Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru

12 11 2012

Tujuan pendalaman Alkitab ini:
1. Membawa pembaca mengerti bahwa penderitaan dan keallahan Isa al-Masih (Yesus Kristus) telah tertulis sedikitnya 400 tahun sebelum Dia hadir di bumi, dengan kata lain Alkitab membuktikan bahwa gossip Injil telah dirubah (Isa al-Masih tidak tersalib, hanya nabi biasa dan bukan Allah dan Tuhan) adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar kebenaran dan fakta.
2. Pembaca akan mengerti arti dari kata ” Alkitab” atau “Kitab Suci” yang sesungguhnya, itu lebih dari sekedar indah dan catatan sejarah yang akurat, tetapi juga penuh dengan inpirasi/ pewahyuan yang melampau kemampuan imajinasi manusia untuk sepanjang masa sebab Kitab Suci adalah perkataan tertulis Allah (logos), dan itu menjadi perkataan-Nya yang hidup  (rhema) jika Roh-Nya menerangi hati dan pikiran para pembacanya.
3. Menyadarkan pembaca bahwa Perjanjian Lama dan Baru adalah satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan gambaran utuh dari hati, pikiran dan rencana TUHAN, Allah semesta alam.
Catatan: Tulisan dari ayat-ayat di bawah semuanya diambil dari nabi-nabi Perjanjian Lama (Tanakh; orang Israel/ Ibrani menyebutnya) Alkitab terjemahan Indonesia Terjemahan Baru (ITB). Daftar ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak nubuatan yang telah digenapi oleh Isa al-Masih. Garis bawah menyatakan keallahan dan kemulian Isa al-Masih.

Illustrasi: Seorang menang lottre; kita sebut “kebetulan.” Seorang mampu menceritakan peristiwa-peristiwa masa lampau dengan benar; kita sebut “ia seorang sejarawan.” Seorang yang kita tidak kenal dapat menyebut nama, anggota keluarga dan dimana kita tinggal dan data-data pribadi kita lainnya; kita sebut “ia seorang agen rahasia.” Seorang berkata dengan tepat hal-hal yang kita telah perbuatan secara tersembunyi; kita sebut “ia seorang dukun.” Bagaimana kita menyebut pribadi atau kejadian ini jika pribadi ini berkata dua atau bahkan tiga ribu tahun yang lalu tentang akan lahir seorang bernama tertentu di kota dan negara tertentu, orang ini akan berbuat ini dan itu dan masyarakat dan bangsa penjajah tertentu akan melakuan ini dan itu – ajaibnya semua perkataan pribadi tersebut terjadi 100% tepat? Lebih ajaib lagi pribadi ini tahu apa yang akan terjadi pada orang ini seratus bahkan seribut tahun kemudian setelah kita hidup. Kita akui atau tidak, pasti pikiran kita mengetahui dan mengerti bahwa “pribadi tersebut adalah TUHAN,” dan semua kejadian tersebut adalah “murni perbuatan TUHAN,” dan tentunya orang yang diramalkan (dinubuatkan) tersebut pastilah “orang yang sangat penting.”

Daftar nubuatan nabi di Perjanjian Lama tentang Isa al-Masih yang tergenapi di Perjanjian Baru:
Nabi Mika bernubuat Isa al-Masih akan lahir di Betlehem, Israel:
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 2:1-6, Lukas 2:1-20

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah lahir melalui seorang perawan bernama Imanuel:
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (perawan/ virgin– di banyak terjemahan) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 1:18-25; Lukas 1:26-38

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih akanlah ada sebagai nabi seperti nabi Musa:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:17-19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 7:14-17; Kisah para Rasul 3:22-26.

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih masuk ke Yerusalem naik keledai muda disertai sorak-sorai penduduk:
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda (Zakharia 9:9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 21:1-9; Yohanes 12:12-16.

Nabi Daud dan nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah ditolak oleh bangsa-Nya sendiri:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Mazmur 118:22-23)
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (Yesaya 53:3)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 12:10-12; 26:3-4; Yohanes 1:11,12; 12: 37-41; Kisah para Rasul 2:23; 4:11-23.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah dihianati oleh satu dari orang-orang yang terdekat pada-Nya:
Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku. (Mazmur 41:10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat Yohanes 13:18 juga 6:70.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akan meninggal (demi dosa umat-Nya) setelah ditahan dan dihakimi:
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. (Yesaya 53:8)
Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. (Daniel 9:26)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:1-4; Lukas 23:1-25; Yohanes 19:1-5; Ibrani 13:12,20.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah tutup mulut didepan para penuduhnya:
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat: Matius 27:12-14; Markus 15:3-5; 1Petrus 2:23.

Nabi Yesaya dan Mikha bernubuat Isa al-Masih akanlah dipukuli punggung-Nya dan pipi-Nya akanlah dipukuli dan diludahi oleh para musuh-Nya:
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. (Yesaya 50:6)
Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. (Mikha 4:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 26:67; 27:26,30; Markus 14:65; Lukas 22:63 dan Yohanes 19:1-3. Setelah Isa disalibkan, beberapa puluh tahun berikutnya Yerusalem dikepung dan akhirnya di tahun 70 A.D. kota dan bait Allah diratakan oleh pasukan Titus; tepat apa yang para nabi dan Isa sendiri nubuatan.

