Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru

12 11 2012

Tujuan pendalaman Alkitab ini:
1. Membawa pembaca mengerti bahwa penderitaan dan keallahan Isa al-Masih (Yesus Kristus) telah tertulis sedikitnya 400 tahun sebelum Dia hadir di bumi, dengan kata lain Alkitab membuktikan bahwa gossip Injil telah dirubah (Isa al-Masih tidak tersalib, hanya nabi biasa dan bukan Allah dan Tuhan) adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar kebenaran dan fakta.
2. Pembaca akan mengerti arti dari kata ” Alkitab” atau “Kitab Suci” yang sesungguhnya, itu lebih dari sekedar indah dan catatan sejarah yang akurat, tetapi juga penuh dengan inpirasi/ pewahyuan yang melampau kemampuan imajinasi manusia untuk sepanjang masa sebab Kitab Suci adalah perkataan tertulis Allah (logos), dan itu menjadi perkataan-Nya yang hidup  (rhema) jika Roh-Nya menerangi hati dan pikiran para pembacanya.
3. Menyadarkan pembaca bahwa Perjanjian Lama dan Baru adalah satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan gambaran utuh dari hati, pikiran dan rencana TUHAN, Allah semesta alam.
Catatan: Tulisan dari ayat-ayat di bawah semuanya diambil dari nabi-nabi Perjanjian Lama (Tanakh; orang Israel/ Ibrani menyebutnya) Alkitab terjemahan Indonesia Terjemahan Baru (ITB). Daftar ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak nubuatan yang telah digenapi oleh Isa al-Masih. Garis bawah menyatakan keallahan dan kemulian Isa al-Masih.

Illustrasi: Seorang menang lottre; kita sebut “kebetulan.” Seorang mampu menceritakan peristiwa-peristiwa masa lampau dengan benar; kita sebut “ia seorang sejarawan.” Seorang yang kita tidak kenal dapat menyebut nama, anggota keluarga dan dimana kita tinggal dan data-data pribadi kita lainnya; kita sebut “ia seorang agen rahasia.” Seorang berkata dengan tepat hal-hal yang kita telah perbuatan secara tersembunyi; kita sebut “ia seorang dukun.” Bagaimana kita menyebut pribadi atau kejadian ini jika pribadi ini berkata dua atau bahkan tiga ribu tahun yang lalu tentang akan lahir seorang bernama tertentu di kota dan negara tertentu, orang ini akan berbuat ini dan itu dan masyarakat dan bangsa penjajah tertentu akan melakuan ini dan itu – ajaibnya semua perkataan pribadi tersebut terjadi 100% tepat? Lebih ajaib lagi pribadi ini tahu apa yang akan terjadi pada orang ini seratus bahkan seribut tahun kemudian setelah kita hidup. Kita akui atau tidak, pasti pikiran kita mengetahui dan mengerti bahwa “pribadi tersebut adalah TUHAN,” dan semua kejadian tersebut adalah “murni perbuatan TUHAN,” dan tentunya orang yang diramalkan (dinubuatkan) tersebut pastilah “orang yang sangat penting.”

Daftar nubuatan nabi di Perjanjian Lama tentang Isa al-Masih yang tergenapi di Perjanjian Baru:
Nabi Mika bernubuat Isa al-Masih akan lahir di Betlehem, Israel:
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 2:1-6, Lukas 2:1-20

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah lahir melalui seorang perawan bernama Imanuel:
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (perawan/ virgin– di banyak terjemahan) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 1:18-25; Lukas 1:26-38

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih akanlah ada sebagai nabi seperti nabi Musa:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:17-19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 7:14-17; Kisah para Rasul 3:22-26.

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih masuk ke Yerusalem naik keledai muda disertai sorak-sorai penduduk:
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda (Zakharia 9:9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 21:1-9; Yohanes 12:12-16.

Nabi Daud dan nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah ditolak oleh bangsa-Nya sendiri:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Mazmur 118:22-23)
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (Yesaya 53:3)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 12:10-12; 26:3-4; Yohanes 1:11,12; 12: 37-41; Kisah para Rasul 2:23; 4:11-23.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah dihianati oleh satu dari orang-orang yang terdekat pada-Nya:
Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku. (Mazmur 41:10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat Yohanes 13:18 juga 6:70.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akan meninggal (demi dosa umat-Nya) setelah ditahan dan dihakimi:
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. (Yesaya 53:8)
Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. (Daniel 9:26)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:1-4; Lukas 23:1-25; Yohanes 19:1-5; Ibrani 13:12,20.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah tutup mulut didepan para penuduhnya:
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat: Matius 27:12-14; Markus 15:3-5; 1Petrus 2:23.

Nabi Yesaya dan Mikha bernubuat Isa al-Masih akanlah dipukuli punggung-Nya dan pipi-Nya akanlah dipukuli dan diludahi oleh para musuh-Nya:
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. (Yesaya 50:6)
Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. (Mikha 4:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 26:67; 27:26,30; Markus 14:65; Lukas 22:63 dan Yohanes 19:1-3. Setelah Isa disalibkan, beberapa puluh tahun berikutnya Yerusalem dikepung dan akhirnya di tahun 70 A.D. kota dan bait Allah diratakan oleh pasukan Titus; tepat apa yang para nabi dan Isa sendiri nubuatan.

Nabi Daud bernubaut Isa al-Masih akanlah disalibkan:
Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. (Mazmur 22:15-17)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:20,25; Yohanes 19:16-20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih saat di salib akanlah diolok-olok musuh-Nya atas nama TUHAN:
Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: “Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” (Mazmur 22:8-9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:39-44; Lukas 23:35-37.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih berdoa untuk para musuh-Nya menjelang kematiannya di kayu salib:
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa (syafaat; intercession) untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:27-28; Lukas 23:32-34

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah diberikan makanan beracun dan minuman cuka:
Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam. (Mazmur 69:21)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:34 dan Matius 27: 48; Yohanes 19:29.

Nabi Daud bernubuat jubah Isa al-Masih akanlah dilotre oleh para musuh-Nya:
Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. (Mazmur 22:19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:23-24; Matius 27:35; Markus 15:24 dan Lukas 23:34.

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih sebagai ”korban Domba Paskah” tulang-Nya tidak akan ada yang patah:
Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah; satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan. (Keluaran 12:46)
Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya. (Bilangan 9:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:31-36. Ayaib, Isa tersalib di hari Paskah (Passover) dimana Malaikat TUHAN tidak membunuh, tetapi melewatkan rumah-rumah yang palang pintunya diberi tanda darah domba dari perayaan Paskah tersebut di Mesir, sementara para putra tertua orang Mesir dicabut nyawanya.

Nabi Zakaria bernubuat setelah Isa al-Masih meninggal, Ia akan ditikam (pierced) ditangisi banyak orang seperti anak mereka sendiri:
 “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. (Zakharia 12:10).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:37. Dipandang sebagai Anak Allah, Tuhan dan Kristus (Al-Masih): Matius 27:54; Kisah para Rasul 2:23,36.

Nabi Yesaya bernubuat bahwa kematian Isa al-Masih akanlah ada sebagai persembahan korban untuk dosa manusia:
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:5-12).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 11:49-52; Kisah para Rasul 10:43; 13:38-39; 1Korintus 15:3; Efesus 1:7; 1Petrus 2:24-25; 1Yohanes 1:7-10. Dari kalimat berwarna ungu dan seterusnya, kita melihat rencana TUHAN yang jauh melebihi pikiran kita: kasih dan kemurahan TUHAN kepada kita; Isa akanlah bangkit dari kematian dan dipermuliakan lebih tinggi dari semua penguasa di bumi.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah bangkit dari kematian-Nya sebab Ia orang benar:
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. (Mazmur 16:8, 10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 28:1-10; Markus 16:1-8; Lukas 24:1-9, 44-48; Yohanes 20:1-31; Kisah para Rasul 2:25-28; 1Korintus 4-8.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah dipanggil dengan titel ke-Allah-an atau ke-Tuhan-an-Nya:
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera (son) telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Allah Perkasa: Yohenes 1:1; Titus 2:13; 1 Yohanes 5:20; Hikmat: Kolose 2:2b-3; Pendamai: Kolose 1:20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih setelah bangkit dari kematian akanlah duduk disebelah kanan TUHAN dan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek untuk selama-lamanya:
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mazmur 110:1,4)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 16:19; Kisah para Rasul 2:33-36; Ibrani 10:12-13; Ibrani 5:5-6,9-10;
Alkitab menulis: Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:1-3)

Sekarang kita melihat nubuatan para nabi apa yang akan terjadi kelak pada Isa al-Masih di masa depan.
Nubuatan-nubuatan lainnya tentang Isa al-Masih yang masih menanti waktu penggenapannya.
Nabi Daniel bernubuat Isa al-Masih akanlah datang kembali dengan kepenuhan kemulian-Nya berkendaraan awan-awan:
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:13-14)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru oleh Isa al-Masih dan para Rasul: Markus 14:61-62; Matius 24:30; 25:31; 26:64; Kisah para Rasul 1:9-11; Wahyu 1:7

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih akan melenyapkan senjata perang menggantinya dengan damai, dan Ia akan memerintah di seluruh bumi:
Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zakharia 9:10)
Nubuatan yang sama dari Para Rasul: Efesus 2:17 (orang dekat dan jauh adalah istilah bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain yang bukan Israel).

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah bertahta pada kursi kerajaan Daud:
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel. (Yesaya 9:6-7)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Lukas 1:32-33.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah memerintah atas seluruh bangsa dan bumi:
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mazmur 72:8,11)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Filipi 2:8-11; Wahyu 11:15; 19:11-16

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akan memerintah selama-lamanya:
Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. (Mazmur 45:7-8)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Ibrani 1:8-9; Wahyu 11:15

Bahan bacaan PA serupa:

  1. Prophecies Fulfilled by Jesus
  2. 351 Prophecies Fulfilled in Jesus Christ

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

Advertisements




Bg.2. Tujuan Torah/ Torat/ Taurat/ Tawrat TUHAN yang ditulis nabi Musa

23 08 2012

Jika saudara belum belajar bagian 1 dari seri Taurat ini, berhentilah membaca sebentar, pelajarilah dahulu bagian pertama dari seri Taurat ini.

