Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian II: Antikristus, Aniaya Besar dan Israel diselamatkan

6 01 2013

Pada pendalaman Alkitab sebelumnya, bagian I, kita telah pelajari siapa sesungguhnya Raja Damai ini, dan mengetahui apa saja yang Dia  telah lakukan selama Dia ada di bumi. Bagian II ini kita akan mempelajari

  • jadwal-waktu (timetable) Alkitab peristiwa-peristiwa besar Akhir Jaman
  • mengenali cici-ciri Antikristus (Raja Damai yang Palsu) dan Penganiayaan besar yang dia akan lakukan di bumi
  • perbedaan utama antara Kedatangan Isa Al-Masih ke-1 dengan kedatangan-Nya yang ke-2
  • Perang Harmagedon dan Jalan Penyelamatan dari Elohim atas bangsa Israel

Pendahuluan: Kong Fu-Tze atau Kong Hu Cu[1] satu dari sedikit orang yang sangat arif dan bijaksana di dunia, pada suatu kali ditanya oleh murid-muridnya, ”Dapatkah guru mengajari kami tentang kehidupan setelah mati?” Guru mereka yang selalu mengajar pentingnya kejujuran, menjawab, ”Bagaimana seorang tahu tentang kematian sebelum ia tahu dengan jelas tentang kehidupan.” Pengetahuan kita terbatas tentang hidup, dan kematian, apalagi tentang kehidupan sebelum mati.
Ramalan manusia seperti kiamat 21 Desember 2012 adalah kebodohan di mata TUHAN, Dia menantang siapapun untuk bercerita tentang masa depan, jika mereka mampu (Yes. 41:21-23). Hanya Dia sendiri yang tahu akan masa depan dari semesta alam dan isinya: ”Beginilah firman TUHAN, Raja Israel dan TUHAN semesta alam: “Akulah yang awal dan Akulah yang akhir; dan selain dari pada-Ku  tidak ada illah-illah. Dan siapkah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, taruhlah itu dalam urutan dan memploklamirkannya, oleh karena Aku telah menempatkan manusia di bumi selamanya [sebagai saksi]. Dan biarlah mereka [para ilah] menunjukkan hal-hal yang besar yang akan datang. (Yes. 44:6-7)[2]Berbicara tentang masa depan, Firman TUHAN, Alkitab, adalah satu-satunya sumber tuntunan manusia, sebab di dalamnya tertulis nubutan-nubuatan para nabi dan rasulnya-Nya.[3]

Nubuatan urutan peristiwa besar sehubungan kedatangan Raja Damai yang kedua kalinya.
I. Jaman dimana kita hidup saat ini
II. Pengangkatan; umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi

Diagram Waktu Nubuatan Akhir Jaman

Diagram Waktu Nubuatan Akhir Jaman

I. Jaman dimana kita hidup saat ini
Kita sering mendengar orang berkata ”kita hidup di ujung Akhir Jaman.” Apakah maksudnya? Bagaimana kita tahu bahwa jaman dimana kita hidup saat ini adalah sudah sampai di ujung dari Akhir Jaman?
Alkitab membagi kehidupan manusia dibumi kedalam periode-periode jaman; jaman Adam ke jaman Abraham (sekitar 2000 tahun), jaman Abraham ke jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) (sekitar 2000 tahun), dan jaman Isa ke jaman kita hidup saat ini (sekitar 2000 tahun). Periode jaman yang terakhir ini (jaman Isa sampai saat ini) dikenal juga jaman anugerah, yaitu TUHAN menganugrahkan kepada setiap manusia di bumi untuk memiliki jaminan penebusan dosa – supaya beroleh keselamatan kekal –  melalui pengorbanan darah Isa al-Masih di atas kayu salib, setelah masa anugerah ini berlalu, maka pintu keselamatan tertutup selamanya.
Kita dapatkan kira-kira 6000 tahun dari penciptan Adam ke jaman kita hidup sekarang ini.[4]Benarkah kita sudah berada di ujung dari Jaman Akhir atau Jaman Anugerah yang disebut pada kitab Ibrani 9:28?
Perhatikan pertanyaan para rasul kepada Isa, ”bilamankah itu akan terjadi [Bait Allah akanlah dihancurkan] dan apakah tanda kedatangan-Mu (return) dan tanda kesudahan dunia?” (Mat. 24:3)

Untuk mengerti dengan benar jawaban Isa dari pertanyaan ini, kita harus mengerti magna dari kalimat nubutan. Rasul Petrus mengingatkan, Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. (2 Pet.  1:20-21). Kesalah mengertian tentang Alkitab pastilah terjadi ketika pembacanya tidak dipimpin oleh Roh Kudus apalagi jika orang tersebut membenci Kristus dan umat-Nya. Nubuatan  hanyalah dapat sepenuhnya dimengerti ketika nubuatan itu telah tergenapi. Dan hanya diketahui secara samar-samar melalui tanda-tanda yang telah diberikan TUHAN di dalam kalimat nubuatan tersebut. Sebuah kalimat nubuatan bisa dapat berisi perisiwa-peristiwa terpisah ribuan tahun di dalam penggenapannya.

Keruntuhan Bait Allah oleh Panglima Titus di tahun 70 A.D. (sekitar 40 tahun sejak Raja Damai ini mengatakannya) dan segera dikuti oleh penganiayaan besar atas bangsa Israel  dan para pengikut Raja Damai merupakan awal dari masa aniaya umat Kristen di ayat 9 dari Matius 24, lalu diikuti munculnya banyak nabi palsu dan kedurhakaan dan kasih manusia menjadi dingin (sampai ayat 12). Ayat 14 adalah tanda atau petunjuk waktu,  Dan Injil Kerajaan[5] ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (14). Ini adalah kesudahan atau akhir dari orang Kristen (bangsa Yahudi dan bangsa lain yang percaya Isa al-Masih) dianiaya.

Sudahkan Injil Kerajaan (yakni ajaran Isa al-Masih yang disebarkan oleh para rasul-Nya) ini diberitakan keseluruh dunia? Belum, tetapi hampir; melalui teknologi radio dan satelit berita Injil Kerajaan ini memasuki negara-negara yang tertutup rapat bagi ajaran Injil Isa al-Masih. Tanda lainnya bahwa saat ini adalah ujung dari Akhir Jaman bisa dilihat pada Matius 24:7-8; dimana perang dan berita perang antar bangsa tepatnya ”etnis/ suku” dan antar kerajaan atau negara dan persatuan negara (Asia, Arab, Afrika, Eropa, Amerika), kelaparan, gempa bumi semakin memuncak tidak terkendali. Raja Damai menyatakan semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang jaman baru. Kata ”permulaan penderitaan” mengaju kepada periode 7 tahun masa pemerintahan Antikristus, dimana tepat pada masa pertengahan pemerintahannya akan terjadi masa yang sangat berat, ”belum pernah terjadi sejak awal dunia … dan tidak akan terjadi lagi,” Raja Damai ini menubuatkan. Masa 3,5 tahun ini dikenal di Alkitab sebagai “Siksaan yang Dasyat / the Great Tribulation.” (21). “Jaman baru” adalah 1000 (seribu) tahun Kerajaan Allah berkuasa di Bumi. Tahun-tahun dimana kita berada sekarang (2013) adalah masa yang sedang mendekati saat Pengangkatan (Repture), lihat diagram waktu di atas.

II. Pengangkatan (Repture); umat-Nya tersingkir dari 7 tahun masa aniaya
Raja Damai berkata kepada para pengikut-Nya, bagaimana Ia akan datang menjemput mereka, tiba-tiba seperti kedatangan pencuri: Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. … karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Mat. 24:40-44). Rasul Paulus di surat pertama kepada Jemaat di Tesalonika pasal 4 menyatakan hal ini terjadi segera SETELAH mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; (16) dan ayat 17nya memperkuat: sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Dan Paulus melanjutkan: ”Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

Kebangkitan Pertama Orang Mati, Pengangkatan semua orang percaya untuk berjumpa Raja Damai di langit (dunia tidak melihat-Nya) akan terjadi dalam waktu yang tidak terduga dan selang waktu yang singkat. Sejak itu umat-Nya akanlah memiliki tubuh yang sempurna dan kekal, mereka akan selamanya bersama Raja Damai untuk masa kekekalan.
Peristiwa Pengangkatan orang percaya ini segera diikuti 7 tahun pemerintahan Antikristus di bumi, yang kemudian dihancurkan oleh Raja Damai pada kedatangan-Nya yang kedua kali.

III. 7 tahun pemerintahan Antikristus (Raja Damai yang palsu)
A. Para raja dan pembesar berencana melawan TUHAN dan Raja Damai. Perang, katastrofi dan kelaparan yang kita lihat dan dengar sehari-hari, Alkitab berkata semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. (Mat. 24:8).  Persiapan jalan bagi pemimpin tunggal dunia yang disebut Antikristus yang berpusat di Yerusalem (Sion) sedang mencapai titik penyempurnaan, rapat-rapat dan tindakan-tindakan telah dan terus-menerus dibuat untuk menghapus bangsa dan umat-Nya dari peta bumi, termasuk tanah dan negara Israel  untuk berpindah tangan; menggenapi nubuatan raja Daud, Mengapa rusuh bangsa-bangsa… Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya (Messias) : ”Marilah kita …memutuskan …… dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” (Maz. 2:1-3). Seorang bisa menjadi raja jika ia memiliki tanah (negara) dan rakyat (bangsa), pemimpin dunia berusaha menggagalkan Kerajaan Allah dibawah pimpinan Raja Damai (Messias/ Kristus) berkuasa di bumi dan menggantikan itu dengan Kerajaan Setan yang dipimpin oleh Antikristus. Berhasilkan manusia melawan TUHAN? Ayat seterusnya dari pasal dua ini menjawab dengan jelas.

Sebelum rencana ”sapu bersih” terhadap umat Kristen terjadi, Messias akan terlebih dahulu mengangkat mereka keluar dari bumi ini, disebut peristiwa Pengangkatan.

Gambaran kehidupan 7 tahun pemerintahan Antikristus: Jemaat Kristen[6] adalah ”garam dunia” dan ”pelita/terang dunia,” mereka adalah perwakilan / wujud Kristus Yesus di bumi, dimana praktek kasih dan mengampuni (berasal dari kekuatan Roh Kudus di dalam kehidupan mereka) terwujud di bumi. Jika sekarang semuanya ini telah terangkat dari bumi, maka kehidupan di bumi akan semakin anarki, egois dan penuh dendam; penduduk bumi akan semakin haus untuk kedamaian dan ketentraman, mereka akan menerima siapa saja, sekalipun orang jahat bahkan setan berwujud manusia, yang menjanjikan kedua hal tersebut.

