Pertobatan Yang Benar dan Pertobatan yang Palsu

24 01 2012

Pertobatan adalah langkah awal menuju kepada pintu gerbang Kerajaan Allah, pertobatan diperlukan oleh karena adanya dosa. Baca juga: Dosa Pasif/ Bosa Karena Tidak Berbuat Apa-apa.

Berita Injil (Kabar Baik) yang dibawa oleh Isa al-Masih, yang pertama-tama bukanlah pengampunan dosa dan beriman kepada Injil, tetapi berita pertobatan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17).  “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Markus 1:15). Urutannya adalah pertama: bertobatlah, dan kemudian baru percayalah atau berimanlah kepada Injil.

Topik pertobatan memegang peranan penting di dalam Kristianiti; sebab itu adalah langkah awal yang menentukan tujuan akhir setiap orang kemana mereka akan sampai setelah Hari Penghakiman Terakhir. Arah “pertobatan yang benar” sajalah yang akan membawa pelakunya kepada “tujuan tempat yang benar.”  Jadi pendalaman Alkitab ini sangat penting untuk dimengerti terlebih dahulu sebelum Anda melangkah menuju sasaran hidup, ini tepat sama seperti perintah PENTING yang tertulis dari setiap pabrik pembuat barang (elektronik, listrik, kendaraan bermotor) yang Anda dan saya beli: “Bacalah baik-baik buku intruksi  pemakaian sebelum Anda mulai mengintallasi dan memakai unit baru Anda!”

Sepasang turis Belanda tiba di Jakarta, tujuan utama mereka melihat Kebun Raya Bogor, untuk

Merak - Jakarta - Bogor

mengenang bulan madu mereka 40 tahun yang lalu. Bermodal sebuah peta, mereka menyewa mobil dan tancap gas langsung ke tempat tujuan. Sekitar dua jam perjalanan, isterinya berkata, “Seingat saya Bogor itu sedikit bergunung-gunung, mengapa kita belum melihat gunung.” Mereka berhenti dan bertanya kepada pedagang buah di pinggir jalan, “Dimana kami berada?” dalam bahasa Indonesia yang cukup dimengerti. “Kota Serang,” pedagang menjawab. Turis bertanya lagi sambil menunjukkan peta kepadanya: “Kami ingin ke Kebun Raya Bogor, arah mana harus kami ambil?” Pedagang buah, tidak bisa baca peta dan buta huruf namun bergengsi tinggi, mencoba melihat peta dan memberi arah jalan, “Terus saja, jangan belok-belok!,” sambil tangannya menunjuk ke arah barat. Satu jam kemudian turis ini sampai ujung jalan, di depan mereka laut. Ternyata mereka telah tiba di Pelabuhan Merak.

Tujuan Pendalaman Alkitab Pertobatan:

  1. Mengerti arti pertobatan menurut firman Allah
  2. Contoh pertobatan yang  salah dan benar di dalam Alkitab
  3. Menemukan posisi arah hidup Anda sendiri.

Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! .. (Yehz. 33:11)

1. Pertobatan menurut firman Allah
Di Alkitab Perjanjian Baru kata kerja Inggris ”to repent” (bertobat) umumnya diterjemahkan dari bahasa Yunani metanoein. Kata kerja Yunani metanoein ini memiliki satu arti yang terbatas sepanjang sejarah bahasa Yunani, dari Yunani klasik sampai ke Yunani Pernjanjian Baru. Arti dasarnya adalah selalu sama, ”merubah pikiran seseorang.” Jadi, ”pertobatan” [metanoia] di Perjanjian Baru adalah bukan suatu [perubahan] emosi, tetapi sebuah [perubahan] keputusan.[1]

Jadi, ”pertobatan” [metanoia] di Perjanjian Baru adalah bukan suatu [perubahan] emosi, tetapi sebuah [perubahan] keputusan

Di Perjanjian Lama, kata kerja ”to repent” (bertobat) secara harafiah berarti ”to turn” (berbelok),” atau ”to return” (berbalik),” ”to turn back” (berbalik arah). Ini sejalan secara sempurna dengan arti pertobatan di dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru kata tersebut menunjuk kepada keputusan batin, perubahan pikiran batin; Di Perjanjian Lama kata yang sama menunjuk kepada tindakan luar yang adalah mengekpresikan perubahan pikiran batin tersebut.

Bertobat = berbalik arah

Jadi Perjanjian Baru menekankan alamiah dalam dari pertobatan yang benar; Perjanjian Lama menekankan ekpresi luar yang bertindak atas perubahan dalam.