Nabi Daud bernubaut Isa al-Masih akanlah disalibkan:
Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. (Mazmur 22:15-17)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:20,25; Yohanes 19:16-20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih saat di salib akanlah diolok-olok musuh-Nya atas nama TUHAN:
Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: “Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” (Mazmur 22:8-9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:39-44; Lukas 23:35-37.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih berdoa untuk para musuh-Nya menjelang kematiannya di kayu salib:
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa (syafaat; intercession) untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:27-28; Lukas 23:32-34

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah diberikan makanan beracun dan minuman cuka:
Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam. (Mazmur 69:21)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:34 dan Matius 27: 48; Yohanes 19:29.

Nabi Daud bernubuat jubah Isa al-Masih akanlah dilotre oleh para musuh-Nya:
Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. (Mazmur 22:19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:23-24; Matius 27:35; Markus 15:24 dan Lukas 23:34.

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih sebagai ”korban Domba Paskah” tulang-Nya tidak akan ada yang patah:
Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah; satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan. (Keluaran 12:46)
Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya. (Bilangan 9:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:31-36. Ayaib, Isa tersalib di hari Paskah (Passover) dimana Malaikat TUHAN tidak membunuh, tetapi melewatkan rumah-rumah yang palang pintunya diberi tanda darah domba dari perayaan Paskah tersebut di Mesir, sementara para putra tertua orang Mesir dicabut nyawanya.

Nabi Zakaria bernubuat setelah Isa al-Masih meninggal, Ia akan ditikam (pierced) ditangisi banyak orang seperti anak mereka sendiri:
 “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. (Zakharia 12:10).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:37. Dipandang sebagai Anak Allah, Tuhan dan Kristus (Al-Masih): Matius 27:54; Kisah para Rasul 2:23,36.

Nabi Yesaya bernubuat bahwa kematian Isa al-Masih akanlah ada sebagai persembahan korban untuk dosa manusia:
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:5-12).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 11:49-52; Kisah para Rasul 10:43; 13:38-39; 1Korintus 15:3; Efesus 1:7; 1Petrus 2:24-25; 1Yohanes 1:7-10. Dari kalimat berwarna ungu dan seterusnya, kita melihat rencana TUHAN yang jauh melebihi pikiran kita: kasih dan kemurahan TUHAN kepada kita; Isa akanlah bangkit dari kematian dan dipermuliakan lebih tinggi dari semua penguasa di bumi.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah bangkit dari kematian-Nya sebab Ia orang benar:
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. (Mazmur 16:8, 10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 28:1-10; Markus 16:1-8; Lukas 24:1-9, 44-48; Yohanes 20:1-31; Kisah para Rasul 2:25-28; 1Korintus 4-8.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah dipanggil dengan titel ke-Allah-an atau ke-Tuhan-an-Nya:
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera (son) telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Allah Perkasa: Yohenes 1:1; Titus 2:13; 1 Yohanes 5:20; Hikmat: Kolose 2:2b-3; Pendamai: Kolose 1:20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih setelah bangkit dari kematian akanlah duduk disebelah kanan TUHAN dan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek untuk selama-lamanya:
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mazmur 110:1,4)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 16:19; Kisah para Rasul 2:33-36; Ibrani 10:12-13; Ibrani 5:5-6,9-10;
Alkitab menulis: Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:1-3)

Sekarang kita melihat nubuatan para nabi apa yang akan terjadi kelak pada Isa al-Masih di masa depan.
Nubuatan-nubuatan lainnya tentang Isa al-Masih yang masih menanti waktu penggenapannya.
Nabi Daniel bernubuat Isa al-Masih akanlah datang kembali dengan kepenuhan kemulian-Nya berkendaraan awan-awan:
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:13-14)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru oleh Isa al-Masih dan para Rasul: Markus 14:61-62; Matius 24:30; 25:31; 26:64; Kisah para Rasul 1:9-11; Wahyu 1:7

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih akan melenyapkan senjata perang menggantinya dengan damai, dan Ia akan memerintah di seluruh bumi:
Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zakharia 9:10)
Nubuatan yang sama dari Para Rasul: Efesus 2:17 (orang dekat dan jauh adalah istilah bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain yang bukan Israel).

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah bertahta pada kursi kerajaan Daud:
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel. (Yesaya 9:6-7)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Lukas 1:32-33.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah memerintah atas seluruh bangsa dan bumi:
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mazmur 72:8,11)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Filipi 2:8-11; Wahyu 11:15; 19:11-16

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akan memerintah selama-lamanya:
Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. (Mazmur 45:7-8)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Ibrani 1:8-9; Wahyu 11:15

Bahan bacaan PA serupa:

  1. Prophecies Fulfilled by Jesus
  2. 351 Prophecies Fulfilled in Jesus Christ

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

Advertisements




Keabsahan Alkitab Sebagai Firman TUHAN, Allah Semesta Alam

14 06 2012

Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:19-21)

Pada Pendalaman Alkitab ini saudara akan belajar:

  • Sejarah penulisan Alkitab, pendahuluan
  • Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
  • Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
  • Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
  • Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini

Mengklaim sesuatu adalah bagian dari hak setiap orang, namun klaim itu menjadi sah dan legal setelah dibawa ke dalam suatu proses uji yang netral dan legal. Pengujian atas sesuatu di dalam keyakinan Kristianiti adalah sesuatu yang umum, itu tidak tabu sama sekali. Orang  beriman bukan saja berhak menguji suatu ”klaim” bahkan Alkitab sendiri menganjurkan setiap orang beriman untuk ”menguji segala sesuatu” sebelum ia menerima suatu ”klaim” sebagai kebenaran, seperti tertulis pada 1 Yohanes 4:1Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Ayat ini membuktikan bahwa keimanan bukanlah apa yang ahli agama (nabi, ahli kitab suci dan imam dan sejenisnya) klaim tentang sesuatu sebagai ”kebenaran yang datang dari Allah.” Kebenaran yang datang dari Allah haruslah sesuai dengan ajaran Roh Allah, sebab Firman (Perkataan) Allah dan Kesaksian Roh Allah berasal dari satu sumber yang sama (Yohanes 16:13-15). Ayat berikutnya dari 1 Yohanes 4 adalah sebuah contoh pengujian sebuah klaim, baca ayat 2-3. Karena TUHAN adalah Allah yang hidup dan yang tidak berubah, maka kita mendapat suatu kepastian bahwa ”jika TUHAN telah berjanji pada masa yang lalu, maka janji itupun berlaku pada masa kini,” dan ”jika TUHAN telah berbicara, maka hal itu akan terjadi, lambat atau cepat sesuai pada waktu yang Ia telah tetapkan.”

Pendahuluan: Sejarah Penulisan Alkitab.
Kitab Suci Alkitab sangatlah unik, itu bersumber dari banyak penulis dari latar belakang sosial yang berbeda (nabi, raja, perdana menteri, ahli kitab suci sampai penjala ikan). Ditulis dalam perjalanan waktu yang begitu panjang dari 1450 B.C. (kitab Torah) sampai akhir abad pertama (sebelum 100 A.D.), jadi ada sekitar 1450 tahun bedanya antara kitab pertama dengan kitab yang terakhir. Lebih unik lagi itu ditulis di banyak negara, Tanah Midian (Arab Saudi), Kanaan (Israel), Babilonia (Irak), Persia (Iran), Yunani dan Asia Minor (Turki). Kitab-kitab Perjanjian Baru (PB) umumnya di tulis di Israel, Yunani, dan Turki. Bahasa asli dari kitab-kitab suci di Perjanjian Lama (PL) adalah Ibrani (kitab Torah, Yosua, kitab para nabi, dll.), Aram (kitab Daniel, sebagian kitab Ezra). Bahasa kitab-kitab PB adalah Ibrani, Yunani. Beberapa ahli kitab percaya bahwa sebagian kitab Perjanjian Baru berbahasa Aram. Sebagian salinan dari kitab-kitab suci di Alkitab masih ada sampai sekarang, seperti kitab Yesaya (ada di musium Israel), dan kitab Injil Markus baru saja ditemukan beberapa tahun lalu.
Penterjemahan. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Aram terjadi pada tahun 400 B.C., dikenal sebagai Aramaic Targums. Lalu dari Ibrani ke Yunani pada tahun 250 B.C., kitab ini dikenal sebagai Septuagint (artinya ”70”, diterjemahkan oleh 70 orang Yahudi). Alkitab PB mulai diterjemahkan ke bahasa Aram, Latin dan lainnya pada tahun 180 A.D. Kedalam bahasa Inggris (dari Latin) pada tahun 1380 oleh Dr. John Wycliffe dan Yunani ke Inggris dan Jerman sekitar dua ratus tahun kemudian setelah Wycliffe. Terjemahan Alkitab bahasa Inggris yang umum dipakai oleh ahli-ahli Alkitab adalah Authorized Version (AV) atau di Amerika dikenal sebagai King James Version (KJV), sebab isinya lebih mendekati kitab-kitab suci yang umum dipakai oleh Gereja-gereja Tua, dikenal sebagai The Majority Text.

I. Perkataan peneguhan dari para nabi tentang keabsahan Alkitab
Seorang yang mengaku nabi atau berkata demi nama TUHAN atau Allah, namun perkataannya tidak terjadi, maka perkataan tersebut bukanlah berasal dari TUHAN (Ulangan 18:22).
Ada sekitar 2500 perkataan nubuatan di dalam Alkitab, sekitar 2000 diantaranya telah terjadi atau tergenapi sesuai apa yang telah tertulis. Sisanya sedang menantikan penggenapannya. Beberapa contoh: Perkataan nubuatan kepada nabi Musa akan datangnya hamba TUHAN (Al-Masih) (Ulangan 18:15-19; Yohanes 5:46-47 dan Kis. 3:22-23). Perkataan nubuatan melalui nabi Daniel akan lahirnya lima kerajaan dunia yang besar setelah Babilonia, datangnya kerajaan kelima (campuran tanah dan besi) sedang menuju kepada penggenapannya. (Daniel 2:19-23, 31-49). Telah banyak artikel dibuat untuk topik ini.

