sion adalah kota Yerusalem, dimana Jemaat mula-mula terlahir (Lihat Kisah Para Rasul pasal 1, perhatikan ayat 12).

Sebab itu rasul Paulus berkata bYesus Kristus kepala Jemaat baik lokal maupun korporatahwa ”Kristus adalah kepala Jemaat”  atau “Christ is the head of the church” (Efesus 5:23).

Matius 16:15-20 dan berlanjut ke ayat 21-27 jelas membuktikan bahwa Isa al-Masih tidak mendirikan  Jemaat-Nya di atas Petrus, yang Isa sebut sebagai Simon bin Yunus (Simon bar Yonah atau son of a Dove)

Dari perkataan Isa ini kita dapatkan tiga prinsip tentang Jemaat
1. Isa al-Masih sendirilah pendiri dari Jemaat Tuhan
2. Isa al-Masih lah satu-satunya pemilik dari Jemaat Tuhan tersebut
3. Jemaat Tuhan dibangun di atas pribadi Yesus Kristus sendiri

Ayat hafalan: Mereka semua makan makanan rohani yang sama dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.  (1 Kor 10:3-4)

Jadi, siapa yang berurusan dengan Jemaat Tuhan, ia sesunggunya sedang berurusan dengan Tuhan Yesus Kristus. Artinya:

  • Para hamba Tuhan haruslah melayani Jemaat dengan takut dan hormat kepada Kristus (al-Masih), dan haruslah ingat bahwa Yesuslah yang menyelamatkan Jemaat bukan mereka (Ef 5:23). Jemaat haruslah tunduk kepada ajaran, perintah dan ketetapan Yesus sebagai kepala Jemaat. Menempatkan Yesus di atas segala sesuatu, bahkan lebih tinggi dari para hamba Tuhan, dengan kata lain Jemaat harus berpegang teguh kepada isi Alkitab melebihi interpretasi dan doktrin manusia.
  • Pemerintah negara tidak memiliki hak mencampuri masalah interen Jemaat, sebab itu bukan milik negara. Menyentuh Jemaat berarti menyentuh biji mata Yesus, Raja di atas segala raja yang berarti juga melawan Allah. Baca: Ulangan 32:9-10; Zakaria 2:8, Matius 22:15-22 dan juga Kisah para Rasul 5:34-39.

Petros dari nama Petrus dalam bahasa Aramnya Kefas berarti “a piece of rock” atau “a stone” = batu kecil, dapat dilempar oleh tangan manusia. Karakter Petrus, “batu, namun mudah terguncang,” ini dapat dilihat pada Mat 16:23, Mat 14:29-30; Luke 22:57-58; Gal 2:11,14.

III. Kekuatan yang dimiliki Jemaat
“… Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.  (Mat. 16:18)

Garansi dari pernyataan Isa ini terdapat pada Injil Matius 28:18-20, Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Yang Isa teguhkan kembali kepada Jemaat-Nya melalui rasul Yohanes di pulau Patmos, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.  I am alive for evermore, Amen; and have the keys of hell and of death (KJV) (Wahyu 1:17-18) Lumpuh berjalan dalam nama Yesus

Dari ayat-ayat di atas kita lihat bahwa Isa al-Masih, sejak hari pertama kebangkitan-Nya, telah diberikan TUHAN segala kuasa baik itu yang ada di sorga, di bumi bahkan di bawah bumi (yakni kunci kematian bahkan kunci neraka). Nampak juga bahwa Isa memiliki kuasa tersebut bukan untuk sementara waktu tetapi sampai selama-lamanya, jadi janji-Nya untuk menyertai Jemaat-Nya yang Ia bangun di atas diri-Nya sendiri (petra; batu karang yang teguh) sampai kepada akhir jaman adalah suatu hal yang masuk akal dan suatu garansi yang meyakinkan.

Kuasa yang dimiliki Jemaat  nampak jelas pada Jemaat Tuhan yang pertama terbentuk. Segera setelah kuasa Roh Kudus turun ke atas kepala murid-murid-Nya di Yerusalem, ”kamu akan menerima kuasa (dunamis; kata Yunani), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8). Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. … Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.  (Kis 2:1-4). Hari itu setelah orang banyak mendengar kotbah Petrus, mereka kira-kira 3000 orang memberi diri dibaptis, dan lahirlah Jemaat mula-mula, seperti tertulis Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.  (Kis. 2:46-47). Dunamis ini sumber kata dari dinamo (kekuatan yang konstan) dan dinamit (kekuatan sekejap yang sangat kuat).

