Baptisan Roh Kudus

19 04 2016

Baptisan dalam Roh KudusPendalaman Alkitab ini akan menolong anda mengerti:

  • apa artinya dibaptis dalam Roh Kudus
  • keuntungan menerima baptisan Roh Kudus
  • bagaimana menerima baptisan Roh Kudus

Pendahuluan. Pada Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam kita telah telah belajar betapa pentingnya orang beriman untuk dibaptis agar kita menggenapi seluruh kehendak Allah / seluruh kebenaran (all righteousness) dan penguburan / pelepasan kehidupan lama, namun baptisan satu ini, Baptisan Roh Kudus, adalah sangat penting untuk orang beriman yang hidup di Akhir Zaman dimana roh-roh jahat bekerja semakin keras melalui: penyesatan, kepahitan, kejahatan dan aniaya.

Ada pengajaran yang mengatakan Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang Kristen di zaman para Rasul atau tidak berlaku lagi. Lainnya berkata setiap orang Kristen secara otomatis sudah dipenuhi oleh Roh Kudus saat pertama ia menerima Isa al-Masih. Lainnya lagi berkata Baptisan Roh Kudus hanya untuk orang-orang tertentu saja. Kita akan melihat isi Alkitab apakah sesungguhnya yang Alkitab dan Isa al-Masih sendiri katakan tentang Baptisan Roh Kudus ini.

Perkataan Yohanes Pembaptis ini pastilah akan berguna untuk diingat dan mendorong kita untuk mendalami peristiwa Baptisan Roh Kudus bahkan mengalaminya sendiri: ”Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang datang sesudah aku, Dia lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia, aku tidak layak membawa kasut-Nya; Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan api.  (Matius 3:11, ILT

I. Arti dibaptis dalam Roh Kudus dan tandanya

a. Arti Baptisan Roh Kudus. Dibaptis “dalam Roh Kudus” atau “dengan Roh Kudus?”

Tujuh ayat yang berkaitan dengan Baptisan Roh Kudus memakai preposition yang dipakai dalam bahasa Yunani aslinya adalah ”dalam (in).”[1] Banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris memakai kata ”with (dengan).”

Dalam pengajaran Baptisan, kedua kata dalam dan dengan menghasilkan doktrin Kristianiti yang berbeda dan dengan makna yang berbeda pula.

Seorang dibaptis dengan air artinya ia dipercik atau diteteskan air, bermakna diserahkan kepada Tuhan (pada Baptisan Bayi); dengan minyak (tidak ada istilah “dibaptis dengan minyak) artinya ia diurapi, untuk tujuan pengangkatan jabatan kerohanian atau sekedar bagian dari proses doa untuk kesembuhan. Keanehan doktrin “dibaptis dengan … “akan muncul dengan jelas pada ayat ini ”For by one Spirit we were all baptized into one body –whether Jews or Greeks, whether slaves or free-and have all been made to drink into one Spirit (1 Kor 12:13, KJV & NKJV). Text Yunaninya adalah  in (dalam).[2]

Seorang yang dibaptis dalam air, ia ditenggelamkan ke dalam air, bermakna ia bersaksi bahwa ia telah mengubur hidup lamanya dan kembali hidup di dalam hidup yang baru. Lihat pelajaran Baptisan Selam; jadi baptisan dalam Roh Kudus bermakna bagi yang mengalaminya ialah bahwa ia diberi kuasa sorgawi untuk tujuan kehidupan yang dinamis baik di dunia sekuler terlebih dalam pelayanan Injil. Penguburan total dan penyerahan hidup total itulah makna dari dibaptis dalam atau ke dalam.

Perlu diingat bahwa kata “baptisan” secara literal berarti: diselamkan, dibungkus, diselimuti.

Ayat lain yang juga Yunaninya memakai kata preposisi dalam untuk Baptisan:

“… menunggu janji Bapa, ‘Yang telah kamu dengar dari pada-Ku, karena Yohanes telah membaptis dalam air tetapi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus  (immersed in / into the Holy Spirit, TS & SLT)….”  (Kisah para Rasul 1:4-5). Selanjutnya disingkat “Kis”

Istilah dan bentuk berbeda untuk peristiwa yang sama baptisan dalam Roh Kudus:

  • turunnya Roh Kudus (fell on / fell upon) dalam bentuk Angin yang memenuhi ruangan, terlihat seperit “Lidah api” (Kis 1:8 ; 2:3; 11:15) dan “Burung Merpati” pada diri Isa al-Masih (Mat 3:16)
  • diisi dengan Roh Kudus sehingga mengalir keluar ”Air kehidupan” (Yoh 7:38-39)
  • pencurahan Roh Kudus yang memampukan bernubuat dan bermimpi sorgawi (Kis 2:16-17; 10:45; Yoel 2:28-29)

Jadi Baptisan Roh Kudus, Tuhan menyelimuti atau membungkus kita dalam Roh Allah yang datang dari atas; immersion from above.