Menaruh keduanya bersama, maka kita membentuk difinisi yang sempurna dari arti pertobatan: Pertobatan adalah sebuah perubahan pikiran bagian dalam yang menghasilkan sebuah pembalikan arah perbuatan; menghadapi dan bergerak ke sebuah arah baruh secara penuh; (berbalik 180 derajat).[2]

Pertobatan adalah sebuah perubahan pikiran bagian dalam yang menghasilkan sebuah pembalikan arah perbuatan; menghadapi dan bergerak ke sebuah arah baruh secara penuh; (berbalik 180 derajat).

2. Contoh Pertobatan di dalam Alkitab
Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. (2Kor. 7:10)

A. Pertobatan Yudas Iskariot –Pertobatan yang salah atau palsu.
Yudas adalah satu dari 12 murid Isa al-Masih, karena cintanya akan uang ia menjual gurunya sendiri.
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah….” (Mat. 27:3-4).

Dalam terjemahan bahasa Inggris tertulis bahwa Yudas ”repented himself.” Kata Yunaninya bukanlah kata metanoein seperti yang diterangkan di atas. Kata Yunani yang dipakai untuk Yudas  ialah metamelein, yang orang sering salah interpretasikan sebagai pertobatan: remorse, anguish. Remorse adalah sebuah perasaan yang kuat dari bersalah dan menyesali tentang sesuatu yang kita telah lakukan. Anguish: ketidak bahagian yang extreme disebabkan oleh penderitaan fisik atau mental.

Yudas, tidak diragukan, pada saat itu mengalami perasaan bersalah dan ketidak bahagian yang kuat. Bagaimanapun ia tidak merubah pikirannya dan arah hidupnya. Sebaliknya, ayat berikutnya mengatakan bahwa Yudas pergi dan menggantung dirinya sendiri.  Para rasul, 11 murid Isa al-Masih dalam doa mereka tentang Yudas berkata: ”Yudas yang telah jatuh kedalam kesalahan, bahwa ia dapat pergi ke tempatnya sendiri.”(Kisah Rasul 1:25; terjemahan bebas dari KJV)

Yudas tidak merubah arah hidupnya, ia telah pergi terlalu jauh. Ia tidak mau memperhatikan teguran gurunya, sebaliknya ia bertekat dengan keputusannya sendiri yang mana membuat dia tidak mampu untuk kembali kejalan yang benar.

Hal ini juga terjadi pada Esau (saudara kembar dari Yusuf), yang telah menjual hak kesulungannya hanya dengan semangkuk kacang merah hanya untuk mengisi perutnya yang lapar. Alkitab menulis. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. (Ibrani 12:16-17)

B. Pertobatan Simon Petrus – Pertobatan yang benar
Simon Petrus adalah juga satu dari 12 murid Isa al-Masih, ia juga pernah membuat kesalahan besar sehingga Isa menegur Petrus dengan kalimat yang keras ”Enyahlah Iblis” (Matius 16:23).
Sebelum tentara Romawi menangkap Isa untuk disalibkan, Isa telah memperingati Petrus bahwa imannya akan tergoncang, ia akan menyangkal Isa di depan banyak orang. Petrus menyatakan itu sebagai mustahil, tidak mungkin. (Markus 14:29-31). Simon Petrus menyaksikan secara sembunyi-sembunyi bagaimana Isa diadili dan dianiaya, setelah tiga kali orang lain menghubungkan Simon Petrus dengan gurunya, Isa al-Masih, maka Simon mulai bersumpah palsu: Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu. (Markus 14:71-72). Injil Matius mencatatnya sebagai: Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya. (Mat. 26:75).

Kesedihan Petrus yang dalam ini dapat dimengerti:

  • Ia sadar bahwa penyangkalan terhadapat gurunya bukan saja telah menghancurkan citra dirinya sendiri sebagai murid yang paling berani di antara murid-murid yang lain, lebih lagi di hadapan masyarakat: sekarang telah banyak orang yang tahu bahwa dia adalah bukan saja penakut lebih dari itu seorang penghianat.
  • Ia sadar dan berpikir bahwa mungkin Isa, gurunya, tidak mau mengampuni dia lagi, sebab ia telah melanggar 10 Perintah TUHAN (Keluaran 20:16), terlebih lagi ia tahu Isa pernah memberi peringatan penting ini: Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 10:33)