Bagian 1. APAKAH SESUNGGUHNYA TORAH/ TORAT / TAURAT / TAWRAT NABI MUSA?

Berapa pentingnyakah mengerti tujuan dari  dan melakukan Taurat TUHAN? Sangat penting sekali. Raja Salomo yang sangat berhikmat menasehati betapa pentingnya menjaga lidah kita sebab hidup dan matinya tubuh kita dikuasai oleh lidah (Amsal 18:21),  maka mengerti tujuan dan melakukan Taurat TUHAN lebih penting dari menguasai lidah, sebab oleh firman TUHANlah kita akan diadili. Hidup kekal di sorga atau hidup kekal di neraka (disebut ”kematian yang kedua”) ditentukan bagaimana kita telah meresponi firman TUHAN tersebut. Ada empat tujuan utama TUHAN memberikan taurat ini kepada nabi Musa.

Tujuan diturunkannya Torah/  Torat/ Taurat/ Tawrat

 I. Untuk Membongkar Dosa Manusia
Taurat diberikan untuk memberi pengertian kepada setiap manusia apa itu dosa dan menyadarkan manusia akan kondisi hidupnya yang berdosa.

1. Taurat diberikan untuk setiap manusia sebagai standard moral. Banyak orang Kristen berpikir bahwa Taurat hanya untuk orang Yahudi (Israel), sejarah Gereja menulis bahwa doktrin (pemikiran teologia) ini bersumber dari Eropa, dari pemikiran politik yang kemudian menjadi doktrin Gereja tersebut terjadi sejak abad-abad pertama ke Kristenan dijadikan negara agama oleh Kerajaan Romawi. Alkitab berkata sadar atau tidak sadar setiap orang tahu di dalam hatinya akan Taurat TUHAN, kesadaran seorang bahwa ia orang berdosa sekalipun belum pernah diberitakan atau membaca Alkitab, menunjukkan Taurat sudah ada -sekalipun tidak lengkap- di dalam nurani orang tersebut (Roma 4:15), dan juga tertulis: ”bangsa-bangsa (_ lain; ITB/ orang kafir; ITL/ Gentiles; English) yang tidak memiliki torat dapat melakukan torat secara alamiah … adalah torat bagi diri mereka sendiri.” di Hari Penghakiman akan diadili oleh Isa al-Masih sesuai dengan apa yang telah ada di dalam batin mereka. (Roma 2:14-16; ILT).

2. Taurat menyatakan kepada manusia apa sesungguhnya dosa. Dosa adalah pelanggaran akan firman TUHAN. Firman TUHAN ini dapat berbentuk instruksi, pengajaran, perintah, ketetapan, aturan, hukum. Seorang primitif tidak tahu apa itu dosa membunuh atau dosa menyembah berhala kalau Taurat tidak mengatakan kepadanya: ”Jangan membunuh!” dan ”Jangan menyembah ilah lain selain TUHAN!”

Rasul Paulus, seorang ahli Taurat, menggambarkan fungsi Taurat sebagai pengungkap dosa dengan baik sekali: Oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. … Oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Terjemahan lainnya:

  • ”… aku tidak mengenal dosa, kecuali melalui torat; … tidak mengetahui keinginan, kecuali torat mengatakannya, “Jangan mengingini!” … supaya dosa itu dinyatakan dosa …. supaya dosa dapat menjadi kelimpahan kedosaannya melalui perintah itu (Roma 7:7; ILT).
  • “… I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet. … sin, that it might appear sin, …; that sin by the commandment might become exceeding sinful. (Roma 7:7,13; AKJV)

Rasul Yakobus menggambarkan tujuan Taurat ini sebagai cermin, untuk mengetahui kondisi muka dan tubuh rohani kita (Yakobus 1:23).

Rasul Yohanes mendifinisikan dosa sebagai melanggar hukum Allah: Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Terjemahan lain:Whosoever committeth sin transgresseth also the law: for sin is the transgression of the law. (AKJV) (1 Yoh. 3:4).

3. Taurat menyatakan bahwa semua manusia telah jatuh kedalam dosa.
Dari point I butir 1 dan 2, kita sekarang tahu bahwa kita tergolong orang berdosa. Daftar dosa ini bisa dibaca pada Roma 3:10-18, merefer dari Mazmur 14:1-3.
Dengan diturunkannya Taurat, maka sekarang:
a. manusia menjadi tahu apa yang baik (membawa pembenaran) dan apa yang jahat (membawa penghakim; upah dosa adalah maut, ujung dari maut adalah hukuman kekal). Baca 6:23;
b. manusia sadar bahwa ia manusia berdosa- sedikitnya pernah melanggar satu dari 10 perintah TUHAN
c . manusia disadarkan oleh nuraninya untuk berbuat baik, demi menghindari hukuman kekal- inilah sebabnya mengapa lahir banyak agama, yakni untuk memperbaiki posisi manusia demi mencari pembenaran dari Penciptanya.

II. Untuk menyatakan ketidak mampuan  manusia menyelamatkan dirinya sendiri
”Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia (yakni dosa) membunuh aku. (Roma 7:9-11).

Di dalam agama Islam, kita mengenal ”hukum Sharia” / “hukum Islam” yang berasal dari sebagian ”hukum” Taurat Musa dan ditambah dengan ajaran nabi Muhammad.
Bukti menunjukkan bahwa semakin orang serius ingin sempurna menjalankan seluruh hukum Taurat atau Sharia (bagi yang Muslim) ia semakin frustasi oleh kegagalan, yang berakibat menjadikan dirinya sendiri sebagai orang yang ”tidak dapat mengampuni orang lain” dan ”menjadi hakim atas orang lain.” Kedua sikap buruk ini adalah pantulan dari pergumulan batinnya yang frustasi tersebut. Tanpa ia sadari ia  telah berubah dari orang normal (sadar sebagai orang berdosa dan memiliki kelemahan) menjadi orang munafik. Bacalah Injil Matius 7:1-5 atau Lukas 6:39-42, lanjut ke ayat 43-45. Ayat 46 adalah klimak dari orang munafik beragama; dengan perumpamaan lain: orang negro asli jauh lebih tampan dari Michael Jackson yang telah dioperasi kecantikan puluhan kali.

Ketidak mampuan manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri juga terlihat pada ayat ini: Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. (Roma 3:19-20)

Perhatikan kalimat penting ini: Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat – Taurat diberikan bukan untuk membawa dunia kepada keselamatan, tetapi sebaliknya  Ayat ini juga membuktikan bahwa Taurat diberlakukan sebagai standard untuk semua bangsa/ setiap orang.

Kesombongan manusia yang berdosa ditundukkan oleh Taurat; di mata TUHAN, kebaikkan manusia hanya seperti rumput dan bunga di padang yang segera kering ketika Ia meghembuskan nafas-Nya (Yesaya 40:6, 8 dan Maz. 103:15-17).

Tragis sekali bukan, semakin kita berusaha ingin mencari pembenaran melalui hidup DI BAWAH Taurat TUHAN, semakin kita babak belur oleh perbuatan kita sendiri.
Standar-Nya terlalu suci dan tinggi untuk kita mampu mencapainya melalui kekuatan dan kebaikkan kita sendiri. Pada tujuan keempat dari Taurat, kita akan belajar bahwa pembenaran manusia dari dosanya hanya lah melalui anugerah TUHAN semata.

III. Untuk memelihara keberadaan bangsa dan negara Israel
Kitab Taurat banyak memuat kalimat seperti ini ”itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun,” ketetapan ini berlaku untuk merayakan hari-hari raya (Keluaran 12), cara beribadah (Kel. 27; Imamat 16, 23); cara hidup (Im. 3:17) dan bermasyarakat (Bilangan 35). Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu. (Kel. 12:24)
Oleh sebab itu rasul Paulus berkata kepada orang Israel: Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. (Galatia 3:23)

Ketetapan dan Peraturan TUHAN ini menjaga bangsa Israel terpisah  dari bangsa-bangsa lainnya. Tidak ada satu suku bangsa di dunia yang tetap menjaga bahasa, budaya dan tata ibadah selama hampir 4000 tahun, kecuali bangsa Israel. Sekalipun mereka telah terusir dari tanah mereka dan terserak ke seluruh penjuru dunia selama lebih dari 2500 tahun mereka tetap sama sampai hari ini. Kebenaran ini telah dinyatakan TUHAN kepada nabi Beleam, ketika ia diminta oleh raja Moab untuk mengutuki bangsa Israel: Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah? Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN? Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir. (Bilangan 23:8-9).

TUHAN memiliki tujuan khusus mengapa Ia memilih Israel sebagai bangsa-Nya dan memeliharanya sampai hari ini. Ia memberikan Taurat-Nya yang sempurna  kepada Israel (Kel. 15:25b; Ulangan 4:40), serta memberkati dan melindungi Israel secara luar biasa, dan di lain pihak mendisiplinkan Israel dengan keras ketika mereka berontak kepada-Nya. Dunia memerlukan contoh yang kelihatan; dan TUHAN memilih Israel untuk bangsa-bangsa lain belajar dan mengenal sifat TUHAN. Paulus berbicara tentang masa lalu dimana sebagian orang Israel dibinasakan TUHAN di padang gurun oleh karena pemberontakan mereka: ”Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:11-12)

IV. Untuk memimpin orang kepada Isa al-Masih
Sekarang kita memasuki bagian terpenting dari tujuan  Allah menurunkan Taurat-Nya; Ini adalah, menurut Alkitab, tujuan TUHAN yang terutama mengapa Taurat diturunkan;
Taurat TUHAN yang datang melalui nabi Musa adalah bayangan dari firman TUHAN yang akan datang kemudian. Taurat TUHAN itu sempurna, seperti kita telah pelejari di atas, namun bayangan bukanlah wujud asli, wujud asli dari Taurat adalah Firman TUHAN yang telah datang menjelma menjadi manusia, dan hidup di antara munusia, Dialah Isa al-Masih, Yesus Kristus orang Kristen menyebut-Nya.

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. (Yoh. 1:29) adalah gambaran jelas dari bayangan Domba Paskah di Keluaran 12.