Difinisi Jemaat Tuhan jelas nampak pada ayat di atas: orang-orang percaya ke pada Yesus berkumpul di suatu tempat (Bait Allah dan rumah-rumah tinggal) sambil memuji Tuhan!, Itulah sebabnya mereka disebut “Jemaat mula-mula.”

Sejarah singkat perjalanan Jemaat Tuhan. Pengujian atas janji penyertaan Isa atas Jemaat-Nya sepanjang jaman telah dimulai sejak bulan pertama mereka dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus di Hari Pentakosta (1 AD), di Yudea, Israel, pengikut agama Farisi dan Saduki membunuh Stefanus kemudian rasul-rasul, memenjarakan pengikut ajaran Isa al-Masih. Di kota Roma, kaisar Nero menghukum mati orang-orang Kristen melalui binatang buas, pembakaran dan penyaliban, setelah 2/3 kota Roma terbakar oleh perbuatan dirinya sendiri, namun ia menyalahkan orang Kristen. Semua penganiayaan ini bukannya membuat Jemaat menjadi padam, malah sebaliknya membuat Injil semakin tersebar dan Jemaat-jemaat bertumbuhan di seluruh  wilayah jajahan Roma.
Perbuatan kaisar Nero membuat ia terdaftar dalam kelompok ”para Antikristus” (1 Yoh. 2:18). Nero as the Antichrist
Di Eropa, ratusan tahun lamanya Roma di bawah perintah para paus menekan keras Jemaat Tuhan, menyiksa dan membakari mereka yang memiliki Alkitab dan berpegang kepada ajaran Isa al-Masih. John Foxe (1517-1587) mencatat semua kejadian ini dalam bukunya yang terkenal FOXE’s Book of Martyrs 
Kristen Armenia teraniaya berat selama bertahun-tahun oleh Turki khususnya di jaman Sultan Abdul Hamid II (1876-1909) dan Ottaman (1915-1918). Diperkirakan 1,5 juta Kristen Armenia terbunuh di jaman Ottaman saja, Armenian Genocide  Di abad 21 ini laporan mengatakan puluhan orang Kristen terbunuh per hari di negara-negara Islam dan Komunis. Baca World Watch List Country Profiles 2014

Hanyalah kuasa dan penyertaan Isa al-Masih semata bahwa Jemaat-Nya tetap hadir sampai saat ini bahkan semakin berkembang pesat di seluruh dunia, dari Timur Tengah, Asia, sampai ke Amerika Latin, orang-orang terus menerus dipanggil masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu,”  (Mat 24:35) Isa al-Masih berkata kepada para pengikut-Nya.

IV. Bagaimanakah kita seharusnya menyambut atau memberlakukan Jemaat Tuhan?
Ayat bacaan: I Korintus 3:16-17; 6:15-20 dan Matius pasal 10:40-42. Isa al-Masih bersama anak-anak kecil
1. Pesan untuk Jemaat-Nya. Kepada Jemaat di Korintus Paulus memperingatkan Jemaat  baik secara korporat maupun individu untuk memelihara tubuh jasmani mereka terbebas dari percabulan, yang ia lukiskan Jemaat ini sebagai bait Roh Allah, tubuh mereka bukan lagi milik mereka sendiri tetapi Kristus yang telah membelinya melalui nyawa-Nya sendiri yang mati di kayu salib.
2. Pesan untuk orang yang belum termasuk Jemaat-Nya. Pada Injil Matius, Yesus memperingatkan masyarakat bagaimana mereka harus menyambut kehadiran duta-duta-Nya, rasul, pemberita Injil dan termasuk Jemaat-Nya yang Ia sebut sebagai ”Garam” dan ”Terang.” Isa al-Masih sebelum Ia mengutus dua belas rasulnya dan murid-murid-Nya memberi pesan penting kepada mereka, apa arti keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat yang mereka akan layani. Dikatakan-Nya, bahwa upah orang-orang yang mereka layani akanlah setimpal dengan perlakukan orang-orang itu terhadap jemaat-Nya, secara spesifik hamba-hamba-Nya; menganggap mereka hanya sebagai ”orang-orang yang kecil,” atau sebagai ”orang-orang benar” atau menerima mereka sebagai ”nabi-nabi.” Matius 10:40 adalah ayat yang penting untuk diingat dan dimegerti: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  Di sini Isa al-Masih menyatakan bahwa rasul-rasul ini adalaha Duta Besar dari Isa al-Masih, yang adalah kepala dari Jemaat Tuhan di bumi.