B. Asal dan Karekter Antikristus. Asal Antikristus. Ada ajaran mengatakan Antikristus berasal dari orang Israel, sebab ia akan mengadakan perjanjian dengan Israel dan akan menjadi Messias (al-Masih) mereka, tetapi Alkitab jelas menulis Antikristus datang dari negara kafir (goyim); seekor binatang keluar dari dalam laut (Wahyu 13:1); Kata ”laut” dalam nubuatan Alkitab berarti kumpulan banyak manusia lebih spesifik, negara-negara kafir (Wah 17:15).
Binatang adalah lambang kerajaan atau pemerintahan (lihat Daniel 7); binatang ini berwarna merah dan ungu, berkepala tujuh dan tujuh tanduk; dan penuh dengan tulisan nama-nama hujat (17:3), dan binatang dikendalikan oleh wanita bertitel ”MYSTERY, BABYLON THE GREAT, THE MOTHER OF HARLOTS AND ABOMINATIONS OF THE EARTH,” (KJV) yang berpakaian kain ungu dan kirmizi (merah) penuh dengan perhiasan emas dan cawan emas yang berisi penuh segala kekejian dan percabulannya. (4-5). Tempat asal dari binatang ini adalah kota yang memiliki tujuh gunung (9). Raja terakhir dari kerajaan (binatang) yang dikendalikan oleh wanita ini dikatakan ”ia belum datang” (sebab Pengangkatan belum terjadi), jika ia datang ia akan memerintah singkat saja, 7 tahun (10). Tanda pengenal lain dari binatang ini adalah “pernah ada, lenyap, dan muncul kembali” (11).

C. Karakter Antikristus. Kata awal anti mengandung dua arti: melawan (over-against, contrary to) dan memalsukan (substitution, proconsul); Kristus sama dengan Messias (Yang Diurapi), yakni Raja Damai. Jadi Antikristus adalah seorang yang mengklaim kedudukan dan titel yang dimiliki Kristus (Mat 24:5, 24) , namun secara waktu yang bersamaan karakternya bertentangan dengan Kristus atau Raja Damai.

Beberapa contoh karakter yang juga sebagai titel Antikristus:
Menolak Isa al-Masih (1 Yoh. 4:3)
Menyangkal Isa al-Masih adalah Messias/ Kristus (Yang Diurapi) (1 Yoh 2:22)
Menyangkal Isa al-Masih pernah datang sebagai manusia (1 Yoh 1:7)
Manusia Durhaka / Pendurhaka (man of sin) dan Yang harus binasa (2 Tes 2:3, 9)
Pelawan Allah, ingin disebut dan disembah sebagai Allah (2 Tes 2:4)
Gembala Pandir (worthless shepherd) (Zak 11:16-17)
Bermuka garang dan pandai menipu (Daniel 8:23)
Seorang yang hina, tidak layak memperoleh martabat raja (Dan. 11:21)
Menghina Allah dengan kata-kata yang sangat buruk (36)
Seorang yang tidak tertarik kepada wanita-wanita[7] (37; KJV)
Bilangan namanya berjumlah 666 (enam ratus enam puluh enam) (Wah. 13:18)

Karena ia memiliki kuasa Setan (kekuatan dan kelicikan) secara penuh (Wah 13:4) , maka ia akan berhasil dan kekuasaannya menjadi hebat; ia akan membinasakan banyak penguasa, orang-orang kudus (orang-orang Yahudi yang masih menunggu kedatangan Yesus (yang pertama kali bagi mereka) sebagai Messias. Tanpa disangka, ia akan banyak membunuh orang (Dan. 8:24-25).

Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Wah. 13:18)
Jadi Antikristus adalah sebuah kerajaan dunia (binatang) yang anti kepada Kristus (al-Masih) dimana raja/pemimpin terakhirnya dipimpin oleh seorang pria yang sepenuhnya dikuasai oleh Iblis.

D. Siksaan yang dahsyat (The Great Tribulation). Dalam kondisi inilah Antikristus akan hadir dan memerintah dengan sistem yang sangat sadis, seperti tertulis:  ”Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat (great tribulation) seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. (Mat. 24:21)
Benar bahwa Antikristus melalui para aparatnya akan menyiksa dengan keras kepada siapa saja yang tidak setuju dengan system pemerintahannya. Namun Alkitab menulis siksaan yang dahsyat ini menimpa khususnya kepada orang Israel (yang tidak mengalami Pengangkatan karena masih menolak Isa sebagai Mesias, Juruselamat yang dijanjikan para nabi di Perjanjian Lama) yang jelas menolak Antikristus dan pemerintahannya yang ingin menjadikan kota Yerusalem sebagai ibukotanya.

Siksaan yang dasyat ini ditandai dengan Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara” (Lukas 21:20).

Tindakan Antikrisus ini akan dibantu oleh negara-negara Arab yang tinggal di sekeliling negara Israel yang telah lama membencinya dan sekaligus menginginkan dengan cemburu tanah dan negara Israel yang makmur. Matius 24:15 adalah ayat kunci, peristiwa ini adalah sebagai penghakiman terakhir TUHAN atas Israel yang masih menolak Isa / Yesus / Yeshua, Yehz 35:5.

Sikap dan tindakan negara-negara Arab disekitar Israel ini tercatat pada nubuatan nabi Yehezkiel 35 (pengungan Seir terletak di seberang timur sungai Yordan) dan nabi Obaja, perhatikan ayat 10-14 (Edom adalah sebuah suku dari keturunan Esau, saudara Yakub, yang beristerikan wanita Ismael)

The Great Tribulation ini, disebut “Hari berkabung Yakub,” akan membinasakan banyak orang Israel dan menjadikan tanah Israel sunyi sepi dan siap dibagikan menjadi milik bangsa-bangsa lain (Yehz 36:3)

Raja Damai ini berkata tentang  siksaan yang dahsyat ini sebagai: Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan [bangsa Israel] waktu itu akan dipersingkat. (Mat. 24:22)

Israel pada saat itu tidak ada satu negara pun yang membantunya, jika ada pastilah mereka tidak akan mampu melepaskan Israel dari cengkraman pemerintahan Antikristus yang adalah penguasa tunggal dunia saat itu; pertolongan satu-satunya adalah menjerit keras kepada Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Kedatangan Penolong Israel membebaskan umat-Nya dikenal dengan Perang Harmagedon.
Bangsa Israel akan terluput dan para musuhnya akan mendapat upah setimpal perbuatan mereka, nabi Yehezkiel dan Obaja menulis.

IV. Kedatangan Kedua Raja Damai ke Bumi
A. Perbandingan perbedaan Kedatangan Pertama dengan Kedua. Kedatangan Raja Damai yang bernama Firman Allah (Wah 19:14) ke bumi kali ini berbeda sama sekali dengan yang kedatangan yang pertama. Sekarang Ia sangat menakutkan para musuh-Nya:

  • Ia sekarang berjubahkan jubah raja sebagai ganti dibungkus dengan pakaian bayi;
  • Turun dari langit disertai pasukan-Nya yang besar (gabungan dari umat-Nya dan para malaikat-Nya) sebagai ganti dari para gembala dengan domba-dombanya;
  • Pintu sorga akan terbuka sebagai ganti pintu-pintu penginapan yang tertutup sewaktu Ia ingin dilahirkan;
  • Turun di bukit Zaitun (mount Olives) yang menyebabkan bukit ini terbelah dua sebagai ganti lahir di kota Betlehem yang sunyi;
  • Suara-Nya akan seperti halilintar yang menakutkan sebagai ganti tangisan bayi;
  • Sekarang Ia adalah Singa dari Yehuda sebagai ganti Anak Domba Allah;
  • Ia sekarang datang sebagai Raja di atas segala raja  (King of kings) dan Tuhan di atas segala tuhan (Lord of lords).
  • Berbeda dengan kedatangan Raja Damai di waktu Pengangkatan, dimana Ia hanya terlihat oleh umat-Nya, kali ini semua orang akan melihat-Nya, dan sangat menakutkan mereka yang tidak percaya kepada-Nya terlebih yang menolak ajaran-Nya, Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, (Wah. 1:7).[8] Raja Damai dan pasukan-Nya datang untuk menghancurkan kekuasaan Antikristus (raja damai palsu) dan pasukannya.

 B. Perang Armagedon / Harmagedon.[9] Dari sisi manusia ini adalah pemberontakan besar-besaran melawan TUHAN; dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis. Itulah roh-roh setan.., dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa. (Wah. 16:13-14), juga pada Zak 14:3-5. Perkataan-perkataan tiga pribadi ini, yaitu mengajak para pemimpin seluruh dunia memerangai negara Israel, adalah perkataan-perkataan yang diwahyukan oleh roh-roh setan.
Dalam kontek rencana kekekalan TUHAN, peristiwa ini bukanlah suatu peperangan, tetapi lebih tepat ”penghakiman TUHAN atas kejahatan bangsa-bangsa kepada bangsa Israel dan TUHAN, Allah Israel:

  • Aku akan mengumpulkan segala bangsa dan akan membawa mereka turun ke lembah Yosafat; Aku akan berperkara dengan mereka di sana mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, oleh karena mereka mencerai-beraikannya ke antara bangsa-bangsa dan membagi-bagi tanah-Ku, (Joel 3:2)
  • Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” (Yudas 1:14-15).
  • ”… seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar“, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. (Wah. 19:11,14)
  • Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Mat. 16:27).

TUHAN mendaftarkan lebih lanjut kesalahan bangsa-bangsa pada kitab Yoel tersebut di ayat 3-6. Ayat 12 memperjelas tujuan akhir-Nya: 1. sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru, 2. untuk menghibur bangsa Israel, umat-Nya dan merestorasi Zion / Yerusalem yang adalah kota kudus-Nya; Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi. (16-18). 