Keselamatan kekal bukan melalui perbuatan baik orang, tetapi melalui anugerah TUHAN semata-mata yang bekerja melalui iman kita telah dinubuatkan oleh para nabi. Misalnya, Nabi Musa: seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:18-19). Rasul Petrus merefer ayat ini ketika ia berbicara tentang Isa al-masih (Kis. 3:22-26).

Perhatikan kalimat yang digaris bawahi, perubahan ”pertanggung jawaban manusia kepada TUHAN” terjadi pada saat Isa al-Masih datang; sebelumnya terhadap Taurat-Nya yang diberikan melalui nabi Musa, namun sekarang terhadap Taurat-Nya melalui mulut Isa al-Masih.

Paulus sebagai seorang ahli Taurat dan rasul dari Isa al-Masih melukiskan perubahan itu demikian: Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. (Galatians 3:23-24, ITB)

Kata Yunani yang diterjemahkan ”penuntun” (tutor/ shoolmaster) di sini adalah paidagogos yang berarti seorang pemimpin budak pria yang bertugas secara khusus memberi pelajaran-pelajaran dasar kepada anak-anak majikan mereka setiap hari untuk mempersiapkan mereka masuk sekolah dimana mereka akan mendapat pelajaran-pelajaran yang lebih tinggi.

Dengan kata lain, setiap orang yang ingin masuk kedalam Kerajaan Sorga, ia harus belajar mengenal prinsip-prinsip dasar cara hidup di Kerajaan Sorga (ketetapan, perintah dan aturan TUHAN) dari Taurat Musa (tutor), lulus dari sini, ia akan dikirim masuk ke ”sekolah iman,” belajar ajaran dan perintah Isa al-Masih dari Roh Kudus (adviser).

Sebagaimana layaknya di dalam dunia pendidikan, bahwa ilmu-ilmu dasar tidak dibuang tetapi tetap dipakai sebagai standard di dalam penerapan-penerapan untuk  ilmu yang lebih tinggi, demikian juga di dalam kerohanian, Taurat tidak dihapuskan, sebaliknya tetap dipakai di dalam kehidupan orang beriman (1Yoh. 3:4) yang telah dibenarkan TUHAN atas dasar anugerah-Nya, dan bukan perbuatan kita. (Efesus 2:8-9).

Kesimpulan. Dari seluruh pendalaman Alkitab di sini, kita dapat simpulkan:
1. Taurat TUHAN (yang ditulis nabi) Musa itu sempurna dan tetap berlaku sebagai standard moral manusia, yang Allah akan pakai untuk menghakimi umat-Nya
2. Tidak ada satu orang-berdosa pun yang akan mampu melakukan seluruh Taurat (instruksi/ perintah/ ketetapan) TUHAN secara sempurna.
3. Semua orang yang mencari pembenaran TUHAN melalui usaha perbuatan baik diri sendiri agar bisa masuk Sorga, pasti akan gagal, bahkan akan mendapat hukuman dari Allah.
4. Taurat diberikan kepada manusia supaya manusia pada akhirnya datang beriman kepada Isa al-Masih, satu-satunya jalan yang telah disediakan TUHAN, untuk manusia dapat dibenarkan – ini adalah anugerah-Nya untuk setiap manusia.
5. Jika seorang tidak mau beriman (menerima ajaran  dan korban darah) Isa al-Masih = menolak anugerah penebusan dosa yang TUHAN telah sediakan, namun ia ingin masuk Sorga konsekuensinya ia harus melewati terowongan panjang Taurat TUHAN yang tertulis di kitab Musa. Hukuman yang mereka akan terima tentu lebih berat dari mereka yang sama sekali belum pernah mendengar berita Injil-Nya.

Bacaan tambahan yang dianjurkan:

CHAPTER 6 Lawlessness

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 





Keabsahan Alkitab Sebagai Firman TUHAN, Allah Semesta Alam

14 06 2012

Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:19-21)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Sejarah penulisan Alkitab, pendahuluan
  • Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
  • Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
  • Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
  • Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini

Mengklaim sesuatu adalah bagian dari hak setiap orang, namun klaim itu menjadi sah dan legal setelah dibawa ke dalam suatu proses uji yang netral dan legal. Pengujian atas sesuatu di dalam keyakinan Kristianiti adalah sesuatu yang umum, itu tidak tabu sama sekali. Orang  beriman bukan saja berhak menguji suatu ”klaim” bahkan Alkitab sendiri menganjurkan setiap orang beriman untuk ”menguji segala sesuatu” sebelum ia menerima suatu ”klaim” sebagai kebenaran, seperti tertulis pada 1 Yohanes 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Ayat ini membuktikan bahwa keimanan bukanlah apa yang ahli agama (nabi, ahli kitab suci dan imam dan sejenisnya) klaim tentang sesuatu sebagai ”kebenaran yang datang dari Allah.” Kebenaran yang datang dari Allah haruslah sesuai dengan ajaran Roh Allah, sebab Firman (Perkataan) Allah dan Kesaksian Roh Allah berasal dari satu sumber yang sama (Yohanes 16:13-15). Ayat berikutnya dari 1 Yohanes 4 adalah sebuah contoh pengujian sebuah klaim, baca ayat 2-3. Karena TUHAN adalah Allah yang hidup dan yang tidak berubah, maka kita mendapat suatu kepastian bahwa ”jika TUHAN telah berjanji pada masa yang lalu, maka janji itupun berlaku pada masa kini,” dan ”jika TUHAN telah berbicara, maka hal itu akan terjadi, lambat atau cepat sesuai pada waktu yang Ia telah tetapkan.”

Pendahuluan: Sejarah Penulisan Alkitab.
Kitab Suci Alkitab sangatlah unik, itu bersumber dari banyak penulis dari latar belakang sosial yang berbeda (nabi, raja, perdana menteri, ahli kitab suci sampai penjala ikan). Ditulis dalam perjalanan waktu yang begitu panjang dari 1450 B.C. (kitab Torah) sampai akhir abad pertama (sebelum 100 A.D.), jadi ada sekitar 1450 tahun bedanya antara kitab pertama dengan kitab yang terakhir. Lebih unik lagi itu ditulis di banyak negara, Tanah Midian (Arab Saudi), Kanaan (Israel), Babilonia (Irak), Persia (Iran), Yunani dan Asia Minor (Turki). Kitab-kitab Perjanjian Baru (PB) umumnya di tulis di Israel, Yunani, dan Turki. Bahasa asli dari kitab-kitab suci di Perjanjian Lama (PL) adalah Ibrani (kitab Torah, Yosua, kitab para nabi, dll.), Aram (kitab Daniel, sebagian kitab Ezra). Bahasa kitab-kitab PB adalah Ibrani, Yunani. Beberapa ahli kitab percaya bahwa sebagian kitab Perjanjian Baru berbahasa Aram. Sebagian salinan dari kitab-kitab suci di Alkitab masih ada sampai sekarang, seperti kitab Yesaya (ada di musium Israel), dan kitab Injil Markus baru saja ditemukan beberapa tahun lalu.
Penterjemahan. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Aram terjadi pada tahun 400 B.C., dikenal sebagai Aramaic Targums. Lalu dari Ibrani ke Yunani pada tahun 250 B.C., kitab ini dikenal sebagai Septuagint (artinya ”70”, diterjemahkan oleh 70 orang Yahudi). Alkitab PB mulai diterjemahkan ke bahasa Aram, Latin dan lainnya pada tahun 180 A.D. Kedalam bahasa Inggris (dari Latin) pada tahun 1380 oleh Dr. John Wycliffe dan Yunani ke Inggris dan Jerman sekitar dua ratus tahun kemudian setelah Wycliffe. Terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang umum dipakai oleh ahli-ahli Alkitab adalah Authorized Version (AV) atau di Amerika dikenal sebagai King James Version (KJV), sebab isinya lebih mendekati kitab-kitab suci yang umum dipakai oleh Gereja-gereja Tua, dikenal sebagai The Majority Text.

I. Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
Seorang yang mengaku nabi atau berkata demi nama TUHAN atau Allah, namun perkataannya tidak terjadi, maka perkataan tersebut bukanlah berasal dari TUHAN (Ulangan 18:22).
Ada sekitar 2500 perkataan nubuatan di dalam Alkitab, sekitar 2000 diantaranya telah terjadi atau tergenapi sesuai apa yang telah tertulis. Sisanya sedang menantikan penggenapannya. Beberapa contoh: Perkataan nubuatan kepada nabi Musa akan datangnya hamba TUHAN (Al-Masih) (Ulangan 18:15-19; Yohanes 5:46-47 dan Kis. 3:22-23). Perkataan nubuatan melalui nabi Daniel akan lahirnya lima kerajaan dunia yang besar setelah Babilonia, datangnya kerajaan kelima (campuran tanah dan besi) sedang menuju kepada penggenapannya. (Daniel 2:19-23, 31-49). Telah banyak artikel dibuat untuk topik ini.

II. Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yohanes 10:24) Beberapa orang Yahudi meminta kepastian dari Isa, benarkah Dia adalah al-Masih (Mesias) yang telah dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Isa mempertahankan klaim-Nya sebagai Penebus / Juruselamat Israel dan sekaligus sebagai Putra Allah dengan mengutip ayat Perjanjian Lama dari kitab Mazmur, yang Ia nyatakan sebagai ”torat (hukum) kamu:”

YESUS menjawab kepada mereka, Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?” Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang firman Elohim telah datang – dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Elohim?  (Yohanes 10:34-36, ILT)*

Dalam jawaban ini Isa (Yesus) memakai dua sebutan yang kemudian dipakai oleh murid-murid-Nya untuk merefer kepada Alkitab. Yang pertama ialah firman Allah (the word of God), dan yang kedua adalah kitab suci (the Scripture). Isa menyebut Alkitab “firman Allah,” Dia menunjuk bahwa kebenaran-kebenaran yang muncul di dalamnya berasal dari Allah, bukan dari manusia. Manusia sebagai penulis  firman Allah hanyalah alat atau hamba Allah. Titel ke dua “kitab suci / scripture,” Isa menunjuk sebuah batasan keilahian Alkitab, itu nampak dari arti literal dari scripture (kitab suci): “itu yang ditulis,” Batasan keilahian yang dimaksud di sini ialah Allah Yang Mahakuasa tidak menaruh seluruh pengetahuan dan tujuan-Nya dalam setiap aspek atau menditel. Ini juga terbukti bahwa kitab suci tidak merekam semua pesan yang Allah telah berikan kepada hambanya (Yohanes 21:25).