Dosa Yudas dan Simon sama beratnya, namun Simon bereaksi lain. Dukacita dan pertobatan Simon Petrus adalah pertobatan yang sesuai dengan ajaran Alkitab Perjanjian Lama dan Baru. Ini dapat dilihat dari apa yang Petrus lakukan setelah tangisanya tersebut:

  1. Ia tetap tinggal dengan komunitas yang benar, ada bersama dengan murid-murid lainnya. (Yohanes 20:2,10)
  2. Di danau Galilea, ketika ia mendengar bahwa Isa ada dipantai, ia langsung memakai bajunya dan terjun ke air untuk menemukan gurunya.
  3. Di darat, ketika Isa bertanya sebanyak tiga kali kepadanya, ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Petrus segera menyadari kesalahanya yang ia telah perbuat, kesombongan yang membawa penyangkalan dan sumpah palsu: “… Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yoh 21:17). Jawaban Petrus ini adalah pertobatan yang benar, bahwa ia di waktu kemudian akan mengasihi Isa al-Masih bukan lagi dengan kekuatan dirinya sendiri tetapi kekuatan dan anugerah Allah.

3. Kearah manakah saat ini Anda pergi, ke arah TUHAN atau semakin jauh membelakangi Dia? Test pengukuran kehidupan:

Dimanakah saya?

  • Apakah Anda memiliki pikiran yang cabul dan lidah yang suka bergosip dan tidak terkendali? [3]
  • Apakah Anda lebih percaya laporan koran dan aturan agama lebih daripada firman TUHAN? [4]
  • Apakah Anda menolak uluran pertolongan dan kasih Isa al-Masih untuk hidup Anda? [5]
  • Apakah Anda lebih mengasihi pelaku kejahatan lebih daripada para pengikut Isa al-Masih? [6]

Jika empat pernyataan di atas adalah gambaran dari pikiran dan perbuatan Anda, maka ketahuilah bahwa Anda sedang menuju kearah hidup yang salah. Jika Anda adalah seorang beragama namun Anda berkata “ya itulah saya” untuk keempat pertanyaan di atas, maka Anda sedang berada di dalam pertobatan yang salah – menghasilkan ibadah yang salah (Ibr. 12:28).

Allah menuntut pertobatan Anda dan mulai percaya kepada Isa al-Masih; baca: Kis. Rasul 20:20-21; Yoh. 10:25-28 dan 14:1-7.

Ibadah buatan manusia tidak berfaedah, Allah menuntut umat-Nya hanya dua:
1. Mendengarkan perintah-Nya (1 Sam. 15:22-23; Zak. 7:13-14), kemudian
2. Melakukan perintah-Nya tersebut (Mat. 7:24-27).

Jika Anda cinta Allah tetapi siap membunuh umat Allah lainnya, maka sesungguhnya Anda sedang tersesat di dalam hutan agama. (Yoh. 10:10a). Alkitab sangat jelas dalam hal ini, bacalah: Kel. 20:13, Mat. 5:21-22 dan Yoh. 16:1.3-4. Anda perlu memiliki dan melakukan pertobatan yang benar, sebelum perjalanan Anda terlalu jauh salahnya. Isa al-Masih berkata: Datanglah kepadaKu!

Allah tidak mencari pelaku agama, tetapi pelaku perintah firman-Nya.

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mark. 1:14-15)

[1] Dr. Derek Prince, Foundational Truths for Christian Living, Cp. 9. Pg. 77.
[2] Idem. Pg. 77-78
Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.

Advertisements




Dua Pesan Terpenting Malaikat Tuhan Untuk Penduduk Dunia

26 11 2011

Seorang pengamat media berkata bahwa di era komunikasi digital yang sangat hemat ini, kita sangat kebanjiran berita, memori pikiran kita tidak mampu menampung semua berita tersebut dan lebih buruk lagi bahwa perubahan situasi dunia cepat sekali berubah, kondisi ini membuat banyak manusia menjadi tidak perduli lagi kepada  apa yang terjadi di dunia ini, mereka lari kepada dunia hiburan.Konsekuensi banjir media ini membuat orang kehilangan (lebih parah lagi melewatkan begitu saja) pesan yang sangat penting bagi keselamatan dirinya sendiri.

Dua berita ini sangat penting untuk dibaca, dimengerti dan diingat, sebab mereka bukan sekedar berita penting, bukan juga sekedar berita-berita dari malaikat, tetapi dua berita ini adalah berita terpenting dari malaikat Tuhan untuk penduduk dunia!