C. Teriakan bangsa Israel yang membuat Raja Damai turun kembali ke bumi. Pada Mazmur 118 raja Daud berkata: Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. (21), lalu ia berseru:  Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! (25) dan kalimat berikutnya, tercatat dikempat kitab Injil, adalah kalimat yang diserukan oleh orang-orang Israel ketika Raja Damai memasuki kota Yerusalem di saat kedatangan-Nya pertama ke bumi (Mat 21:9):  Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! (26a)
Ketika para pemimpin agama (saat itu: para Farisi dan Saduki) menolak Raja Damai ini, Ia mengutuki mereka ”Celakalah kamu” (Woe unto you) 4 kali, dan Ia berkata: ”Yerusalem, Yerusalem … Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mat. 23:37-39)

Ketika pasukan Antikristus dan para tetangga Israel melakukan “siksaan yang dahsyat” ini yang membuat mereka harus melarikan diri keluar dari tanah mereka sekali lagi, jerih payah mereka sejak 1948 punah, tanahnya jadi sunyi lagi. Di saat putus asa yang berat ini, maka mereka akan mengingat TUHAN mereka, mereka bertobat, dan menyesal bahwa mereka telah menolak Batu Penjuru tersebut (Mazmur 118:22) berjanjanji untuk kembali kepada pernjanjian kekal TUHAN dengan Abraham, Ishak dan Yakub, para nenek moyang mereka. Sambil menangis tersedu-sedu dan dengan hati yang tulus mereka akan berseru dengan bibir yang gemetar berkata, Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN!”

Dan … pintu sorga kembali terbuka,[10] Raja Damai berjubah merah mengendarai kuda putih turun ke bumi disertai berlaskar-laskar tentara sorga-Nya yang juga berkuda putih. Dengan pedang yang keluar dari mulut Raja Damai ini, Dia membinasakan semua pasukan Antikristus, tetapi Antikristus dan nabi palsunya ditangkap hidup-hidup. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. (Wah. 19:20). Tetapi naga, si ular tua (Setan/ Iblis) diikat selama seribu tahun dan dilemparkan ke dalam jurang maut untuk masa 1000 tahun (Wahyu 20:2-3).

Kekalahan Antikristus ini adalah penghabisan dari Akhir Jaman ini, dan Jaman baru datang, disebut Jaman 1000 Tahun Damai.
Orang-orang yang mati terbunuh karena kesetianan mereka Yesus (Isa) dan tidak menyembah patung dan menolak tanda 666 di dahi dan tangan mereka, Alkitab berkata, mereka dibangkitkan kembali dari kematian bergabung dengan para orang kudus yang mengalami Pengangkatan (telah bangkit dari kematian ditambah yang  tetap hidup) (Wah. 20:4-5). Kebangkitan orang kudus terjadi dua kali, lihat illustrasi gamSudut pandang interpretasi nubuatan Alkitabbar Gunung Kembar ini: A melihat hanya sebuah gunung tetapi B melihat dua buah. Kebangkitan dari kematian jasmani para orang kudus  disebut ”Kebangkitan Pertama,” (dua kali; sebelum Pengangkatan dan setelah masa 7 tahun Antikristus berakhir), sedangkan mereka yang mati dan dibangkitkan setelah 1000 tahun untuk dihukum selamanya disebut ”Kematian Kedua”. Kebangkitan Pertama adalah hidup kekal bersama Raja Damai di Sorga, sedangkan Kematian Kedua adalah hidup kekal bersama Setan, Antikristus dan nabi palsunya di Neraka, lautan api. (Wahyu 20:4-15).

V. Kerajaan 1000 tahun Damai, Raja Damai memerintah di Bumi
A. Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai. Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (Yes. 2:2). Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. … dan Yerusalem akan tetap aman. (Zak. 14:9, 11)
Sebagaimana TUHAN menciptakan cakrawalan, bumi dan isinya selama enam hari dan beristirahat di hari ketujuh, demikian jugalah Dia merestorasi ciptaan-Nya yang telah dirusak manusia dan Setan melalui pribadi Antikristus; 6000 tahun kekuasaan manusia diambil oleh Setan, 1000 tahun sepenuhnya beristirahat di tangan pemerintahan Raja Damai.[11]TUHAN menciptakan langit dan bumi yang baru, kota Yerusalem baru yang diturunkan dari Sorga. Sekarang Kerajaan Allah benar-benar hadir di bumi, Raja Damai dan para orang kudus-Nya memerintah bumi (Wahyu 21:1-3).
Sungguh Doa-doa Bapa Kami selama 2000 tahun: ”datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Mat. 6:10) telah terjawab!!!
Batas dan sistem pemerintahan Raja Damai:

  • Pusat pemerintahan-Nya di Sion / Zion atau Yerusalem: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” (Maz. 2:6)
  • Kota Yerusalem baru ini memiliki 12 pintu gerbang terbuat dari permata yang indah dan bernama dari 12 suku Israel, temboknya memiliki 12 batu penjuru tertulis nama-nama dari 12 rasul Raja Damai itu. (Wah 21:11-12)
  • Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. (Wah. 22:2)
  • Alat perang dilenyapkan dan damai dicanangkan: Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. (Zak 9:10a)
  • Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zak. 9:10b)
  • Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yes. 9:6). Ayat ke 7 pada terjemahan Inggris.

B. Bangsa-bangsa yang tersisa dan usaha pemberontakan Iblis yang terakhir. Orang-orang kudus memerintah bangsa-bangsa lain yang tetap hidup karena tidak turut berperang bersama Antikristus di Israel. Setelah masa Jaman 1000 tahun Kerajaan Damai berakhir, Iblis atau Setan atau Naga tua ini dilepas kembali dari penjara untuk sedikit waktu lamanya (Wah. 20:3, dan 7). Kembali Iblis menyesatkan bangsa-bangsa yang tersisa tersebut untuk maju berperang, kali ini dibawah langsung pimpinannya. Ini adalah yang sia-sia: perang manusia daging pimpinan Iblis melawan manusia immortal (yang tidak bisa mati, seperti malaikat) pimpinan Raja Damai yang juga immortal (terjadi setelah Ia bangkit dari kematian-Nya di kayu salib). Maka naiklah mereka (jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut; 8) ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. (Wah. 20:9-10)

Lalu Raja Damai duduk di atas takhta putih-Nya, dan kitab kehidupan dan semua kitab lain dibuka, malaikat memiliki catatan, setiap orang memiliki bukunya sendiri; Pengadilan Hari Kiamat dimulai! Semua yang mati, yakni yang tidak mengalami ”Kebangkitan Pertama” sekarang dibangkitan untuk diadili; dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu masing-masing menurut perbuatannya. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Wah. 20:12-15). Itulah kematian yang kedua: lautan api. (14)

Setelah Iblis, Antikristus dan nabi palsunya dilempar ke dalam lautan api, beserta mereka juga para roh-roh jahat dan orang-orang yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan untuk kekekalan, di tempat yang sama sekali berbeda, Raja Damai beserta orang-orang kudus-Nya, para malaikat sorgawi hidup dengan damai selamanya di bumi dan langit yang baru, yang disebut sebagai Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga.

Jika saudara atau saudari belum berdamai dengan Isa al-Masih, Raja Damai ini, bertobatlah dan berdoalah saat ini juga untuk meminta dosa-dosa Anda diampuni. Anda tidak bisa netral. Pergilah ke Gereja dan mintalah di baptis sebagai bukti dari pertobatan Anda tersebut. TUHAN ingin Anda pun diselamatkan. Janganlah menganggap remeh perintah-perintah-Nya, sebab Dia akan membalas setiap kita menurut perbuatan kita entah itu baik atau jahat.

Artikel tambahan yang direkomendasikan:

[1] Kong Fu Cu atau Kong Fu-Tze, nama aslinya adalah Chiu King (551-479 B.C.) (artinya Master Kong) Seorang filsafat Cina yang sangat dikenal bijaksana oleh raja-raja Cina di jamannya. Ia tidak mengajari agama tetapi cara hidup yang baik, ia mengajar, ”Hormatilah dewa-dewa (gods) tetapi berhubunganlah dengan mereka sesedikit mungkin.” Sebagai ganti dari dewa-dewa (gods), ia mengajari kebaikan (goodness).  Karena kebijakasanaannya ini para muridnya menjuluki Chiu King sebagai Kung Fu-Tzu / Kong Fu-Tze / Confucius (bahasa Latin) artinya Master Kung/  Master Kong. Sekarang ajarannya menjadi sebuah agama; Kongfusianisme (Confucianism). Baca: CONFUCIANISM: WHAT DID CONFUCIUS REALLY SAY? by Stan Griffin
[2] Holy Bible from the ancient eastern text; George M. Lamsa,s Translation from the Aramaic of the Peshitta. Diterjemahkan ke Indonesia secara literal. Setelah ayat-ayat 6 dan 7 ini dibandingkan dengan beberapa terjamahan lainnya seperti KJV, ESV dan terjemahan Indonesia nampak terjemahan Alkitab dari bahasa Aram Pershitta ini lebih jelas secara kontek.
[3] Nubuatan adalah kata-kata ramalan yang berisi inpirasi TUHAN mengenai hal-hal yang akan terjadi dimasa mendatang.
[4] When Did Time Begin? [5] Injil arti literalnya ialah ”Kabar Baik” dari kata Yunani: euaggelion.
[6] Jemaat Kristen (Gereja) digambarkan sebagai Tubuh Yesus Kristus di bumi, sedangkan Yesus (Isa) adalah kepalanya (sumber atau pemimpin Gereja). Ketika Saulus dari Tarsus menganiaya Jemaat Kristen mula-mula di Israel Yesus berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah para Rasul 9:4)
[7] Melalui text ini, beberapa pemikir Alkitab berkesimpulan bahwa Antikristus bisa jadi seorang homosex. Text ini terdapat pada terjemahan Inggris lama termasuk juga pada Aramaic Peshitta.
[8] Teknologi TV baru ditemukan tahun 1950 dan kemudian menyusul teknologi satelit, nubuatan ini terjadi sebelum tahun 100 (100 A.D.)
[9] Harmagedon  dari kata har Megidow yang berarti Gunung Megido. Belokasi di sekitar Karmel (Timur Haiva). Di Medido ini telah terjadi banyak perang yang besar sejak hakim Debora
[10] Pintu Sorga terbuka dua kali dalam Alkitab. Pertama kali terbuka untuk menyambut para orang kudus di hari Pengangkatan. Terbuka kembali yang kedua kalinya untuk menyambut keluarnya Raja Damai ke bumi disertai oleh orang kudus-Nya demi memerangi kerajaan Antikristus.
[11] 1000 tahun bagi manusia sama dengan 1 (satu) hari bagi TUHAN (Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8).

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

 

Advertisements




Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian I.

3 01 2013

Siapakah sesungguhnya Raja Damai yang akan datang yang dibicarakan Firman Allah? Kapankah Ia datang? Mengapa Ia datang dan apa yang terjadi jika Ia datang? Dimana dan bagaimana sistem pemerintahan kerajaan-Nya? Apa dan kapan Pengangkatan, Perang Harmagedon, the great tribulation, Kebangkitan Pertama, Kematian Kedua dan jaman 1000 tahun damai? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut.