Seluruh pengajaran ini dari semua isi Perjanjian Baru setuju pada satu fakta ini, dinyatakan dengan jelas dan tegas: Isa al-Masih sendiri – dan tidak lainnya – adalah Orang yang membaptis dalam Roh Kudus – DR. Derek Prince menyimpulkan

Dua contoh kejadian yang menunjukkan orang beriman tidak secara otomatis di baptisan Roh Kudus ketika ia bertobat.

  • Kisah Baptisan dalam Roh Kudus yang pertama pada Hari Pentakosta atas 120 murid Isa 120 murid Isa al-Masih dibaptis dalam Roh Kudus pada Hari Pentakostaal-Masih di dalam gedung di Yerusalem. Tepat lima puluh hari setelah Isa al-Masih bangkit dari kematian-Nya.[3]  Tiga setengah tahun mereka bersama Isa al-Masih dalam pelayanan-Nya sebelum dipenuhi kuasa Roh Kudus.  Tahun 2016 orang Israel merayakan Paskah 23 April, Saptu ini, sesuai dengan Kalender Ibrani.
  • Paulus bertanya kepada orang-orang Kristen di Efesus: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”  (Kis 19:2)

b. Tanda seorang yang dibaptis dalam Roh Kudus. Kitab para Rasul mencatat beberapa kejadian ketika orang-orang dibaptis dalam Roh Kudus. Semua menunjukkan bahwa adanya tanda-tanda yang terlihat oleh mata jasmani dan terdengar oleh telinga jasmani saat kejadian itu terjadi.

“ … turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh[4] dan bernubuat.  (Kis 19:6). Baptisan Roh Kudus yang terjadi pada Persekutuan Doa di Efesus yang dihadiri 12 orang ini menunjukkan tanda yang dapat dilihat dan didengar oleh orang lain, sama seperti yang terjadi pada 120 orang di Hari Pentakosta: berbahasa roh dan bernubuat.

Kejadian lainnya menulis: “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. (Kis 10:46)

Phenomena umum dari orang yang dibaptis dalam Roh Kudus adalah orang tersebut sedikitnya ia akan berbicara dalam bahasa roh atau “bahasa yang baru.”

Buah yang mengikuti dari orang yang telah mengalami baptisan ini ialah hidupnya memiliki perubahan yang positip; baca Kitab Galatia 5:22-24. Jika seorang berbahasa roh namun hidupnya tidak memuliakan Allah dan bahkan tidak terkendali (sakit, mengutuk, mudah marah) maka baptisan yang ia telah teriba bukanlah “di dalam Roh Kudus” tetapi di dalam roh-roh iblis, baca Gal 5:19-21.

II. Baptisan Roh Kudus Penting Untuk Kehidupan Rohani yang Kuat dan Berhasil dan pertumbuhan Gereja Tuhan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;  (Yoh 14:12)

Janji ini adalah sebuah janji Isa al-Masih yang indah para pengikut-Nya dan sekaligus menantang. Ini janji berlaku untuk 12 murid-Nya (yang Ia panggil sebagai Rasul), juga berlaku kepada siapa saja pada abad ini bagi mereka yang memberikan hidupnya untuk hidup sebagaimana Isa al-Masih telah hidup.

”Alasan yang jauh lebih masuk akal akanlah ada bahwa kita, sebagai manusia, akan memiliki akses ke sumber kekuatan supernatural yang sama Yesus telah miliki, seperti dikatakan, (adalah) Roh Kudus. … Dia melakukaan semua itu melalui Roh Kudus.” C. Peter Wagner; The Book of Acts[5]

Isa al-Masih adalah satu-satunya pribadi yang pernah ada di bumi sebagai 100 persen Allah dan 100 persen manusia. Isa sebagai al-Masih (hamba / manusia Allah yang Diurapi) hanya dalam 3,5 tahun pelayanan-Nya telah mempersona begitu banyak penduduk di Israel (Yudea, Samaria, Getsemani) sampai wilayah timur sungai Yordan; Ia mengajar Firman Tuhan (Alkitab Perjanjian Lama) dengan penuh kuasa: penyingkapan ayat-ayat baik masa silam (nubuatan para nabi) maupun yang akan datang (pewahyuan akhir zaman); mujizat serta tanda-tanda ajaib menyertai pelayanan-Nya, dari demam disembuhkan sampai yang paling mustahil yakni orang mati 4 hari dihidupkan kembali.