II. Perkataan peneguhan dari Isa al-Masih sendiri  tentang keabsahan Alkitab
“Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yohanes 10:24) Beberapa orang Yahudi meminta kepastian dari Isa, benarkah Dia adalah al-Masih (Mesias) yang telah dinubuatkan oleh para nabi di Perjanjian Lama. Isa mempertahankan klaim-Nya sebagai Penebus / Juruselamat Israel dan sekaligus sebagai Putra Allah dengan mengutip ayat Perjanjian Lama dari kitab Mazmur, yang Ia nyatakan sebagai ”torat (hukum) kamu:”

YESUS menjawab kepada mereka, Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?” Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang firman Elohim telah datang – dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Elohim?  (Yohanes 10:34-36, ILT)*

Dalam jawaban ini Isa (Yesus) memakai dua sebutan yang kemudian dipakai oleh murid-murid-Nya untuk merefer kepada Alkitab. Yang pertama ialah firman Allah (the word of God), dan yang kedua adalah kitab suci (the Scripture). Isa menyebut Alkitab “firman Allah,” Dia menunjuk bahwa kebenaran-kebenaran yang muncul di dalamnya berasal dari Allah, bukan dari manusia. Manusia sebagai penulis  firman Allah hanyalah alat atau hamba Allah. Titel ke dua “kitab suci / scripture,” Isa menunjuk sebuah batasan keilahian Alkitab, itu nampak dari arti literal dari scripture (kitab suci): “itu yang ditulis,” Batasan keilahian yang dimaksud di sini ialah Allah Yang Mahakuasa tidak menaruh seluruh pengetahuan dan tujuan-Nya dalam setiap aspek atau menditel. Ini juga terbukti bahwa kitab suci tidak merekam semua pesan yang Allah telah berikan kepada hambanya (Yohanes 21:25).

Isa al-Masih di dalam pelayanan-Nya sangat sering mengutip kitab-kitab Perjanjian Lama, yang Ia refer sebagai “kitab-kitab para nabi”, contoh:

  • Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) Mengutip kitab Musa, Ulangan 8:3
  • Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21:13). Ia mengutip dari Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11
  • Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: (Matius 15:7)
  • “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel … (Matius 24:15)
  • Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. (Yohanes 6:45). Ia merefer kepada Yesaya 54:13, Yeremia 31:34, Mika 4:2

 Jelas terlihat bahwa Isa pada Yohanes 10:34-36 dengan otoritas-Nya sebagai Al-Masih (Mesias) menyatakan bahwa Alktiab adalah firman Allah dan kitab suci.

III. Perkataan peneguhan dari para rasul tentang keabsahan Alkitab
Alkitab secara gamblang menunjukkan bahwa hanya ada satu penguasa, pengaruh yang tidak nampak yang mana Allah telah memimpin dan menpengaruhi roh dan pikiran dari penulis kitab-kitab suci di Alkitab, pribadi tersebut adalah Roh Kudus, Roh Allah sendiri, seperti rasul Paulus telah nyatakan, Segala tulisan (All Scipture)  yang diilhamkan Allah (by inspiration of God) memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Kata ”diilhamkan Allah” diterjemahkan dari bahasa Yunani ”theopneustos” secara literal berarti ”(dibuat) dari nafas Allah” (inbreathed of God) dan berhubungan secara langsung dengan kata Roh. Dengan perkataan lain, Roh Kuduslah yang menjadi sumber kendali dari para penulis kitab-kitab suci (all Scripture).

Rasul Petrus juga menulis hal yang sama: Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Petrus 1:20-21)

Lukas penulis kitab Lukas (dan juga kitab Kisah para Rasul) menggarisbawahi dasar penulisan Injilnya dengan kalimat: Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, (Lukas 1:3)

Kata Yunani anothen yang diterjemahkan sebagai ”dari asal mulanya” berarti secara literal ”dari atas.” Lukas adalah seorang dokter kesehatan, tapi ia mengakui bahwa sumber tulisannya bukan berasal dari hikmat manusia, melainkan ”dari atas.”

Kata Yunani anothen yang sama Isa al-Masih pakai ketika Ia berbicara kepada Nikodemus, guru agama Yahudi, syarat seorang dapat melihat Kerajaan Allah: YESUS menjawab dan berkata kepadanya, ”Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seorang tidak dilahirkan dari atas (kembali, born again) , ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3; ILT)

Ini sejalan dengan apa yang Isa katakan bagaimana seorang dapat beroleh hidup kekal: Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (Yohanes 6:63)

Jadi hal yang terutama manusia harus sadari ialah bahwa oleh dorongan Roh Kuduslah para penulis Alkitab menulis pesan-pesan nubuatan di Kitab Suci (Scripture).