Tujuan pendalaman Alkitab:
1. Mengetahui Raja Damai yang telah dijanjikan TUHAN berdasarkan firman-Nya sendiri dan melalui para nabi dan rasul-Nya; asal-usul-Nya, karakter-Nya dan sistem pemerintahan-Nya.
2. Mengerti jadwal-waktu yang bersifat nubuatan, kondisi dan akibat kedatangan-Nya dan kehidupan di bumi setelah kerajaan-Nya terbentuk di bumi

Catatan: Pendalaman Alkitab (PA) ini dibagi dua bagian: Bagian 1: Kedatangan Raja Damai yang pertama kali, bersifat sejarah. Bagian 2: Kedatangan Raja Damai yang kedua kali, bersifat nubuatan: pewahyuan Isa al-Masih tentang hal-hal apa yang harus terjadi sebelum Kerajaan Damai Elohim terwujud di bumi; tetapi keduanya adalah satu-kesatuan, seperti ”sebab dan akibat” atau ”aksi dan reaksi.”  Untuk mengerti firman TUHAN (perintah, ketetapan, janji, tindakan dan rencana-Nya) – khususnya dalam topik yang akan kita bahasa ini – kita harus menyelidiki seluruh Alkitab, Perjanjian Lama dan Baru; segala sesuatu yang Dia akan perbuat  di bumi ini (berkat atau kutuk) ada sebabnya, tercatat dalam His-story (sejarah-Nya), dan segala apa yang Dia telah rencakan dan katakan (nubuatan) pastilah akan tergenapi. Semua ini Ia dasari di atas keadilan, kebenaran dan kemurahan-Nya dan terlaksana oleh karena kuasa dan kebesaran-Nya yang besar dan mulia.

Pendahuluan: Bumi dan isinya haus akan damai: Tanda kesudahan jaman, Isa al-Masih katakan, akan diawali dengan bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” (Mat. 24:7). Para pemimpin dunia dan tokoh-tokoh masyarakat, seperti diberitakan media, nampak sibuk rapat dan sidang; mencanangkan ”Making sure Holocaust never happen again,” ”Making poverty history,” dsb. – tujuannya: untuk membuat bumi lebih damai dan makmur. Teknologi dan pendidikan manusia semakin maju pesat, namun kedamaian dan kemakmuran yang diharapakan nampaknya semakin menjauh dari bumi ini. Kondisi susah seperti ini pernah terjadi di tanah Israel kuno dan ditulis: ”Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian! (Yer. 8:15). Pada ayat sebelumnya nampak kondisi tekanan mental mereka: tetapi semua orang yang masih tinggal ... akan lebih suka mati dari pada hidup. (3)

Mengapa damai tidak turun ke bumi ini, meskipun segala usaha, dana telah dicurahkan oleh para pemimpin dunia? TUHAN memberi alasannya. Sebab semua usaha manusia tersebut tidak didasari di atas kebenaran TUHAN; tetapi kebenaran dan keuntungan diri sendiri (Roma 3:9-18), yang sama sekali ditentang oleh TUHAN, dengan kata lain, mereka berontak  kepada Pencipta mereka. Kehausan pemimpin dunia akan kuasa dan pengaruh dunia digambarkan TUHAN ”seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran (5-6). Itulah sebabnya bumi dan isinya haus akan damai.

TUHAN pada akhirnya akan memberi kelegaan bagi mereka yang haus tersebut, seperti janji-Nya: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Mat. 5:6). Kedatangan Raja Damai dinantikan penduduk bumi!

Dari seluruh isi Alkitab, kitab Kejadian sampai Wahyu, kita akan temukan restorasi bumi dan isinya selalu melibatkan tiga faktor utama: bangsa Yahudi, Jemaat (Gereja), keduanya merupakan perwakilan Kerajaan-Nya di bumi, dan bangsa-bangsa.

I. Arti Raja Damai. Kata ”Damai” di dalam Alkitab ditulis shalom (Ibrani) atau eirene (Yunani), yang berarti: aman (Maz. 4:9; ayat 8 pada terjemahan Inggris), tenang/ damai sejahtera (Luk. 1:79; Maz. 23:4). Alkitab dengan jelas menulis bahwa damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman / keamanan ini hanya muncul dari kebenaran, Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yes. 32:17).

Kata ”Raja” hanya dapat dimengerti oleh dunia modern hanya melalui membaca Alkitab Perjanjian Lama. Raja dan Presiden lebih banyak perbedaannya daripada kesamaannya. Raja dilantik oleh raja sebelumnya, tetapi presiden dipilih oleh rakyat; raja memerintah sampai ia usia lanjut, tetapi presiden hanya menjalankan tugas yang diberikan rakyatnya untuk periode singkat; raja pemilik negara dan isinya (1 Samuel 8:9-17), sedangkan presiden digaji rakyat. Pasal 8 dari kitab nabi Samuel ini sedang berbicara bangsa Israel meminta seorang raja yang kelihatan, menolak Raja mereka yang tidak kelihatan, yakni TUHAN Pemilik dan Pencipta mereka (Mazmur 24:1-2).

Dari difinisi di atas, maka Raja Damai berarti Seorang Pria yang memerintah kerajaannya dan rakyatnya dengan keamanan dan damai sejahtera sebab raja ini mengalaskan pemerintahannya dengan keadilan dan kebenaran, jadi Raja Damai ini dapat juga disebut sebagai Raja Adil dan Benar.

Garis jaman menurut Alkitab

A. Janji TUHAN akan datangnya Raja Damai: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes. 9:5).[1]

Menaruh janji ini pada konteknya; nabi Yesaya hidup di jaman raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda; raja-raja yang meninggalkan TUHAN (1:1-4), Ahas bahkan membangkitkan kembali penyembahan kepada dewa Molok, mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban dalam api (2 Raja 16:3). Kerusakkan rohani selalu berefek kepada kerusakkan moral, kegagalan pemimpin berefek kepada kegagalan bangsa, Yesaya pasal 10:1-2 mencatat, masyarakat golongan menengah kebawah diperas: keadilan, hak dan milik orang lemah dirampas dan anak yatim piatu dijarah. Sebab itulah TUHAN kembali mengingatkan janji penghiburan atas umat-Nya Israel, Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. (Yes. 32:1-2)

Pada pembahasan di bawah kita akan tahu, bahwa TUHAN tidak hanya menjanjikan Raja Damai ini bagi bangsa Israel saja sebagai Pembebas, tetapi juga bagi seluruh bangsa di dunia yang juga haus akan keadilan, kebenaran dan kedamaian.

TUHAN mampu melakukan segala perkara yang besar dan yang mustahil bagi kita, sebab TUHAN adalah Allah Yang Mahakuasa, Dia mampu berbicara kepada semua manusia di bumi untuk menghakimi mereka dengan langit sebagai saksi-Nya (Maz. 50:1-4). Tiga Nama dalam satu ayat: Yang Mahakuasa, Allah dan TUHAN. Yang Mahakuasa (The Mighty One) berarti God of gods (Allah segala allah / ilah). Gods/ para allah disini adalah para malaikat (Maz. 82:1) dan Allah (Elohim; kata Ibrani) sebagai pribadi Penguasa dan Pencipta alam semesta, dan terakhir TUHAN (YHWH; kata Ibrani yang dibaca/ ditulis YAHWEH) adalah Nama dari Allah Yang Mahakuasa tersebut. Lebih penting lagi bahwa TUHAN selalu menepati perkataan-NYa, ini yang membuat firman-Nya dapat kita percaya dan pegang selamanya, baca Bilangan 23:19.

B. Siapakah pria yang disebut Raja Damai pada kitab nabi Yesaya 9:5?
1. Dikenali dari nama-Nya. Dari nama-nama panggilan Raja Damai ini Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal hanya dapat digenapi oleh satu pribadi – Isa al-Masih; yang dipanggil juga sebagai Imanuel (Immanu’el; Ibrani) yang berarti Allah (El) beserta kita  (Yes. 7:14 dan Mat. 1:23) dan janji-Nya sendiri kepada para pengikut-Nya (Mat. 28:20); klaim-Nya sendiri sebagai “Alfa dan Omega” atau “Yang Awal dan Yang Akhir” (Wah. 1:8, 21:6 dan 22:13).
2. Jabatan-Nya sebagai Anak TUHAN. TUHAN menyebut Raja Damai ini “Anak-Ku: Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (Maz 2:7). Isa al-Masih menyebut diri-Nya sendiri sebagai Anak Tunggal Allah (Yoh. 3:17-18), itulah sebabnya Yohanes menulis tentang Isa di awal Injilnya sebagai Firman telah menjadi manusiaAnak Tunggal Bapa (TUHAN), penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh 1:14).
3. Sebagai Ambasador TUHAN di bumi. Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (TUHAN), kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6)
4. Dikenali dari tempat awal tugas-Nya. Ayat 1 (Yes. 8:23 pada terjemahan Indonesia LAI) adalah kunci untuk mengerti nubuatan tentang Raja Damai ini berasal: “tanah Zebulon dan tanah Naftali .. jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, in Galilee of the nations.” Tanah Zebulon dan Naftali adalah dua dari 12 tanah Kanaan yang dibagi sesuai dengan nama dari 12 suku Israel. Nabi Yesaya berbicara tentang wilayah (profinsi) Galilea di jaman Isa al-Masih (Yesus Kristus) seperti tertulis pada Mat. 4:12-17. Injil Matius menulis bahwa Raja Damai yang dinubuatkan nabi Yesaya adalah Isa al-Masih “supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya” (ayat 14).

II. Kedatagan Raja Damai yang pertama kalinya; sudah terjadi.
A. Sebagai Raja bangsa Israel. Nabi Zakharia bernubuat tentang Raja Damai yang sebelumnya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya, ia berkata, ”Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem![2] Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. (Zak. 9:9).
Raja Damai ini adalah orang Yahudi, bangsa Israel, berasal dari keturunan raja-raja Israel, Injil Matius pasal satu menulis silsilah Isa al-Masih, darah rajanya berasal dari raja Daud. Sekitar 400 tahun setelah nubuatan nabi Zakaria ini, Isa al-Masih terlahir melalui seorang perawan, Maria melalui pekerjaan Roh Kudus dan di hari-hari akhir Raja Damai ini Ia memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai muda yang belum terbebani; murid-murid dan kumpulan orang yang sangat banyak mengelu-elukan Raja Damai ini, dengan kalimat-kalimat: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” (Mat. 21:9). “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja (Raja Israel; terjemahan  Ethiopia) dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Luk. 19:38)

Injil Matius sekali lagi menulis: ”Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi” (Mat. 21:4).