Kunci kuasa dan mujizat Isa al-Masih pada pelayanan-Nya yang luar biasa dasyatnya ini bumi adalah kuasa Roh Kudus yang ada pada-Nya seperti yang dinyatakan oleh rasul Petrus: yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.  (Kis 10:38)

Allah menyertai, mengurapi dan memberi kuasa kepada Isa al-Masih melalui Roh Kudus-Nya sendiri! Itulah kunci kuasa dan mujizat pelayanan Isa!!

Dan kunci keberhasilan dari pelayanan para Rasul – bagaimana mereka bisa berbuat seperti Isa al-Masih telah perbuat (lihat Yoh 14:12 di atas) adalah pernyataan Isa al-Masih ini:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”  (Kis 1:8)

Kata “kuasa” dalam bahasa Yunaninya adalah “dunamis” darimana kata ”dynamite” dan “dynamo” berasal. Dynamite adalah kuasa ledakan yang besar dan seketika seperti pada dinamit dan bom dengan segala jenisnya; sedangkan dynamo adalah kuasa gerakan yang konsisten seperti pada generator.

Berikut ini adalah daftar keuntungan dari menerima kuasa baptisan Roh Kudus:

a. Perlengkapan dalam pelayanan kejemaatan. Lihat 1 Korintus 12:8-11

  • karunia untuk berkata-kata dengan hikmat
  • karunia berkata-kata dengan pengetahuan
  • memberikan karunia iman
  • karunia untuk menyembuhkan
  • kuasa untuk mengadakan mujizat
  • karunia untuk bernubuat
  • karunia untuk membedakan bermacam-macam roh
  • karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.  (1 Kor 12:11)

b. Perlengkapan dalam peperangan rohani baik untuk kehidupan pribadi dan korporat. Lihat 1 Korintus 14:1-33

Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus menyelaskan secara jelas bahwa musuh orang percaya adalah roh-roh jahat di udara dengan segala tingkatan jabatan mereka (lihat Ef 6:10-12)  itulah sebabnya Baptisan Roh Kudus diperlengkapi oleh Allah kepada setiap orang percaya agar:

  • ”supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Ef 6:11)
  • “supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.  (Ef 6:13)

Satu dari beberapa senjata rohani yang aktif yang dimiliki orang percaya yang telah dibaptis dengan Roh Kudus adalah ”berkata-kata dengan bahasa roh” (to another divers kinds of tongues, KJV). Beberap keuntungannya:

  • Itu adalah bahasa rahasia yang seorang pun tidak mengerti, bahkan iblis sekali pun tidak mengerti
  • bahasa yang ditujukan hanya kepada dan dimengerti oleh Allah
  • membangun (to build) atau menguatkan (to edifieth) jiwa dan rohnya sendiri
  • Dalam ibadah atau pertemuan korporat, bila bahasa roh ini diartikan maknanya maka itu akan sangat berguna untuk membangun jemaat lain yang hadir. Lihat 1 Kor 12:11-31.

Untuk melihat dampak kuasa Roh Kudus yang bekerja atas orang beriman (pribadi maupun korporat) baca ke empat kitab Injil, khususnya Injil Markus. Baca juga kitab Kisah para Rasul, yang pelayanan mereka di dasari dari janji Isa al-Masih yang tertulis pada Injil Markus 16:14-18.

III. Syarat dan bagaimana Menerima Baptisan Roh Kudus

a. Siapa yang bisa menerima Baptisan Roh Kudus? Siapa saja, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lainya bisa menerimanya. Syaratnya adalah mereka bertobat dan percaya kepada Berita Injil (the Good News).

Kornelius dan sanak saudaranya beserta sahabat-sahabatnya, orang-orang Italia, telah dibaptis Tuhan dengan Roh Kudus sementara mendengar Berita Injil yang disampaikan oleh Petrus, baru kemudian menerima Baptisan Air. Lihat Kis 10:34-48. Hal ini juga terjadi pada Saulus orang Tarsus.

b. Dua cara umum menerima Baptisan Roh Kudus. Di atas kita telah melihat bahwa Tuhan sendirilah yang membaptis orang beriman dengan Roh Kudus. Alkitab mencatat Baptisan Roh Kudus bisa juga dan umum terjadi melalui ”penumpangan tangan” hamba Tuhan atas orang beriman yang bersangkutan.