IV. Firman Allah itu kekal, sebagaimana Allah itu kekal
Pernyataan Isa lainnya yang penting tentang Alkitab (dari jawaban di atas pada Yohanes 10:34-36) ialah “tidak mungkin dibatalkan” (cannot be broken). Orang bisa saja berargumen atau menolak sebagian dari isi Alkitab, tetapi Isa memateraikan kitab Perjanjian Lama  sebagai firman Allah yang kudus dengan berkata, ”kitab suci tidak mungkin dibatalkan!” Materai ini menguatkan apa yang Isa pernah katakan sebelumnya pada awal pelayanan-Nya bahwa tidak satu iota (tanda baca dalam huruf Ibrani) dari hukum Taurat yang dihapuskan sebelum terjadi: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan Torat (the law) atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Torat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:17-18)

Catatan: Kata “menggenapinya” sering disalah artikan oleh orang Kristen sebagai “tidak berlaku lagi,” jika kita baca pada konteknya dan juga kitab-kitab suci lainnya di Perjanjian Baru kata ini lebih tepat diartikan sebagai ”menyempurnakannya.” Bedanya ialah pada Perjanjian Lama manusia dibenarkan jika hidup dibawah Torat, setelah Isa bangkit dari kematian-Nya (Perjanjian Baru), manusia dibenarkan hanya oleh iman kepada karya agung Isa di salib (menebus dosa manusia melalui darah-Nya sendiri) dan hidup di dalam Torah yang ada di dalam pikiran dan hati mereka. Kita akan pelajari topik ini dilain hari.

Kitab-kitab Perjanjian Baru juga memiliki kuasa kekekalan seperti kitab-kitab di Perjanjian Lama. Perjanjian Baru berisi perkataan (langsung dan diteruskan oleh murid-murid-Nya) dan ajaran Isa al-Masih. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Markus 13:31). Lebih lanjut Isa menyatakan: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

Dengan pernyataan ini, Isa menegaskan bahwa kitab-kitab Perjanjian Baru sangatlah berotoritas, itu menentukan tujuan akhir hidup seorang di bumi, ke surga atau ke neraka.

Pada hari-hari terakhir sebelum Ia memberikan diri-Nya sebagai korban penebusan dosa umat manusia di Hari Paskah, Isa kembali mengingatkan umat-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35)

V. Kuasa perkataan Allah yang tertulis di Alkitab tetap bekerja sampai saat ini
Kita telah mempelajari bahwa kitab-kitab suci di Alkitab secara jelas menyatakan bahwa semuanya ditulis berdasarkan ilhaman Roh Allah, karenanya memiliki kuasa penuh dan bersifat kekal, tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
Sekarang kita sampai pada pengujian terakhir dari keabsahan Alkitab sebagai firman TUHAN. Sebuah teori, sebagus apapun, hanyalah teori belaka jika tidak dapat diwujudkan di dalam alam nyata.
Alkitab penuh dengan mujizat dan penggenapan nubuatan. Isa al-Masih dan murid-murid-Nya seperti tertulis di Alkitab melakukan banyak mujizat, … jika Alkitab adalah benar Firman TUHAN, Allah Yang Hidup Kekal dan Mahakuasa, seharusnyalah janji-janji yang tertulis di Alkitab itu juga terjadi SEKARANG ini. Ada ratusan kesaksian tertulis bagaimana orang-orang di abad ini telah mengalami kuasa Allah melalui Firman-Nya yang tertulis, Alkitab. Contoh situs kesaksian:

Saya pribadi adalah juga satu dari banyak saksi hidup di atas.

Inilah sebabnya raja Daud dapat berkata: Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Mazmur 12:7)

Giliran Anda. Sekarang giliran saudara sendiri menguji keabsahan Alkitab tersebut. Mintalah TUHAN merubah hidup saudara melalui Firman-Nya. Ia menggaransi janji-Nya: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. (Matius 7:7-8)

Artikel bagus untuk dibaca:

*/  ILT Kitab Suci (Alkitab) Indonesian Literal Translation. Elohim adalah kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai God dan Allah.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Keuntungan Melakukan Pendalaman Alkitab

8 12 2011

Buku-buku pelajaran, informasi dan khususnya buku-buku teknology berubah begitu cepat. Apa yang ditulis hari ini

The world’s first computer, the Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) pictured here, was built in 1946. (National Archives)

beberapa tahun lagi menjadi tidak berguna. Komputer pertama 1970an besarnya mencapai sebesar ruang tamu, sekarang itu lebih tipis dari text book dan dapat dilempar oleh balita. Sebuah laporan mengatakan: Pesan elektronik (SMS) komersial pertama dikirim pada Desember 1992, hari ini jumlah pesan elektronik yang dikirim dan diterima setiap hari melebihi seluruh populasi dunia. Jumlah tahun yang diperlukan untuk menjangkau pendengar sebanyak 50 juta adalah 38 tahun melalui radio, dan 4 tahun melalui internet, dan hanya 2 tahun melalui facebook.

NTT Jepang telah berhasil mengetes sebuah kabel fiber optik yang menghasilkan kecepatan 14 trillion bits per detik pada sebuah fibernya. Itu berarti 2,660 buah CD atau 210 juta pangilan telpon perdetiknya. Jumlah teknologi informasi mencapai dua kali lipat setiap dua tahun. Untuk para pelajar dan mahasiswa yang memulai kuliah teknik selama 4 tahun ini berarti separuh dari apa yang mereka pelajari di tahun pertama pelajaran akan ada ketinggilan jaman oleh tahun ketiga pelajaran mereka.
Sumber: Did you know? Technologies Change Fast!

Buku reparasi kendaraan atomotif mungkin masih dapat dipakai 20 tahun, namun hanya 1-2 tahun untuk buku reparasi peralatan teknologi komunikasi. Anda harus terus belajar untuk segera meninggalkannya! Ini adalah pekerjaan yang sangat meletihkan.