Kata Hosana kata pujian yang berarti ”berilah kiranya keselamatan sekarang/ selamatkanlah sekarang” (save now) atau ”selamatkanlah, saya memohon kepada Engkau” (save, I beseech Thee). Albert Barnes, Notes on the Bible Matt 21:9. Kalimat pujian ini adalah sangat umum diucapkan orang Yahudi, terambil dari Mazmur Daud pasal 118:25-26. Kalimat dari Mazmur ini adalah satu dari banyak ayat nubuatan nabi tentang datangnya Juruselamat Yang Diurapi bagi bangsa Israel, itulah sebabnya beberapa orang Farisi (seperti Orthodox Yahudi sekarang) yang tidak mengerti bahwa Yesus adalah Mesias / Isa adalah al-Masih menjadi sangat marah, meminta Isa untuk menghentikan teriakan-teriakan pujian tersebut. Isa menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu-batu (stones) ini akan berteriak.” (Luk. 19:39-40). Jawaban-Nya ini menyatakan bahwa nubuatan nabi tentang Diri-Nya harus terjadi dan tidak dapat dibatalkan entah orang percaya atau tidak bahwa Isa al-Masih adalah Raja Damai yang kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Baca Mazmur 118:25-26 dan 1 Raja-raja 8:24-26). Ketika Ia mati tersalib, di atas kepalanya tertulis “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

Kelompok Orthodox Yahudi ini sampai sekarang masih menunggu kedatangan yang pertama dari Raja Damai, sementara orang Kristen (Yahudi dan bukan Yahudi) menantikan kedatangan-Nya kembali yang kedua kalinya. Lihat gambar illustrasi di bawah ini.

Illustrasi dua orang yang melihat dua gunung

Illustrasi dua orang yang melihat dua gunung

B. Kerajaan Raja Damai ini berasal dari Sorga dan telah terwujud di hati Jemaat-Nya atau Gereja-Nya.[3] TUHAN berjanji kepada raja Daud bahwa keturunan Daud akan memerintah dan kokoh selama-lamanya (1 Taw. 17:11-14). Kerajaan Yehuda adalah tongkat Kerajaan TUHAN (Mazmur 60:7 & 108:8). Ketika Gubernur Romawi di Yudea bertanya kepada Isa al-Masih, ”Engkau inikah raja orang Yahudi?” Isa mengiyakan dan mengatakan darimana asal kerajaan-Nya, Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yoh. 18:36-37).

Kerajaan Raja Damai secara fisik belum terwujud di bumi (Luk. 22:30), umat-Nya masih berdoa untuk hal ini (Mat. 6:10 & Luk. 11:2); kita akan pelajari ini di Bagian II, tetapi secara rohani itu telah tercipta di dalam hati setiap pengikut-Nya (Mat. 12:28) sebagaimana kita telah bahas di atas bahwa Kerajaan dari Raja Damai ini adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam (in) Allah, melalui Roh Kudus-Nya yang tinggal di dalam hati setiap orang percaya (Roma 14:17).

C. Raja Damai merestorasi rohani umat-Nya.
1. Bangsa Israel. Orang Israel berharap bahwa Isa al-Masih merestorasi kejayaan kerajaan Israel, mengusir pernjajah Romawi, ketika Isa dipuji-puji saat mengendarai keledai memasuki kota Sion (Yerusalem). Rencana dan pikiran TUHAN jauh lebih tinggi dan lebih dalam dan luas dari pikiran manusia. Tujuan Raja Damai, Isa al-Masih, saat kedatangan-Nya yang pertama Ia merestorasi perkara rohani:

  • Memberi kesaksian tentang kebenaran (Yoh. 18:37)
  • Meluruskan kembali  ajaran Torah (perintah, ketetapan dan hukum TUHAN) yang telah disimpangkan oleh para ahli agama. Para pemimpin agama saat itu telah lama mengganti firman TUHAN dengan tradisi-tradisi nenek moyang mereka, dan mereka lebih takut kepada pemerintah Romawi daripada kepada TUHAN. Baca: Firman Allah tidak dapat dibatalkan dan harus tergenapi.
  • Memperkenalkan kembali nama Bapa-Nya: ”YAHWEH” yang telah dilupakan umat-Nya (Injil Yoh. 17:6; Yesaya 42:8). TUHAN/ the LORD (ADONAI, bahasa Ibrani yang berarti ”tuan/ master”) adalah Nama samaran dari NAMA yang asli.
  • Melalui darah-Nya yang tercurah diatas kayu salib, Raja Damai ini merestorasi hubungan umat-Nya dengan YAHWEH (TUHAN), Allah Bapa yang bertahta di Kerajaan Sorga. Baca Mark. pasal 15.

2. Dan bangsa-bangsa lainnya. Melalui korban darah Raja Damai yang tidak bersalah dan bebas dari segala dosa ini, Dia bukan saja telah membuat jembatan hubungan antara bangsa Israel dengan TUHAN, lebih dari itu bangsa-bangsa yang bukan Israel juga tersedia jalan menuju Bapa di Sorga melalui darah korban perdamaian tersebut!; seperti telah dinubuatkan oleh  para nabi dan rasul:

  • Yesaya 49:6 – “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Baca sampai ayat 7.
  • Mazmur Daud 2:8 – Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
  • Mazmur Daud 22:28-29 (ayat 27-28 pada terjemahan Inggris) –  Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
  • Yesaya 11:10 – Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Baca juga Roma 15:10-13. Isai adalah ayah kandung raja Daud (1 Sam. 16:1).
  • 1 Tim. 3:16 – Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Bersambung: Kedatangan Raja Damai dan Kerajaan-Nya. Bagian II: Antikristus, Aniaya Besar dan Israel diselamatkan

Bacaan lain yang direkomendasikan: “THE PEACE OF CHRIST” Damai yang ditawarkan Isa al-Masih.


[1] Ayat ke 6 pada terjemahan Inggris.
[2] Sion (Zion; English)  atau Yerusalem dalam kontek ini adalah bangsa dan negara Israel secara keseluruhan.
[3] Jemaat atau Gereja adalah semua orang dan bangsa yang percaya kepada Yesus Kristus. Jemaat pertama Yesus adalah orang-orang Yahudi atau bangsa Israel. Ketika rasul Paulus, orang Yahudi yang besar di Tarsus (Asia Minor) memberitakan ajaran Yesus kepada orang Yahudi dan bukan Yahudi di wilayah Yunani dan negara-negara jajahan Roma, para orang percaya ini disebut Kristen, artinya “Pengikut ajaran Kristus.”

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.




Nubuatan-nubuatan para nabi tentang Isa al-Masih (Yesus Kristus) tergenapi di Perjanjian Baru

12 11 2012

Tujuan pendalaman Alkitab ini:
1. Membawa pembaca mengerti bahwa penderitaan dan keallahan Isa al-Masih (Yesus Kristus) telah tertulis sedikitnya 400 tahun sebelum Dia hadir di bumi, dengan kata lain Alkitab membuktikan bahwa gossip Injil telah dirubah (Isa al-Masih tidak tersalib, hanya nabi biasa dan bukan Allah dan Tuhan) adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar kebenaran dan fakta.
2. Pembaca akan mengerti arti dari kata ” Alkitab” atau “Kitab Suci” yang sesungguhnya, itu lebih dari sekedar indah dan catatan sejarah yang akurat, tetapi juga penuh dengan inpirasi/ pewahyuan yang melampau kemampuan imajinasi manusia untuk sepanjang masa sebab Kitab Suci adalah perkataan tertulis Allah (logos), dan itu menjadi perkataan-Nya yang hidup  (rhema) jika Roh-Nya menerangi hati dan pikiran para pembacanya.
3. Menyadarkan pembaca bahwa Perjanjian Lama dan Baru adalah satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan untuk mendapatkan gambaran utuh dari hati, pikiran dan rencana TUHAN, Allah semesta alam.
Catatan: Tulisan dari ayat-ayat di bawah semuanya diambil dari nabi-nabi Perjanjian Lama (Tanakh; orang Israel/ Ibrani menyebutnya) Alkitab terjemahan Indonesia Terjemahan Baru (ITB). Daftar ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak nubuatan yang telah digenapi oleh Isa al-Masih. Garis bawah menyatakan keallahan dan kemulian Isa al-Masih.

Illustrasi: Seorang menang lottre; kita sebut “kebetulan.” Seorang mampu menceritakan peristiwa-peristiwa masa lampau dengan benar; kita sebut “ia seorang sejarawan.” Seorang yang kita tidak kenal dapat menyebut nama, anggota keluarga dan dimana kita tinggal dan data-data pribadi kita lainnya; kita sebut “ia seorang agen rahasia.” Seorang berkata dengan tepat hal-hal yang kita telah perbuatan secara tersembunyi; kita sebut “ia seorang dukun.” Bagaimana kita menyebut pribadi atau kejadian ini jika pribadi ini berkata dua atau bahkan tiga ribu tahun yang lalu tentang akan lahir seorang bernama tertentu di kota dan negara tertentu, orang ini akan berbuat ini dan itu dan masyarakat dan bangsa penjajah tertentu akan melakuan ini dan itu – ajaibnya semua perkataan pribadi tersebut terjadi 100% tepat? Lebih ajaib lagi pribadi ini tahu apa yang akan terjadi pada orang ini seratus bahkan seribut tahun kemudian setelah kita hidup. Kita akui atau tidak, pasti pikiran kita mengetahui dan mengerti bahwa “pribadi tersebut adalah TUHAN,” dan semua kejadian tersebut adalah “murni perbuatan TUHAN,” dan tentunya orang yang diramalkan (dinubuatkan) tersebut pastilah “orang yang sangat penting.”

Daftar nubuatan nabi di Perjanjian Lama tentang Isa al-Masih yang tergenapi di Perjanjian Baru:
Nabi Mika bernubuat Isa al-Masih akan lahir di Betlehem, Israel:
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5:1)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 2:1-6, Lukas 2:1-20

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah lahir melalui seorang perawan bernama Imanuel:
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (perawan/ virgin– di banyak terjemahan) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 1:18-25; Lukas 1:26-38

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih akanlah ada sebagai nabi seperti nabi Musa:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:17-19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 7:14-17; Kisah para Rasul 3:22-26.

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih masuk ke Yerusalem naik keledai muda disertai sorak-sorai penduduk:
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda (Zakharia 9:9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 21:1-9; Yohanes 12:12-16.