Isa al-Masih di dalam pelayanan-Nya sangat sering mengutip kitab-kitab Perjanjian Lama, yang Ia refer sebagai “kitab-kitab para nabi”, contoh:

  • Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) Mengutip kitab Musa, Ulangan 8:3
  • Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13). Ia mengutip dari Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11
  • Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (Matius 15:7)
  • “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel … (Matius 24:15)
  • Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. (Yohanes 6:45). Ia merefer kepada Yesaya 54:13, Yeremia 31:34, Mika 4:2

 Jelas terlihat bahwa Isa pada Yohanes 10:34-36 dengan otoritas-Nya sebagai Al-Masih (Mesias) menyatakan bahwa Alktiab adalah firman Allah dan kitab suci.

III. Perkataan peneguhan dari para rasul tentang keabsahan Alkitab
Alkitab secara gamblang menunjukkan bahwa hanya ada satu penguasa, pengaruh yang tidak nampak yang mana Allah telah memimpin dan menpengaruhi roh dan pikiran dari penulis kitab-kitab suci di Alkitab, pribadi tersebut adalah Roh Kudus, Roh Allah sendiri, seperti rasul Paulus telah nyatakan, Segala tulisan (All Scipture)  yang diilhamkan Allah (by inspiration of God) memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Kata ”diilhamkan Allah” diterjemahkan dari bahasa Yunani ”theopneustos” secara literal berarti ”(dibuat) dari nafas Allah” (inbreathed of God) dan berhubungan secara langsung dengan kata Roh. Dengan perkataan lain, Roh Kuduslah yang menjadi sumber kendali dari para penulis kitab-kitab suci (all Scripture).

Rasul Petrus juga menulis hal yang sama: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:20-21)

Lukas penulis kitab Lukas (dan juga kitab Kisah para Rasul) menggarisbawahi dasar penulisan Injilnya dengan kalimat: Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (Lukas 1:3)

Kata Yunani anothen yang diterjemahkan sebagai ”dari asal mulanya” berarti secara literal ”dari atas.” Lukas adalah seorang dokter kesehatan, tapi ia mengakui bahwa sumber tulisannya bukan berasal dari hikmat manusia, melainkan ”dari atas.”

Kata Yunani anothen yang sama Isa al-Masih pakai ketika Ia berbicara kepada Nikodemus, guru agama Yahudi, syarat seorang dapat melihat Kerajaan Allah: YESUS menjawab dan berkata kepadanya, ”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan dari atas (kembali, born again) , ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3; ILT)

Ini sejalan dengan apa yang Isa katakan bagaimana seorang dapat beroleh hidup kekal: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yohanes 6:63)

Jadi hal yang terutama manusia harus sadari ialah bahwa oleh dorongan Roh Kuduslah para penulis Alkitab menulis pesan-pesan nubuatan di Kitab Suci (Scripture).

IV. Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
Pernyataan Isa lainnya yang penting tentang Alkitab (dari jawaban di atas pada Yohanes 10:34-36) ialah “tidak mungkin dibatalkan” (cannot be broken). Orang bisa saja berargumen atau menolak sebagian dari isi Alkitab, tetapi Isa memateraikan kitab Perjanjian Lama  sebagai firman Allah yang kudus dengan berkata, ”kitab suci tidak mungkin dibatalkan!” Materai ini menguatkan apa yang Isa pernah katakan sebelumnya pada awal pelayanan-Nya bahwa tidak satu iota (tanda baca dalam huruf Ibrani) dari hukum Taurat yang dihapuskan sebelum terjadi: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torat (the law) atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Torat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18)

Catatan: Kata “menggenapinya” sering disalah artikan oleh orang Kristen sebagai “tidak berlaku lagi,” jika kita baca pada konteknya dan juga kitab-kitab suci lainnya di Perjanjian Baru kata ini lebih tepat diartikan sebagai ”menyempurnakannya.” Bedanya ialah pada Perjanjian Lama manusia dibenarkan jika hidup dibawah Torat, setelah Isa bangkit dari kematian-Nya (Perjanjian Baru), manusia dibenarkan hanya oleh iman kepada karya agung Isa di salib (menebus dosa manusia melalui darah-Nya sendiri) dan hidup di dalam Torah yang ada di dalam pikiran dan hati mereka. Kita akan pelajari topik ini dilain hari.

Kitab-kitab Perjanjian Baru juga memiliki kuasa kekekalan seperti kitab-kitab di Perjanjian Lama. Perjanjian Baru berisi perkataan (langsung dan diteruskan oleh murid-murid-Nya) dan ajaran Isa al-Masih. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Markus 13:31). Lebih lanjut Isa menyatakan: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Dengan pernyataan ini, Isa menegaskan bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru sangatlah berotoritas, itu menentukan tujuan akhir hidup seorang di bumi, ke surga atau ke neraka.

Pada hari-hari terakhir sebelum Ia memberikan diri-Nya sebagai korban penebusan dosa umat manusia di Hari Paskah, Isa kembali mengingatkan umat-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35)

V. Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini
Kita telah mempelajari bahwa kitab-kitab suci di Alkitab secara jelas menyatakan bahwa semuanya ditulis berdasarkan ilhaman Roh Allah, karenanya memiliki kuasa penuh dan bersifat kekal, tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
Sekarang kita sampai pada pengujian terakhir dari keabsahan Alkitab sebagai firman TUHAN. Sebuah teori, sebagus apapun, hanyalah teori belaka jika tidak dapat diwujudkan di dalam alam nyata.
Alkitab penuh dengan mujizat dan penggenapan nubuatan. Isa al-Masih dan murid-murid-Nya seperti tertulis di Alkitab melakukan banyak mujizat, … jika Alkitab adalah benar Firman TUHAN, Allah Yang Hidup Kekal dan Mahakuasa, seharusnyalah janji-janji yang tertulis di Alkitab itu juga terjadi SEKARANG ini. Ada ratusan kesaksian tertulis bagaimana orang-orang di abad ini telah mengalami kuasa Allah melalui Firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Contoh situs kesaksian:

Saya pribadi adalah juga satu dari banyak saksi hidup di atas.

Inilah sebabnya raja Daud dapat berkata: Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7)

Giliran Anda. Sekarang giliran saudara sendiri menguji keabsahan Alkitab tersebut. Mintalah TUHAN merubah hidup saudara melalui Firman-Nya. Ia menggaransi janji-Nya: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Matius 7:7-8)

Artikel bagus untuk dibaca:

*/  ILT Kitab Suci (Alkitab) Indonesian Literal Translation. Elohim adalah kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai God dan Allah.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Firman Allah tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi

6 05 2012

Pendalaman Alkitab 4 (untuk) Muslim ini akan menolong pembaca mengerti keabsahan Alkitab dan kuasanya dari pengajaran Isa al-Masih sendiri.

Ketika Isa al-Masih hadir dan memulai pelayanan-Nya, Isa melakukan perbuatan-perbuatan mujizat dan mengajar Alkitab (tentunya disini ialah kitab-kitab Perjanjian Lama, sebab Perjanjian Baru baru mulai ditulis setelah Ia hadir di bumi) secara menakjubkan – Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? (Matius 13:54)

I. Kitab-kitab pada Alkitab Perjanjian Lama adalah Kitab Suci.
Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? (Yohanes 10:34-36)

1. Kitab Taurat adalah termasuk juga kitab-kitab Perjanjian Lama selain lima kitab Musa. Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? (ayat 34).  Isa mengutip ayat tersebut dari kitab Mazmur 82:6, dan berkata ”Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu.” Pengakuan kitab-kitab Perjanjian Lama di luar lima kitab yang ditulis nabi Musa sebagai ”kitab Taurat” juga terdapat pada ajaran orang-orang Yahudi nampak pada tulisan di Talmud: “Dimanakah kebangkitan orang mati terdapat di Taurat?” Jawaban yang diberikan adalah Mazmur 84:4 dan Yesaya 52:8.

2. Kitab-kitab yang ditulis pada Alkitab Perjanjian Lama adalah Kitab Suci.  Kita tahu bahwa kitab-kitab di Alkitab ditulis oleh manusia, tetapi Isa al-Masih mengatakan bahwa semua kitab itu adalah Kitab Suci, artinya perkataan Allah sendiri yakni firman Allah, itu nampak dari pernyataan nabi Isa tentang tulisan raja Daud di kitab Mazmur/ Zabur ini:  sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan.  Jadi pernyataan ”Aku telah berfirman:” adalah perkataan Allah melalui tulisan tangan raja Daud, atau dengan kata lain raja Daud menulis itu dengan ilhaman Roh Allah.

Di Akhir Jaman ini, dimana nilai-nilai moral semakin menurun degan pesat, banyak pengajar agama mencoba menyesuaikan ajaran mereka dengan budaya modern agar tidak dikatakan kolot atau dicap sebagai orang fanatik, namun Alkitab tetap berdiri sebagaimana itu telah tertulis, Allah TUHAN penguasa jagat raja ini tetap berpegang pada standard moral diri-Nya, bahwa pribadi dan perkataa-Nya adalah tetap sama: Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? (Bilangan 23:19)

3. Kitab Kitab Suci Perjanjian Lama tetap berlaku sampai sekarang. Ada ajaran Kristen yang menyalah artikan perkataan kitab Ibrani 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri…” , mereka mengajar bahwa perintah-perintah dalam Perjanjian Lama tidak berlaku lagi sebab Isa al-Masih telah datang. Benar bahwa korban penebusan dosa melalui darah binatang tidak perlu lagi sebab Isa al-Masih telah menebus dosa kita melalui darah-Nya sendiri (Ibrani 9), tetapi juga benar bahwa perintah-perintah moral di dalam kitab Taurat, ingat tidak hanya kitab Musa, tetap berlaku, sebab mereka itu belum tergenapi, bukti ini jelas sekali dari pengajaran Isa sendiri: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17). Kata “menggenapinya” ialah Isa menyempurnakan arti yang sebenarnya dari hukum-hukum tersebut, seperti nampak pada ayat-ayat seterusnya.