Sangatlah berbeda dengan Alkitab, sekalipun itu tertulis antara 1400 tahun B.C. (Kitab Taurat) sampai periode sebelum 100 tahun A.D. sampai sekarang Alkitab terus dicetak dan termasuk salah satu ’buku’ terlaris di dunia.

Pendalaman Alkitab kali ini mengajar pembaca mengerti tiga keuntungan mempelajari Alkitab:

  • Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti
  • Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia
  • Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya

I. Alkitab adalah perkataan Allah yang bersifat tetap (tidak berubah) dan pasti

Alkitab adalah Firman Allah

Alkitab disebut juga LOGOS (bahasa Yunani) yang berarti ”perkataan Allah yang tertulis.” Seperti kita lihat di atas bahwa buku-buku petunjuk yang bersifat teknologi selalu berubah dan menjadi tidak berguna dalam waktu yang sangat singkat, namun Allah berkata tentang firman-Nya (perkataan-Nya): Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:8-11). Rancangan TUHAN itu sempurna dan jauh melampau rancangan manusia (yang selalu memerlukan perbaikan). Rancangannya selalu pasti berhasil; Ia memiliki kuasa untuk menjadikannya dan tidak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan pekerjaan-Nya.

Kepastian Alkitab, perkataan Allah yang tertulis dinyatakan oleh Isa al-Masih:

  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Musa (Taurat) dan kitab-kitab para nabi di Perjanjian Lama: Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matthew 5:18 ). Juga pada Lukas 16:17
  • Isa al-Masih tentang kitab-kitab Perjanjian Baru yang berisi perkataan dan ajaran-Nya: Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matthew 24:35, Markus 13:27, Lukas 21:33 )

TUHAN merancang ratusan bahkan ribuan tahun sebelum sesuatu itu terjadi, oleh sebab itu Dia memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk MENULISKAN rencana-rencana tersebut di dalam sebuah kitab atau buku, agar generasi berikutnya tidak lupa dan bisa mengetahui bahwa TUHANlah yang menjadikan sesuatu sebagaimana telah dijanjikan-Nya.

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakkuk 2:2-3)

Perintah ”tuliskanlah” juga terjadi pada nabi-nabi TUHAN sebelum Habakkuk, contoh: Yeremia 30:1-2, 36:28; Yesaya 8:1, Ezekiel 43:11b.

II. Alkitab adalah buku petunjuk pemecahan setiap masalah manusia.
Jawaban utama dan terbaik dari semua masalah kehidupan manusia adalah Pembuat manusia itu sendiri. Jika mobil Mercedes Benz saudara rusak, tentu Anda tidak akan bawa mobil tersebut ke bengkel Bajaj bukan? Demikianlah halnya dengan kita, manusia, tempat terbaik untuk pemecahan masalah kita adalah Allah pencipta kita. Binatang, pohon dan benda-benda di langit seperti Matahari, bulan dan bintang hanyalah ciptaan TUHAN, mereka diciptakan oleh Dia sebagai alat bantu manusia, namum bukan sumber pemecahan masalah kita. Sayangnya begitu banyak orang di dunia ini mencari jawaban kepada ciptaan TUHAN dan bukan kepada Pencipta mereka.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. (Injil Yohanes 1:1-2). Firman (The Word) itu adalah Allah, Firman Allah adalah Allah itu sendiri.

Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Injil Yohanes 1:4-5). Inilah alasan utama mengapa Injil (Kabar Baik) diberitakan, manusia memerlukan terang! Kegelapan (dosa dan segala permasalahan hidup) di dalam manusia akan dirubah menjadi terang jika manusia itu memiliki Firman Allah. Sebab Firman ini memberi kehidupan, kehidupan yang berasal dari Firman inilah sesungguhnya terang manusia, – pendidikan, kekayaan dan kuasa bukanlah kehidupan manusia, ini terbukti banyak orang yang memiliki ketiga hal tersebut tetap hidup frustasi dan meninggal dengan bunuh dini.

 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Injil Yohanes  1:14)

Firman Allah telah menjadi manusia, inilah Firman Allah yang hidup dan bergerak atau RHEMA (bahasa Yunani). Isa al-Masih adalah RHEMA, Ia masih berbicara sampai sekarang.

Sering kali ketika seseorang membaca dan menyelidiki Alkitab (LOGOS) tiba-tiba Firman yang tertulis itu berubah menjadi RHEMA (Firman yang hidup), si pembaca menjadi mengerti apa sesungguhnya arti tulisan yang ia lihat dan baca. Inilah kuasa Roh Allah yang mengajar dan menuntun si pembaca Alkitab sesuai janji Isa al-Masih sebelum Ia tersalib bahwa Roh Kebenaran (Roh Kudus) akan mengajar segala sesuatu yang telah diajar Isa  (Firman Allah) dan memimpin umat Allah kedalam seluruh kebenaran (Yohanes 14:25-26 dan 16:13-14)

Raja Daud berkata di dalam kitab Mazmur (Zabur) “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”. (Mazmur 119:105)