Peringatan Isa ini dinyatakan ulang oleh rasul Paulus dalam isi suratnya kepada orang Korintus:Tidak tahukah kamu (orang Kristen), bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.  (1 Kor. 3:16-17). Baca pengalaman Paulus sendiri sebelum ia menjadi rasul di Kisah para Rasul 9:1-22, perhatikan ayat 4 dan 5.

Ayat hafalan: Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.  (Matius 10:40)

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Satu Hal Yang Terpenting Bagi Allah

27 06 2013

TUHAN berkata kepada umat-Nya: Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:9).
Setiap kita umumnya ingin menyenangkan dan memberi yang terbaik bagi Allah kita. Alkitab telah menulis apa yang sesungguhnya yang terpenting bagi Dia untuk kita berikan atau lakukan.

Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengerti hati TUHAN, Allah pencipta kita, yang sesungguhnya
2. Mengerti tujuan terpenting mengapa kita diciptakan dan dipanggil untuk menjadi umat-Nya.

Illustrasi:
Aisah wanita muda desa dari Jawa Tengah mencoba mengadu nasip di kota Jakarta. Ia sangat beruntung belum seminggu di Jakarta Wanita yang selalu sibuksebuah keluarga yang baik dan kaya raya telah menerima dia bekerja sebagai pembantu rumah mereka. Keluarga Darmawan dengan tiga anaknya nampak suka dengan keramah tamahan dan kerajinan Aisah. Bapa dan ibu Darmawan tidak perlu berkata lakukan ini dan itu setiap kali sebab Aisah walaupun ia masih muda ia ingat dan tahu apa yang menjadi kewajibannya. Rumah keluarga Darmawan tidaklah hanya rapi tetapi juga menjadi indah sejak ditangani oleh Aisah.

Beberapa bulan telah berlalu, bapa dan ibu Darmawan berpikir untuk menyekolahkan Aisah agar ia punya masa depan yang lebih baik, ia nampaknya sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut. Senin ini bapa Darmawan mengambil cuti kerja, khusus untuk ia dan isterinya bisa berbicara kepada Aisah tentang rencana indah mereka.

Aisah sedang menyapu halaman rumah ketika Reni, anak pertama tuannya, memanggilnya, ”Aisah, bapa ingin berbicara kepadamu sekarang.” ”Ya, saya akan datang sebentar lagi, tanggung nih,” Aisah berkata dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian ibu Darmawan yang datang untuk memanggilnya. Aisah segera berhenti menyapu dan duduk dilantai di depan tuan dan nyonyanya. Mereka menanyakan beberapa pertanyaan kepada Aisah, untuk mengetahui apa impian dan kesukaan Aisah, mereka ingin memberikan yang terbaik dan yang tepat kepadanya. Wanita desa ini nampak gelisah. Lima belas menit telah berlalu, dan kegelisahannya tidak dapa ia tahan lagi. Ia dengan keberanian yang dipaksakan berkata, ”Maaf tuan dan nyonya, bolehkan saya sekarang pergi untuk meneruskan pekerjaan saya?” Bapa Dermawan bertanya apa alasannya; ”Saya kuatir rumput-rumput kering yang saya telah kumpulkan terserak kembali oleh tiupan angin, lagipula halaman belum bersih seluruhnya.” Aisah menjawab. Tuan dan nyonyanya saling berpandangan, … dan dengan anggukan perlahan mempersilahkan ia pergi.