Nabi Daud dan nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah ditolak oleh bangsa-Nya sendiri:
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Mazmur 118:22-23)
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (Yesaya 53:3)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 12:10-12; 26:3-4; Yohanes 1:11,12; 12: 37-41; Kisah para Rasul 2:23; 4:11-23.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah dihianati oleh satu dari orang-orang yang terdekat pada-Nya:
Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku. (Mazmur 41:10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat Yohanes 13:18 juga 6:70.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akan meninggal (demi dosa umat-Nya) setelah ditahan dan dihakimi:
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. (Yesaya 53:8)
Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. (Daniel 9:26)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:1-4; Lukas 23:1-25; Yohanes 19:1-5; Ibrani 13:12,20.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah tutup mulut didepan para penuduhnya:
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (Yesaya 53:7)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: lihat: Matius 27:12-14; Markus 15:3-5; 1Petrus 2:23.

Nabi Yesaya dan Mikha bernubuat Isa al-Masih akanlah dipukuli punggung-Nya dan pipi-Nya akanlah dipukuli dan diludahi oleh para musuh-Nya:
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. (Yesaya 50:6)
Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. (Mikha 4:14)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 26:67; 27:26,30; Markus 14:65; Lukas 22:63 dan Yohanes 19:1-3. Setelah Isa disalibkan, beberapa puluh tahun berikutnya Yerusalem dikepung dan akhirnya di tahun 70 A.D. kota dan bait Allah diratakan oleh pasukan Titus; tepat apa yang para nabi dan Isa sendiri nubuatan.

Nabi Daud bernubaut Isa al-Masih akanlah disalibkan:
Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. (Mazmur 22:15-17)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:20,25; Yohanes 19:16-20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih saat di salib akanlah diolok-olok musuh-Nya atas nama TUHAN:
Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: “Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” (Mazmur 22:8-9)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:39-44; Lukas 23:35-37.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih berdoa untuk para musuh-Nya menjelang kematiannya di kayu salib:
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa (syafaat; intercession) untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 15:27-28; Lukas 23:32-34

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah diberikan makanan beracun dan minuman cuka:
Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam. (Mazmur 69:21)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 27:34 dan Matius 27: 48; Yohanes 19:29.

Nabi Daud bernubuat jubah Isa al-Masih akanlah dilotre oleh para musuh-Nya:
Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. (Mazmur 22:19)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:23-24; Matius 27:35; Markus 15:24 dan Lukas 23:34.

Nabi Musa bernubuat Isa al-Masih sebagai ”korban Domba Paskah” tulang-Nya tidak akan ada yang patah:
Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikitpun dari daging itu keluar rumah; satu tulangpun tidak boleh kamu patahkan. (Keluaran 12:46)
Janganlah mereka meninggalkan sebagian dari padanya sampai pagi, dan satu tulangpun tidak boleh dipatahkan mereka. Menurut segala ketetapan Paskah haruslah mereka merayakannya. (Bilangan 9:12)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:31-36. Ayaib, Isa tersalib di hari Paskah (Passover) dimana Malaikat TUHAN tidak membunuh, tetapi melewatkan rumah-rumah yang palang pintunya diberi tanda darah domba dari perayaan Paskah tersebut di Mesir, sementara para putra tertua orang Mesir dicabut nyawanya.

Nabi Zakaria bernubuat setelah Isa al-Masih meninggal, Ia akan ditikam (pierced) ditangisi banyak orang seperti anak mereka sendiri:
 “Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. (Zakharia 12:10).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 19:37. Dipandang sebagai Anak Allah, Tuhan dan Kristus (Al-Masih): Matius 27:54; Kisah para Rasul 2:23,36.

Nabi Yesaya bernubuat bahwa kematian Isa al-Masih akanlah ada sebagai persembahan korban untuk dosa manusia:
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak (Yesaya 53:5-12).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Yohanes 11:49-52; Kisah para Rasul 10:43; 13:38-39; 1Korintus 15:3; Efesus 1:7; 1Petrus 2:24-25; 1Yohanes 1:7-10. Dari kalimat berwarna ungu dan seterusnya, kita melihat rencana TUHAN yang jauh melebihi pikiran kita: kasih dan kemurahan TUHAN kepada kita; Isa akanlah bangkit dari kematian dan dipermuliakan lebih tinggi dari semua penguasa di bumi.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah bangkit dari kematian-Nya sebab Ia orang benar:
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. (Mazmur 16:8, 10)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Matius 28:1-10; Markus 16:1-8; Lukas 24:1-9, 44-48; Yohanes 20:1-31; Kisah para Rasul 2:25-28; 1Korintus 4-8.

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah dipanggil dengan titel ke-Allah-an atau ke-Tuhan-an-Nya:
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera (son) telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5).
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Allah Perkasa: Yohenes 1:1; Titus 2:13; 1 Yohanes 5:20; Hikmat: Kolose 2:2b-3; Pendamai: Kolose 1:20.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih setelah bangkit dari kematian akanlah duduk disebelah kanan TUHAN dan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek untuk selama-lamanya:
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.” TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.” (Mazmur 110:1,4)
Penggenapannya di Perjanjian Baru: Markus 16:19; Kisah para Rasul 2:33-36; Ibrani 10:12-13; Ibrani 5:5-6,9-10;
Alkitab menulis: Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. (Ibrani 7:1-3)

Sekarang kita melihat nubuatan para nabi apa yang akan terjadi kelak pada Isa al-Masih di masa depan.
Nubuatan-nubuatan lainnya tentang Isa al-Masih yang masih menanti waktu penggenapannya.
Nabi Daniel bernubuat Isa al-Masih akanlah datang kembali dengan kepenuhan kemulian-Nya berkendaraan awan-awan:
Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. (Daniel 7:13-14)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru oleh Isa al-Masih dan para Rasul: Markus 14:61-62; Matius 24:30; 25:31; 26:64; Kisah para Rasul 1:9-11; Wahyu 1:7

Nabi Zakaria bernubuat Isa al-Masih akan melenyapkan senjata perang menggantinya dengan damai, dan Ia akan memerintah di seluruh bumi:
Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zakharia 9:10)
Nubuatan yang sama dari Para Rasul: Efesus 2:17 (orang dekat dan jauh adalah istilah bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain yang bukan Israel).

Nabi Yesaya bernubuat Isa al-Masih akanlah bertahta pada kursi kerajaan Daud:
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel. (Yesaya 9:6-7)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Lukas 1:32-33.

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akanlah memerintah atas seluruh bangsa dan bumi:
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya! (Mazmur 72:8,11)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Filipi 2:8-11; Wahyu 11:15; 19:11-16

Nabi Daud bernubuat Isa al-Masih akan memerintah selama-lamanya:
Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. (Mazmur 45:7-8)
Dikuatkan kembali di Perjanjian Baru: Ibrani 1:8-9; Wahyu 11:15

Bahan bacaan PA serupa:

  1. Prophecies Fulfilled by Jesus
  2. 351 Prophecies Fulfilled in Jesus Christ

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Sifat Ke-Allah-an Isa al-Masih

1 05 2012

Illustrasi: Berikut ini kesaksian John (nama samaran), seorang pelajar Indonesia yang pernah belajar di Australia,  di sebuah sekolah yang terdiri dari multibudaya dan kebangsaan. Setiap pagi sebelum kelas dimulai, semua stuff dan pelajar berkumpul untuk 30 menit kerja bakti bersama. Suatu kegiatan yang menyenangkan, John mengingat. John sebagaimana biasanya setiap pagi ia bangun mandi dan memakai farfum sebelum pertemuan pagi tersebut. Pagi itu adalah hari yang tidak mudah dilupakan John, seorang stuff sekolah, wanita Fiji, dengan ramah menghampirinya, dengan seyum yang sangat manis menyapa John dalam bahasa Indonesia, “Kamu bau kentut!” John terkejut dengan sapaan lembut tetapi sangat tidak sopan ini. John menatap wajah wanita Fiji dan bertanya dengan penasaran, “What did you say?” Wanita ini mengulagi kalimat yang sama dengan lebih pasti dan hati-hati disertai senyum yang lebih sopan, “Kamu bau kentut!!” Tiba-tiba terdengar suara tertawa yang keras dari beberapa pemuda Australia yang hanya berjarak 10 meter dari John. Tertawa keras ini menyadarkan wanita Fiji tersebut, ada sesuatu yang tidak beres pikirnya, mukanya menjadi merah dan ia meloncat-loncat marah sambil tertawa dan berkata berkali-kali “Apa yang telah terjadi?” Ia memukul-mukul dengan telapak tangannya ke badan pria yang tertawa paling keras (yang ternyata ‘guru bahasa Indonesia’ wanita tersebut). Wanita itu bertindak seperti gadis kecil yang sedang ngambek kepada papinya, “tell me! tell me! what’s funny?” Para pemuda tersebut hanya bisa tertawa semakin keras. John melihat semua ini menjadi mengerti apa sesungguhnya yang telah terjadi: seorang telah mengajari orang lain suatu kalimat bahasa Indonesia yang tidak sopan! “Hmm itu lucu, tetapi suatu tindakan yang tidak sopan,” John berkata kepada dirinya sendiri dengan kesal namun tanpa kemarahan sebab John tahu bahwa teman-temannya itu hanya ingin bercanda.
Pembawa gossip sering kali tidak menyadari apa yang ia perbuat, sementara pembuat gossip (para setan) tertawa terbahak-bahak menyaksikan gossipnya tersebar luas.

Alkitab ini akan membuat Anda mengerti:

  • bahwa Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi
  • Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perbuatan-Nya
  • Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perkataan-Nya sendiri

I. Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi.
Kenabian Isa al-Masih telah diakui oleh banyak agama, namun banyak pemimpin agama yang belum mengetahui bahwa Isa al-Masih adalah nabi di atas segala nabi, sebagaimana Alkitab telah menulisnya.