Alkitab mencatat banyak sekali kejadian dimana Tuhan, Allah yang hidup, menyampaikan pesan-pesan-Nya melalui para malaikat. Dari sekian banyak pesan penting yang telah dibawa oleh malaikat terdapat dua pesan Tuhan terpenting untuk penduduk dunia. Dua pesan ini saling berkaitan namun saling bertolak belakang, yang pertama kabar baik dan yang berikutnya adalah kabar buruk, namun keduanya mempunyai tujuan yang sama: menolong manusia menggenapi rancangan Tuhan  yang indah dan kekal  atas kehidupan mereka, Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremiah 29:11)

Pada pelajaran Alkitab ini pembaca akan belajar:

  • rencana Tuhan yang indah kepada penduduk dunia
  • kasih dan rahmat Tuhan yang begitu besar kepada kita
  • keadilan dan kekudusan Tuhan yang sempurna
  • bagaimana mengenali Allah yang benar dan palsu

Tujuan pelajaran Alkitab: memperisapkan orang untuk siap menyambut kedatangan Isa al-Masih yang kedua.

Pesan malaikat terpenting yang pertama kepada penduduk dunia.

Malaikat Tuhan

Malaikat Tuhan memberitakan kelahiran Isa al-Masih

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: (Lukas 2:9-10, )

Inilah pembukaan dari pesan pertama terpenting malaikat Tuhan kepada penduduk dunia, ”Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:”

15 bulan sebelum kabar ”kesukaan besar” ini, Gabrile, malaikat Tuhan meyampaikan kabar baik yang lain, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. (Lukas 1:19, ). Inipun kabar penting dan kabar baik, khususnya untuk imam Zakharia dan Elisabet, isterinya.

Pesan Gabriel kepada Zakharia adalah bahwa doa mereka telah terjawab, mereka akan melahirkan seorang bayi laki-laki yang kelak akan menjadi nabi yang memperiapkan jalan bagi tuannya, ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” (Lukas 1:16-17, ). Tuhan sendirilah yang memberi nama putra dari Zakharia-Elizabet: Yokhanan (Yohanes) yang berarti ”murah hati.” Pengajaran ”pegampunan dosa melalui pertobatan dan anugerah (kemurahan hati Tuhan) dimulai dari pelayanan Yohanes ini. Ia dikenal sebagai Yohanes Pembaptis.

Setelah pesan Gabriel kepada Zakaria di atas, enam bulan kemudian, pada bulan yang keenam menurut kalender Yahudi, Gabriel menyampaikan pesan Tuhan kepada Maria: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Lukas 1:30-31, )

Ketika Yesus (Isa al-Masih) ini lahir pada malam itu juga pesan malaikat terpenting pada injil Lukas 2:9-10 di atas terjadi. Apakah pesan terpenting ”untuk seluruh bangsa” yang dibawa oleh malaikat ini? Inilah pesannya:

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:11, ). Baru saja Gabriel selesai menyampaikan pesan Tuhan ini tiba-tiba dilangit terjadi sesuatu: Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:13-14, )

Pujian para malaikat sorga kepada Allah atas kelahiran Isa al-Masih:

  • mereka mumuji Tuhan, Allah yang berdiam di sorga.
  • kabar baik bagi manusia di bumi, bagi mereka yang berkenan kepada-Nya

Disini kita perlu bertanya, kenapa kalahiran Isa membuat para tentara sorga memuji Tuhan sedemikian rupa? “Bukankah Isa hanya sekedar nabi biasa?,” mungkin Anda bertanya. Jawabannya ada kitab Kejadian pasal 3, pemberontakan Adam dan Hawa kepada Tuhan di Taman Eden. Iblis telah berhasil mendustai manusia pertama. Manusia terputus hubungannya dengan Pencipta mereka. Di Taman Eden ini juga Tuhan membuat keputusan yang sangat besar untuk masa depan: 1. menghancurkan Iblis melalui BENIH Hawa dan  2. melalui BENIH yang sama ini mengembalikan manusia (yang berkenan kepada-Nya) kembali kepada posisinya yang semula: kudus dan benar di mata-Nya.