Reni yang tidak turun di dalam percakapan tersebut, nampaknya ia turut mengikuti jalannya pertemuan tersebut, lalu berkata kepada bapa dan ibunya, ”Aisah memang rajin tetapi menjengkelkan,” keluh Reni dan ia mulai bercerita, ”minggu lalu saya mengajak dia untuk menemani saya jalan-jalan ke mol karena Steven tiba-tiba berhalangan untuk datang. Ia berkata maaf non saya banyak pekerjaan hari ini dan ia meneruskan pekerjaannya.” Ayah Reni meresponi, ”Ya nampaknya Aisah tidak mengerti apa yang terpenting bagi kita semua,” katanya dengan nadah sedih.

I. Raja Daud mengerti Satu Hal yang terpenting bagi TUHAN.
Ayat bacaan: Mazmur 27:1-14.
Daud adalah orang pria yang hatinya selalu mencari kehendak Allah. Sejak remaja ia telah mengenal hati Allahnya, kitab Mazmur adalah cermin dari kehidupan Daud yang menjangkau hati TUHAN, tidaklah mengherankan banyak ayat-ayat dari kitab Mazmur ini berisi nubuatan-nubuatan yang sangat jelas tentang kedatangan Isa sebagai Al-Masih (nabi Yang Diurapi TUHAN) dan hal-hal yang akan terjadi sebelum Isa mati tersalib. Baca: Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru.

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.  (Mazmur 27:4-5)

”Diam di rumah TUHAN seumur hidupku,” itulah Satu Hal yang Daud minta dari TUHAN, bukan yang lainnya. Pada jaman raja Daud, rumah TUHAN adalah sebuah tenda yang dibuat sesuai petunjuk TUHAN kepada nabi Musa.[1] Di dalam tenda inilah terletak tabut TUHAN, sebuah kotak persegi belapis emas dan didalamnya terletak 10 Perintah TUHAN, pada tutup kotak ini terdapat dua sosok kerub (malaikat) yang sedang  Tabut Perjanjianmenggembangkan kedua sayapnya.[2] Sebelum Isa al-Masih hadir di bumi, sekitar 2000 tahun yang lalu, rumah TUHAN adalah tempat TUHAN bertemu dan berbicara kepada pemimpin bangsa Israel dengan kata lain itulah tempat dimana bangsa Israel bisa mengenal hati dan pikiran serta rencana TUHAN melalui para pemimpin mereka.[3] Inilah tempat yang disebut sebagai ”tempat dimana TUHAN hadir” atau “tempat dimana Kemulian-Nya dinyatakan” (the Shekinah Glory).” TUHAN adalah Mahahadir (Omnipresence), Dia hadir dimana kita sekarang berada, tetapi Dia hanya menyatakan diri-Nya di tempat tertentu.

Raja Daud adalah raja Israel yang kaya raya, ia memiliki istana yang indah dan megah (reruntuhannya telah ditemukan beberapa tahun lalu di kota Yerusalem), dan tempat-tempat peristirahatan, namun bagi Daud semua itu tidaklah berarti apa-apa dibanding dengan ”diam di rumah TUHAN,” perbandingan ini bisa dilihat pada pernyataan Daud di Mazmur 84:11 ”Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”

Apa yang raja Daud sesungguhnya inginkan dari ”ada diam di rumah TUHAN” tersebut? Ia tidak mencari berkat atau promosi jabatan, tetapi hanya Satu Hal, yakni ”menyaksikan kemurahan TUHAN” (Maz. 27:4) atau dalam bahasa Inggrisnya ”to behold the beauty of the LORD” (KJV) atau ”to gaze upon the beauty of the LORD” (ESV). ”To gaze” berarti mengamati dengan cermat. Dengarkan lagu dari ayat Mazmur 27:4 ini One Thing Have I Desired.

Kerinduan Satu Hal dari Daud ini persisnya adalah apa yang sesungguhnya diminta oleh TUHAN kepada Daud dan setiap kita, seperti firman TUHAN menulis: Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: Carilah wajah-Ku“; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.  (Mazmur 27:7-8).