Tuhan sendiri:

  • Dia (Isa) mengembuskan nafas dan berkata kepada mereka, “Terimalah Roh Kudus!” (Yoh 20:22)[6]
  • Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. (Kis 10:44)

Penumpangan tangan para hamba Tuhan:

  • Penumpangan tangan Petrus dan Yohanes pada sebuah ibadah besar di Samaria (Kis 8:17)
  • Penumpangan tangan Ananias kepada Saulus yang kelak menjadi Rasul Paulus (Kis 9:17)
  • ”Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka …” (Kis 19:6)

Prinsip umum ajaran Alkitab juga berlaku pada masalah ini, bahwa oleh anugerah melalui iman kita bisa menerima Roh Kudus: ”Apakah kamu telah menerima Roh atas dasar perbutan-perbuatan torah atau atas dasar pemberitaan iman (Injil Kristus)? (Gal 3:2) Rasul mengingatkan mereka untuk hidup atas dasar iman.

Derek Prince memberikan 6 langkap untuk menerima kepenuhan Roh Kudus

  1. pertobatan (dari dosa)
  2. memberi diri untuk dibaptis air
  3. ada kehausan akan Roh Kudus
  4. meminta
  5. meminum – itu adalah tepatnya menerima
  6. bersandar – menyerahkan penguasaan anggota-anggota tubuh kita dari praktek pengertian intelek kita. (penyaliban hak-hak pribadi dan memberikan itu kepada Tuhan)

Hal-hal yang perlu diingat:

  • Tuhan memberi kuasa Baptisan Roh Kudus bukanlah untuk pamer diri dan merendahkan jemaat lainya, tetapi justru untuk membangun ”Tubuh Kristus” (Jemaat Isa al-Masih)
  •  ‘Doktrin’ baptisan Roh Kudus ini juga tidak perlu diperdebatkan; ini hanyalah masalah seberapa jauh orang beriman ingin efektif dan berhasil di dalam kehidupan dan pelayanan rohaninya.
  • Jika saudara melihat sebuah gereja di tutup karena jemaat yang semakin berkurang sementara ada gereja lainnya yang maju pesat maka perhatikan dan amatilah faktor keterlibatan kuasa Roh Kudus di dalam kedua gereja tersebut.

Catatan kaki:

  1. DR. Derek Prince, Foundation Truths for Christian Living. Ch. 21: The Baptism in the Holy Spirit. Terjemahan Indonesia Literal Translation (ILT) dan the Scriptures  (TS) serta Julia E. Smith’s Literal Translation (SLT) menulis “dalam / in” – He will/ shell immerse in the Holy Spirit
  2. Idem.
  3. Kebangkitan Isa terjadi pada Perayaan Paskah (Pesakh/Passover) dan Baptisan Roh Kudus di Yerusalem terjadi pada Hari Pentakosta (Shavuot/Weeks) yaitu Perayaan turunnya Torah, 49 hari (7×7 minggu) setelah hari pertama dari keluarnya orang Israel dari Mesir (Paskah pertama). Kejadian ‘kebetulan’ yang luar biasa ini adalah satu dari banyak kejadian ‘kebetulan’ di Alkitab. Sebab itu rasul Paulus berkata: “tata ibadah di Perjanjian Lama adalah bayangan dari tata ibadah di Perjanjian Baru yang sebenarnya.”
  4. Terjemahan Inggris “spoke with tongues” atau “spoke with other tongues.” Dikenal juga dengan sebutan “bahasa-bahasa baru.”
  5. C. Peter Wagner mengkomentari Bab 2, hal. 45. Ia adalah profesor dalam theology, missiology dan keagamaan. Dosen di fakultas School of Intercultural Studies at Fuller Seminary selama 30 tahun.
  6. Dalam bahasa Yunani kata yang sama pneuma berarti keduanya ”roh” dan  ”nafas” sehingga itu bisa diterjemahkan “Terimalah Nafas Kudus,” DR. Derek Prince, FT for CL. pg. 193. “Nafaf kepada mereka ini adalah lambang dan konfirmasi dari apa yang mereka akan terima pada Hari Pentakosta,” John Gill, Expostion of the Entire Bible pada Yoh 20:22 Read the rest of this entry »




Baptisan Air atau Baptisan Selam

28 06 2012

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Injil Matius 28:18-20)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Arti kata Baptisan
  • Tujuan dari Baptisan Yohanes Pembaptis
  • Tujuan dari Baptisan yang diajarkan Isa al-Masih (Baptisan Kristen)
  • Makna rohani dari Baptisan Selam Kristen
  • Syarat-syarat untuk mendapat Baptisan Selam Kristen

Pendahuluan. Baptisan Air dikenal juga sebagai Baptisan Selam  (diselam ke dalam air) atau lebih sering disebut dengan singkat saja sebagai “Baptisan” adalah satu dari beberapa perintah Isa al-Masih yang sangat penting, ini bukanlah suatu tradisi, atau ritual Gereja. Betapa penting melakukan Baptisan air ini di dalam kehidupan orang percaya dapat kita lihat dari perkataan Isa sendiri, saat Dia meminta nabi Yohanes Pembaptis untuk membaptis diri-Nya:

Injil Matius 3:15 – Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. ( Alkitab ITB)

Terjemahan Kitab Suci Indonesia Literal Translation (ILT) menulis:
Akan tetapi sambil menanggapi, YESUS berkata kepadanya, Turutilah sekarang, karena demikianlah seharusnya terjadi pada kita untuk mengenapi seluruh kebenaran!” Maka dia pun menuruti-Nya.