Keadilan Tuhan dan dosa manusia. Kejadian 3:7 mengatakan bahwa Adam dan Hawa ketika mereka SADAR bahwa mereka telanjang, mereka membungkus diri mereka dengan daun sebagai pakaian dalam. Namun pada ayat 21 Tuhan membuat pakaian untuk mereka dari kulit binatang. Usaha manusia untuk menutup dosanya sendiri tidak mencapai standard kekudusan TUHAN, dengan kasih dan kemurahan-Nya yang besar Tuhan mengorbankan sebuah binatang untuk memakai kulitnya untuk menutupi ”ketelanjangan (baca: dosa-dosa) mereka. Pada sisi lain, keadilan dan kekudusan-Nya mengharuskan Dia mengusir kedua manusia yang Ia sangat kasihi. Sekalipun manusia diciptakan oleh jari-jari Tuhan sendiri (yang lainnya hanya melalui perkataan-Nya) dan terbentuk serupa dengan ”gambar dan rupa” Allah (Kejadian 1:26-27), dan ”sungguh amat baik” (ayat 31), dihidupkan oleh nafas Allah (Kej. 2:7) namun keadilan Tuhan tidak dapat membatalkan perkataan-Nya: ”jangan makan buah ’terlarang,’ engkau makan, pastilah engkau mati” (Kej. 2:16-17), upah dosa adalah terbuang dari hadirat Allah, mati rohani!

Kasih Allah kepada Dunia. Penumpahan darah untuk menutupi ”ketelanjangan manusia”di Taman Eden ini adalah  gambaran fisik dari rencana mulia Tuhan untuk mengorbankan Isa al-Masih mati berlumuran darah di kayu salib – sebagai Juruselamat manusia  – untuk meghapus dosa-dosa keturunan Adam dan Hawa. Darah binatang, bahkan darah dan jawa manusia sekalipun tidak dapat menghapus dosa manusia, hanya darah Tuhan (Isa al-Masih) yang bebas dari dosa  dapat melakukannya, sebagaimana pesan yang disampaikan oleh malaikat sorga ini: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2:10-11, ). Lagu Kesukaan Bagi Dunia (Joe To The World) terinsipirasi dari pesan malaikat ini.

Sekarang kita mengerti mengapa berita kelahiran Isa al-Masih adalah kabar terpenting dan suka cita bagi penduduk dunia, sebab itu merupakan tanda bahwa rencana TUHAN untuk ”menghancurkan Iblis” dan ”memulihkan hubungan manusia dengan Diri-Nya sendiri sudah mendekati kenyataan.  Inilah sebabnya Yohanes Pembaptis, pemersiap jalan Tuhan Isa al-Masih, mengkotbahkan ”pertobatan dan pengampunan dosa melalui anugerah.” Berita pertama dari malaikat ini di dikenal dengan sebutan ”berita Kabar Baik” (news of the Good News) atau ”berita Injil.” Injil terjemahan dari Euaggelion (bahasa Yunani) yang berarti “kabar baik,” dalam hal ini kabar baik tentang penebusan  dosa melalui Isa al-Masih.

Pesan tiga malaikat terpenting yang kedua kepada penduduk dunia.
Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk 

Tiga malaikat Tuhan pembawa pesan terpenting bagi dunia

diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, (Wahyu 14:6, )

Berita yang dibawa oleh malaikat ini masih berkumandang sampai sekarang, pesan ini sangat berhubungan dengan pesan terpenting pertama di atas, yakni berita Kabar Baik yakni pengampunan dosa melalui pengorbanan Isa al-Masih di kayu salib, dan para martir Isa al-Masih. Baca ayat 1-5.

Pesan terpenting kedua dari malaikat  ini adalah pengabaran peringatan dan teguran keras dari Tuhan kepada semua penduduk dunia yang BELUM bertobat, masih belum MENERIMA tawaran Isa al-Masih: anugerah pemgampunan dosa yang Tuhan telah berikan melalui pengorbanan nyawa Isa al-Masih.

Teguran keras Tuhan tersebut melalui malaikat-Nya berbunyi:

dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wahyu 14:7, ). Terjemahan Latin Vulgate dan Arab memakai ”Tuhan” sebagai ganti ”Allah.” (John Gill, Expostion of the Entire Bible)

Perigatan keras dari malaikat pertama di atas memiliki dua inti:

  1. Sembahlah dan muliakanlah hanya Allah yang hidup dan benar saja, yakni Allah Pencipta langit dan bumi dan semua mata air
  2. Penghakiman-Nya telah tiba. Versi King James: the hour of His judgment is come.

Dua ayat selanjutnya (ayat 8 dan 9) menerangkan alasan dari teguran keras tersebut dan ayat 10 serta 11 (juga Wahyu 19:3) adalah hukuman kekal yang berat bagi mereka yang terlibat di dalam perbuatan ayat 8 dan 9.

Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya,maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. (Wahyu 14:9-10, )

Penyembahan kepada manusia dan berhala dalam segala bentuk, termasuk bentuk ‘Allah’ harus dihentikan. Kita mengenal banyak sekali Allah, masing-masing agama mempunyai Allahnya sendiri, tetapi Allah Pencipta Dunia hanya lah satu, ‘Allah lainnya hanyalah ciptaaan tangan manusia dan sebagian lagi ciptaan TUHAN (seperti: matahari, bulan, bintang, bumi dsb.) yang dijadikan sebagai “Allah-allah” oleh manusia.

Perhatikan bahwa malaikat pembawa berita terpenting yang kedua ini membawa ”Injil yang kekal untuk diberitakannya” (ayat 6), jadi teguran keras Allah ini mengatakan bahwa penduduk dunia harulah menyembah Allah sesuai yang tertulis dan diberitakan di “Injil yang kekal” tersebut. Pesan dari Injil yang kekal ini dapat dibaca di Alkitab. Alkitab juga memiliki kitab yang berjudul Injil; empat buah kitab Injil tersebut ialah Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

Di luar Alkitab ada juga banyak kitab bernama Injil, namun keaslian penulisnya diragukan, mereka bukan murid-murid Isa al-Masih. Injil-injil palsu ini ditulis setelah abad ke dua Setelah Masehi.

Ada banyak ajaran agama palsu, Wahyu pasal 14 ini berbicara tentang ajaran “kota Babel.” Pasal 13, 17 dan 18 dan juga 19:3 dan 20 menerangkan siapakah kota Babel dan pemimpinnya ini. Alkitab bahasa Inggris menulis “she” untuk “kota Babel” dan “he” untuk “pemimpin dari kota Babel.”

Malaikat di Wahyu 14 mengatakan bahwa ajaran agama dari “kota Babel” ini adalah penyembahan berhala. Binatang di sini adalah pemimpin agama tersebut, sedangkan tanda (materai) binatang  pada dahi atau tangan manusia adalah tanda dari “orang yang mengakui dan tunduk di bawah otoritas binatang / pemimpin agama palsu tersebut. Alkitab menyebut pemimpin agama palsu yang kelak akan menguasai seluruh dunia ini dengan panggilan “Anti-Kristus,” namanya mengandung angka “666.”

Teguran keras Tuhan ini ditutup dengan kalimat nasehat dan perkataan Roh Kudus:  Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” (Wahyu 14:12-13)

Roh Kudus memberikan tiga kalimat kunci untuk kita bisa berhasil menang dari masa yang jahat ini (pemaksaan menyembah kepada Anti-Kristus dan patungnya):

  • Ketekunan (orang-orang kudus)
  • Menuruti peringah Allah
  • Beriman kepada Yesus (Isa al-Masih)

Kesimpulan:

  1. Pesan terpenting pertama adalah Injil (Kabar Baik); Isa al-Masih telah membuat jalan penghubung (yang telah terputus oleh karena dosa-dosa kita) antara TUHAN dan kita. Menerima Isa sebagai Juruselamat dan Tuhan kedalam hidup kita akan menggembalikan kita kepada Allah yang benar.
  2. Pesan terpenting kedua adalah peringatan untuk hanya menyembah Allah yang sesuai dengan ajaran Injil yang kekal (Injil Isa al-Masih, Injil Yesus Kristus). Ada banyak Injil yang palsu (tidak kekal) di akhir jaman ini. Injil yang palsu tentunya mengajar Isa al-Masih yang palsu. Isa yang palsu tidak akan bisa membawa kita kepada kebenaran dan kekudusan yang sejati. Isa yang benar berkata: Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6).
  3. Tujuan dari kedua pesan ini adalah satu: TUHAN, Allah yang hidup ingin menyelamatkan semua manusia dari dosa-dosa mereka, melalui pertobatan kita dan pengakuan kita bahwa Isa al-Masih adalah Juruselamat kita, sehingga kelah ketika hari Kiamat tiba, kita bisa ada bersama-sama TUHAN di sorga.

Artikel lain yang membahas kitab Wahyu pasal 14:

666 Mark of the Beast
Introduction to Chapter 14Rev. 14:6-7
Is the good news necessarily good?

 

Pendalaman Alkitab 4 Muslim
Hak Cipta: Budiman
pa4muslim@gmail.com

Diluar tujuan komersial, Anda dipersilahkan mengkopy, memperbanyak dan juga memakai artikel ini  dengan menyertakan alamat situsnya. Terima kasih.