Upah dari kerinduan raja Daud untuk membangun Bait TUHAN dalam bentuk bangunan yang permanent (2 Samuel 71-2) sungguh telah membuat hati TUHAN tersentuh sehingga Dia berjanji kepada Daud Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” (2 Samuel 7:16). Inilah sebabnya Isa al-Masih, yang kelak akan datang kembali kedua kalinya dan akan menjadi Raja yang kekal selamanya, berasal dari keturunan raja Daud (Injil Matius 1:1-2, 6, dan 16). Di Perjanjian Baru Isa dikenal sebagai “Putra Daud,” dan Isa memproklam diri-Nya sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir[4] dan sebagai Anak Manusia (The Son of Man) Ia menyebut dirinya juga sebagai keturunan raja Israel:  “I am the root and the offspring of David” (Aku adalah akar dan keturunan Daud; tertulis di hampir semua terjemahan Inggris). Lihat Wahyu 22:16.

II. Maria mengerti Satu Hal yang terpenting bagi Tuhan.
Di Betania,[5] Israel, ada dua kakak beradik yang percaya kepada ajaran Isa al-Masih. Marta dan adiknya bernama Maria, mereka adalah saudari dari Lazarus yang dibangkitkan Isa setelah Lazarus meninggal selama empat hari lamanya.[6]Isa (disertai murid-murid-Nya) biasa berkeliling mengajar di kota-kota di Israel. Hari itu mereka melewati kampung Marta dan Maria, dan Marta mengundang mereka untuk mampir. Adalah suatu kehormatan di Israel menerima tamu seorang rabbi (guru rohani), terlebih lagi Isa yang terkenal sangat sayang kepada mereka bertiga – Isa pernah menangis karena melihat kesedihan Maria atas meningganya Lazarus,[7] jadi mereka berdua ingin memberikan yang terbaik bagi Al-Masih mereka.

Injil Lukas pasal 10:39-40 mencatatnya demikian:
Marta sibuk sekali melayani (mencuci kaki mereka, memberikan minum dan menyiapkan makanan).  Bagaimana dengan Maria?
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Pada mulanya mungkin Maria juga turut mencuci kaki para tamunya dan memberi minuman, namun tiba-tiba Maria lenyap dari dapur – yang membuat Marta datang melapor kepada Isa untuk menegor Maria.

”Duduk dekat kaki” adalah suatu kebiasaan umum orang Yahudi dimana para murid atau hamba akan duduk di dekat kaki gurunya atau tuannya ketika mereka sedang diajar atau diajak berbicara.

  • Perkataan nabi Musa tentang bangsa Israel dan TUHAN: Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus–di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu. (Ulangan 33:3) – mereka duduk mendengarkan untuk menerima instruksi dari TUHAN yakni Torah (ayat 4).
  • Pengakuan Rasul Paulus bagaimana ia telah belajar dari rabbi Gamaliel:[8]  I am verily a man [which am] a Jew, born in Tarsus, [a city] in Cilicia, yet brought up in this city at the feet of Gamaliel, [and] taught according to the perfect manner of the law of the fathers, and was zealous toward God, as ye all are this day. (Kisah para Rasul 22:3, KJV)Semua terjemahan Inggris menulis ”at the feet of Gamaliel.”

Komplain Marta kepada Isa tentang Maria: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?” Suruhlah dia membantu aku.” – Apakah jawaban Isa al-Masih atas permintaan Marta?

Jawaban Isa kepada Marta menunjukkan bahwa sesungguhnya hanya ada Satu Hal yang terpenting bagi Isa untuk Marta perbuat – dan juga bagi kita semua: Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”  (Luka 10:41-42)

Tentu Tuhan senang untuk dilayani, namun terlebih penting bagi Dia bahwa kita mendengar suara dan mentaati perintah-Nya yakni belajar untuk mengerti hati dan pikiran Tuhan kita.

Jadi Maria tahu satu saja yang perlu tersebut di mata TUHAN, yakni menikmati hadirat Tuhannya (di rumahnya) dan haus mendengarkan ajaran Tuhannya.