III. Alkitab membawa keuntungan yang besar bagi mereka yang mempelajarinya
1. Nabi Musa di hari tuanya, sebelum ia meninggal dunia, ia mengingatkan kepada bangsa Israel untuk mendengarkan dan melakukan semua firman TUHAN yang ia telah ajarkan (tertulis dalam lima kitab yang dikenal sebagai kitab Taurat, supaya mereka diberkati dalam segala hal: kehidupan, keluarga, usaha, perlindungan dari musuh dan bahkan menjadi kepala di antara bangsa-bangsa (Ulangan 28:1-14). Negara-negara tersukses di dunia adalah negara-negara Kristen yang menerapkan prinsip-prinsip Alkitab. Kehancuran bagi negara yang menolak mendengarkan dan melakukan ajaran Alkitab (Ul. 28:15-68)
2. Raja Daud menemukan keuntungan yang besar dari Taurat TUHAN: Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:97-100)
Selain itu keuntungan membaca firman-Nya telah membuat Daud terhindar dari kehidupan yang najis: kejahatan, dosa dan segala jalan dusta (119:101-104)
Raja Daud menganggap Taurat TUHAN sebagai pusakanya yang kekal, sebab semua peringatan di dalam Taurat itu member kegirangan hatinya (Maz. 119:111)

3. Isa al-Masih, Firman Allah yang hidup, juga mengingatkan pentingnya mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya. Isa menyebut orang yang mendengarkan dan melakukan ajaran-Nya sebagai orang yang bijak (a wise man) dan Ia menggambarkan orang bijak tersebut sebagai orang yang membangun rumahnya di atas batu karang. Lihat Matius 7:24-25.
Dilain waktu, Isa menyatakan betapa penting dan menguntungkan untuk tinggal di dalam diri-Nya (beriman kepada ajaran dan melakukan ajaran-Nya). Ia mengumpakan diri-Nya sebagai pokok anggur dan menusia sebagai ranting-ranting anggur: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Injil Yohanes 15:4-5). Dan orang bijak ini akan berhasil:  Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. (Injil Yohanes 15:7). Perkataan Isa pada Yohanes 15 ini hampir serupa dengan pernyataan Daud pada Mazmur pasal 1 dan Yeremia 17:7-8.

Sangatlah menarik untuk diingat bahwa seminar-seminar bisnis kelas tinggi mendasarkan ajaran kesuksesan bisnis mereka pada prinsip pendalaman Alkitab yang tertulis pad Yakobus 1:22-25; apa pesan Yakobus tersebut? Ia mengajar:   Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; … Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. (Yak. 1:11-25)

Rasul Yohanes di awal kitab Wahyu, kitab yang ditulis berdasarkan pewahyuan langsung dari Isa al-Masih juga menekankan pentingnya mendalami firman TUHAN, dalam hal ini kitab Wahyu, tertulis: Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:1-3)

Mulailah hari ini juga membaca dan mendalami isi Alkitab, agar hidup saudara-saudaripun diberkati. Untuk mempermudah mengerti isi Alkitab, gunakanlah referensi-referensi dan komentator Alkitab. Terima kasih kepada dunia internet sekarang referensi dan komentator Alkitab dapat dibaca online bahkan di download secara cuma-Cuma

Beberapa contoh situs yang menyediakan referensi Alkitab:

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 





Kitab-kitab Suci Kristiani; apa & bagaimana isinya

27 05 2011

”Apakah kitab-kitab suci orang Kristen?” Anda akan mendapat jawaban yang berbeda antara jawaban orang Islam dan orang Kristen. Muslim akan menjawab: Taurat, Zabur dan Injil. ”Apakah Taurat, Zabur dan Injil tersebut?” Maka jawabannya akan semakin berbeda dengan jawaban orang Kristen.

Kitab Suci orang Kristen secara sederhana disebut Alkitab dalam bahasa Inggris: The Holy Bible, kata “Alkitab” ini berakar dari bahasa Arab: “Al” dan “Kitab,” oleh karena itu Quran terjemahan bahasa Inggris menulis kata Alkitab sebagai “The Book.” Dan Nabi Muhammad menyebut orang-orang  Yudaism dan Kristen sebagai “orang-orang Kitab” atau “the people of the Book.”

Dalam Alkitab (Al-Kitab/ Al Kitab), di dalamnya terdapat 66 kitab, nampak seperti table di samping ini.  Gambar diambil dari GKJ WKM Semarang. Terima kasih kepada pembuat table nama-nama kitab di dalam Alkitab! Klik pada gambar untuk memperbesar.

Alkitab terbagi di dalam dua bagian besar, Kitab Perjanjian Lama  (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Pembagian di dasarkan pada sebelum Isa / Yesus / Yeshua hadir di bumi dan sesudah Ia lahir. Hampir sama dengan pembagian jaman: B.C. (Before Christ / Kristus) dan A.D. (Anno Domini, the year of our Lord).

Kitab Kejadian sampai Ulangan (5 kitab) sering juga disebut sebagai Kitab Musa, Pentateuch dan Torah atau Taurat sebagaimana orang Islam Indonesia menyebutnya. Torah atau Taurat artinya perintah dan aturan hukum.