Ke kuasaan dan kebesaran Perjanjian Lama sebagai firman Allah dapat dilihat pada perkatan Isa pada ayat 18nya: Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

II. Kitab-kitab pada Alkitab Perjanjian Baru adalah Kitab Suci.
Isa al-Masih juga mengajar bahwa kitab-kitab di Perjanjian Baru adalah firman Allah. Isa membuat semua hal yang penting yang berhubungan dengan ketepatan perkataan Allah tentang saat itu dan saat yang akan datang (kata-kata nubuatan) untuk ditulis oleh para rasul-Nya: Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus para nabi dan orang bijaksana dan para ahli kitab (scribes) kepadamu … (Matius 23:34, ILT)

Kata para ahli kitab atau scribes berarti ”para penulis,” yakni mereka yang menyatakan semua perkataan Isa al-Masih kedalam bentuk tulisan.

Petrus menulis bahwa nubuatan dalam Kitab Suci adalah dorongan Roh Kudus kepada orang tertentu: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Peter 1:20-21)

Petrus juga menyatakan dalam tulisannya bahwa ia hanya menulis ulang dari sumber yang sama, yaitu Isa al-Masih (2 Pet 3:1-2), termasuk Paulus (ayat 15-16).

Lukas, penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul menyatakan bahwa diapun menulis berdasarkan pengetahuan yang sempurna yang ia telah dapati dari sumber asalnya. It seemed good to me also, having had perfect understanding of all things from the very first, to write unto thee in order, most excellent Theophilus, (Luke 1:3, KJV)

From the very first (dari asal mulanya)” artinya secara literal ialah “dari atas (from above / anothen (bahasa Yunani). Adalah kata Yunani yang sama dengan kata “again/ from above” yang Isa pakai pada Yohanes 3:3 “born again” (lahir kembali).” Lukas dengan kata lain menyatakan bahwa kitab yang ia tulis itu berbersumber dari pengaruh langsung Roh Kudus, melalui saksi mata dan pelayan Firman (ayat 2).

Khususnya kitab Wahyu, penulisannya jelas menyatakan bahwa itu adalah pernyataan Isa secara langsung kepada Yohanes , ”tuliskanlah” sebanyak 11 kali.

Isa sebelum Dia naik ke sorga, sekali lagi meneguhkan keabsahan Alkitab baik Perjanjian Lama maupun Baru: Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu [Perjanjian Baru], yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur [Perjanjian Lama].” (Lukas 24:44)

Melalui penelitian yang dalam, keabsahan Perjanjian Lama dan Baru sebagai Kitab Suci adalah benar, itu tampak pada kuasanya dan ketepatan nubuatan-nubuatannya.

Alkitab menulis bahwa Isa al-Masih akan diserahkan kepada manusia dan dibunuh namun bangkit pada hari ketiga (Matius 17:22-23), kedua nubuatan ini telah tergenapi. Isa, seperti Alkitab telah menulis, bahwa Dia akan datang lagi ke bumi, tetapi yang terakhir ini sebagai Hakim bagi semua mahluk di bumi, Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman (Yohanes 12:48).

Apakah kita sudah siap dengan hari penghakiman terakhir ini? Bertindaklah, bertobatlah segera!

Catatan kaki:
ILT: Indonesian Literal Translation
KJV: King James Version

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Sifat Ke-Allah-an Isa al-Masih

1 05 2012

Illustrasi: Berikut ini kesaksian John (nama samaran), seorang pelajar Indonesia yang pernah belajar di Australia,  di sebuah sekolah yang terdiri dari multibudaya dan kebangsaan. Setiap pagi sebelum kelas dimulai, semua stuff dan pelajar berkumpul untuk 30 menit kerja bakti bersama. Suatu kegiatan yang menyenangkan, John mengingat. John sebagaimana biasanya setiap pagi ia bangun mandi dan memakai farfum sebelum pertemuan pagi tersebut. Pagi itu adalah hari yang tidak mudah dilupakan John, seorang stuff sekolah, wanita Fiji, dengan ramah menghampirinya, dengan seyum yang sangat manis menyapa John dalam bahasa Indonesia, “Kamu bau kentut!” John terkejut dengan sapaan lembut tetapi sangat tidak sopan ini. John menatap wajah wanita Fiji dan bertanya dengan penasaran, “What did you say?” Wanita ini mengulagi kalimat yang sama dengan lebih pasti dan hati-hati disertai senyum yang lebih sopan, “Kamu bau kentut!!” Tiba-tiba terdengar suara tertawa yang keras dari beberapa pemuda Australia yang hanya berjarak 10 meter dari John. Tertawa keras ini menyadarkan wanita Fiji tersebut, ada sesuatu yang tidak beres pikirnya, mukanya menjadi merah dan ia meloncat-loncat marah sambil tertawa dan berkata berkali-kali “Apa yang telah terjadi?” Ia memukul-mukul dengan telapak tangannya ke badan pria yang tertawa paling keras (yang ternyata ‘guru bahasa Indonesia’ wanita tersebut). Wanita itu bertindak seperti gadis kecil yang sedang ngambek kepada papinya, “tell me! tell me! what’s funny?” Para pemuda tersebut hanya bisa tertawa semakin keras. John melihat semua ini menjadi mengerti apa sesungguhnya yang telah terjadi: seorang telah mengajari orang lain suatu kalimat bahasa Indonesia yang tidak sopan! “Hmm itu lucu, tetapi suatu tindakan yang tidak sopan,” John berkata kepada dirinya sendiri dengan kesal namun tanpa kemarahan sebab John tahu bahwa teman-temannya itu hanya ingin bercanda.
Pembawa gossip sering kali tidak menyadari apa yang ia perbuat, sementara pembuat gossip (para setan) tertawa terbahak-bahak menyaksikan gossipnya tersebar luas.

Alkitab ini akan membuat Anda mengerti:

  • bahwa Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi
  • Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perbuatan-Nya
  • Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perkataan-Nya sendiri

I. Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi.
Kenabian Isa al-Masih telah diakui oleh banyak agama, namun banyak pemimpin agama yang belum mengetahui bahwa Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi, sebagaimana Alkitab telah menulisnya.

1. Pada Alkitab Perjanjian Lama, nabi yang terkenal dengan segala mujizat yang sangat luar biasa adalah nabi Musa. Nabi Musalah satu-satunya nabi yang berhadapan muka dengan muka dan dikenal sebagai pembawa perintah Allah, dikenal sebagai Torah atau Taurat (Yohanes 7:19). Kepada nabi Musalah Allah TUHAN telah memberi ”kertas blueprint” bagaimana bentuk dan ukuran kemah suci harus dibangun, yang menjadi model acuan bagi bait suci yang dibangun raja Salomo dikemudian hari. Tetapi Alkitab membandingan kebesaran nabi Musa tersebut sebagai tidak sebanding dengan kebesaran nabi Isa al-Masih,

Sebab Ia (yaitu Yesus, ayat 1) dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. (Ibrani 3:3-4)

Dalam istilah bangunan ini berarti nabi Musa ialah ahli bangunan, tapi Isa al-Masih adalah arsiteknya. Isa adalah ahli dari segala ahli bangunan, sebab ialah adalah Allah. Musa membangun bait TUHAN dari bahan kayu yang berlapis perak dan emas, namun Isa membangun bait TUHAN dari manusia-manusia beriman (Zakaria 6:12-13; Mat. 16:18)

2. Pada Alkitab Perjanjian Baru, nabi yang terbesar adalah nabi Yohanes Pembaptis. Nabi Yohaneslah yang memulai era baru bahwa dosa-dosa ditebus melalui pertobatan dan bukan melalui darah binatang (), Yohanes inilah pembuka jalan bagi kedatangan Mesias (Yang Diurapi Allah) (Mat. 11:10 dan Lukas 7:27), sehingga Isa sendiri berkata:

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis,… (Mat. 11:9-11). Namun bagaimana nabi Yohanes membandingkan dirinya dengan Isa al-Masih? Lihatlah pada pasal tiga di Injil Matius, Yohanes berkata:

Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang akan datang sesudah aku , Dia (Yesus, putra Allah; ayat 13-17) lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia aku tidak layak membawa mmebawa kasut-Nya; Dia akan membaptiskan kamu dalam Roh Kudus dan api. (Mat. 3:11; ILT)

Catatan: terjemahan yang baik memakai kata “dalam,” bukan “dengan.” Lihat Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam

II. Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perbuatan-Nya
Pohon dikenal dari buahnya, dan orang dikenal dari perbuatannya. Dari pelayanan Isa al-Masih sewaktu Ia ada di bumi, kita akan mengetahui siapakah Dia.
Perbuatan Isa yang menunjukkan bahwa Ia adalah Allah, atau dipanggil sebagai Putra Allah dapat dilihat dari ayat-ayat di bawah ini:

  1. Mengampuni dosa  – Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:5). Para ahli Taurat mengerti benar apa yang Isa maksud, sehingga mereka berkata: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” (Mark. 2:7). Isa menegaskan siapa diri-Nya: bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu Ia menyembuhkan orang lumpuh tersebut hanya melalui perkataan. Maka para hadirin takjub dan berkata: “Yang begini belum pernah kita lihat.” (ayat 10-12).
  2. Kuasa alam tunduk pada perintah-Nya – Taufan yang dasyat dan ombak yang siap menenggelamkan perahu tiba-tiba tengah dengan hardikan Isa: “Diam! Tenanglah!” Sehingga murid-murid-Nya sendiripun bertanya-tanya: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (lihat Mark. 4:35-41)
  3. Membangkitkan orang-orang mati. Anak perempuan Yairus (Markus 5:41) dan Lazarus, saudara dari Marta dan Maria (Yohanes 11:43).
  4. Memberi kehidupan kekal (Yoh. 10:28) dan kematian kekal/hukuman neraka (Wahyu 21:8)

III. Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perkataan-Nya sendiri
1. Isa berkuasa memberi kehudupan kekal kepada manusia. Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26). Respond dari Marta menjelaskan klaim Isa sebagai Allah: Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (ayat 27). Isa adalah Tuhan, Putera Allah dan Mesias (Yang Diurapi Allah).