1. Pada Alkitab Perjanjian Lama, nabi yang terkenal dengan segala mujizat yang sangat luar biasa adalah nabi Musa. Nabi Musalah satu-satunya nabi yang berhadapan muka dengan muka dan dikenal sebagai pembawa perintah Allah, dikenal sebagai Torah atau Taurat (Yohanes 7:19). Kepada nabi Musalah Allah TUHAN telah memberi ”kertas blueprint” bagaimana bentuk dan ukuran kemah suci harus dibangun, yang menjadi model acuan bagi bait suci yang dibangun raja Salomo dikemudian hari. Tetapi Alkitab membandingan kebesaran nabi Musa tersebut sebagai tidak sebanding dengan kebesaran nabi Isa al-Masih,

Sebab Ia (yaitu Yesus, ayat 1) dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. (Ibrani 3:3-4)

Dalam istilah bangunan ini berarti nabi Musa ialah ahli bangunan, tapi Isa al-Masih adalah arsiteknya. Isa adalah ahli dari segala ahli bangunan, sebab ialah adalah Allah. Musa membangun bait TUHAN dari bahan kayu yang berlapis perak dan emas, namun Isa membangun bait TUHAN dari manusia-manusia beriman (Zakaria 6:12-13; Mat. 16:18)

2. Pada Alkitab Perjanjian Baru, nabi yang terbesar adalah nabi Yohanes Pembaptis. Nabi Yohaneslah yang memulai era baru bahwa dosa-dosa ditebus melalui pertobatan dan bukan melalui darah binatang (), Yohanes inilah pembuka jalan bagi kedatangan Mesias (Yang Diurapi Allah) (Mat. 11:10 dan Lukas 7:27), sehingga Isa sendiri berkata:

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis,… (Mat. 11:9-11). Namun bagaimana nabi Yohanes membandingkan dirinya dengan Isa al-Masih? Lihatlah pada pasal tiga di Injil Matius, Yohanes berkata:

Sesungguhnya aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang akan datang sesudah aku , Dia (Yesus, putra Allah; ayat 13-17) lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia aku tidak layak membawa mmebawa kasut-Nya; Dia akan membaptiskan kamu dalam Roh Kudus dan api. (Mat. 3:11; ILT)

Catatan: terjemahan yang baik memakai kata “dalam,” bukan “dengan.” Lihat Pelajaran Baptisan Air atau Baptisan Selam

II. Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perbuatan-Nya
Pohon dikenal dari buahnya, dan orang dikenal dari perbuatannya. Dari pelayanan Isa al-Masih sewaktu Ia ada di bumi, kita akan mengetahui siapakah Dia.
Perbuatan Isa yang menunjukkan bahwa Ia adalah Allah, atau dipanggil sebagai Putra Allah dapat dilihat dari ayat-ayat di bawah ini:

  1. Mengampuni dosa  – Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:5). Para ahli Taurat mengerti benar apa yang Isa maksud, sehingga mereka berkata: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” (Mark. 2:7). Isa menegaskan siapa diri-Nya: bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,” lalu Ia menyembuhkan orang lumpuh tersebut hanya melalui perkataan. Maka para hadirin takjub dan berkata: “Yang begini belum pernah kita lihat.” (ayat 10-12).
  2. Kuasa alam tunduk pada perintah-Nya – Taufan yang dasyat dan ombak yang siap menenggelamkan perahu tiba-tiba tengah dengan hardikan Isa: “Diam! Tenanglah!” Sehingga murid-murid-Nya sendiripun bertanya-tanya: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (lihat Mark. 4:35-41)
  3. Membangkitkan orang-orang mati. Anak perempuan Yairus (Markus 5:41) dan Lazarus, saudara dari Marta dan Maria (Yohanes 11:43).
  4. Memberi kehidupan kekal (Yoh. 10:28) dan kematian kekal/hukuman neraka (Wahyu 21:8)

III. Ke-Allah-an Isa al-Masih melalui perkataan-Nya sendiri
1. Isa berkuasa memberi kehudupan kekal kepada manusia. Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26). Respond dari Marta menjelaskan klaim Isa sebagai Allah: Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (ayat 27). Isa adalah Tuhan, Putera Allah dan Mesias (Yang Diurapi Allah).

2. Isa dan Bapa Sorgawi adalah indentik, satu kesatuan. “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh. 10:30). Reaksi pendengar-Nya membuktikan bahwa benar Isa telah mengklaim sebagai Allah, mereka mengambil batu-batu untuk merajam Isa. Hukuman rajam adalah hukuman bagi mereka yang menghujat Allah, seperti menyamakan diri dengan Allah. Jawaban mereka sekali lagi membuktikan bahwa mereka mengerti klaim Isa sebagai Allah: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Menarik untuk diperhatikan, ancaman rajam dari massa tidak membuat Isa menarik klaim-Nya, malah Ia memperkuatnya dengan mengutip ayat di Mazmur (Zabur):  Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Putra Allah?  (Yoh. 10:34-36). Isa disini menyatakan bahwa kitab Mazmur termasuk katagori Kitab Suci dan isinya tidak dapat dibatalkan.

3. Isa lebih tua dari bapa Abraham, kedatangan-Nya telah ditulis oleh nabi Musa.

  1. Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh. 8:58). Bahasa Inggrisnya lebih baik, tertulis: Jesus said unto them, Verily, verily, I say unto you, Before Abraham was, I am. (KJV). Isa hadir di bumi 2000 tahun setelah bapa Abraham. Kata ”I am” yang dipakai Isa adalah doubel-klaim ke-Allah-an Isa,  bahasa Yunaninya ”ego eimi” indentik dengan nama Elohim pada kitab Keluaran 3:14 – I AM THAT I AM (AKU ADALAH AKU). Bandingkan dengan Yesaya 44:6 di bawah. Reaksi orang-orang Yahudi menjelaskan dengan tepat klaim Isa sebagai Allah, mereka menggambil batu untuk merajam Isa.
  2. Sebab jikalau kamu (orang-orang Yahudi yang tidak mengerti peraturan hukum Sabat; ayat 15-16) percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku (Yoh. 5:46). Baca kitab suci Ulangan 18:15-22. Perkataan Isa ini dikatakan-Nya oleh sebab mereka ingin membunuh-Nya; Isa telah mengklaim bahwa Allah adalah Bapa-Nya dan dengan kata lain menyamakan diri-Nya dengan Allah (ayat 18). Musa hidup sekitar 400 tahun setelah Ishak, putra sulung Abraham.

4. Hidup Isa tidak ada awal dan akhirnya. Kitab Wahyu adalah perkataan Isa al-Masih yang didiktekan kepada rasul Yohanes, ”Inilah wahyu Yesus Kristus, … Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. (Wahyu 1:1). Pada kitab ini Isa al-Masih memperkenalkan diri-Nya sendiri sebagai  Yang Kekal: Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8). Tiga kali Ia mengklaim, lihat Wah. 21:6 dan 22:13. Ini klaim yang sama dipakai TUHAN di Perjanjian Lama:  Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Isaiah 44:6). Lihat juga Yesaya 41:4 dan 48:12 serta Wahyu 4:10-11).

5. Isa al-Masih mengklaim sebagai Pencipta dunia dan Tuan dari para nabi dan rasul.

  1. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: Lihatlah, Aku (Yesus, Alfa dan Omega; ayat 6) menjadikan segala sesuatu baru!” (langit dan bumi baru serta Yerusalem baru (ayat 1-2). Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” (Wahyu 21:5).  Ke-Allah-an Isa al-Masih sebagai Pencipta dan Tuan juga terlihat bagaimana Ia (maksimum berusia hanya hampir 34 tahun) memanggil orang lain “anak-Ku” atau “anak-anak-Ku” kepada pria lumpuh (Mat. 9:2), wanita dewasa yang mengalami pendarahan (Mat. 9:22), murid-murid-Nya yang Ia sebut para rasul (Mark. 10:24 dan Yoh. 13:33). Dan pada Akhir Zaman kepada orang-orang yang setia kepada-Nya, Isa berkata:  Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. (Wahyu 21:7)
  2. Ia bukan sekedar nabi, tapi Tuan atas para nabi. Aku mengutus nabi-nabi, ahli-ahli Taurat … dan rasul-rasul” (Mat. 23:24; Luk 11:49).Kita tahu  bahwa nabi-nabi di Perjanjian Lama, hidup ratusan tahun sebelum Isa al-Masih lahir dan kita tahu bahwa rasul-rasul adalah hamba Allah dan utusan Allah, di sini Isa al-Masih berkata dengan tegas, bahwa Dialah yang mengutus baik para nabi maupun para rasul.

Isa membaptis orang  dengan Roh Kudus/ Roh Kudus dan dimuliakan oleh Roh Allah.  Selain mengajar dan menghibur dan menasehati, tugas Roh Allah di bumi adalah juga menghukum mereka yang tidak percaya kepada Isa (Yoh. 16:8-9), dan memuliakan Isa al-Masih dan menyatakannya kepada orang-orang percaya: When the Spirit of truth comes, He will guide you into all the truth. For He will not speak on His own, but He will speak whatever He hears. He will also declare to you what is to come. He will glorify Me, because He will take from what is Mine and declare it to you. Everything the Father has is Mine. This is why I told you that He takes from what is Mine and will declare it to you. (Yoh. 16:13-15, HCSB).

Isa menyatakan semua keahlian Roh Kudus ini diberikan dari Isa al-Masih: “He takes from what is Mine.

Catatan: “Ia (Roh Kudus) mengambilnya apa yang menjadi milik-Ku” ini tertulis pada semua terjemahan Alkitab Inggris yang dipakai umum, namun tidak tertulis di terjemahan Alkitab Indonesia terbitan LAI. Karenanya adalah sangat baik memiliki banyak terjemahan.

Sampai poin ini, nampak jelas bahwa Isa al-Masih adalah Allah Yang Mahakuasa itu sendiri, yang memperkenalkan diri-Nya kepada manusia sebagai “Putra Allah / the Son of God.”

6. Isa adalah pemilik hari Sabat. Ketika para pengikut sekte Farisi menegur Isa al-Masih karena murid-muridnya memetik gandum pada hari Sabat (hari Istirahat yang dikuduskan TUHAN), Isa menjawab: Karena Putra Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Matius 12:8). Apa artinya ”Tuhan atas hari Sabat”?

Mari kita lihat Kejadian 2:2-3 – Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. (Kejadian 2:2-3). Dan tentang perintah hari Sabat, perintah ke tiga dari 10 Perintah TUHAN tertulis: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:8-11).

Allah TUHAN berkata “hari Sabat / hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN,” itu bukanlah “hari Sabat orang Yahudi” atau “hanya untuk orang Yahudi saja.” Kita akan pelajarai topik ini di lain waktu jika Allah berkehendak.

Dari dua perikop ayat Alkitab ini kita dapatkan bahwa:

  • TUHAN adalah Pencipta alam semesta dan segala isinya.
  • Hari Sabat adalah hari milik TUHAN, suatu materai yang Ia telah tetapkan (untuk diingat dan dikuduskan oleh umat-Nya) sebagai klaim bahwa dunia ini adalah milik-Nya, sebab Dia lah yang menciptakan semuanya itu.