Terjemahan Alkitab bahasa Inggris umumnya sama dengan ILT:
”for thus it becometh us to fulfill all righteousness (KJV)
“for thus it is fitting for us to fulfill all righteousness (ESV)
“for this is necessary for us so that all righteousness may be fulfill (GLT of the Aramaic of the Bible)

Menerima Baptisan Selam adalah langkah selanjutnya bagi setiap orang percaya setelah ia bertobat dan percaya kepada Isa al-Masih. Kita akan pelajari prinsip ini pada bagian akhir pendalaman Alkitab ini.

I. Arti kata Baptisan.
Kata asli dari ”baptisan” (baptism) atau lebih tepatnya lagi ”baptis” (to baptize), darimana kata benda baptisan dibentuk, adalah berasal dari kata Yunani baptizo. Orang Inggris merubah ”o” menjadi ”e” untuk menjadikan suatu bentuk kata yang sekarang umum dikenal ”baptize.”
Kata dasar dari baptizo adalah bapto, penambahan syllabe ”iz” , bapt-iz-o, kedalam sebuah kata kerja Yunani menghasilkan kata kerja yang khusus menjadi ”menyebabkan sesuatu untuk ada atau untuk menjadi.”

Kata kerja berbentuk dasar bapto terdapat di tiga ayat Alkitab:

  • Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air. (Luke 16:24)
  • Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” (Injil Yoh. 13:26)
  • Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.” (Wahyu 19:13)

Kata baptizo telah dipakai ratusan tahun Sebelum Masehi dan memiliki arti yang khusus dan tidak berubah sampai sekarang. Contoh:*

1. Di abad kelima atau keempat B.C. baptizo digunakan oleh Plato seorang pemuda ada”dipenuhi” (overwhelmed) oleh argumen-argumen filosofi yang pintar.
2. Dalam tulisan Hippocrates (abad keempat B:C.) baptize digunakan orang-orang ada “dibenamkan” (submerged) dalam air dan spong-spong ada “dicelupkan” (dipped) dalam air.
3. Dalam Septuagint (Perjanjian Lama versi Yunani, sekitar abad kedua B.C.) baptize dipakai untuk menterjemahkan kalimat di 2 Raja-raja 5:14 dimana Naaman turun sendiri dan ”mencelupkan dirinya sendiri” (dipped himself) tujuh kali di Yordan.
4. Suatu waktu antara 100 B.C. dan 100 A.D., baptizo dipakai oleh Strabo untuk menerangkan orang-orang yang tidak dapat berenang ada “dibenamkan” (submerged) dibawah permukaan air.
5. Pada abad pertama A.D. baptize dipakai secara gambaran (metaphorically) oleh Josephus (sejarawan Yahudi)  untuk menerangkan seorang laki-laki “menyemplungkan” (plunging) sebuah pedang kedalam (into) lehernya sendiri.
6 Dalam abad pertama atua kedua A.D. baptize dipakai dua kali oleh Plutarch untuk menerangkan entah tubuh seorang atau sebuah patung ada “dibenamkan” (immersed) dalam laut.

*) Dikutip dari Dr. Derek Pince, Foundational Truths for Christian Living, Hal. 155-156.

Jadi baptis (baptize) berarti menyebabkan sesuatu untuk ada dicelupkan atau dibenamkan. Baptisan karenanya menjadikan seluruh tubuh dari orang (yang dibaptis) terbenam sepenuhnya di dalam air. Baptisan air bukanlah percikan air atau guyuran air ke pada tubuh orang, itu terlihat dari banyak catatan di Alkitab bahwa orang-orang di baptis di sungai Yordan, di tempat yang banyak air (kolam, danau) perhatikan dimana sida-sida dari Etiopia di baptis: Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”   keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air,… (Kisah para Rasul  8:36-39)

II. Tujuan dari Baptisan Yohanes Pembaptis
Tujuan dari kehadiran nabi Yohanes Pembaptis adalah mempersiapkan jalan bagi pelayanan Tuannya, Isa  al-Masih. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Markus 1:2). Lihat Yesaya 40:3 dan Maleakhi 3:1.