2. Isa dan Bapa Sorgawi adalah indentik, satu kesatuan. “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh. 10:30). Reaksi pendengar-Nya membuktikan bahwa benar Isa telah mengklaim sebagai Allah, mereka mengambil batu-batu untuk merajam Isa. Hukuman rajam adalah hukuman bagi mereka yang menghujat Allah, seperti menyamakan diri dengan Allah. Jawaban mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka mengerti klaim Isa sebagai Allah: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Menarik untuk diperhatikan, ancaman rajam dari massa tidak membuat Isa menarik klaim-Nya, malah Ia memperkuatnya dengan mengutip ayat di Mazmur (Zabur):  Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Putra Allah?  (Yoh. 10:34-36). Isa disini menyatakan bahwa kitab Mazmur termasuk katagori Kitab Suci dan isinya tidak dapat dibatalkan.

3. Isa lebih tua dari bapa Abraham, kedatangan-Nya telah ditulis oleh nabi Musa.

  1. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh. 8:58). Bahasa Inggrisnya lebih baik, tertulis: Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am. (KJV). Isa hadir di bumi 2000 tahun setelah bapa Abraham. Kata ”I am” yang dipakai Isa adalah doubel-klaim ke-Allah-an Isa,  bahasa Yunaninya ”ego eimi” indentik dengan nama Elohim pada kitab Keluaran 3:14 – I AM THAT I AM (AKU ADALAH AKU). Bandingkan dengan Yesaya 44:6 di bawah. Reaksi orang-orang Yahudi menjelaskan dengan tepat klaim Isa sebagai Allah, mereka menggambil batu untuk merajam Isa.
  2. Sebab jikalau kamu (orang-orang Yahudi yang tidak mengerti peraturan hukum Sabat; ayat 15-16) percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku (Yoh. 5:46). Baca kitab suci Ulangan 18:15-22. Perkataan Isa ini dikatakan-Nya oleh sebab mereka ingin membunuh-Nya; Isa telah mengklaim bahwa Allah adalah Bapa-Nya dan dengan kata lain menyamakan diri-Nya dengan Allah (ayat 18). Musa hidup sekitar 400 tahun setelah Ishak, putra sulung Abraham.

4. Hidup Isa tidak ada awal dan akhirnya. Kitab Wahyu adalah perkataan Isa al-Masih yang didiktekan kepada rasul Yohanes, ”Inilah wahyu Yesus Kristus, … Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. (Wahyu 1:1). Pada kitab ini Isa al-Masih memperkenalkan diri-Nya sendiri sebagai  Yang Kekal: Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8). Tiga kali Ia mengklaim, lihat Wah. 21:6 dan 22:13. Ini klaim yang sama dipakai TUHAN di Perjanjian Lama:  Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Isaiah 44:6). Lihat juga Yesaya 41:4 dan 48:12 serta Wahyu 4:10-11).

5. Isa al-Masih mengklaim sebagai Pencipta dunia dan Tuan dari para nabi dan rasul.

  1. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: Lihatlah, Aku (Yesus, Alfa dan Omega; ayat 6) menjadikan segala sesuatu baru!” (langit dan bumi baru serta Yerusalem baru (ayat 1-2). Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” (Wahyu 21:5).  Ke-Allah-an Isa al-Masih sebagai Pencipta dan Tuan juga terlihat bagaimana Ia (maksimum berusia hanya hampir 34 tahun) memanggil orang lain “anak-Ku” atau “anak-anak-Ku” kepada pria lumpuh (Mat. 9:2), wanita dewasa yang mengalami pendarahan (Mat. 9:22), murid-murid-Nya yang Ia sebut para rasul (Mark. 10:24 dan Yoh. 13:33). Dan pada Akhir Zaman kepada orang-orang yang setia kepada-Nya, Isa berkata:  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7)
  2. Ia bukan sekedar nabi, tapi Tuan atas para nabi. Aku mengutus nabi-nabi, ahli-ahli Taurat … dan rasul-rasul” (Mat. 23:24; Luk 11:49).Kita tahu  bahwa nabi-nabi di Perjanjian Lama, hidup ratusan tahun sebelum Isa al-Masih lahir dan kita tahu bahwa rasul-rasul adalah hamba Allah dan utusan Allah, di sini Isa al-Masih berkata dengan tegas, bahwa Dialah yang mengutus baik para nabi maupun para rasul.

Isa membaptis orang  dengan Roh Kudus/ Roh Kudus dan dimuliakan oleh Roh Allah.  Selain mengajar dan menghibur dan menasehati, tugas Roh Allah di bumi adalah juga menghukum mereka yang tidak percaya kepada Isa (Yoh. 16:8-9), dan memuliakan Isa al-Masih dan menyatakannya kepada orang-orang percaya: When the Spirit of truth comes, He will guide you into all the truth. For He will not speak on His own, but He will speak whatever He hears. He will also declare to you what is to come. He will glorify Me, because He will take from what is Mine and declare it to you. Everything the Father has is Mine. This is why I told you that He takes from what is Mine and will declare it to you. (Yoh. 16:13-15, HCSB).

Isa menyatakan semua keahlian Roh Kudus ini diberikan dari Isa al-Masih: “He takes from what is Mine.

Catatan: “Ia (Roh Kudus) mengambilnya apa yang menjadi milik-Ku” ini tertulis pada semua terjemahan Alkitab Inggris yang dipakai umum, namun tidak tertulis di terjemahan Alkitab Indonesia terbitan LAI. Karenanya adalah sangat baik memiliki banyak terjemahan.

Sampai poin ini, nampak jelas bahwa Isa al-Masih adalah Allah Yang Mahakuasa itu sendiri, yang memperkenalkan diri-Nya kepada manusia sebagai “Putra Allah / the Son of God.”

6. Isa adalah pemilik hari Sabat. Ketika para pengikut sekte Farisi menegur Isa al-Masih karena murid-muridnya memetik gandum pada hari Sabat (hari Istirahat yang dikuduskan TUHAN), Isa menjawab: Karena Putra Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8). Apa artinya ”Tuhan atas hari Sabat”?

Mari kita lihat Kejadian 2:2-3 – Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kejadian 2:2-3). Dan tentang perintah hari Sabat, perintah ke tiga dari 10 Perintah TUHAN tertulis: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:8-11).

Allah TUHAN berkata “hari Sabat / hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN,” itu bukanlah “hari Sabat orang Yahudi” atau “hanya untuk orang Yahudi saja.” Kita akan pelajarai topik ini di lain waktu jika Allah berkehendak.

Dari dua perikop ayat Alkitab ini kita dapatkan bahwa:

  • TUHAN adalah Pencipta alam semesta dan segala isinya.
  • Hari Sabat adalah hari milik TUHAN, suatu materai yang Ia telah tetapkan (untuk diingat dan dikuduskan oleh umat-Nya) sebagai klaim bahwa dunia ini adalah milik-Nya, sebab Dia lah yang menciptakan semuanya itu.

Jadi jelas sekali klaim Isa sebagai ”Tuhan atas hari Sabat” indentik dengan menyamakan diri-Nya sebagai TUHAN (YHWH atau YAHWEH dalam bahasa Ibraninya), Allah pencipta alam semesta.

7.  Penyebab kematian Isa bukti klaim ke-Allah-an yang Ia tidak pernah sangkali. Pilatus, gubernur Roma untuk Yehuda, menyatakan tiga kali bahwa ia tidak mendapatkan satu kesalahpun pada diri Isa al-Masih (Yoh. 18:38; 19:4, 6). Respond pemimpin agama Yahudi (sekte Saduki dan Farisi) menjelaskan alasan mengapa Isa harus disalib (hukuman mati cara Roma saat itu):  “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Putra Allah.(Yoh. 19:7)

Ini adalah puncak dari rencana lama para pemimpin agama tersebut: membunuh Dia oleh sebab Isa membuat tanda-tanda ajaib dan banyak mujizat dan membawa banyak orang mengikuti ajaran-Nya (Yoh. 11:45-47,53), terlebih lagi dengan terang-terangan menyatakan bahwa Dia adalah Allah.

8. Allah sendiri, dalam bentuk Bapa Sorgawi, meneguhkan berkali-kali ke-Allah-an Isa al-Masih,

  • Saat kecil, ketika balik kembali dari Mesir, Isa disebut ”Dari Mesir Kupanggil Putra-Ku” menggenapi nubuatan nabi Hosea (Hos. 11:1). Lihat Matius 2:15.
  • Memanggil Isa sebagai ”Putra-Ku” dua kali, pada awal dan pertengahan pelayanan-Nya (Luk 9:35 dan Mat. 17:5). Kedua peristiwa ini terjadi di banyak saksi mata.
  • Kebangkitan Isa setelah terkubur tiga hari, adalah bukti bahwa klaim Isa sebagai Allah, satu-kesatuan dengan Bapa Sorgawi tidaklah menghujat Allah Bapa, jika klaim itu palsu maka si penghujat akan tetap masih ada dalam kubur sampai hari ini, seperti tertulis: Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (Ulangan 18:20).

Alkitab tidak hanya menulis dan memproklmasikan bahwa Isa al-Masih adalah Allah tetapi menyatakan dengan bukti-bukti perbuatan sampai saat ini.

Mungkin ada orang berkata, bahwa isi Alkitab telah dirubah, atau dikorupsi. Tentunya tuduhan tersebut adalah gossipnya Iblis, itu tidak memiliki alasan dan bukti yang kuat, Alkitab telah tertulis dalam bahasa Ibrani, Aram, Yunani dan Latin jauh sebelum agama Islam terlahir di dunia. Pada abad modern ini telah ditemukan text-text Alkitab kuno, seperti kitab Yesaya, dan Injil abad pertama dan kedua yang ditulis Setelah Masehi. Ada banyak terjemahan Alkitab berbahasa Inggris yang berasal dari text-text kuno tersebut. Kita bisa meneliti semuanya itu.

Alkitab tidak hanya menulis dan memproklmasikan bahwa Isa al-Masih adalah Allah tetapi menyatakan dengan bukti-bukti perbuatan sampai saat ini. Banyaknya orang-orang yang telah berubah hidupnya; sakit disembuhkan, tidak berpengharapan menjadi berbahagia, pembunuh menjadi pengasih sesama, dan bahkan telah banyak kesaksian bahwa Isa al-Masih menampakkan diri kepada mereka dalam mimpi dan mata jasmani menunjukkan bahwa apa yang ditulis Alkitab tentang ke-Allah-an Isa adalah BENAR dan AMIN.