Jadi jelas sekali klaim Isa sebagai ”Tuhan atas hari Sabat” indentik dengan menyamakan diri-Nya sebagai TUHAN (YHWH atau YAHWEH dalam bahasa Ibraninya), Allah pencipta alam semesta.

7.  Penyebab kematian Isa bukti klaim ke-Allah-an yang Ia tidak pernah sangkali. Pilatus, gubernur Roma untuk Yehuda, menyatakan tiga kali bahwa ia tidak mendapatkan satu kesalahpun pada diri Isa al-Masih (Yoh. 18:38; 19:4, 6). Respond pemimpin agama Yahudi (sekte Saduki dan Farisi) menjelaskan alasan mengapa Isa harus disalib (hukuman mati cara Roma saat itu):  “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Putra Allah.(Yoh. 19:7)

Ini adalah puncak dari rencana lama para pemimpin agama tersebut: membunuh Dia oleh sebab Isa membuat tanda-tanda ajaib dan banyak mujizat dan membawa banyak orang mengikuti ajaran-Nya (Yoh. 11:45-47,53), terlebih lagi dengan terang-terangan menyatakan bahwa Dia adalah Allah.

8. Allah sendiri, dalam bentuk Bapa Sorgawi, meneguhkan berkali-kali ke-Allah-an Isa al-Masih,

  • Saat kecil, ketika balik kembali dari Mesir, Isa disebut ”Dari Mesir Kupanggil Putra-Ku” menggenapi nubuatan nabi Hosea (Hos. 11:1). Lihat Matius 2:15.
  • Memanggil Isa sebagai ”Putra-Ku” dua kali, pada awal dan pertengahan pelayanan-Nya (Luk 9:35 dan Mat. 17:5). Kedua peristiwa ini terjadi di banyak saksi mata.
  • Kebangkitan Isa setelah terkubur tiga hari, adalah bukti bahwa klaim Isa sebagai Allah, satu-kesatuan dengan Bapa Sorgawi tidaklah menghujat Allah Bapa, jika klaim itu palsu maka si penghujat akan tetap masih ada dalam kubur sampai hari ini, seperti tertulis: Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (Ulangan 18:20).

Alkitab tidak hanya menulis dan memproklmasikan bahwa Isa al-Masih adalah Allah tetapi menyatakan dengan bukti-bukti perbuatan sampai saat ini.

Mungkin ada orang berkata, bahwa isi Alkitab telah dirubah, atau dikorupsi. Tentunya tuduhan tersebut adalah gossipnya Iblis, itu tidak memiliki alasan dan bukti yang kuat, Alkitab telah tertulis dalam bahasa Ibrani, Aram, Yunani dan Latin jauh sebelum agama Islam terlahir di dunia. Pada abad modern ini telah ditemukan text-text Alkitab kuno, seperti kitab Yesaya, dan Injil abad pertama dan kedua yang ditulis Setelah Masehi. Ada banyak terjemahan Alkitab berbahasa Inggris yang berasal dari text-text kuno tersebut. Kita bisa meneliti semuanya itu.

Alkitab tidak hanya menulis dan memproklmasikan bahwa Isa al-Masih adalah Allah tetapi menyatakan dengan bukti-bukti perbuatan sampai saat ini. Banyaknya orang-orang yang telah berubah hidupnya; sakit disembuhkan, tidak berpengharapan menjadi berbahagia, pembunuh menjadi pengasih sesama, dan bahkan telah banyak kesaksian bahwa Isa al-Masih menampakkan diri kepada mereka dalam mimpi dan mata jasmani menunjukkan bahwa apa yang ditulis Alkitab tentang ke-Allah-an Isa adalah BENAR dan AMIN.

Ayat hafalan dan renungan: Injil Yohanes 10:36-38 – “masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com
Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Siapakah Isa? 7 days Bible Studies for Muslims; English

1 01 2012

Bible Studies for Muslims

Yesus membaca kitab nabi Yesaya

Who is Jesus?
Who is Jesus – Day 1 – Jesus the Perfect Man
Who is Jesus – Day 2 – Jesus the Miracle Worker
Who is Jesus – Day 3 – Jesus the Teacher
Who is Jesus – Day 4 – Jesus the Prophet
Who is Jesus – Day 5 – Jesus the Savior
Who is Jesus – Day 6 – Jesus the Resurrected Lord
Who is Jesus – Day 7 – Jesus the Exalted King

Diambil dari www.gotquestions.org

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.





Isa al-Masih: Datanglah kepadaKu!

27 10 2011

Illustrasi. Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat termasyur di dataran Cina. Raja ini sungguh baik kepada rakyatnya, ia sangat disukai oleh rakyatnya, namun tidak pernah seorang rakyatpun pernah melihat wajah raja mereka, sebab tidak seorangpun yang diperbolehkan melihat wajahnya. Hukuman mati adalah bagi mereka yang berani melihat wajah raja tersebut. Seorang pemuda yang kagum akan raja ini ingin sekali melihat raja tersebut. Setelah perjalanan panjang, sampailah ia di istana raja. Dihadapan raja, pemuda ini menceritakan semua apa yang ia telah dengar tentang kebaikan dan kebijaksanaan raja tersebut. Raja ini sangat gembira mendengarnya dan ingin memberikan hadiah kepada pemuda ini. ”Hadiah apa yang kamu inginkan dari raja,” raja ini berkata. Pemuda ini menjawab: ”Ijinkanlah saya makan di depan raja sebelum saya kembali pulang ke desa saya.” Permohonan dikabulkan dan pemuda ini memesan sayur kangkung yang tanpa dipotong-potong. Makanan terhidang. Pemuda desa ini degan wajah tetap kelantai menerima semangkuk sayur kangkung beserta sepasang sumpit. Dengan tangan kiri memegang mangkok dan tangan kanan memegang sumpit ia mulai makan; dengan sumpitnya ia mengambil sebatang kangkung dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk memakannya dari bagian bawah kangkung. Dengan cara demikian ia melihat wajah raja. Setelah raja menjadari apa yang terjadi, maka raja ini kagum dengan keberanian dan juga kepintaran pemuda tersebut. Ia adalah satu-satunya rakyat yang pernah melihat wajah raja dan bebas dari hukuman mati!

Ajaran Isa al-Masih. Firman Allah menulis bahwa Isa al-Masih adalah ”Raja diatas segala raja” – artinya Isa adalah raja yang paling mulia, agung serta berkuasa diantara semua raja dan pemimpin dunia dan pemerintahan-Nya kekal selamanya. Lihat kitab Wahyu 17:14. Anak Domba di sini adalah panggilan untuk Isa al-Masih (Injil Yohanes 1:29,26; 1 Korintus 5:7 dan 1Petrus 1:19).

Sekalipun Isa al-Masih adalah ”Raja di atas segala raja,” dan ”Putra tunggal Allah,” Dia adalah raja yang lemah lembut dan rendah hati. Dia bukan saja bersedia untuk ditemui dan diminta pertolongan, bahkan Dia sendiri mengundang orang datang kepada Isa al-Masih.

Tulus hati seperti anak kecil. Kepada murid-murid-Nya yang melarang anak-anak datang kepada Dia, Isa berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Injil Markus 10:14-15)
§. Isa al-Masih mengajar bahwa hati kita haruslah tulus seperti hati anak-anak kecil, itulah yang Allah suka dan itulah sebuah syarat ibadah yang menghadirkan hadirat Allah, yang menghadirkan pahala.

Lihatlah hatinya. Kepada Zakheus yang ingin melihat diri-Nya sewaktu Isa berkunjuk ke kotanya, Isa memanggil namanya dan bersedia mampir di rumahnya, tanpa memperdulikan apa kata masyarakat, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Injil Lukas 19:5). Zakheus pemimpin pemungut cukai/ pajak untuk kaisar Romawi di Israel. Ia tidak disukai orang masyarakat selain dianggap sebagai penghianat bangsa, ia juga telah menjadi kaya oleh karena posisinya yang ’basah’ tersebut – ia orang berdosa dan dijauhi masyarakat. Selain statusnya yang buruk ini, ia juga seorang yang pendek. Menjawab kerinduan hati Zakheus untuk juga dapat melihat Isa, maka ia memanjat pohon yang akan dilewati  Isa; orang kaya dan pejabat tinggi ini telah meninggalkan kesibukkannya dan meninggalkan statusnya.
§. Isa al-Masih mengajar kita untuk melihat hati orang, orang berdosa ini pada hari itu memeliki hati yang haus untuk melihat Guru Agung. Tersentuh oleh keramahan Isa yang bersedia mampir “di rumah orang berdosa,” maka pertobatan terjadi di hati Zakheus,  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”  (Luke 19:8, ITB). Sikap Isa yang tidak menghakimi ini telah membawa Zakheus dan seisi rumahnya diselamatkan (ayat 9)!

Isa mengerti hati dan pikiranmu. Kepada Simon Petrus yang ingin menguji benarkah itu Isa yang sedang berjalan di atas air atau sebuah hantu, Petrus berkata: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Apakah Isa menjadi marah oleh ketidak percayaan Petrus? Tidak, sebaliknya Isa menjawab: ”Datanglah!” (Injil Matius 14:25-29)
§. Kepada Isa al-Masih, kita bukan saja dilayakkan untuk bertanya atau mempertanyakan status-Nya, jika Anda masih bimbang akan ke-tuhanan Isa sekalipun, Isa tidak marah untuk diuji. Isa akan menjambut tantangan Anda dengan tangan terbuka: “Silahkan, keluarkan semua keraguanmu atas diri-KU, biarkan mereka datang kepadaKu, ujilah Aku!”

Undangan Isa al-Masih. Perkataan Isa al-Masih yang sangat populer dan sering dikutip adalah: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Injil Matius 11:28-30)

Isa al-Masih berkata bahwa Aku dan Bapa adalah satu.” (Injil Yohanes 10:30)
Kitab Yesaya pasal 55 membuktikan kesamaan hati Isa dengan hati TUHAN, Bapa Sorgawi; Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, …(Yes 55:3)

Isa al-Masih tahu persis siapakah Anda, jika Anda ingin kembali kepada jalan yang benar, hari ini tangan Isa al-Masih terbuka lebar menyambut kedatangan Anda.

Ayat selanjutnya adalah janji TUHAN kepada mereka yang menerima undangan ini adalah ”Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; …Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap. (Yes 55:12-13)

Ini tepat sama seperti janji Isa al-Masih di Injil Yohanes: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yoh 5:24)

Datanglah kepada Isa al-Masih!

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.