Pesan yang dikabarkan Yohanes Pembaptis memiliki dua tujuan utama:

  • Mempersiapkan hati para orang Israel untuk kedatangan al-Masih yang telah dijanjikan oleh para nabi, Isa al-Masih.
  • Mempersiapkan orang Israel untuk siap menerima suatu perubahan konsep doktrinal (Konsep lama dengan metode baru) dari pembenaran melalui ketaatan melakukan semua hukum Allah melalui para nabi-Nya, kelak menjadi pembenaran melalui iman kepada Isa al-Masih; dari pengampunan dosa (gagal melakukan semua hukum Allah tersebut) melalui darah binatang kelak menjadi pengampunan dosa melalui darah Isa sendiri yang telah tercurah di kayu salib

Itulah sebabnya Yohanes meneriakan kepada orang Israel:

  • Untuk bertobat
  • Pengakuan dosa di muka umum

demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” (Markus 1:4)
Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat,…” (Kis. 19:4)
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. (Matius 3:6)

Bagi mereka yang bersedia memenuhi dua syarat di tersebut maka Yohanes akan membaptis mereka di sugai Yordan sebagai kesaksian terbuka bahwa mereka telah bertobat dari dosa-dosa mereka dan siap untuk hidup yang baru.

Yohanes meminta bukti pertobatan sebelum membaptis mereka. Roh Kudus di dalam dirinya memberi kesaksian padanya, bacalah Injil Matius 3:7-11a.

Pertobatan tidak terlihat ketika itu dilakukan, sebab itu adalah sikap batin dan pikiran, namun lambat atau cepat kita sendiri dan orang lain yang melihat hidup kita akan mengetahui, sebab pohon akan berbuah tepat seperti sumbernya. Baca Injil Markus 7:20-23.

Kesimpulan: Jadi Baptisan bertujuan sebagai bukti yang terlihat setelah pertobatan orang tersebut telah terjadi. Baptisan air bukanlah dipakai untuk mengampuni dosa, tetapi sebagai tanda luar dari perubahan batin (dalam). Baptisan air tidak mengampuni dosa, tetapi pertobatanlah yang membuat pendosa diampuni dosanya oleh Allah.

Jadi urutannya ialah: Bertobat -> Mengaku dosa -> Dibaptis > Hidup dalam Kebenaran.

Bagaimanapun, baptisan Yohanes Pembaptis bukanlah suatu jaminan kemenangan atas dosa, tetapi sekali lagi itu, hanyalah suatu transisi untuk persiapan datangnya perjanjian baru bagaimana seorang bisa mendapat jaminan kemenangan atas dosa. Seperti Rasul Yohanes menulis pada Injilnya:  Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yoh. 1:6-9). Inilah suatu transisi untuk Isa al-Masih, Terang yang sesungguhnya. Isa memulai pelayanan-Nya kurang dari setahun dari awal pelayanan Yohanes.

III. Tujuan dari Baptisan yang diajarkan Isa al-Masih (Baptisan Kristen)
Ketika Isa al-Masih genap berusia 30 tahun, ukuran pria dewasa menurut budaya Yahudi, nabi Yohanes lebih tua kurang sekitar satu setahun dari nabi Isa, baca Lukas 1.  Isa melandasi pelayan-Nya dengan memberi diri-Nya dibaptis oleh nabi Yohanes Pembaptis.

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (karena demikianlah seharusnya terjadi pada kita untuk mengenapi seluruh kebenaran; ILT) Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”  (Injil Matius 3:13-17)

Telah kita pelajari di atas bahwa baptisan Yohanes hanyalah untuk orang yang telah bertobat dan mengakui dosa, namun pada ayat yang baru saja saudara baca Isa yang tidak pernah berbuat dosa, dan tentunya tidak perlu mengaku dosa, memberi diri untuk dibaptis. Nabi Yohanes tahu benar siapa Isa, sebab itu ia mencegah dan berkata: Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Matius 3:14)

Ayat lainnya yang menyelaskan perbedaan antara baptisan air Yohanes dengan baptisan air Kristen jelas pada kejadian di jemaat Efesus saat Paulus pertama kali tiba di sana:

Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. (Kis. 19:2-5)

Mari kita teliti perkataan Isa pada Matius 3:15 di atas.