Zabur adalah kitab Mazmur atau Psalms (Inggris), sedangkan yang dimaksud dengan Injil di dalam Alkitab adalah keempat kitab pertama di Perjanjian Baru, yakni Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Keempat Injil ini catatan-catatan kelahiran dan pelayanan serta ajaran nabi Isa al Masih, sejenis kitab-kitab Hadish yang berisi catatan kehidupan  nabi Muhammad.

Pada Alkitab Katolik, ditambahkan 7 kitab, dikenal sebagai kitab Apocrypha, terletak diantara PL dan PB. Kitab Apocrypha ini ditambahkan oleh Paus dipertengahan abad 16 pada Sidang Trent. Kristen Yahudi dan bukan Yahudi tidak menggolongkan 7 kitab ini sebagai kitab-kitab yang diwahyukan oleh Roh Kudus, sebab itu mereka tidak dipakai.[1]

Isi kitab-kitab di dalam Alkitab
Kitab pertama (Kejadian) dan kitab terakhir (Wahyu) berisi cerita-cerita di luar kemampuan pikiran manusia, tidak ada satupun catatan sejarah dunia yang menyamainya. Kitab Kejadian, ditulis saat perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian (Kanaan), menceritakan peristiwa-peristiwa sebelum manusia hadir di bumi, bagaimana  langit, bumi dan isi alam semesta di ciptakan oleh Allah. Kitab Wahyu, ditulis sebelum abad pertama A.D., menceritakan banyak cerita akan hal-hal yang akan datang dikemudian hari, bahkan meramalkan hancurnya bumi dan langit saat ini dan turunnya bumi dan langit yang baru.

Kitab 1 Samuel sampai Maleakhi adalah catatan sejarah bagaimana TUHAN, Allah Israel berurusan dengan bangsa yang telah Ia pilih untuk menjadi contoh teladan iman dan hidup, serta menjadi saluran berkat bagi seluruh bangsa di dunia.

Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang sangat baik untuk setiap orang belajar mengenal hati dan pikiran Pencipta semesta alam. Tepatnya, setiap Muslim sangat dianjurkan untuk mempelajari kitab PL ini, di dalamnya nampak sikap hati Allah sebagai ABBA atau BAPA dan kita umatnya sebagai anak-anak-Nya. Pada PL ini nampak benar bahwa Allah adalah Mahapengasih dan Mahapenyayang serta panjang sabar sebagaimana Muhammad menulis di Alkuran.

Kitab Kisah Para Rasul, seperti nama dari kitab ini, adalah catatan pelayanan murid-murid Isa al Masih setelah Isa terangkat ke Sorga. Penulisnya adalah rasul Lukas, penulis yang sama dari Injil Lukas. Lukas adalah seorang dokter medis, dan satu-satunya penulis Alkitab yang bukan orang Ibrani  atau Israel. Dari akhir ceritanya nampak bahwa kitab ini ditulis saat rasul Paulus masih hidup.

Dari Kitab Roma (surat rasul Paulus kepada Jemaat di Roma[2]) sampai kitab Yudas (ini bukan Yudas Iskariot, tetapi Yudas saudara Yakobus) adalah kumpulan surat-surat para rasul kepada Jemaat dan beberapa murid rasul Paulus untuk tujuan mendidik ”bagaimana hidup sebagai pengikut-pengikut Isa al Masih yang dipanggil sebagai orang Kristen. Kitab Wahyu pasal satu sampai tiga juga berisi berita untuk ketujuh Jemaat, bedanya, berita ini adalah turun langsung dari Isa al Masih yang Ia perintahkan kepada rasul Yohanes untuk menulisnya, isinya adalah ”bagaimana Jemaat harus hidup sebelum kedatangan Isa yang kedua kalinya.”

Inti dari pesan kitab-kitab di Perjanjian Baru adalah orang benar hidup bukan di bawah aturan hukum Taurat, – berusaha dengan kekuatan sendiri untuk hidup benar, tetapi hidup melalui pimpinan Roh Kudus, yakni dengar-dengaran kepada perintah Allah dan melakukannya sesuai perintah tersebut.

Isa al Masih mengatakan bahwa kedua Perjanjian (Lama dan Baru) adalah penting dan tetap berlaku sejauh langit dan bumi yang sekarang ini masih ada (Injil Matius 5:18-19, Lukas 16:17). Kita akan bicarakan dilain waktu tentang hukum apa yang sesungguhnya telah tergenapi dan tidak perlu dilakukkan lagi sejak kematian Isa.

Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu (Your commandments) yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu (Your statutes). Ingatlah firman yang Kau katakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku. (Mazmur 119:48-50)

Footnote:
[1] Why the Apocrypha Isn’t in the Bible.
[2] Paulus adalah rasul untuk orang-orang bukan Yahudi.  Ia banyak membuka Jemaat (Gereja; bukan gedung, tetapi kumpulan orang Kristen di sebuah tempat yakni Ekklesia dalam bahasa Yunaninya. Injil Matius 16:18) di wilayah kerajaan Yunani dan kerajaan Romawi. Jemaat di Roma ini bukanlah Jemaat Roma Katolik yang sekarang ada. Jemaat Roma Katolik hadir setelah kaisar Constantine menjadikan Kristianiti sebagai agama resmi di seluruh wilayah yang ia kuasai.

Pendalaman Alkitab 4 Muslim

Hak Cipta: Budiman

pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.