III. Rasul Paulus tahus Satu Hal yang terpenting bagi Allah.
Ayat bacaan: Filipi pasal 3.
Paulus menasehati Jemaat Filipi untuk berhati-hati dengan guru-guru palsu yang ia sebut mereka sebagai anjing-anjing, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu (ayat 1-3). Paulus menjelaskan kepada Jemaat ini siapakah dia sesungguhnya sebelum menjadi pengikut Isa al-Masih. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi.” Lalu ia mendaftarkan latar belakang hidupnya: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.  (Filipi 3:5-6). –  Paulus secara daging layaklah berbangga dengan siapa dirinya dan apa yang ia telah capai sebagai seorang agamawan – ahli Taurat dan tidak bercacat di dalam melakukannya.

Setelah ia bertemu dan melihat kemulian Isa al-Masih dan mengerti firman-Nya, semua jerih payahnya melalui kebenarannya sendiri untuk mendapat pembenaran di mata Allah – ia bahkan telah memenjarakan dan membunuh banyak pengikut Isa al-Masih yang ia dahulu berpikir semua perbuatan itu akanlah menyenangkan Allahnya – ia katakan sekarang semua itu sebagai tidak berarti, suatu kerugian, dan sampah (ayat 7-9).

Membaca kitab Kisah para Rasul dan surat-surat Paulus kepada Jemaat-jemaat di Yunani dan Asia Minor kita tahu betapa rasul Paulus telah bekerja keras dan menderita penganiayaan yang berat. Rasul Paulus tahu persis semua itu bukanlah Satu Hal yang terpenting bagi Allah sekalipun semua itu sungguh menyenangkan Allah, ayat 13 dan 14 menyatakannya; Brothers, I do not consider myself to have embraced it yet. But this one thing I do: Forgetting what lies behind and straining forward to what lies ahead, I keep pursuing the goal to win the prize of God’s heavenly call in the Messiah Jesus.  (Filipi 3:13-14, ISV)

Apakah goal akhir yang rasul Paulus ingin capai? Satu hal saja, yakni berada bersama Tuhan Yesus Kristus selamanya (perhatikan kata “warganegara sorga” dan ” “serupa dengan tubuh-Nya yang mulia;”ayat 20-21) yang digambarkan raja Daud sebagai diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4).

IV. Kesimpulan dan Evaluasi.
Tujuan utama TUHAN menciptakan manusia adalah memiliki persekutuan yang akrab seperti hubungan orang tua dengan anaknya, untuk itu mengerti dan mengenal hati dan pikiran Pencipta kita adalah inti dari kehidupan. Satu hal terpenting yang sama seperti itu adalah TUHAN berkehendak dimanapun kita berada dan apapun yang kita perbuat ialah mencerminkan dan memancarkan sifat agung Dia agar supaya seluruh duniapun mengenal dan bersekutu kepada TUHAN; itulah tugas Adam dan Hawa pada awalnya yakni memelihara Taman Eden yang indah itu dan menguasai seluruh isinya. “Taman Eden” itu adalah dimana TUHAN menempatkan kita atau dimana Ia mengutus kita; jika anda seorang pelajar, maka sekolah, universitas tersebut ada di bawah tanggung jawab anda; itu adalah kantor jika anda seorang karyawan; itu adalah para karyawan anda jika anda seorang usahawan. Dan seterunya.
Apakah kita telah menerapkan Satu  Hal yang terpenting bagi Allah tersebut dalam hidup kita?

Jika Anda belum menerima Isa al-Masih sebagai Juruselamat dan Tuhan di dalam kehidupan Anda dan rindu untuk memiliki hubungan yang indah dengan TUHAN dan Isa al-Masih, bacalah Pendalaman Alkitab di Katagori “Keluar Dari Kekafiran.”


[1] Keluaran 26:1-14
[2] Keluaran 40:18-21; Keluaran 25:17-21
[3] Keluaran 25:22.
[4] Klaim Isa sebagai Allah. Wahyu 1:8,  21:6;  22:13 bandingkan dengan Yesaya 41:4; 44:6 dan 48:12
[5] Betania (Beth Anyah / Bethany; Rumah Palem) terletak tidak jauh dari timur kota Yerusalem, dimana tepat di atasnya terletak Mount of Olives (Gunung  Zaitun).
[6] Injil Yohanes 11.
[7] Idem , ayat 33-35
[8] Gamaliel adalah guru Torah / Taurat yang menjabat sebagai Mahkamah Agama Yahudi  lihat Kisah para Rasul 5:34

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.