Ayat hafalan dan renungan: Injil Yohanes 10:36-38 – “masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Keuntungan Melakukan Pendalaman Alkitab

8 12 2011

Buku-buku pelajaran, informasi dan khususnya buku-buku teknology berubah begitu cepat. Apa yang ditulis hari ini

The world’s first computer, the Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) pictured here, was built in 1946. (National Archives)

beberapa tahun lagi menjadi tidak berguna. Komputer pertama 1970an besarnya mencapai sebesar ruang tamu, sekarang itu lebih tipis dari text book dan dapat dilempar oleh balita. Sebuah laporan mengatakan: Pesan elektronik (SMS) komersial pertama dikirim pada Desember 1992, hari ini jumlah pesan elektronik yang dikirim dan diterima setiap hari melebihi seluruh populasi dunia. Jumlah tahun yang diperlukan untuk menjangkau pendengar sebanyak 50 juta adalah 38 tahun melalui radio, dan 4 tahun melalui internet, dan hanya 2 tahun melalui facebook.

NTT Jepang telah berhasil mengetes sebuah kabel fiber optik yang menghasilkan kecepatan 14 trillion bits per detik pada sebuah fibernya. Itu berarti 2,660 buah CD atau 210 juta pangilan telpon perdetiknya. Jumlah teknologi informasi mencapai dua kali lipat setiap dua tahun. Untuk para pelajar dan mahasiswa yang memulai kuliah teknik selama 4 tahun ini berarti separuh dari apa yang mereka pelajari di tahun pertama pelajaran akan ada ketinggilan jaman oleh tahun ketiga pelajaran mereka.
Sumber: Did you know? Technologies Change Fast!

Buku reparasi kendaraan atomotif mungkin masih dapat dipakai 20 tahun, namun hanya 1-2 tahun untuk buku reparasi peralatan teknologi komunikasi. Anda harus terus belajar untuk segera meninggalkannya! Ini adalah pekerjaan yang sangat meletihkan.

Sangatlah berbeda dengan Alkitab, sekalipun itu tertulis antara 1400 tahun B.C. (Kitab Taurat) sampai periode sebelum 100 tahun A.D. sampai sekarang Alkitab terus dicetak dan termasuk salah satu ’buku’ terlaris di dunia.

Pendalaman Alkitab kali ini mengajar pembaca mengerti tiga keuntungan mempelajari Alkitab:

  • Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti
  • Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia
  • Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya

I. Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti

Alkitab adalah Firman Allah

Alkitab disebut juga LOGOS (bahasa Yunani) yang berarti ”perkataan Allah yang tertulis.” Seperti kita lihat di atas bahwa buku-buku petunjuk yang bersifat teknologi selalu berubah dan menjadi tidak berguna dalam waktu yang sangat singkat, namun Allah berkata tentang firman-Nya (perkataan-Nya): Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:8-11). Rancangan TUHAN itu sempurna dan jauh melampau rancangan manusia (yang selalu memerlukan perbaikan). Rancangannya selalu pasti berhasil; Ia memiliki kuasa untuk menjadikannya dan tidak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan pekerjaan-Nya.

Kepastian Alkitab, perkataan Allah yang tertulis dinyatakan oleh Isa al-Masih:

  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Musa (Taurat) dan kitab-kitab para nabi di Perjanjian Lama: Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matthew 5:18 ). Juga pada Lukas 16:17
  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Perjanjian Baru yang berisi perkataan dan ajaran-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matthew 24:35, Markus 13:27, Lukas 21:33 )

TUHAN merancang ratusan bahkan ribuan tahun sebelum sesuatu itu terjadi, oleh sebab itu Dia memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk MENULISKAN rencana-rencana tersebut di dalam sebuah kitab atau buku, agar generasi berikutnya tidak lupa dan bisa mengetahui bahwa TUHANlah yang menjadikan sesuatu sebagaimana telah dijanjikan-Nya.

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakkuk 2:2-3)

Perintah ”tuliskanlah” juga terjadi pada nabi-nabi TUHAN sebelum Habakkuk, contoh: Yeremia 30:1-2, 36:28; Yesaya 8:1, Ezekiel 43:11b.

II. Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia.
Jawaban utama dan terbaik dari semua masalah kehidupan manusia adalah Pembuat manusia itu sendiri. Jika mobil Mercedes Benz saudara rusak, tentu Anda tidak akan bawa mobil tersebut ke bengkel Bajaj bukan? Demikianlah halnya dengan kita, manusia, tempat terbaik untuk pemecahan masalah kita adalah Allah pencipta kita. Binatang, pohon dan benda-benda di langit seperti Matahari, bulan dan bintang hanyalah ciptaan TUHAN, mereka diciptakan oleh Dia sebagai alat bantu manusia, namum bukan sumber pemecahan masalah kita. Sayangnya begitu banyak orang di dunia ini mencari jawaban kepada ciptaan TUHAN dan bukan kepada Pencipta mereka.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (Injil Yohanes 1:1-2). Firman (The Word) itu adalah Allah, Firman Allah adalah Allah itu sendiri.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Injil Yohanes 1:4-5). Inilah alasan utama mengapa Injil (Kabar Baik) diberitakan, manusia memerlukan terang! Kegelapan (dosa dan segala permasalahan hidup) di dalam manusia akan dirubah menjadi terang jika manusia itu memiliki Firman Allah. Sebab Firman ini memberi kehidupan, kehidupan yang berasal dari Firman inilah sesungguhnya terang manusia, – pendidikan, kekayaan dan kuasa bukanlah kehidupan manusia, ini terbukti banyak orang yang memiliki ketiga hal tersebut tetap hidup frustasi dan meninggal dengan bunuh dini.

 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Injil Yohanes  1:14)

Firman Allah telah menjadi manusia, inilah Firman Allah yang hidup dan bergerak atau RHEMA (bahasa Yunani). Isa al-Masih adalah RHEMA, Ia masih berbicara sampai sekarang.

Sering kali ketika seseorang membaca dan menyelidiki Alkitab (LOGOS) tiba-tiba Firman yang tertulis itu berubah menjadi RHEMA (Firman yang hidup), si pembaca menjadi mengerti apa sesungguhnya arti tulisan yang ia lihat dan baca. Inilah kuasa Roh Allah yang mengajar dan menuntun si pembaca Alkitab sesuai janji Isa al-Masih sebelum Ia tersalib bahwa Roh Kebenaran (Roh Kudus) akan mengajar segala sesuatu yang telah diajar Isa  (Firman Allah) dan memimpin umat Allah kedalam seluruh kebenaran (Yohanes 14:25-26 dan 16:13-14)

Raja Daud berkata di dalam kitab Mazmur (Zabur) “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. (Mazmur 119:105)

III. Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya
1. Nabi Musa di hari tuanya, sebelum ia meninggal dunia, ia mengingatkan kepada bangsa Israel untuk mendengarkan dan melakukan semua firman TUHAN yang ia telah ajarkan (tertulis dalam lima kitab yang dikenal sebagai kitab Taurat, supaya mereka diberkati dalam segala hal: kehidupan, keluarga, usaha, perlindungan dari musuh dan bahkan menjadi kepala di antara bangsa-bangsa (Ulangan 28:1-14). Negara-negara tersukses di dunia adalah negara-negara Kristen yang menerapkan prinsip-prinsip Alkitab. Kehancuran bagi negara yang menolak mendengarkan dan melakukan ajaran Alkitab (Ul. 28:15-68)
2. Raja Daud menemukan keuntungan yang besar dari Taurat TUHAN: Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:97-100)
Selain itu keuntungan membaca firman-Nya telah membuat Daud terhindar dari kehidupan yang najis: kejahatan, dosa dan segala jalan dusta (119:101-104)
Raja Daud menganggap Taurat TUHAN sebagai pusakanya yang kekal, sebab semua peringatan di dalam Taurat itu member kegirangan hatinya (Maz. 119:111)

3. Isa al-Masih, Firman Allah yang hidup, juga mengingatkan pentingnya mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya. Isa menyebut orang yang mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya sebagai orang yang bijak (a wise man) dan Ia menggambarkan orang bijak tersebut sebagai orang yang membangun rumahnya di atas batu karang. Lihat Matius 7:24-25.
Dilain waktu, Isa menyatakan betapa penting dan menguntungkan untuk tinggal di dalam diri-Nya (beriman kepada ajaran dan melakukan ajaran-Nya). Ia mengumpakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan menusia sebagai ranting-ranting anggur: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Injil Yohanes 15:4-5). Dan orang bijak ini akan berhasil:  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Injil Yohanes 15:7). Perkataan Isa pada Yohanes 15 ini hampir serupa dengan pernyataan Daud pada Mazmur pasal 1 dan Yeremia 17:7-8.

Sangatlah menarik untuk diingat bahwa seminar-seminar bisnis kelas tinggi mendasarkan ajaran kesuksesan bisnis mereka pada prinsip pendalaman Alkitab yang tertulis pad Yakobus 1:22-25; apa pesan Yakobus tersebut? Ia mengajar:   Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; … Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. (Yak. 1:11-25)

Rasul Yohanes di awal kitab Wahyu, kitab yang ditulis berdasarkan pewahyuan langsung dari Isa al-Masih juga menekankan pentingnya mendalami firman TUHAN, dalam hal ini kitab Wahyu, tertulis: Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:1-3)

Mulailah hari ini juga membaca dan mendalami isi Alkitab, agar hidup saudara-saudaripun diberkati. Untuk mempermudah mengerti isi Alkitab, gunakanlah referensi-referensi dan komentator Alkitab. Terima kasih kepada dunia internet sekarang referensi dan komentator Alkitab dapat dibaca online bahkan di download secara cuma-Cuma

Beberapa contoh situs yang menyediakan referensi Alkitab:

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 





Alkitab Tentang Dosa; arti dan upah dosa

1 11 2011

Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.  (Ulangan 32:35)

Pelajaran ini akan membuat Anda mengerti:

  • apakah dosa itu menurut firman Allah, berdasarkan ayat-ayat Alkitab
  • posisi dan kondisi manusia di dalam standard kebenaran Allah
  • bahaya dan pembalasan dari perbuatan dosa tersebut

Ambilah Alkitab Anda dan marilah kita memulai Pendalaman Alkitab tentang dosa.