Biarlah hal itu terjadi: Isa mensahkan baptisan air (dimasukkan kedalam air seluruhnya dan keluar kembali; baptizo) tersebut untuk semua pengikut-Nya (orang percaya) juga dibaptis dengan cara yang sama tersebut.

karena demikianlah sepatutnya kita: Tindakan baptisan ini bukanlah sebuah hukum, tetapi kehendak alami kita sebagai pengikut Isa, meneladani apa yang Ia telah perbuat. Sudah sepatunyalah orang beriman menerima baptisan air tersebut.

menggenapkan seluruh kehendak Allah / mengenapi seluruh kebenaran: Orang Kristen dibaptis tidak hanya oleh karena mereka telah bertobat dan mengaku dosa – tanpa kedua hal ini ia tidak akan menjadi orang Kristen-, untuk menjadikan ia sempurna di dalam menjalani hidup barunya, Isa al-Masih berkata, ia terlebih dahulu perlu di baptis air. Jadi akanlah aneh jika ada orang yang mengaku orang Kristen, pengikut Isa al-Masih, namun menolak untuk dibaptis seperti Isa pernah dibaptis.

Ketaatan Isa sebagai Hamba Allah inilah yang membuat Bapa di sorga berkata kepada Isa, didepan banyak saksi, segera setelah Isa keluar dari dalam air: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:17)

Dari contoh ini kita melihat bahwa:

  • Isa dibaptis bukan karena Dia pernah berdosa, jadi baptisan-Nya itu bukanlah sebuah tindak lanjut dari sebuah pertobatan dan pengakuan dosa.
  • Isa ingin mengenapi seluruh kebenaran atau ingin menggenapi seluruh kehendak Allah.
  • Melalui tindakan-Nya ini, Isa telah memberi contoh kepada setiap orang percaya untuk mengikuti teladan-Nya, seperti Petrus sendiri telah mengingatkan kita: Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. (1 Petrus 2:21-22)

Kesimpulan:

  • Baptisan air Kristen adalah lebih tinggi dari baptisan air Yohanes Pembaptis
  • Baptisan air Kristen adalah perintah Isa al-Masih bagi semua pengikut-Nya dan bagian dari menggenapi seluruh kehendak Allah
  • Baptisan air Kristen adalah menyenangkan Bapa di Sorga dan berfungsi sebagai peneguhan bahwa kita adalah anak-anak-Nya, dan itu menjadi awal dari kehidupan dan pelayanan pengikut Isa al-Masih.
  • Baptisan Selam Kristen harus dilakukan “dengan nama Tuhan Yesus,” artinya itu harus sesuai dengan “amanat agung-Nya” di Matius 28:19,  “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

IV. Makna Rohani Baptisan Selam Kristen
Baptisan Air yang Alkitabiah selalu memiliki dua proses yang saling berkaitan: ”dimasukkan ke dalam air” dan langsung diikuti oleh ”dikeluarkan dari dalam air.”
Proses yang pertama berbicara tentang ”kematian atau penguburan” dan proses selanjutnya ialah ”kehidupan kembali” atau ”kebangkitan kembali.” Makna rohani dari kedua hal ini dijelaskan oleh rasul Paulus dengan indah sekali:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus [al-Masih], telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian,  supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. (Roma 6:3-5)

Apa yang telah dimatikan atau dikuburkan dari kita ketika kita dibaptis air? Bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan (Roma 6:6).
Apa sesungguhnya yang terjadi ketika kita keluar dari air baptisan tersebut? Kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Apa maksudnya bagi orang yang dibaptis ini bahwa ”manusia lamanya telah dikubur” dan ”hidup dalam hidup yang baru”?

Manusia lama telah dikubur:
”Manusia lama” ini adalah kehidupan kita sebelum kita bertobat dan mengaku dosa. Manusia lama adalah kehidupan lama, dimana dosa hadir sebagai tuan dan raja dalam kehidupan kita.
Di sini pembaptisan air bermakna bagi sipenerima baptisan bahwa:

  • Menerima kematian Isa sebagai penebusan dosa-dosanya sehingga ia dapat hidup benar (1 Petrus 2:24)
  • Hubungannya dengan kutuk, dosa dan roh-roh jahat di masa lampau diputuskan. Ia dibebaskan dari ikatan-ikatan olkutisme tersebut.
  • Ia berikrar kepada dirinya sendiri dan Roh Kudus di depan para saksi untuk menyalibkan kehendak dan napsu dosanya. Baca Roma 6:5-13.
  • Ia dibebaskan dari perjanjian ”orang benar harulah hidup DI BAWAH hukum Allah (Roma 6:14)”

Manusia baru telah hidup:
Hidup baru atau manusia baru adalah menjadikan Isa al-Masih melalui Roh Kudus sebagai tuan dan raja dalam hidupnya.
Di sini pembaptisan air bermakna bagi sepenerima baptisan bahwa:

  • Mengakui bahwa Isa telah bangkit dari kematian-Nya di salib 2000 tahun lalu, dan Ia sekarang hidup selamanya.
  • Dahulu penyembah berhala dan percaya pada olkutisme, namun sekarang Roh Kuduslah satu-satunya pemimpin dan guru di dala hidupnya
  • Mempersembahkan seluruh tubuhnya sebagai persembahan yang hidup bagi TUHAN, seperti Isa telah beri teladan (Roma 6:13; 12:1-2; Galatia 3:27)
  • Ia sekarang hidup dengan perjanjian yang baru ”orang benar hidup DI BAWAH anugerah TUHAN.” Hukum dan Perintah Allah dilakukannya bukan sebagai untuk pembenaran, tetapi sebagai ungkapan kasihnya kepada Tuannya yang baru. (Roma 6:14-16; Yohanes 13:34-35; 14:15)
  • Ia memiliki iman dan pengharapan bahwa ia kelak juga akan dibangkitkan dari kematian fisik untuk hidup kekal selamanya seperti Isa al-Masih sendiri telah bangkit (Kolose 2:12)

 V. Syarat-syarat untuk mendapat Baptisan Kristen
Seperti sudah dinyatakan dimuka, bahwa menerima Baptisan air adalah langkah selanjutnya bagi setiap orang percaya setelah ia bertobat dan percaya kepada Isa al-Masih. Bagian dari pendalaman Alkitab ini sangat penting untuk dimegerti, agar kita tidak terjerumus masuk kedalam tradisi dan doktrin manusia. Janji keselamatan hanya terdapat di Alkitab, firman Allah, bukan melaui seremoni dan tradisi agama.

1. Pertobatan adalah syarat pertama.
Di akhir Hari Raya Pentakosta (atau disebut juga Hari Perayaan Panen, lima puluh hari setelah hari pertama Perayaan Paskah; kata “Pentakosta” mengandung arti kelima puluh dari sesuatu), rasul Petrus disertai 11 rasul lainnya, yang penuh dengan Roh Kudus berkotbat dari sebuah loteng Yerusalem kepada orang Yahudi dari segala kebangsaan, lalu para pendengar terharu dan berkata:

“Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kis. 2:37). Jawaban rasul Petrus ialah: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis. 2:38)

Pertobatan harus disertai Baptisan air, sebab Baptisan adalah tanda peneguhan luar dari hasil perubahan batin dan jiwa (dalam diri kita) yang terjadi melalui pertobatan.

Urutannya persis seperti Baptisan Yohanes Pembaptis: Bertobat -> Mengaku dosa -> Dibaptis -> Hidup dalam Kebenaran.

2. Percaya berita Injil syarat kedua
Untuk diselamatkan, Isa al-Masih berkata, percaya kepada berita Injil dan kemudian dibaptis.

  • “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Mark 16:15-16).
  • Kepala penjara Filipi dan keluarganya: firman TUHAN diberitakan, lalu mereka percaya dan kemudian dibaptis (Kis. 16:30-33)
  • Kornelius dan keluarganya dibaptis setelah mereka percaya berita Injil yang Petrus sampaikan (Kis. 10:44-48).

3. Baptisan harus didasari dari hati nurani yang benar (1 Petrus3 :21)

4. Siap menjadi murid Isa. (Matius 28:19-20). Lihat kembali bagian tiga ”Makna baptisan.” Kerinduan Isa al-Masih ialah semua bangsa menjadi murid-Nya, artinya mengikuti cara hidup-Nya. Banyak orang Kristen dibaptis namun puas pada posisi ”saya telah diampuni” dan melupakan amanat agung-Nya: menjadi murid dan memuridkan orang lain.

Baptisan bayi. Dari keempat prasyarat untuk dibaptis air, jelas bahwa bayi termasuk anak kecil tidak dapat memenuhi prasyarat tersebut, sebab bayi belum tahu tentang dosa (sekalipun ia memiliki dosa keturunan, hal ini baru diperhitungkan Allah ketika ia dapat membedakan baik dan buruk), belum mengerti berita Injil, belum bisa menjadi murid.

Kesimpulan:

  • Pertobatan dan percaya Injil bukanlah akhir atau keseluruhan dari pembenaran, itu harus dilengkapi dengan baptisan air.
  • Baptisan haruslah diawali terlebih dahulu dengan pertobatan dan percaya pada berita Injil.
  • Baptisan Kristen adalah kematian dan penguburan dosa-dosa dan kebangkitan dan hidup untuk kebenaran dan untuk Allah
  • Baptisan air adalah awal dari kehidupan baru yang penuh kuasa bagi setiap orang percaya.

Lihat juga: Baptisan Roh Kudus

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.