Di dalam kehidupan yang super modern ini, masalah dosa semakin jarang dibicarakan, dan arti dari dosa itu sendiri sering juga telah dibuat sehalus mungkin untuk tidak menyinggung ’perasaan’ orang lain. Alkitab menulis bahwa dosa sesungguhnya bukan hanya sekedar ”apa yang orang telah lakukan,” tetapi juga ”apa yang orang pikirkan” dan ”apa yang orang tidak lakukan.”

Alkitab secara jelas menceritakan kepada kita bahwa dosa adalah:

I.        Penyakit alamiah manusia
II.      Penolokan manusia kepada Allah
III.    Keluar dari target yang Allah telah tetapkan

I. Penyakit alamiah manusia
Tuhan membandingkan dosa dengan penyakit kusta atau lepra. Orang yang menderita kusta, kulitnya akan nampak putih pada awalnya  dan lambat atau cepat bagian-bagian dari tubuhnya (jari, hidung atau kuping akan copot. Penderita kusta ini dinyatakan najis dan jika ia pulih dari kustanya. Imam perlu mengadakan upacara pengudusan. Baca Imamat 14.

Diagram “TUHAN pusat kehidupan adalah bagaimana seharusnya kita hidup

Mencoba menyembuhkan kulitnya tidaklah cukup, sebab akarnya adalah di dalam kulit, demikianlah dengan dosa, tindakan dan perkataan yang jahat hanyalah gejala dari akar ’penyakit’ alamiah manusia. Isa al-Masih, dokter dari segala dokter,  memberi sebuah diaknosa  apa dan bagaimana penyakit itu bekerja di dalam manusia.

a. Penyakit dosa keterunan; kecenderungan hati untuk berbuat jahat. Mari baca Injil Markus 7:20-23 Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” 

Inilah sebabnya pemotongan tangan atau kaki sebagai hukuman tidak pernah diterapkan di dalam Kekristenan.

Allah menggambarkan dosa umat-Nya seperti penyakit yang memperngaruhi kepala (pikiran yang salah), hati (emosi yang salah), dan kaki (tindakan yang salah). Dosa berawal dari pikiran kita (yang menerima masukkan yang salah melalui penglihatan, pendegaran, agan-agan) lalu menyebar ke perasaan kita, dari perasaan hati tersebut meledaklah keluar perbuatan dan perkataan yang jahat tersebut, yang menjadikan tubuhnya najis. Prinsip ini dapat dilihat pada Yesaya 1:4-6. Dan kecenderungan berbuat dosa inilah yang mendatangkan banjir besar di jaman Nuh, Kejadian 6:5-7. GAMBAR.

Rasul Paulus menerangkan hal ini sebagai ”diperbudak dosa: ” Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. … membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku (Roma 7:20, 23)

b. Secara alamiah menolak untuk berbuat baik dan benar; egois. Mari baca kitab Roma 1:18-32 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman (18). Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka (24).

Arti dosa di sini dapat ditulis:

Dosa adalah perbuatan jahat maupun pikiran jahat seseorang, terlepas orang tersebut percaya atau tidak percaya adalah Allah

II. Penolokan manusia kepada Allah
Alkitab juga menjelaskan bahwa dosa sebagai penolakan manusia kepada Allah, ini termasuk tidak percaya kepada kebenara-Nya, menolak kasih-Nya dan memberontak kepada kekuasaan-Nya. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.  (Yoh 1:4,11)

TUHAN telah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan pribadi-Nya, Dalam Kekristenan manusia digambarkan sebagai pribadi yang memiliki roh dan jiwa (pikiran, keinginan dan emosi) yang tinggal di dalam tubuh (daging). Inilah ketritunggalan manusia, satu dari ketiganya diambil ia tidak lagi menjadi ”seorang manusia.”Roh diambil ia menjadi mayat, tanpa jiwa ia menjadi robot, dan tanpa tubuh ia bukan seorang manusia.

TUHAN telah menyediakan semua kebutuhan pribadi kita. Kebenara-Nya untuk pikiran kita, kasih-Nya untuk kebutuhan emosi kita, dan otoritas-Nya untuk menuntun kehendak  kita kepada pilihan yang benar. Bila kita menerima semua penyediaan Allah tersebut, maka kita menempatkan TUHAN di tahta kehidupan kita. Inilah cara untuk memiliki sebuah kehidupan yang baik dan berbahagia.

Namun jika kita memutuskan untuk memerintah diri kita sendiri, maka kita menjadi pemberontak kepada TUHAN. Filsafat bahwa manusia adalah pusat dari hidupnya sendiri disebut humanism. Jadi arti dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah penolakan akan TUHAN . Menempatkan diri sendiri di tempat yang sesungguhnya milik TUHAN di dalam pikiran, keinginan dan perasaan kita.     

a. Tidak percaya kepada kebenaran Allah. Ketika TUHAN berkata sesuatu kepada kita (langsung maupun melalui firmanNya yang tertulis, Alkitab) dan kita menolak untuk mempercayai hal itu, maka kita telah jatuh kedalam dosa tidak percaya. Dia akhir jaman ini bahkan ada beberapa orang yang menolak bahwa Isa al-Masih pernah hadir di bumi, mereka berkata bahwa cerita Injil adalah dongeng belaka.

b. Menolak kasih-Nya. TUHAN adalah kasih (1 Yohanes 2:16) dan sumber dari segala kasih yang benar (agape, bahasa Yunani). Mementingkan diri sendiri, curiga, takut, sombong, benci dan dendam adalah penyebab dari manusia menola kasih TUHAN.

c. Berontak kepada otoritas TUHAN.  TUHAN adalah pencipta dunia dan isinya, dan pemberi hukum (hukum alam, hukum moral). Ketika manusia berontak melawan Allah, itu membawa dirinya sendiri kepada tidak mentaati Allah.

  • Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.  (Yakobus 4:17)
  • Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.  (1 Yoh 5:17)
  • Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.  (1 Yoh 3:4)

Dari tiga ayat ini maka arti dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah ketidaktaatan kepada TUHAN, entah itu melakukan apa yang Dia larang, atau gagal melakukan apa yang Dia telah perintahkan.

Dosa Adam adalah bukan apa yang Adam telah lakukan, tetapi apa yang ia tidak lakukan. Ia (kepala rumah tangga) tahu bahwa Hawa (isteri Adam) sedang diperdayakan oleh Iblis (dalam bentuk ular), dan makan buah yang dilarang, namun Adam berdiam diri. Baca Kejadian pasal 3.

Sepuluh (10) Perintah adalah fondasi hukum moral Allah bagi umat-Nya. Anugerah Allah tidaklah meniadakan hukum Allah,  orang Kristen banyak yang salah mengerti tentang hubungan antara Anugerah dan Kesucian Allah;  kesucian-Nya berdiri di atas Hukum-Nya yang sempurna. Kedua kitab pernyataan ini (Matius 5:17:20 dan  Roma 3:31) membuktikan Hukum Allah tetap berlaku. Bukti kita mengakui adanya dosa adalah kenyataan hukum Allah itu ada dan  – telah dilanggar, seperti pernyataan 1 Yohanes 3:4 di  atas. Oleh karenanya PERTOBATAN diperlukan setiap saat!! 

III. Keluar dari target yang Allah telah tetapkan. Manusia diciptakan, dipilih dan diperlengkapi Allah bukanlah untuk keegoisan dan kesombongan diri sendiri, tetapi ditetapkan sebagai bendahara (penjaga kekayaan) dan duta atau ambasador (perwakilan) Allah di bumi.

Pertanggungan jawab diminta dari setiap umat-Nya. Isa al-Masih mengajar ini dalam beberapa perumpamaan:

  • Tuan dan hamba. baca Matius 24:44-51
  • 10 gadis yang menantikan datangnya mempelai laki-laki, atau
  • Tuan yang pergi jauh dan mempercayakan hartanya (talenta) kepada tiga hambanya. Baca Matius 25

Kesalahan manusia yang Isa gambarkan pada perumpamaan ini terjadi oleh karena manusia megabaikan standard Allah dan menerapkan standardnya sendiri, rasul Paulus berkata orang yang demikian adalah orang yang bodoh (2 Korintus 10:12). Di sini arti Dosa dapat ditulis sebagai:

Dosa adalah meninggalkan TUHAN dan keluar dari tujuan yang Ia telah tetapkan, kehilangan sasaran hidup yang mulia.

Jadi keluar dari terget Allah bisa berarti:

  • Menuju jalan yang salah –  tidak sesuai dengan jalan dan perintah-Nya
  • Tidak mengenai sasaran –  tujuan hidup yang tidak sesuai sencana-Nya
  • Tidak memenuhi standard   –  tidak bertanggung jawab penuh dengan apa yang Ia telah berikan (waktu, keahlian, moral)

Anda di dalam bahaya! Anda mungkin berpikir bahwa Anda orang baik (bukan pembunuh dan pencuri), INGAT BAIK-BAIK pengadilan Isa al-Masih di hari penghakiman tidak memakai standard moral Anda atau PBB atau standard hukum negara manapun, TETAPI standard firman-Nya. Anda perlu melihat ‘wajah’ Anda kepada ‘cermin’-Nya. Baca dan pelajarilah Yakobus 1:21-25, Mazmur 53 dan Roma 3:9-18.

Usaha manusia untuk membenarkan dirinya tidak akan pernah sampai kepada standard TUHAN.

Anda perlu serius dengan hal ini, Alkitab menulis dengan sangat jelas: Sebab upah dosa ialah maut (Roma 6:23a)

  • Dosa membawa pemisahan antara manusia dengan Penciptanya, berakibat perbudakan (kehendak)
  • Dosa membawa pelakunya pada kondisi bersalah, berakibat penghukuman kekal (pikiran bersalah)
  • Dosa membawa ketidak bahagian, berakibat kematian kekal

Tabel penolakan manusia kepada TUHAN, pencipta manusia.

Kepribadian Tawaran TUHAN Respons orang Upah dosa
Pikiran Kebenaran Ketidak percayaan Salah & tertuduh
Keinginan Perintah & Hukum Pemberontakan Perbudakan
Perasaan Kasih Benci & dendam Tidak bahagia
Keutuhan kita Keutuhan TUHAN Penolakkan total KEMATIAN total

Oleh sebab itu Anda dan saya perlu Juruselamat! Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6). Baca juga Roma 3:19-31.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.